
Black wolf adalah kelompok gangster terkuat dan sangat berpengaruh di dunia. Kelompok ini didirikan oleh Leluhur keluarga Handayana, dan berdiri sampai sekarang. Para anggotanya terkenal hebat dalam bertarung, di Black Wolf terdapat 2 kelompok orang yaitu pembalap dan Hacker. Kebanyakan dari mereka adalah anak jalanan yang diangkat menjadi keluarga dalam kelompok ini.
***
" Baiklah, aku tidak akan kejam pada kalian. Ayres, Ayran perkenalkan diri kalian." Ucap Ratu yang kembali bersikap tenang menghadapi sikap konyol adik-adik angkatnya.
Tiba-tiba secara perlahan muncul tangan yang memegang kaki Ratu. Yah, mereka adalah Ayres dan Ayran yang bersembunyi dibalik tubuh ibunya itu.
" Halo paman, bibi. Aku Ayres." Ucap Ayres malu-malu sambil keluar dari balik tubuh ibunya. " Aku Ayran" Lanjut Ayran saudara kembar dari Ayres.
Mereka yang pada awalnya berdiri dihadapan Ratu karena takut, berlari kehadapan kedua kembar itu dan mengunyel-unyel wajah kedua anak itu.
tuk...tuk... terdengar suara kaki yang berjalan mendekat kearah Ratu.
" Ratu.." Ucap seorang pria paruh baya memangil nama sang anak yang amat sangat dirindukannya.
" Ayah, sudah lama tidak bertemu." Ucap Ratu sembari berbalik menatap ayahnya.
" Dimana cucuku?" Ucap William dengan wajah dingginnya.
Tetapi sesaat kemudiaan, wajah dinginnya berubah saat melihat dua bocah yang pipinya sedang dicubit oleh paman dan bibi kedua anak kembar itu.
" Minggir." Ucap william dinggin pada anak angkatnya yang menghalangi dirinya melihat. kedua cucunya itu.
Mendengar suara dari ketua Black Wolf mereka pun minggir dan membuka jalan.
Wajah dingin nya berubah 180 derajat saat william memeluk cucunya itu. Orang-orang disana mengangak terkejut melihat perubahan wajah dari William.
" Berikan aku alasan yang bagus, karena bahan bakar jet ku itu mahal." Ucap Ratu pada Ayahnya.
" Tenang saja aku akan membayar biaya bahan bakar jet mu itu, Bahkan aku juga akan memberimu Motor Sport Keluaran terbaru." Jawab William.
***
Beberapa menit kemudian mereka sampai di aula utama, tempat tinggal dari angota Black Wolf.
Terlihat disana banyak sekali orang, laki-laki dan perempuan bahkan ada juga anak-anak. Disana akan dilakukan pesta perayaan atas pulangnya Ratu dan pesta ulang tahun William.
" Para anak-anak ku sekalian. Hari ini aku ingin menyampaikan beberapa berita penting." Ucap William sembari memegang mic di tangannya
"Pertama pesta ini untuk merayakan kerja keras kalian selama ini," Semua prang diruangan itu memandang William sembari bertepuk tangan atas kerja keras mereka.
" Yang kedua aku memperkenalkan dua cucuku yang akan menjadi salah satu dari kita disini"
Tepuk tangan ditunjukan pada anak kembar yang berdiri tidak jauh dari william kakeknya.
" Dan yang ketiga, Aku akan menikahkan putri ku Ratu !" Kali ini tidak ada tepuk tangan yang terdengar, mereka. hanya melongok seperti mata mereka akan keluar dengan mulut mengangak lebar.
__ADS_1
Di poin yang ke tiga, Ratu sedang melamun dan bertepuk tangan tanpa alasan. Wanita itu memikirkan perkataan ayahnya itu sekali lagi.
" Tunggu? Siapa aku ? dijodohkan? nikah? sama siapa? aku dimana? aku siapa?" Gumam Ratu dalam Hati, menanyakan hal berputar-putar.
Setelah mengerti maksud ayahnya itu.Ratu hanya bisa bengong matanya melongok mendengar peryataan ayahnya itu seperti matanya akan keluar dari tempat yang seharusnya, dengan mulut mengangak lebar.
" Tunggu Dijodohkan?" Ucapnya, Keringat dingin Ratu mulai bercucuran. Dia bersiap melarikan diri dari hadapan semua orang saat itu juga.
" Mami, Jangan kabur." Ucap Ayres, memegang tangan Ratu yang hendak mengendap pergi.
" Tuhan, Kenapa anak ini sangat pintar? Apakah gen dari pria itu adalah gen seorang jenius?" Ucap Ratu dalam hati.
Sementara ditempat lain. " Hachuuu." Hans sedang bersin didalam ruang kerjanya.
