
Ana dan Richard hanya terdiam sambil tersenyum dengan kaku. Mereka bingung harus berkata apa kepada Bunda Lina apalagi Ana.
Sampai pada akhirnya kini hanya tersisa pasangan yang baru saja menikah, mereka berdua terlihat sangat canggung saat itu. Mereka hanya diam seribu bahasa. "Sekarang apa yang harus aku lakukan? Mengapa aku jadi salah tingkah begini di hadapannya, hiiis, bagaimana ini!" dalam benak Richard yang sedang berpikir.
Ya, begitu juga dengan Ana. Dia mati kutu di tempat itu. "Sekarang aku dan Pak Richard sudah resmi menjadi suami istri, mengapa canggung sekali rasanya. Apakah aku pergi saja ya?" dalam batin Ana yang tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Hingga akhirnya Ana pun segera bangkit dari duduknya dan menghela napasnya cukup kasar. Richard terkejut dan langsung melirik ke arah Ana. Pria itu masih terdiam. "Bapak sebaiknya segera beristirahat, hari sudah cukup gelap, Anda pasti lelah juga kan? Saya kembali ke kamar dulu ya, permisi!" kata Ana yang tidak ingin berbasa-basi dan terlalu lama di tempat itu bersama dengan Richard.
Mendengar hal tersebut Richard hanya diam, dia seperti mengerti diri Ana yang canggung. "Apakah kamu akan kembali ke dalam kamarmu atau ingin masuk ke dalam kamarku?" tanya Richard dengan tegas. Pria itu berkata rasional karena dia sadar saat ini mereka sudah menikah jadi tidak mungkin tidur terpisah.
"Hah?!" Ana yang sebelumnya hendak berjalan langsung menghentikannya, dia pun segera memalingkan wajah untuk bisa melihat diri Richard, gadis itu begitu gugup dan kini dia baru sadar mengenai hubungan mereka saat ini.
"Tidak mungkin kan, jika kita tidur terpisah? Bagaimana jika nanti Bunda melihatnya?" tambah Richard kembali dengan tegas.
Ana hanya terdiam, dia seperti orang yang benar-benar kebingungan sendiri. Tidak tahu harus berkata apa di hadapan Richard. Pikirannya benar-benar blank. Hingga Richard pun menghela napasnya cukup dalam. "Ikut aku," kata Richard tegas.
Ana masih terlihat ragu dan enggan untuk pergi, mengetahui hal tersebut Richard hanya bisa pasrah. Dia pun mengulurkan tangan kanannya dan langsung menggandeng tangan Ana. Ana terkejut dan mereka pun masuk ke dalam kamar Richard. "Apa yang ingin Bapak lakukan?!" tanya Ana bingung.
__ADS_1
"Aku tidak akan berbuat macam-macam padamu tenang saja, aku hanya tidak ingin membuat Bunda curiga tentang kita, aku akan tidur di sofa kok," balas Richard dengan tegas.
Ana hanya diam, dia memang terlihat sangat waspada saat itu. Namun dia mencoba untuk tetap mempercayai Richard yang tidak mungkin melakukan apa pun pada dirinya. "Baiklah, semua ini saya lakukan demi untuk menutup kecurigaan Bunda Lina, tapi Bapak harus mengingat batasan kita ya?" kata Ana dengan tegas.
"Iya, Ana," balas Richard sambil menganggukkan kepalanya.
Richard dan Ana akhirnya memutuskan untuk tidur di ruangan yang sama, meskipun tidur mereka terpisah. Richard tidak menyentuh Ana begitu juga sebaliknya. Hingga pagi yang cerah Ana terbangun dari tidurnya, dia langsung duduk, melihat saat itu Richard yang masih tidur dengan lelap. Ana tidak ingin membangunkan Richard dia merasa kasihan. Akhirnya Ana pun keluar dari dalam kamar secara diam-diam.
Ana sedang memiliki mood yang bagus saat itu. Dia pun mendengar suara dari orang lain di tempat itu, dia adalah Aldi. Ana keluar dan segera mendatangi taman. Dia menatap Aldi yang sedang bekerja. "Hai! Sibuk ya? Sudah sarapan atau belum?" tanya Ana dengan ramah.
