
Kehidupan aku pun mulai berubah jauh lebih baik. Lebih menikmati hidup tanpa harus berlarut kesedihan, tanpa harus mengingat hal yang membuat aku sedih.
Satu tahun pun kehidupan aku tanpa seorang pacar cuma saja aku merasa happy begitu. Dan aku tak mau pakai hati lagi dalam menjalin hubungan dengan seseorang.
Disaat hubungan dengan sahabat pun aku jauh lebih baik dan bijak dalam berteman. Kita sering banget main ke rumah satu sama lain. Dan disaat kami mau main kerumah Dian. Kami pulang sekolah langsung ke rumah Dian, dan setelah sampai kami ingin jajan di warung.
Ketika kita berjalan ke arah warung, ternyata ada sekumpulan cowok-cowok disana. Dan ada yang tak asing bagi kami, ternyata ada Hendra karena rumah dia dekat dengan Dian. Kami pun langsung melanjutkan langkah kami, setiba kami melewati mereka itu. Hendra cuma melihat dengan senyum dan di situ ada yang bicara "Arini nih Hendra".
Aku mendengar itu hanya diam dan melanjutkan langkah aku berjalan. Setiba di warung kita langsung belanja snack dan makanan ringan lainnya. Setelah itu kami langsung pulang ke rumah Dian dan harus melewati dia lagi.
Untuk melihatnya pun aku tak kuasa dan tak bisa, jujur di hati ini masih sakit luka itu masih ada. Bagaimana aku bisa melupakan kisah itu dengan cepat???
Kami langsung duduk di rumah Dian, dengan bicara santai sambil makan cemilan. Tidak lama HP ku berdering Rio ingin menjemput ku. Ya sudah aku iya kan saja dan aku bilang tunggu depan gang rumah Dian saja. Ternyata tiba-tiba ada suara motor berhenti di depan rumah Dian. Pas kita lihat ternyata Rio, sangat kaget aku saat itu. Karena aku jujur tak mau kelihatan Hendra bersama cowok lain, bukan karena masih berharap. Tapi sakit ini masih terasa banget di hati ku, jadi aku ingin dia tak mengetahui kehidupan aku.
Mau tak mau aku saat itu naik motor dengan Rio di depan rumah Dian dan harus melewati Hendra. Ketika aku melewati dia dan teman-temannya, aku di ledekin " Cieee arini sudah move on" . Aku pun tak mau menoleh sedikit pun.
Aku tanya " Kenapa jemputnya di dalam !?"
" Biar dia tahu lu sudah move on dan jadi pacar gue" ucap Rio.
Aku hanya diam saat itu. Memang hubungan kami pun saat itu seperti pacaran, bisa di bilang hubungan tanpa status.
Di perjalanan kami pun berhenti di tempat makan, ketika kita pesan makanan. Rio dengan tanpa basa- basi bilang " Kenapa sulit luka itu untuk sembuh? "
Akhirnya aku berterus terang saat itu "aku bukan susah move on, tapi luka sakit ini masih terasa aku di bohongin berkali-kali, dan dia" Aku pun tak melanjutkan ucapanku.
" Ya sudah cerita kenapa???! Kurang aku apa sampai kamu masih sulit membuka hati kamu buat aku".
Aku menguatkan diriku untuk cerita ke dia
__ADS_1
" Dulu tuh saat kita masih pacaran aku ingin sekali boneka pinguin warna coklat, karena kan biasanya pinguin warna pink dan biru saja. Tapi dia berusaha hujan-hujanan untuk mengelilingi mall mencari boneka itu. Karena dia mentok akhirnya dia membelikan aku boneka anjing kecil sangat bagus sekali. Aku merasa saat itu dia berkorban untuk aku dan ada perjuangannya agar aku happy"
"Ternyata setelah tahu kebohongan itu aku merasa sangat sakit sekali. Aku menilai dia baik tapi di ternyata membohongiku. Dan disaat kami putus dua hari kemudian dia ngomongnya nyakitin, bilang cewek itu paling sempurna di mata dia, dan aku hitam belagu. Sampai dia telp aku angkat dia bilang ilfil dengan aku. Dan dia menyanyikan lagu Ilfil d'masiv saat itu, hati aku sakit sekali. Dia yang berbohong selama ini tapi dia yang mengucapkan ilfil ke aku" ucapku
"Bukan aku masih sayang saat ini, tapi aku lebih kecewa terlalu dalam dan sakit hati karena ucapannya. Ka Rio bayangin dia yang selingkuh aku yang di pojokan. Rasanya itu sakit banget ka" ucapku dengan nada kesal.
