
Sore ini waktunya aku less akuntansi, niat hati mau berangkat lebih cepat karena takut macet. Ketika sedang bersiap-siap, Ari datang lagi untuk menjemput ku. Dia mau mengantar aku less.
Ketika di perjalanan dia menoleh ke arahku,
"Bolos less boleh ga?"
"Boleh kan cuma less bukan sekolah" Jawabku
"Ya sudah yuks"dengan memegang tangan ku di perutnya
" Dih gak sekarang juga kali kak Ari" Ucapku dengan panik
Dia semakin meningkat kan kecepatannya agar aku tak banyak tanya.
Berhenti lah kita kampus dia, waktu itu pukul 15.00. Dia menggandeng tanganku hingga menemui temannya yang sedang berkumpul. Dia menyerahkan tugas kuliah nya, basa-basi ke temannya dan langsung pulang. Aku yang di telpon sama Dian memberitahukan kalau di less nanti akan ada percobaan soal bisa jadi ketika ulangan soalnya seperti begitu.
Aku meminta kak Ari untuk mengantarkan ke tempat less. Di perjalanan dia ingin ada kejelasan hubungan ini.
Bingung aku pun hanya diam.
" Kenapa sulit memutuskan dia rin?" Ucapnya
"Aku butuh waktu kak, bukan maksud ingin mempermainkan hati kakak. Coba mengerti keadaan ini aku harus berpikir dengan jernih dulu" Jawabku
Seharusnya dia lebih mengerti dan tak menuntut ku, karena dia hadir disaat aku sudah dengan Rio. kami tiba di tempat less, dia pergi tanpa berkata-kata apa pun kepadaku.
Saat less pun pikiran ku terbagi dua, antara fokus ke pelajaran dan tentang hubungan ini. HP pun berdering saat aku lihat kak Rio menelpon ku.
"ya Halo kak"
"kamu dimana? di rumah gak ada? tanyanya
Waduh kok dia tahu aku tak di rumah apa dia sudah di jakarta hatiku bertanya-tanya.
" aku lagi less kak" jawab ku
"pulang jam berapa? nanti aku jemput, kamu kasih tau aja alamatnya di SMS ya? " ujarnya
"oke"
Aku terdiam seketika dan langsung aku SMS memberikan alamat tempat less aku. Tepat pukul 18.30 less selesai. Saat aku dan sahabat-sahabatku keluar di seberang kami ada Ari, di hadapan kami tibalah Rio datang dengan motor Ninja nya. Sahabat aku pada bingung dan panik, aku hanya bisa diam melihat Ari.
"ayo pulang yang" ucap Rio
Aku langsung menaiki motor Rio dengan tatapan kosong, rautan wajah Ari begitu kecewa saat itu.
Sebelum berjalan kendaraan kami, Rio menoleh ke arah Ari. Harapan aku saat itu Rio tak mengingat Ari cowok yang pernah ketemu di perpus dan tak curiga kepadaku.
Terdiam saat itu tak ada keceriaan pada wajahku.
" kenapa kelihatannya tidak senang aku datang? " tanyanya
"ga apa apa syok aja tiba-tiba datang ga ngabarin sebelumnya"
__ADS_1
Sampai di rumah orang tuaku bingung, berangkat less sama Ari pulang dengan Rio. Rio tak mampir langsung pulang.
Harus mengakhiri hubungan yang mana aku? Sulit memutuskan keputusan dalam waktu dekat ini. Di kejauhan aku tidak tahu juga kalau Rio setia apa tidak di sana.
Besok hari sabtu yang niatku tidak mau kemana-mana dan hanya di rumah saja. Hanya menonton TV, rebahan dan menikmati kebersamaan dengan orang tua.
Pagi ku telah bersemangat untuk belanja dengan mama di pasar buat kebutuhan warung. Di pasar aku bahagia melihat orang-orang berjualan, karena bagi aku punya usaha itu bagus sekali buat masa depan.
Pulang dari pasar ternyata sudah ada motor Ninja yang parkir di depan rumah, pasti Rio. Dan benar saja ternyata dia, yang niatnya hari ini istirahat di rumah malah harus bertemu masalah yang seharusnya aku hindari.
"Tumben kak pagi ke sini, mau kemana kakak? tanyaku
" kita jalan-jalan biar ga jenuh aja" jawabnya
Pikir ku situ gak jenuh, aku yang tambah mumet.
"mandi sana aku tunggu" ucapnya
Aku segera mandi, di kamar mandi aku berpikir apa yang harus aku lakuin.
Setelah mandi aku segera memakai pakaian casual,tanpa make up langsung menghampirinya.
Kami pamit kepada orang tua aku, dan langsung pergi.
Tanpa memberi tahu akan pergi kemana dia melaju kendaraan nya, karena terlalu mumetnya aku terdiam tak menanyakan mau pergi kemana.
Ternyata dia mengajak ku ke puncak, dan hanya ketempat makan dengan nuansa yang menyejukkan.
