
Nuansa hatiku sedang tidak karuan, aku mulai menyukai kak Rio. Tetapi aku tidak mau membuat dia kecewa dengan hubungan kita yang berjarak. Sedangkan aku tak bisa menjalani hubungan jarak jauh, apa lagi aku baru saja mengalami luka yang dalam. Aku butuh sosok yang stay di hari-hari ku, lebih baik aku melawan rasa itu agar hubungan kami tidak lebih dari sekarang.
Semangat sekolah ku pun datang lagi, ada kehidupan baru yang datang di hari-hari ku belakang ini. Aku dengan happy tersenyum sumringah semangat sekali untuk berangkat ke sekolah. Aku pun tiba di sekolah dan sahabat ku sudah ada di lapangan menanti pengumuman pemilihan kelas tiga. Apakah kita tetap satu kelas terus????
Alhamdulillah ternyata kita di ijinkan Allah SWT masih satu kelas. Kami pun sangat senang sekali selama ini kami selalu satu kelas selalu.
Kami pun langsung naik tangga, ke arah kelas baru kami. Di kelas tiga ini aku pikir aku akan lebih fokus ke belajar karena penentuan lulus atau tidak lulusan nya.
Beberapa hari pun kami jalanin sebagai kelas tiga yang penuh tanggung jawab. Ketika lagi di jalan pulang dalam angkot, tiba-tiba HP pun bergetar ada SMS dari kak Rio " Nanti malam jalan yuk rin? "
Aku hanya berpikir akan jalan selayaknya teman dekat saja, tentu aku balas"oke kak".
Sore pun berakhir malam pun tiba, setelah sehabis sholat. Datang kak Rio ke rumah dan ijin ke orang tua ku mau jalan makan di keluar, orang tua aku pun mengiyakan tapi dengan syarat pulang tak boleh lebih dari pukul 21.30.
Rio pun mengiyakan permintaan orangtuaku.
Aku pun bergegas pamit ke orangtuaku lalu memakai helm dan langsung pergi dengan dia. Hal yang disukai orangtuaku pada Rio adalah sopan santun dan dia bisa mencairkan suasana.
Kami pun mencari tempat makan di tempat makan yang suasana nya pun santai. Berhenti lah di tempat nongkrong anak muda gitu. Ketika lagi pesan makanan aku hanya pesan cemilan saja dan minuman. Karena aku tidak begitu suka banyak makan tapi lebih ke ngemil makanan.
Rio pun mencubit gemas pipi ku " Makan yang banyak, nanti aku pergi siapa yang paksa kamu makan"
Aku pun meledek nya " Kalau kamu jauh, kamu juga akan mengingatkan wanita lain untuk makan bukan cuma ke aku hahahaha...."
Dia pun terdiam lalu mengucap " Aku tidak mau ada yang membuat kamu terluka seperti kemarin lagi"
Aku mengiyakan anggukan kepala aku dan menjawab "aamiin semoga aku happy, kamu juga happy walaupun kita ga bersama".
Kami pun saling tersenyum.
" Aku berangkat besok, kamu ikut antar aku ya. Nanti aku jemput kamu, nanti kamu pulangnya diantar sama adik ku".
Aku pun hanya membalas dengan senyuman, di hati ku bertanya " Ya Allah kenapa harus secepat itu dia pergi dari ku"
Rio pun selesai makan, tiba-tiba dia langsung naik ke tempat band yang ada di tempat makan itu. Aku pun kaget.
Dia request lagu yovie and nuno.
Pas bait "aku mencintaimu tanpa syarat, aku menunggumu sangat lama" dia menunjuk ke arah aku. Dan yang makan di sana semua pada melihat ke arah ku dengan tatapan senyum.
Selesai menyanyi di depan dia langsung duduk di depan ku.
"kamu tau kan isi hati aku yang sebenarnya" ucapnya.
"Aku tak mau kita saling terluka kak, apa lagi kaka harus jauh dari aku" jawabku
" kamu ga kehilangan aku? " dia membalikkan lagi
" banget, tapi aku sadar kaka juga mungkin harus bahagia dengan yang lain karena aku tidak di samping kakak. Kakak butuh sosok perempuan yang dekat dengan kaka yang selalu support dan mendengarkan lelah kakak" ucapku
Akhirnya kita pulang karena sudah pukul 21.00 dijalan dia selalu bertanya " kamu sayang ga sama aku???? "
Aku hanya terdiam, berkali-kali dia menanyakan hal itu dijalan. Pas aku turun dari motor tangan ku di tarik " kamu ga sayang ya sama aku???"
__ADS_1
Aku diam dan melepaskan tangan aku.
" Kak aku masuk ya, Hati-hati dijalan ya kak" sambil senyum ke arah dia
Dia hanya mengarahkan senyumnya.
Malam pun berakhir ketika mau berangkat sekolah, ternyata ada Rio sudah siap mau mengantarkan aku sekolah.
" pagi banget bos, kenapa gak pas jemput aja??"ucapku dengan santai
"Biar bisa sarapan bubur bareng, dekat sekolah kamu kan ada bubur enak tuh" jawabnya dengan wajah happy.
Tiba lah di bubur dekat sekolah aku, kami pun langsung memesan bubur. Tetapi dia selalu melihat wajahku tanpa sadar hati ini tiba-tiba berdegup kencang jantungku. Aku tidak munafik dia putih, tampan, cool dan mukanya itu oriental.
