
Dengan niat awal ingin belajar mencintainya, tapi dengan sendiri nya malah terlupakan. Aku tahu ini salah ku yang membuat hubungan ini semakin rumit.
Di sekolah pun aku merenungi kisah ini. Dian pun mengajak kami ke rumahnya.
" Nanti main ke rumah gue yuk, sudah lama kan kita gak kumpul bareng? Kan nanti less libur ini"
"ayo" Sahut yang lain.
Aku hanya ikut saja lah, dari pada aku juga galau dengan perasaan ku sendiri.
Pelajaran berakhir kami langsung menaiki angkot yang arah ke rumah Dian. Dalam angkot kami heboh sendiri dengan cerita tentang Tri yang galau pacaran dengan adik kelas.
Sampai di gang rumah Dian, ada Hendra di tikungan rumah Dian. Aku tak memperdulikan nya, aku saja sedang pusing dengan kisah yang sekarang masa aku harus memikirkan dan mengingat kisah lama yang pahit.
Teman aku terlihat aneh dengan ku yang tak grogi atau tak menunjukkan sikap yang gimana-gimana di depan Hendra.
Sampai di rumah Dian aku langsung di cecar berbagai pertanyaan.
"Kok lu biasa aja ketemu Hendra, kok lu belakang ini kaya kusut kenapa sih cerita dong??? " Ucap mereka
Akhirnya aku menceritakan yang sesungguhnya.
" Gue sama Ari juga ngejalanin hubungan tanpa status, dia tahu kalau gue sudah punya pacar bahkan dia pernah melihat Rio kan. Gue tau ini salah, tapi gue sayang dan cinta nya itu ke Ari bukan ke Rio. Perasaan ke Rio hanya aku karena tidak enak saja karena dia sudah ada selama ini"
"Ya ampun rin, ini gimana? Kalau Rio tahu gimana?" Gerutu Tri
"Ya mau diapain lagi" Sahut ku dengan pasrah
"Lu harus memilih daripada suatu saat lu kehilangan dua-duanya" ujar Yati.
Percakapan kami berhenti karena HP ku berdering.
"Hallo Rin dimana?? Aku pulang kuliah mampir ke sekolah kamu sudah sepi, kamu sudah pulang ke rumah? Apa masih di angkot" Ucap Rio
"Aku sudah pulang kaktapi lagi main ke rumah Dian"
"Aku boleh ke sana? Dimana rumahnya?"ucapnya
" Di cilincing kak, gang durian"
"Oh aku tahu kok, masuk belok kanan atau kiri rin" Jawabnya
" Belok kiri nanti aku tunggu depan rumahnya kak"
"Oke" sahutnya
Tak lama kemudian datanglah dia.
Dia berhenti tepat di depanku, langsung dia membuka helm dan langsung bergabung dengan kita.
Sahabatku merasa Ari orangnya asik di ajak ngobrol. Dari kejauhan Hendra melihat ke arah kami, Ari juga merasa ada yang memperhatikannya.
Tak lama kemudian aku pamit pulang.
"Aku antar Rin,aku kan sudah pulang kuliah jadi free" Ucapnya
Aku awalnya menolak, tapi sahabat ku pun memaksa aku pulang bersamanya.
"Tuh kan teman kamu saja nyuruh kamu bareng sama aku" Celetuknya
Aku langsung menaiki motornya, dan kami langsung pulang. Kami melewati Hendra saat itu, Ari tiba-tiba menoleh ke arah Hendra.
Tiba di rumah aku mempersilahkan dia mampir ke rumah, tapi dia menolaknya.
"Gak mampir ya aku, soalnya aku nanti 2jam lagi mau jemput cewek lain takut telat kalau aku mampir" ujarnya dengan ketawa
__ADS_1
Aku hanya memberikan jempol sebagai tanda oke dengan wajah sedih. Dipikiran ku dia berarti punya cewek lain yang sedang dekat dengannya. Aku harus sabar karena aku bukan siapa-siapa dia jadi tak bisa marah untuk hal itu.
