I Am Not Crazy

I Am Not Crazy
CHAPTER 13


__ADS_3

Saat ini, Sana sedang duduk dikendaraan roda dua milik Mahesa. Karena hari sudah sore, Mahesa mengantar Sana untuk pulang. Saat ini langit sangat indah karena sinar jingga kemerah-merahan dari sang mentari membentang menyinari langit sore. Jalanan yang lumayan padat karena banyak pekerja kantoran yang pulang ke rumah untuk bertemu dengan orang-orang tercinta.


"San, lo laper ga?" teriak Mahesa dari balik helm full face yang dipakainya


"Ga terlalu," jawab Sana sedikit berteriak


"Mampir dulu, makan nasi goreng, mau?" ujar Mahesa


"Mau," ujar Sana.


Setelah itu keheningan melanda mereka lagi, tak ada dari satu pun dari mereka yang memulai pembicaraan lagi. Akhirnya, kendaraan itu berhenti di sebuah gerobak di pinggir jalan. Sana cukup terkejut karena Mahesa suka makan ditempat begini. Bukan berarti Sana tidak suka, ia suka makanan gerobak di pinggir jalan seperti ini. Namun, ia cukup heran jika Mahesa juga suka makanan seperti ini. Mereka duduk disalah satu meja yang sudah disiapkan oleh penjual nasi goreng.


"San, gue pesan dulu, lo mau pedes atau engga?" tanya Mahesa


"Engga, gue ga suka makanan pedes," jawab Sana.


Setelah itu, Mahesa pergi ke tukang penjual nasi goreng dan memesan pesanan mereka. Lalu, ia kembali ke meja tempat Sana menunggu. Tak satu pun dari mereka berniat membuka topik pembicaraan. Sekarang yang tercipta hanyalah keheningan dan angin malam yang berhembus menerpa kulit mereka. Sana fokus dengan pikirannya yang memikirkan kejadian di markas


"Woy, ada berita terbaru," teriak Deva


"San, lo harus liat ini," sambungnya lagi. Setelah itu semua menjadi penasaran akan berita apa yang dimaksudkan oleh Deva.


"Berita apa Dev," kepo Adrian, tumben sekali pria itu penasaran terhadap hal-hal begini


"Awas, kalo ga penting," tegas Satria


"Tau tuh nanti ga penting lagi," ujar Adit


"Yaelah lo pada, ini penting apalagi buat Sana," kesal Deva


"Kenapa Dev?" tanya Sana


"Liat geh San, kelakuan pacar lu," ucap Deva


"Jadi, ada post an terbaru dari akun twitter 'All about Neozone'," sambungnya lagi


"All about Neozone?" tanya Arga


"Lo semua kudet banget njir, ini tuh akun gosip terbaru siswa SMA Neozone," kesal Deva karena temannya yang tidak tahu apa-apa mengenai gosip di SMA Neozone


"Terus? Beritanya apa njir," geram Adrian pasalnya Deva tidak langsung memberitahu tentang berita apa yang dimaksud.


"Ya sabar, ini gue mau jelasin," jeda Deva sejenak


"Jadi, ada yang postingan terbaru dari akun itu Ketua OSIS dan Sekretaris boncengan tadi, yang artinya Erlangga pacar Sana," sambungnya lagi sambil menunjukan postingan tersebut.


"Lah, anjir," kesal Gio


"Bener-bener ya tuh kunyuk," timpal Adit yang merasa kesal juga


"Ceweknya dibiarin naik bus sendiri, lah dia malah bonceng cewek lain njir," marah Satria


Sana yang mendengar itu hatinya seketika langsung hancur. Hatinya sakit, sesak rasanya mendengar berita bahwa pacar kita sendiri membonceng cewek lain. Sedangkan, dia yang pacarnya saja susah sekali dibonceng oleh Erlangga.