Sebelumnya william sudah memberi tahu ratu bahwa lamarannya akan dilakukan di kediaman Black Wolf pada pukul 10.00.
Keesokan harinya pada pukul 07.00, Ratu terbangun karena ada yang mengoncang tubuhnya, mencoba mengangu tidurnya.
" Mami, Mami..; Cepat Bangun ada yang menggedor kamar kita." Ucap Ayran yang terus mengoncang tubuh Ratu tanpa berhenti dan dibantu oleh kembarannya Ayres.
" Sayang, Jangan mami masih mau tidur. Masih terlalu pagi." Jawab Ratu sembari santai mengucek matanya.
Brakk...
Suara pintu yang terbuka dengan didobrak paksa, Terlihat para pelayan wanita sibuk bersiap mendandani Ratu.
Sebenarnya Ratu adalah seorang tomboy tulen, tidak pernah mau mengunakan Rok maupun gaun, Bahkan saat dirinya bersekolah di salah satu sekolah elit di Indonesia dia selalu mengunakan Celana yang seharusnya untuk seragam anak laki-laki.
@@@
Waktu berlalu, Para pelayan yang ditugaskan mendandani Ratu pun keluar dari ruangan kamar Nona mereka.
"Tuk...tuk" terdengar suara dari arah luar jendela.
Ratu yang mendengar suara beberapa batu kerikil dilempar pelan kearah jendela kamarnya, segera berlari kearah jendela. Wanita itu melihat kearah luar jendelanya, Ratu melambaikan tangannya dan memberi isyarat pada Torri adik angkatnya yang sedang menunggu nya.
@@@
Pukul 10.00
Di pintu gerbang Kediaman Black Wolf, sebuah mobil sport hitam masuk ke dalam kediaman dengan diiringi beberapa mobil-mobil militer.
William menyambut tamunya itu dengan sopan.
" Selamat datang.." Ucap William dengan sopan pada tamu-tamunya itu.
Mereka pun masuk ke ruang tamu, sedangkan para tentara maupun polisi menunggu diluar kediaman.
__ADS_1
Kini mereka duduk di sofa, ruang tamu di kediaman Black Wolf.
William memberi isyarat tangan pada kepala pelayan untuk memanggil anaknya.
Menerima isyarat tangan tuanya, si kepala pelayan memerintahkan pelayan wanita untuk memangil nona mereka.
"...."
sesaat kemudian pelayan wanita tersebut kembali dan membisikkan sesuatu pada kepala pelayan.
Kepala pelayan maju dari tempatnya berdiri sebelumnya, menghampiri tuannya dan dan berbisik
" Tuan, Nona tidak ada di ruangannya."
Ekspresi William berubah , ia tampak kesal dengan kenakalan putrinya dari dulu.
" Saya permisi sebentar, ada sesuatu yang harus saya urus. Mohon tunggu disini sebentar." Ucap William dengan sopan lalu pergi dari ruang tamu.
@@@
Sementara itu seorang pria keluar dari ruang tamu, pria itu hendak jalan-jalan mengelilingi kediaman Black Wolf yang luas.
Saat hendak jalan-jalan disekitaran kediaman, terdengar suara sorakan dan ribut-ributnya knalpot motor.
Terlihat seorang wanita dengan motor sportnya melaju ke garis finish dengan penuh kemenangan.
" kakak, apa tidak sebaiknya kita kembali saja ?" Ucap Torri sembari mendekat kepada seorang Wanita yang tengah duduk diatas motor sport merahnya.
" Hey, kau ini takut kenapa? Dia itu sangat tua, dia tidak akan tahu aku ada disini. Jadi tenang saja." Jawab Ratu dengan santai pada adik angkatnya itu.
Seketika area balapan yang dibuat didalam kediaman menjadi hening seketika.
"ehemm...ehemm.." Suara deheman yang membuat suasana ramai menjadi hening dalam sekejap.
Ternyata itu adalah William yang telah tiba ditempat itu dengan membawa beberapa kaki tangannya.
" oh, tidak. Matilah aku, kenapa karma bisa datang secepat ini?" Gumam Ratu dalam hati.
Dengan perlahan tangannya mengapai tempat kunci motornya, dan hendak memutar kunci menyalakan motor dan segera kabur.
Belum sampai tangan Ratu menyentuh kunci motornya, seorang pengawal menangkap basah Ratu yang hendak kabur.
William menjentikan jarinya, menerima isyarat sang bos para kaki tangan william itu langsung memegang kedua lengan Ratu kebelakang seperti Tahanan.
" Ayah, maaf kan anakmu yang nakal ini. Aku tidak akan kabur lagi. Hoi kalian! Adik-adik laknat bantu aku woi! Seru Ratu yang terus melawan saat dibawa paksa oleh kaku tangan william.
" menarik" gumam pria itu dalam hati.
__ADS_1