Aku bergegas ganti baju dan tidur karena terlalu rumit hubungan ini sehingga membuat badanku ikut letih.
Ketika baru pulas tidur HP berdering.
Aku pikir Ari ternyata Rio.
"Halo kak Ari" Ucapku.
"Halo sayang Ari siapa?? Hayo siapa? Apa ada pengganti aku? Sibuk banget belakangan ini sampai lupa mengabarkan"
"Oh ya kak, capek kak semakin dekat ujian pelajaran semakin rumit, susah jadi aku jadi sampai lupa mengabarkan kakak" Jawabku
"Iya aku paham, semangat ya kamu"
Perbincangan kita begitu lama tanpa aku sadar ternyata selama ini aku telah mengacuhkan Rio.
Tak lama kemudian aku tidur siang, dan setelah pulas aku tiba-tiba dibangunkan oleh mamahku.
"Rin ada Ari tuh, mau ngajak jalan"
Dalam hati aku " lah kan dia tadi pengen jemput cewek lain". Aku keluar dengan wajah baru bangun tidur.
"Dih kok kesini kak, katanya mau jemput cewek lain" Ucapku mendekati dia
"Yang bilang cewek lain siapa??? Aku kan bilang cuma mau jemput cewek. Kamu cantik bangun tidur" Cakap dia.
"Udah rapih banget, mau kemana kak? " Tanyaku
"Kamu mandi dulu nanti kita jalan, cepetan aku tunggu" Jawabnya
"Ya sudah aku mandi dulu ya" Dengan melangkah ke dalam rumah.
Ternyata pikiran ku salah, aku mengira kalau dia akan jalan sama cewek lain.
"Masya Allah cantik banget" Ucapnya melihatku
"Ya sudah mau kemana kita?"
"Nanti lah rahasia" Jawabnya
Ternyata aku di ajak makan di Bandar jakarta Ancol. Ketika melewati pantainya, aku mengingat kak Rio, kemarin itu aku lagi patah hati di tempat ini kak Rio menghiburku. Jahat ga sih aku begini ya Allah.
Sampai di tempat makan itu, kenapa pikiran aku ke Rio saja. Aku tak tahu harus bagaimana dengan perasaan ku ini.
Kami mulai menikmati makanan tersebut, dia langsung menggenggam tangan ku.
"aku tahu perasaan ini salah tapi aku harap kamu mau mengerti dan tidak menyalahkan diri karena perasaan kita tak bisa kita yang mengatur. Aku sayang sama km rin"
"aku bingung mau menjawab apa kak, yang pasti aku juga punya perasaan ke kak Ari" jawab ku
" kita hadapi bareng-bareng ya rin"
Aku terjebak di cinta yang salah, Ya Tuhan aku harus apa. Terasa tak adil bagi kami, begitu rumit kisah ini.
Ari mengajak aku menikmati suasana pantai, aku ingin menolak tapi tidak enak. Menikmati suasana pantai dengan angin sepoi-sepoi, aku merasa sangat bersalah.
Rio tiba-tiba menelpon, merasa dia punya firasat tentang aku disini.
" lagi apa sayang? kangen aku kamu benar-benar ga kasih kabar apa-apa ke aku." ucap dia
Bagaimana aku bisa bilang kangen, sedang kan tanganku sedang di genggam orang lain.
"Aku lagi di pantai kak sama teman" jawabku
__ADS_1
"Tumben kamu ke pantai yang, sama siapa? " tanyanya
"sama Dian, Tri dan Yati" ucapku dengan melihat ke arah Ari.
Ari hanya tersenyum dan mencium tanganku dan membuat ku tak bisa berkata-kata dengan Rio. Sehingga aku mematikan telp dari Rio.
Tuhan cinta seperti apa ini???? Bisa jadi kami bertiga akan terluka, atau hanya ada salah satu yang terluka.
Rio adalah laki-laki sandaran aku saat ku lemah, Ari adalah laki-laki yang membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama.