Saat ini ada ribuan jarum yang menghunus tajam hati Sana dan yang lebih parah cewek yang dibonceng adalah sahabatnya sendiri. Sana berusaha untuk tersenyum dan berpikir positif atas kejadian ini, mungkin besok ia akan menanyakan langsung kepada Erlangga dan sahabatnya.

__ADS_1


"San," panggil Mahesa


"Eh iya?" jawab Sana


"Masih mikirin yang tadi?" tanya Mahesa


"Engga kok," jawab Sana sambil menunjukkan senyuman yang sebenernya terdapat rasa sakit yang mendalam.


"Yakin?" tanya Mahesa sekali lagi


"Iya Mahesa," jawab Sana


"Lagian tumben nih kutub es perhatian," ejek Sana sambil tertawa ringan. Lalu pesanan mereka datang. Mereka menyantap makanan yang ada didepannya


Sampai sekarang pun gue masih ga paham sama lo, batin Mahesa


Saat makan hanya suara sendok yang beradu dengan piring yang terdengar, ditambah dengan suasana jalanan yang lumayan padat saat sore menjelang malam hari. Disela-sela makan Arga membuka suaranya


"San, lo ga keberatan mengikuti perkataan Erlangga. Sedangkan perkataan itu membuat diri lo sendiri tertekan," ungkap Mahesa


"Maksudnya?" balas Sana, sebenarnya Sana tahu apa yang dimaksud oleh Mahesa, namun, ia pura-pura tidak tahu. Entahlah, mungkin dia juga bingung harus menjawab apa.


"Maksud gue, pas gue ke rumah lo, lo bilang kalau lo suka banget sama Drakor tapi tadi lo bilang ga terlalu suka," ungkap Arga


"Dan tadi jelas-jelas lo masih mikirin, tetapi jawaban lo selalu menutupi apa yang sebenernya lo rasakan," sambungnya lagi


"Jangan nipu diri lo sendiri San," sarkas Mahesa


Sana hanya diam, ia tidak marah dengan perkataan Mahesa, karena yang dikatakan Mahesa adalah kebenarannya. Melihat Sana yang diam saja rasa bersalah pun mulai menghampiri Mahesa.


"San, sorry gue ga bermaksud bikin lo sedih," sesal Mahesa


"San, sabtu jalan-jalan di taman mau?" ajak Arga


"Lo sibuk ga?" sambungnya lagi, Sana sedang berpikir apakah ia menerima ajakan Arga atau tidak.


Setelah cukup lama berpikir, akhirnya Sana menerima ajakan tersebut. Ada sisi lega dan senang saat ini yang dirasakan Mahesa. Tapi, rasa itu sebelumnya tidak pernah ia rasakan, aneh bukan? Pikirnya. Setelah menghabiskan makanan masing-masing. Mahesa mengantar Sana pulang ke bangunan yang mewah, namun nampak sepi itu. Tapi, tanpa mereka sadari sejak tadi ada seseorang yang mengikuti mereka dan memfoto itu untuk dikirimkan ke seseorang


"Ga sia-sia gue ngikutin," ujar orang itu sambil menunjukkan senyum sinisnya


...🌱🌱🌱🌱...


Rembulan berganti dengan mentari yang memancarkan sinar yang sangat panas namun indah, membuat seseorang terpaksa meninggalkan alam mimpinya. Seseorang itu adalah Sana, ia bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Seperti biasa ia berangkat menggunakan bus, lagi dan lagi ia melupakan sarapan. Saat sampai di sekolah banyak pasang mata yang memberikan tatapan yang beragam ke arahnya. Tak lupa juga omongan- omongan pedas yang ditujukan kepadanya sepanjang ia berjalan menuju ke kelasnya. Padahal ia tidak melakukan kesalahan, kenapa harus ia yang harus menerima semua ujaran kebencian? seolah-olah dia telah melakukan sesuatu yang buruk.


