
Hati ini tak kuasa menahan kalau aku merasa jatuh cinta pandangan pertama. Lalu bagaimana dengan kisah aku dan Rio, begini saja sudah rumit apa lagi harus ada orang itu di pikiran aku.
Di rumah pun setiap aku ingat orang itu aku tersenyum-senyum sendiri. Merasakan ini loh cinta yang sesungguhnya, hati aku begitu senang ingat tatapannya saja sudah terenyuh hati ini.
"Hai yang, aku sudah di bandara ya aku terbang pukul 08.15" Ucap Rio
Aku hanya menjawab "oh ya hati-hati ya"
Hari itu aku tak memikirkan Rio sama sekali padahal dia mau pergi jauh dan meninggal kan aku sesaat.
Hari ini aku bersemangat sekolah, sampai sekolah pun aku langsung bercerita tentang aku bertemu dengan cowok itu ke sahabat ku.
"wah gila...gila... Rio mau di kemana kan???" Ucap Tri
Aku hanya menggelengkan kepala dan senyum sendiri. Sore ini aku mulai less akuntansi di rumah wali kelas aku, karena dia sendiri juga mengajar akuntansi. Less pertama aku pun dengan semangat berangkat naik angkot macet pun aku jalani.
Seperti biasa kalau macet sudah parah, angkot pun tak gerak. Aku turun dari angkot dan mulai berjalan kaki sekitar 6menit aku berjalan. Tiba-tiba ada parfum yang aku kenal seperti cowok kemarin itu, dan ada cowok berhenti.
" Lu yang kemarin kan?? Di perpus" Tanya nya
" Iya kok tau" Ucapku
"Tadi gue sudah lewat sini terus ngeliat kaya cewek yang kemarin. Kasian lu jalan begini, mau kemana? "
" Mau less akuntansi di Jalan baru" Ucapku dengan muka polos
"Ya sudah ayo gue antar, sekalian"
Ya aku mikir mau gimana lagi daripada aku jalan capek dan takut telat. Paling utama sih biar kenal juga sama dia, tapi aku sok jutek gengsi dong.
Aku langsung naik motor dengannya, diantar sampai di depan rumah guru aku. Sahabat aku pada bengong ngeliat siapa lagi ini yang di bawa Arini.
Baru turun, aku langsung ucapkan "makasih banyak ya"
Dia langsung ngeluarin HP "mana no lu, takut pas pulang masih macet lu gak usah jalan kaki lagi"
Dalam hati aku, mau minta no HP aja pakai alasan begitu bisa aja. Apapun alasan nya aku iyakan saja deh.
"089xxxxxxx, sekali lagi makasih ya" Ucapku dengan menunduk
"Oke gua balik ya nanti gue jemput lu, lu balik jam berapa?? " Tanya nya
"19.30" Ucap Yati
Dia langsung tersenyum dan pergi.
Less ku pun semakin bersemangat dikarenakan kejadian tadi, HP bergetar aku bersemangat membuka aku pikir dari cowok tadi. Ternyata rio
"kok jarang ngabarin hari ini yang?? "
Aku pun tak menghiraukan nya, aku menunggu kabar dari cowok tadi. Pukul 19.10 masih belum ada kabar, aku sudah pasrah kayanya tak serius mau jemput. Terlalu berharap banget aku, hufft...
"Tri nanti lu di jemput ga? kalo gak bareng ya" tanya ku karena cuma Tri yang searah dengan ku.
"yahh gue di jemput rin, bukannya lu nanti dijemput sama yang tadi" jawabnya dengan muka meledek
"ga tau nih" tampang pasang muka asem aku.
Pukul 19.30 saat nya less selesai dan aku keluar dari rumah bu guru ku bersama sahabat ku. Dan ketika kita pamit dengan bu guru.
Tiba-tiba datang lah motor satria, aku menoleh dan ternyata dia.
"Bu aku pulang ya, assalamu'alaikum" senyum lebar pun terpancar dari wajahku.
__ADS_1
"wa'alaikum salam ya hati-hati rin"
Pas aku baru naik motor dia berucap "ke dapur kita dulu yuk makan, gue belum makan"
"gak kemalaman nanti lu pulangnya? " kataku
"kalau gue pingsan karena belum makan gimana gara-gara nganterin lu pulang gue nahan makan" ucapnya dengan ketus
Dalam hatiku "jutek banget nih cowok, gak ada manis-manisnya"
Sumpah dia wangi banget, pakaiannya juga rapih banget, bersih ganteng Ya Allah kuatkan iman ku ini.
Sampai di dapur kita(tempat makan terdekat), aku turun dari motor dan langsung duduk di kursi yang kosong. Tak lama dia menyusul dan duduk di sebelah ku.
" udah pesan belum?" tanyanya
"belum, kan lu yang mau makan. Gue ga lapar" aku dengan muka jutek menjawab
"yee diajak kesini buat makan, bukan ngeliatin orang makan"
Asli nih orang ngeselin, gak ada manis-manisnya sama cewek.
Dia langsung pesan cemilan dan jus dua.
" Yang kemarin pacar lu ya, kok lu kaya ga bahagia sih"
Cuma mengangguk saja aku.
"gue Ari, lu siapa? "
"Arini"
Pesanan cemilan dan minuman nya pun datang lebih cepat.
Aku diam saja, dia menjelaskan kalau dia sudah semester 4 di salah satu universitas jakarta jurusan akuntansi dan belum punya pacar. Kami asik mengobrol sampai aku tak sadar di HP sudah ada 10 panggilan tak terjawab dari Rio.