Langit pun berubah menjadi gelap, sudah waktunya kami pulang. Diperjalanan tangan Ari menarik tanganku agar memeluknya, dan aku memeluknya. Aku menyenderkan kepala ku di bahu belakang dia, dengan menikmati wangi parfum di baju dia. Hingga aku memikirkan harus bagaimana ke depannya, karena tak mungkin kami begini terus.
Kalau kak Ari lebih dewasa, bijak kalau bicara dan aku sudah menyukainya karena pandangan pertama itu. Di perjalanan aku merasa ada yang mengikuti kami, apa itu hanya pikiranku karena di selimuti rasa bersalah ke Rio. Sampai di rumah, Ari langsung bilang minta maaf karena sudah membuat rumit.
"maafin aku ya Rin, jadi semakin rumit hubungan kamu". ucapnya
Hati semakin bersalah menyelimuti aku saat itu, aku pun langsung menelpon Rio. Tetapi tak pernah di angkat, perasaan aku semakin tak tenang. Bagaimana bisa aku melukai hati yang orang yang sayang ke aku???
Apa aku terlalu jahat saat ini.
Malam tiba, aku hanya berpikir harus seperti apa aku ini.
"drett... drett.. " hp ku bergetar SMS masuk
"Rin aku ingin memiliki kamu seutuhnya, seandainya saja kamu bisa meninggalkan pacar kamu itu demi aku" dari Ari
Aku tak membalasnya karena beben pikiran aku sudah tak kuasa kalau harus berpikir, aku langsung tidur saja.
Pagi ini aku berharap tak ada yang menghubungiku dahulu, aku mau menikmati rasa sendiri ku. Hari ini kebetulan acara pensi di sekolah jadi bisa datang lebih santai. Aku naik angkot saat itu, di dalam aku memikirkan bagaimana kalau Rio tahu. Aku benar-benar melukainya pasti.
Berhenti lah angkot ku di depan sekolah ku, ketika mau menyebrang Hendra dan Putri lewat dengan berpelukan melewati aku. Aku tak peduli aku diam dan menunggu sepi baru aku menyebrang.
Aku kesal juga, karena luka yang dibuat dia. Aku jadi terjebak hubungan yang rumit ini. Sampai aku haus perhatian gara-gara luka itu.
Aku langsung ke kantin, teman ku dan sahabat sudah menunggu di sana. Setelah pensinya mulai kita mulai di halaman sekolah, ada yang berdiri ada juga yang duduk di kursi. Aku team yang duduk di kursi, karena pegal.
Aku menikmati acara itu, tiba-tiba ada band dari kampus lain manggung disini. Aku pikir lah tuh gak salah nyanyi di pensi SMK.
Dan ketika band itu naik panggung Tri teriak "Rin lu harus liat"
Ketika aku menoleh ternyata Ka Ari yang pentas dengan teman kampusnya.
Dia main vokal dengan memegang gitar dia melihat kanan kiri. Berhenti wajahnya ke arahku.
"Ini spesial untuk orang spesial yang sekolah disini" ucapnya
"woooo siapa tuh, siapa " teriak teman-temanku
"Arini... " dengan mengarahkan tangannya ke arahku.
Dalam hatiku "Cobaan apa lagi ini Tuhan, bagaimana iman tak goyah".
Yang lain bersorak-sorai, aku hanya bisa tersenyum.
Setelah band dia selesai, dia langsung turun dan menghampiriku.
" nih buat kamu" dengan menyodorkan minuman ke arahku
"kaget ga kamu aku disini?" ucapnya
"iya kok tau disini ada pensi" jawabku
"Aku punya tetangga namanya Leni, diakan anggota OSIS kan? Dia ngasih tau ada pensi beberapa minggu lagi, aku daftar aja pengen liat kamu"
Bagaimana tak meleleh hati ini, apa lagi dia tampan, gaul, keren dan bersih. Wanita lain juga pasti kalau di posisi aku pasti luluh hatinya.
__ADS_1
Dia menunggu pensi selesai, dan langsung mengantarkan aku pulang.