Begitu sampai biasanya dia menggandeng ku ini tidak sama sekali. Pikiran ku saat itu mungkin dia sayangnya berkurang ke aku karena jarak yang jauh. Kami duduk di kursi yang menghadap pemandangan,setelah pesan makanan tiba-tiba.
"gak saat itu" jawabku dengan jujur
"kalau saat ini kenal??? "
"hmm.. iya" tanpa pikir panjang aku jawab saja
"sejak kapan?? "
Aku ceritakan awal pertemuan itu sampai kami kenal.
"Aku sudah ada firasat dia menyukai kamu, dan kamu juga kan pertama kali ketemu. Aku pikir hanya kebetulan saja, ternyata yang aku jemput less di sana ada dia firasat aku mengatakan dia pasti sudah mau jemput kamu saat itu" tanya Rio dengan menatap ke arahku
"iya kak, firasat kakak benar semua kok. Aku juga gak pernah tahu kakak di sana setia atau gak? " gerutu ku dengan alibi untuk membela diri
"Ngapain kalau aku ga setia masih nemuin kamu, dan menunggu kamu sembuh dari sakit hati saat itu??? "
"aku juga melihat acara pensi di sekolah kamu saat itu, tapi kamu tak sadar kalau ada aku"
Berarti benar saat itu ada kak Rio firasat aku acara selesai pensi ada yang memperhatikan aku dan Ari.
"kenapa gak samperin aku kalau sayang? " tanyaku
"percuma nyamperin kamu, yang di sayang juga lagi sayang sama orang lain" celetuk dia
__ADS_1
Jleb omongannya membuat nusuk di hati.
"Aku tuh sayang banget sama kamu, aku pikir kamu bahagia cuma sama aku saja. Ternyata salah aku berpikir seperti itu". dengan menggenggam tanganku
" aku gak mungkin selingkuh di sana, sedangkan di sini aku berusaha membuat kamu bahagia aja sulit, bagaimana pikiran aku bisa bercabang begitu" ucapnya
"Aku gak akan maksa kamu harus memilih sekarang, kamu pikirkan baik-baik dengan tenang. Apapun yang kamu pilih aku tetap sayang sama kamu"
"Maaf ya kak aku menghadirkan dia" ucapku
"gak apa apa, aku paham ketika kamu baru sembuh dari patah hati dan lagi berusaha bahagia dengan aku, malah aku tinggal pergi jauh" jawabnya
Makanan kami sudah habis aku pikir setelah ini langsung pulang, karena dia cuma ingin membicarakan hal tadi. Ternyata dia malah mengajak aku pergi ke Taman Safari lagi.
"Kita flashback biar kamu ingat pengorbanan aku berusaha kamu bangkit dari keterpurukan" dengan menggandeng tanganku
Kami jalan kaki mengelilingi dan melihat wahana dengan bergandengan.
Aku melihat dia selama ini berusaha keras membuat aku bahagia dan ceria lagi. Cuma saja aku yang kurang menyadari itu semua, di saat mengantri salah satu wahana di sana. Aku dari belakang memeluk kak Rio dengan mengucapkan "maaf".
Dia langsung menyuruh ku pindah di depan dia dan bilang " aku gak mau pacar aku di rebut cowok lain lain, kamu di depan aku kalau ada yang menatap wajah kamu langsung aku melotot supaya pada kabur" canda dia
"hahaha... hahaha... haha.. " aku ketawa tak berhenti melihat ekspresi wajahnya.
Wahana di sana satu per satu pun sudah kita naikin, saat nya pulang. Di jalan arah pulang dia ingin sekali bertemu Ari aku kaget tak bisa berkata-kata.
"aku boleh ketemu Ari??? " pintanya
Aku pura-pura tak mendengar nya, dengkul aku pun di tepuk.
"sayang aku boleh ketemu Ari?? "
"boleh nanti aku tanya dulu ya kak" jawabku dengan panik
" hei ini malam minggu loh, kita kaya beneran pacaran ya" canda ku biar mencairkan suasana
"kan kita emang pacaran beneran kamu ini bener-bener"
"haha...haha"
"Aku hari senin balik ke Surabaya lagi ya yang, aku harap besok Ari ada waktu untuk kita ngobrol" ujarnya
Perasaan ini semakin gak karuan, ada kaget, takut, bingung semua campur jadi satu.
Diperjalanan kami menikmati udara yang sejuk, membuat aku menyadarkan siapa yang harus aku pilih dan pertahankan.
Dua jam sudah kita menempuh perjalanan hingga aku tertidur di bahu belakang kak Rio. Rio membangunkan ku dengan pelan-pelan.
"Rin sudah sampai, bangun yang " ucapnya
Aku yang tersadar langsung masuk tanpa mengucapkan apa-apa.
"hahaha... haha.. lucu banget sih pacar aku ini" ucapnya
__ADS_1
Aku hanya mendengar itu langsung pergi. Dia pamit ke orang tua aku dan segera pulang.
Tengah malam aku pun bangun liat HP ternyata Ari menelpon ku hingga 15x. Aku tak menyadari nya itu.