"Aku kesal ka, kenapa udah tahu dia lebih menyukai wanita itu. Kenapa tidak dari awal saja dia deketin wanita itu dari pada aku,jadi tidak harus terluka seperti ini. Apalagi setelah itu dia langsung pacaran dengan wanita itu." jawabku dengan menohok.
"Merasa sempurna banget tuh cowok, ganteng juga ga nyakitin lagi" ucapnya dengan emosi.
"Oke aku paham kok, ya sudah biar sakit hati itu hilang dengan sendiri jangan dipaksa" ucap dia dengan memberikan senyuman ke arahku.
Kalau di ingat aku memang tak sempurna seperti wanita yang lain, yang di berikan kulit putih dari lahir. Tapi aku juga tak harus diperlakukan seperti itu, aku bisa berharga di laki-laki yang tepat.
Hingga aku mengerti sama saja dia mencampakkan aku disini, kau hadirkan dia untuk melupakan aku. 1,5tahun pun aku masih belum bisa menghilangkan luka ku saat ini.
Kami pun langsung melanjutkan makan.
"Memang dimana ka?" ucapku
"Di Surabaya" jawabnya
" ga apa apa ka" jawabku dengan becanda
Hatiku sedikit sedih aku akan kehilangan dia yang mengisi hari-hari ku, dia yang bisa menghibur aku dalam kondisi apa pun.
Kami pun pulang dengan hati tak terbeban, karena dia sudah tahu alasan aku menutup diri apa.
Sebelum turun dari motor dia bilang "besok anterin kaka belanja keperluan untuk kaka pergi ya".
__ADS_1
" oke" ucapku dengan mengacungkan jempol.
Dia langsung pulang dengan melemparkan senyum kearah ku.
Semalaman aku berpikir kenapa harus ka Rio yang ada saat ini pasti sudah Allah takdir kan untuk meringankan luka ku.
Di hari libur waktu nya beres-beres rumah di pagi hari, setelah selesai kaget ada suara motor yang datang. Ternyata benar saja ka Rio yang datang, aku langsung mandi dan dia ngobrol dengan bapak ku. Setelah itu kita siap untuk pergi tanpa aku tahu ini mau kemana.
Ternyata aku diajak ke Kelapa gading, aku menemani dia belanja pakaian kebutuhan dia. Setelah itu aku diajak nonton bioskop,di dalam bioskop pun dia sering menatap wajahku.
"aku senang kamu lebih ceria dari dahulu, kenapa ceria nya disaat aku mau pergi sih???" ucapnya sambil mencubit pipiku
Aku langsung memberikan muka gemes kearahnya. Kami pun menikmati filmnya dan setelah itu kami pulang. Tapi di perjalanan tiba-tiba dia membelokan arah motornya ke dalam perumahan di Kelapa Gading. Kami berhenti di salah satu rumah di sebuah komplek dan aku disuruh masuk.
Ternyata itu rumah ka Rio dan aku pun di kenalkan dengan orang tuanya. Orang tuanya pun menyambut aku dengan ramah aku pun bersalaman dengan mereka.
"Pah mah kenalin ini Arini pacar Rio" celetukan Rio
Aku pun pasang tampang muka kaget " gak tante om cuma teman kok"
"Hahahahha.... " orang tuanya pun hanya tertawa saja.
Aku pun langsung di suruh masuk duduk di ruang tamu, dan ternyata Rio hanya menaruh belanjaannya saja. Dan langsung mengajak ku "ayoo kita pergi".
Kami berhenti di tempat minuman yang berjualan es pop Ice dan kami langsung beli dan minum disitu karena cuacanya panas banget saat itu.
Aku pun di antar pulang dengan selamat olehnya, tanpa basa basi dia bilang " makasih ya sudah hadir dalam hidup aku"
Aku seperti biasa hanya bisa tersenyum di dekatnya. Tak mau memberi harapan palsu atau memancing agar dia menyukaimu aku tak mau itu semua terjadi.
__ADS_1
Karena aku sadar Allah SWT menghadirkan dia untuk menyadarkan ku banyak yang peduli sama aku dan banyak yang harus di pikirkan bukan masalah yang berlalu saja.