Kami selesai makan langsung pulang, dia mengantarkan aku pulang sampai depan rumah. Sampai orang tua aku pun bingung nih cowok siapa lagi.
Baru pertama kali ke rumah tapi mamah aku menyukai karena sopan di banding Rio.
Ari segera pulang karena besok katanya ada kelas pagi, aku segera masuk k kamar. Dengan meletakkan tubuh ke kasur, Ya Allah skenario apa lagi ini??? Perasaan aku terombang-ambing begini, dan aku lebih cinta ke Ari daripada Rio. Aku tau perasaan ini salah, tapi aku tak bisa menahan perasaan hati ini.
Aku terlelap tanpa aku sadari aku belum balas dan telp balik kak Rio. Pagi aku panik karena baru ingat tentang Rio.
"maaf kak kemarin aku jarang liat HP, apa lagi kemarin hari pertama aku less jadi capek banget" ucapku dalam kebohongan
"iya ga apa apa yang, kamu semangat ya sekolahnya"
Hatiku berkata, aku semangat karena ada Ari kak. Perasaan aku beda ke Rio dan Ari, hanya saja Rio yang mengobati luka dahulu aku. Tapi aku jatuh cintanya ke Ari, aku harus bagiamana Tuhan????
HP pun bergetar ada SMS masuk.
"lagi apa rin? udah di sekolah belum? Ari "
Ketika membacanya di SMS begitu saja aku sudah meleleh.
"lagi di angkot ka, mau otw sekolah. Oke no nya aku save ya" balas ku
"Hati-hati ya berdoa nya jangan macet nanti yang boncengin lu siapa selain gue??"
Aku hanya membalas emoticon ketawa.
Sampai di sekolah aku pun mendengar kisah sahabatku percintaan nya tak serumit aku. Kenapa hanya aku yang rumit ya, apa aku yang kurang bersyukur.
__ADS_1
Di pertengahan obrolan kami aku pun mendapatkan sms.
" pulang gue jemput ya, cowok lu jemput ga?"
aku menjawab " cowok gue jauh di surabaya"
Bubar sekolah aku tak berharap dia menjemput ku, tapi Tri teriak "Rin itu cowok yang kemarin".
Ucap dalam hatiku
" Tuhan setia sulit sekali kalau seperti ini, setidaknya berikan aku yang terbaik"
"Hai nonton yuk" ajakan dia
Bagaimana bisa aku menolak ajakannya Tuhan, sedangkan dari awal aku jatuh cinta ke dia.
"dimana?? " tanyaku
"Gading aja yang dekat" jawabnya
Waduh bagaimana kalau aku keluarga Rio melihat ku, tapi setan dalam hatiku begitu kuat sampai terucap " kalau ketahuan ya sudah mau bagaimana lagi"
Aku langsung naik motor dengannya, berhentilah kita di parkiran. Dan langkah kami ke arah bioskop, dia langsung menggandeng tangan ku dengan erat. Kita beli popcorn dan minuman dulu, sambil menunggu teater di buka.
" kenapa mau jalan sama aku rin?? apa dari awal sudah suka sama aku?? " tanyanya
"kayanya aku di hipnotis nih makanya mau" canda ku
Saat itu Rio menghubungiku berkali-kali sampai Ari bilang "angkat aja ga apa-apa dia khawatir sama ceweknya"
Aku hanya menggelengkan kepala dan terdiam.
" bagaimana dia ga khawatir, ceweknya cantik begini. Di perpus aja di gandeng terus" canda Ari
Aku akhirnya cerita kalau dia lah yang mengobati sakit hati yang dibuat mantanku. Jadi Rio lah yang membuat aku hidup kembali dan menghilangkan rasa sakit itu.
Dia terdiam dan cuma hanya bisa bicara.
" siapa sih mantan kamu yang buat kamu sampai begitu??? Pantas saja pertama kali aku melihat kamu, kok nih cewek ga happy di gandeng terus sama cowoknya dan tatapan kamu seakan-akan minta tolong gitu"
Teater pun di buka kami langsung masuk untuk nonton, baru saja duduk dia hanya memandangi ku.
"aku tuh sudah suka dari awal pertama bertemu kamu, setelah pertemuan kedua kemarin. Aku merasa ada perasaan sayang ke kamu, tapi aku sadar kita gak bisa bersama, aku tahu dia lebih berhak dapati kamu daripada aku"
Seandainya kamu tahu Ri, aku kalau boleh memilih pasti aku akan memilih Ari dibanding Rio. Seandainya saja aku lebih dahulu mengenal kamu dibanding Rio. Aku sadar ini perasaan yang salah.
Tapi aku harus bagiamana Tuhan????
Tanpa disadari film berakhir, kami langsung ke arah parkiran.
"Kenapa aku tuh telat sih kenal sama kamu???Kalau begini aku harus apa? Aku pengen sama kamu, apa salah perasaan aku ke kamu" ucapnya
Nahh lohh makin stres kan gue denger ucapan Ari.
"apa kamu mau kita tetap ngejalaninya?" sahutnya
Aku tak munafik, aku ada rasa dengannya dan ingin memilikinya.
"hei jawab" katanya
"ya sudah kita jalanin saja biar takdir Tuhan yang menentukan" ucapku
Dia tersenyum dan langsung melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
Sampai di rumah, apa lagi ini Tuhan. Aku menggoyahkan iman ku kalau begini, walaupun terlarang untuk ku.