"Kasian juga ya jadi Sana," ujar salah satu siswa


"Buat apa kasian, dia juga yang gatel sama cowok lain," timpal siswa lainnya


"Dih, jadi cewek gatel banget."


"Merasa paling cantik aja."


"Jujur mending Erlangga sama Dilla daripada sama dia cewek kegatelan," ejek siswa itu


Dan masih banyak lagi perkataan- perkataan yang menyakiti hati Sana. Saat memasuki kelas, Sana berjalan menuju mejanya dengan mood yang lumayan buruk. Namun, ia masih berusaha tersenyum untuk menutupinya.

__ADS_1


"Sana," panggil Dilla


"Iya Dill," jawab Sana


"Gue mau minta maaf sama lo, tentang gosip yang ada di twitter," sesal Dilla


"Ceritanya ga gitu San, gue sama Erlangga ga ada apa-apa," sambungnya lagi


"Iya gapapa kok Dilla," jawab Sana sambil menunjukkan senyuman


"Tapi, lo jadi bahan perbincangan hampir satu sekolah," ujar Dilla tidak enak dengan Sana


"Gue gapapa kok Dill, santai aja," ujar Sana berusaha menutupi perasaan sebenarnya.


Setelah itu, bel masuk berbunyi dan guru masuk untuk memulai pembelajaran. Tetapi, Sana kali ini tidak fokus terhadap buku yang ada di hadapannya, maupun terhadap guru yang lagi memberikan penjelasan. Tubuhnya memang berada di kelas, namun, pikiran dan perasaannya melayang jauh. Tak terasa bel istirahat berbunyi semua siswa dan siswi mengunjungi tempat-tempat favorit mereka.


...🌱🌱🌱🌱...


Disisi lain ada seseorang yang mengirimi foto ke Erlangga yang sedang berada di kelas.


08XXXXXX0807


(Foto)


(Foto)


Yakin cewe lo ga selingkuh?


^^^Mau lo apa?^^^


Setelah itu tak ada lagi balasan dari sang pengirim. Erlangga melihat foto yang dikirim oleh nomor asing itu. Di foto itu terdapat Sana dan Mahesa yang sedang makan berdua dan satu lagi Mahesa yang mengantar pulang Sana. Seketika amarah Erlangga memuncak, ia menatap sinis mahesa yang sedang bercanda dengan teman-temannya. Tanpa basa-basi Erlangga mengahampiri Mahesa dan


Bugh....


Satu bogeman mentah mendarat mulus di pipi Mahesa. Lalu, Erlangga memberikan satu bogeman lagi, sehingga, ada darah segar yang mengalir dari sudut bibir Mahesa. Mahesa dan teman-temannya tidak tahu apa-apa sontak terpancing emosi akan perilaku Erlangga.


"Maksud lo apa anjir," seru Deva yang tersulut emosi


"Sa, lo gapapa?" Tanya Satria


"Gapapa," jawab Arga


"Maksud gue apa? Tanya sama temen lo, maksud dia apa deketin cewek orang," marah Erlangga


"Cewe lo?" kekeh Mahesa


"Ga salah denger gue," lanjutnya lagi sambil melayangkan tatapan remeh ke Erlangga.


Emosi Erlangga semakin memuncak karena mendapatkan tatapan seperti itu dari Mahesa. Erlangga langsung melayangkan pukulan lagi, Arga yang tersulut emosi juga membalas pukulan dari Erlangga.


Bugh...


"Seharusnya lo sadar, kalo lo tuh ga pantes buat dipanggil pacar sama Sana," seru Mahesa.


Perkelahian terjadi, makin ramai siswa dan siswi berkumpul menonton pertandingan itu tanpa berniat melerai. Bahkan teman-teman Mahesa saja tidak berani melerai, karena takut terkena bogeman. Namun, tiba-tiba dari arah pintu ada seorang gadis yang berteriak.

__ADS_1


"Stop," teriak gadis itu. 


- To Be Continued -


__ADS_2