Aldi yang mendengar hal tersebut langsung memalingkan wajahnya dan menatap diri Ana. "Sudah, Anda sudah bangun ya," kata Aldi tegas.
Ana pun mulai memperhatikan sekitar tempat itu, dia lihat ruangan milik Bunda Lina. "Apakah Bunda masih belum bangun?" dalam benak Ana yang penasaran.
"Bunda berpesan kepada saya, kalau dia berangkat sebelum matahari terbit, saya datang dari setengah 4. Membersihkan halaman ini. Jadi kalian jangan khawatir," kata Aldi dengan tiba-tiba.
Ana hanya terdiam, dia cukup terkejut dengan jawaban itu. Ana dan Aldi pun akhirnya sering bicara. Ana bertanya banyak hal. Sementara itu di dalam kamar terlihat Richard yang terbangun, dia terkejut tidak menemukan Ana di atas ranjang. Namun malah mendengar suara gadis itu sedang bicara dengan seseorang.
__ADS_1
Richard bangkit dan langsung keluar, dia mencari keberadaan dari Ana, hingga menemukan gadis itu yang asik bicara dengan orang lain. Richard hanya diam dengan dingin. "Apakah dia tahu aku sekarang ini cemburu? Apakah dia bisa memedulikan aku?" dalam benak Richard yang merasa tidak senang. Saat mengetahui Ana begitu dekat dengan pria lain.
Ana terlihat sangat santai ketika dia berbicara dengan Aldi. Gadis itu terlihat sangat nyaman dan cerewet, tanpa gadis itu tahu, di sisi lain ada pria lain yang sudah termakan cemburu paling buta dan menyesakkan dada. Richard hanya diam memendam rasa tidak suka.
Hingga akhirnya, Richard pun mendatangi Ana, dia berdiri tegap di samping Ana. "Mengapa tidak menggunakan alas kaki saat ingin keluar?" tanya Richard dengan tegas.
Ana terkejut dan langsung memalingkan wajah, lalu gadis itu menatap tegas diri Richard dengan dalam. "Pak Richard... Hehe, Anda sudah bangun rupanya, selamat pagi!" kata Ana dengan raut wajahnya yang begitu imut.
Namun Richard terlihat sangat dingin dan kaku, dia tidak tersenyum sama sekali, hal itulah yang membuat Ana merasa bingung dengan perubahan sikap yang terjadi dengan Richard saat ini. "Apa yang terjadi dengan Pak Richard, aneh sekali," dalam benak Ana yang terlihat bingung.
"Apakah kamu tidak dengar perkataanku? Cepat masuk dan pakai sendalmu," tambah Richard dengan tegas.
Ana yang jadi takut, langsung terkejut dan menganggukkan kepala begitu patuh. "Baik, Pak!" balas Ana. Gadis itu berlari dengan terburu dan meninggalkan Richard begitu saja.
Richard hanya diam, dia pun memperhatikan diri Aldi dengan tatapan yang dalam dan tajam, dia pastikan dari ujung rambut hingga kakinya lelaki itu. "Apa bagusnya lelaki ini? Mengapa Ana dapat berbicara dengan sangat tenang dan lancar, padahal mereka baru bertemu kan?" dalam benak Richard yang kesal sendiri.
Sementara itu Aldi masih sibuk bekerja. Dan segera Richard memalingkan tubuhnya lalu kembali masuk ke dalam rumahnya yang besar. Diam-diam Aldi memperhatikan Richard. Aldi langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Kembali pada diri Ana, terlihat gadis itu yang sedang menggunakan sendalnya. Dia merasa khawatir dengan diri Richard. "Mengapa mendadak aku merasa Pak Richard sangat aneh ya? Dia jadi seperti hewan buas saja, sungguh mengerikan, mungkin karena aura orang berkuasa kali ya?" dalam benak Ana yang sedang berpikir. "Mengerikan!" katanya dengan tegas.