Ketika buburnya datang pun dia masih melihat wajah aku selalu, sampai yang di sana melihat aku. Aku jadi malu sendiri.
Selesai makan bubur aku langsung bilang" kak aku jalan aja ya deket ini kok sekolah nya"
Dia jawab " ya udah jalan sono, nanti aku bilang orang tua kamu kalau kamu pernah bolos"
Tampang aku langsung mengkerut "ya udh ayo cepetan nanti telat"
Dia pun langsung mengantar ke sekolah, di depan sekolah saat itu lagi ramai banget banyak teman kelas lagi halaman sekolah. Aku pun jadi perhatian satu sekolah, karena si Rio mengantar nya sampai di halaman sekolah bukan depan gerbang.
Sahabat aku pun langsung memanggil aku "Rin ayo"
" Ya udah kak aku masuk ya" ucapku
Aku hanya mengacungkan jempol.
Dian, Tri dan Yati mereka langsung menginterogasi aku " lu sudah jadian rin?? kok bisa deket banget, kok Rio kayanya nurut banget keliatan sayang gitu ke lu"
Aku pun menjawab " gak jadian, cuma kita dekat saja"
Guru akuntasi kami pun datang, tapi sahabatku masih mau ngobrol dengan ku.
"pluk... ehh jangan ngobrol sudah ada ibu ini" ucap guru sambil lempar kapur
"maaf Bu" ucap kami.
Pelajaran di mulai tapi pikiran dan hati aku memikirkan Rio. Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta ke dia, dia selalu memperlakukan aku spesial sudah kaya martabak spesial.
Akhirnya selesai juga pelajaran, dan aku melihat dari jendela ke arah gerbang. Ternyata dia sudah datang mau jemput.
Aku pun buru-buru menghampiri nya.
" Hai kak" ucapku
"buru- buru banget kesini nya, gak sabar ya ketemu aku" sambil ketawa dia bicara seperti itu
" gak jelas" sahut ku dengan muka asem.
"Ya udah ayo, kemana kita?" kata ku
__ADS_1
"ke rumah ku kan mau antar aku " ucapnya
Segera lah kami meluncur ke arah rumahnya, setiba di sana semua barang-barang nya sudah disiapkan dan keluarga nya pun sudah ada di sana.
Aku pun bersalaman dengan orang tua dia
"assalamu'alaikum om tante" ucapku
"wa'alaikum salam calon mantu nih" sahut orang tuanya.
Aku pun hanya bisa tersenyum.
Kami pun langsung menaiki mobil orang tuanya. Di perjalanan orang tuanya begitu baik ke aku dan sangat menghargai tidak memandang aku mampu atau tidak. Orang tuanya termasuk orang tua yang modern dan asik menurutku.
Sampai lah kita di bandara, ketika sedang menurunkan koper dari mobil. Tangan aku pun di tarik lalu dia memeluk aku, dengan bertanya
" Apa ada rasa sayang ke aku rin??? "
aku pun ingin melepaskan pelukannya tapi tak bisa sampai aku menjawab pertanyaan tadi.
"aku sayang sama kak Rio" ucapku
Tiba-tiba dia langsung meneteskan air mata berucap " kenapa baru sekarang Rin?"
"Karena ini waktu yang tepat kak" jawabku
Tidak lama dia melepaskan pelukan itu, dan langsung memandang aku.
" jangan bersedih terus buka hati kamu untuk orang yang tepat untuk kamu" ucapnya sambil mengelus poni rambut aku.
Dan dia langsung masuk ke bandara mau boarding pass, kami pun pulang naik mobil bersama adik dan ibunya.
Diperjalanan aku baru sadar 1.5 tahun begitu berasa berbeda semenjak ada dia, lebih berwarna dan seperti hidup kembali diri ini.
SMS pun masuk " aku selalu bersama km, tunggu aku, dan aku akan menunggu hati itu terbuka untuk aku" dari Rio.
Aku pun membaca nya tiba-tiba menetes air mata ini, gila ini orang baik banget. Seandainya aku bisa memutarkan waktu, aku akan menjawab pertanyaan itu dari satu tahun lalu. Mungkin ending sekarang lebih membahagiakan daripada hari ini.
Tapi aku sadar kita hanya menjalankan skenario Allah SWT dan kita tak bisa mengatur skenario itu sendiri.
Sampai di rumah Rio, aku pun pamit dengan ibunya. Adik nya yang bernama Puspa dia yang mengantarkan aku pulang dengan mengendarai mobil.
" kakak gue selalu cerita dan bahas tentang lu terus rin, di depan gue depan bonyok juga" ucap Puspa.
"oh masa sih pus??? " dengan nada kaget aku
"Iya serius gue" jawab Puspa
Obrolan kami pun semakin akrab, dan tak terasa sudah sampai depan gang rumah ku. Aku pun turun, dan melambaikan tangan sampai jumpa.
Kenapa aku baru sadar Ya Allah, cinta susah di tebak. Mungkin aku tak merasa bersalah kadang pernah mengacuhkan dia.
Aku harap impian mu menjadi pelaut seperti bapak kamu terwujud ya Rio. Mau takdir mempertemukan kita lagi atau tidak aku berharap kita saling bahagia satu sama lain.
__ADS_1