
Kesendirian ku
Semenjak kak Rio pergi penghias hidup ku terasa redup, biasanya kami selalu bertemu menghubungi satu sama lain. Kebersamaan kami begitu cepat, atau aku yang kurang menyadari keberadaan dia karena ku terlalu fokus ke luka yang ada.
Sampai kepergiannya pun begitu terasa di hidupku, memang betul kalau istilah kalau orang nya sudah tidak ada baru terasa keberadaan nya. Aku yang terlalu fokus mengobati luka ini, tanpa memperdulikan siapa yang mengobatinya.
Ada sesal yang menghampiri ku, karena aku tak mau mencoba menjalin hubungan dengan Rio.
Tapi di satu sisi lain aku berpikir buat aku menjalin hubungan dengan orang baru, sedangkan aku masih terpaku dengan luka lama. Bisa jadi akan membuat luka untuk dia yang baru, akan ada dua orang yang terluka. Satu aku yang terluka karena orang lama, dia yang terluka karena aku terpaku orang lama.
Hari demi hari aku lewati kesendirian ini, tanpa ada seorang pun yang hadir di hatiku. Aku fokus ke pelajaran agar aku tidak terlalu merasa kesepian.
Beberapa bulan pun aku lewati, hingga ada satu momen yang tak pernah aku duga sebelumnya.
Ketika aku fokus dalam sekolah, apa lagi kami sudah mau menginjak kelulusan sekolah.
Saat lagi pusing dengan urusan sekolah, hp pun berbunyi dan ketika aku lihat ternyata Rio yang menelpon ku.
Langsung aku angkat telp nya "halo kak"
Rio pun menjawab " Semangat banget suaranya,kenapa kangen? Apa sedang jatuh cinta???"
"Hahaha..gak lah kak" Jawabku
"Kangen muka kamu yang jutek rin, kalau libur aku ke Bekasi boleh kan? Apa jangan-jangan udah ada yang datang tiap malam minggu??"tanya nya.
" Boleh kak, gak lah kak aku fokus sekolah dulu deh kak. Emang kapan libur?" ucapku
__ADS_1
"Masih berapa bulan lagi sih rin" jawabnya
Percakapan kami pun berakhir karena dia bilang sedang dalam perjalanan. Aku pun langsung mematikan lampu dan siap untuk tidur.
Pagi pun tiba aku bergegas berangkat sekolah karena jarak rumah dan angkot lumayan jauh jadi harus berangkat lebih awal.
Di dalam angkot pun aku memikirkan "ini HP sepi banget ya tidak ada yang telp atau SMS" ucapku dalam hati yang penuh keluhan.
Setelah sampai di kelas aku pun langsung berbicara dengan Tri dan Dian. Dari ngebahas urusan Pr sekolah sampai urusan percintaan mereka. Ketika membahas percintaan mereka aku hanya bisa menjadi pendengar yang baik.
Berusaha berdamai dengan diri sendiri agak tidak malu untuk jomblo dalam kesendirian, dan fokus mengobati luka. Sampai luka itu hilang dengan sendirinya.
Ketika waktunya untuk pulang, aku pun bergegas untuk pulang dengan cepat. Karena sahabat ku pada di jemput oleh pacar masing-masing. Saat aku menunggu angkot tiba-tiba, ada motor berhenti dengan pakaian style anak muda. Setelah membuka helm ternyata itu Rio datang untuk menjemput ku.
"Arini... ayo! " ucap Rio.
" Ya udh ayo" ujarnya
Aku pun langsung menaiki motor tersebut, entah ada rasa bahagia yang aku rasakan saat itu. Pertemuan tanpa di rencanakan, kami pun pergi ke tempat makan yang biasa kita datangi.
Baru duduk ternyata ada sekumpulan anak sekolah naik motor berhenti di sana. Aku tiba-tiba terdiam ada sosok Hendra dan Putri saat itu.
Rio pun menyadari ada kehadiran Hendra di sana, Rio langsung mengajak aku pindah tempat makan. Kami pun langsung ke tempat jualan bakso yang tidak begitu jauh dari sana. Aku langsung pesan mie ayam, dan Rio pesan bakso.
Pesanan kami pun sudah matang dan di antar oleh pelayannya. Saat aku mau menuang sambel aku pun terpaku diam mendengar ucapan dia.
" Masih belum sembuh Rin? Atau masih ada perasaan "
__ADS_1
Pertanyaan itu juga yang masih aku pertanyakan dalam hatiku sendiri.
"Gak apa apa kalau tidak bisa jawab" dengan raut muka kecewa di wajahnya.
"Aku udah tak punya perasaan lagi kak ke dia, cuma saja luka ini sangat terlalu dalam yang aku rasa kak" sahutku
"Aku senang dengar nya kamu jujur seperti ini Rin" ucap dia sambil mengunyah bakso.
Selesai makan kita langsung pulang ke rumah ku, sesampai di rumah kita langsung duduk di teras rumah.
Dia pun langsung menceritakan tentang kegiatan di sana, aku juga bercerita tentang kesepian tidak ada dia.
Aku ingin sekali hari ini terasa lama Ya Allah, atau berhenti saja waku saat ini. Agar kami bisa bersama lebih lama.
Waktu pun sudah menjelang sore, tiba-tiba dia ada ide mau ijin dengan orang tua aku untuk mengajak aku keluar setelah sholat maghrib. Dan orang tua aku pun menyetujui nya, karena sudah percaya dengannya
Setelah sholat kita langsung bergegas ke harapan indah, dia ingin mengenalkan aku dengan seseorang. Entah kenapa filing aku pun yakin kalau itu seorang wanita.
Kendaraan kami pun berhenti di tempat makan, ketika sedang membuka helm. Ada seorang wanita menghampiri kami dan aku pun merasa kalau mereka sedang dekat. Benar saja mereka langsung tegur sapa dan mengenalkan aku.
" Hai gue kiki" ucapnya
"Halo aku Arini" jawab ku dengan melemparkan senyuman ke arah nya.
"Kita masuk yuk" ucap Rio
Dalam hati aku pun bingung dengan apa yang terjadi, baru tadi sore aku berdoa agar waktu berhenti agar aku bisa menikmati waktu bersama. Tapi apa lah daya kenyataan kadang tidak sesuai dengan ekspetasi kita.
__ADS_1