
Waktu subuh tiba, aku dapat telp dari Rio kalau dia mau mengajak aku ke suatu tempat. Jadi aku harus ijin tidak masuk katanya, karena akan menghabiskan waktu seharian.
Aku pun ijin ke orang tuaku, kalau aku ijin tidak masuk sekolah dan mau pergi dengan Rio. Tapi sama mama ku tidak boleh bolos kalau mau pergi pulang sekolah saja, jadi akhirnya aku murung kan niat ku untuk pergi.
Aku bergegas ke sekolah, dan aku mengabarkan dia kalau aku sudah berangkat ke sekolah. Sampai di gerbang sekolah, sahabatku tumben sekali ada di depan gerbang menunggu ku. Ternyata di sana ada Rio menunggu, aku pun di paksa bolos oleh sahabat ku dan Rio pun memaksa sekali saja katanya.
Aku mengiyakan ajakannya, dan kami langsung cuss pergi. Aku sadar ini arah perjalannya sepertinya kok jauh ya.
"Mau kemana ka? " Ucap ku yang bingung
"Ke taman Safari" Jawab dia
Dalam hatiku pantas saja nyuruh berangkat dari pagi ternyata ke sana.
" Aku ingin merayakan hari pertama kita sebagai pacar" sahut dia dengan nada gembira.
"Hmmm..." Aku hanya bisa menjawab seperti itu.
Hampir 2jam perjalanan, sampailah kita di sana. Karena belum buka, jadi kita keliling sekitar di sana.
Aku pun ijin ke toilet, karena penuh jadi harus ngantri. 10menitan aku mengantri hanya untuk buang air kecil saja. Rio pun menunggu dekat toilet.
"Kok lama rin???" Rio dengan wajah bt menanyakan.
"Iya ngantri " Jawab ku
Aku pun mulai merasa kok dia begitu, tapi mungkin hanya perasaan ku saja yang baper.
Taman Safari pun akhirnya sudah buka, kami mulai masuk. Karena kami pakai motor, jadi kita keliling nya naik buss keliling yang dari sana untuk melihat binatang nya.
Setelah melihat binatang sudah, kita turun lebih memilih jalan kaki agar kami puas melihat dan memilih permainan mana saja yang ingin kami naiki.
Semua orang hampir melihat ke arahku, dan aku baru sadar aku mereka melihatmu karena aku pakai seragam sekolah. Untung saja aku bawa cardigan, jadi masih terlihat aman lah.
Dia tak melepaskan tangan dia di bahu ku, aku merasa nyaman tapi aku merasa ada kurang nyaman dengan status kami ini karena membuat aku kikuk.
Kita pun naik Niagara versi taman safari nya, walaupun sesudah itu baju kami basah kena air. Dia melihat aku basah, dia langsung membelikan aku baju kaos lengan panjang yang di tempat jual sovenir taman safari.
Aku pun ke toilet lagi, untuk ganti baju. Setelah itu aku langsung menghampiri dia yang sudah menunggu, tangan ku tak pernah lepas dari genggaman nya. Kita pun berhenti di rumah hantu menurut kami sangat menarik. Kita harus mengantri untuk masuk, selama mengantri dia hanya melihat ku yang takut kecapean.
Keringet mulai bermunculan di wajah ku, dengan sigap dia langsung mengeluarkan tisu dan mengelap keringat aku. Aku langsung tersenyum dan menawarkan nya minuman.
Tibalah giliran kami menaiki kereta hantu di sana. Aku sangat takut, walaupun itu hanya dimensi saja. Aku pun langsung menaruh pala aku di bahunya dan memegangnya dengan erat. Dia hanya tertawa karena ekspresi aku lucu menggemaskan saat itu bagi dia.
__ADS_1
Ketika turun dari wahana itu, kami langsung berjalan-jalan mencari tempat yang santai. Kami memutuskan menonton pertunjukan saja, di perjalanan dia selalu merangkul ku dengan erat.
" Senang ga hari ini??? " ucapnya
" Senang banget " jawabku
Kami pun harus segera pulang agar tidak kena macet di perjalanan, dia pun memasangkan aku helm dan berkata "aku terlalu sayang sama kamu".
Aku hanya diam dalam hati berucap " yakin kan aku Tuhan atas apa yang aku ambil langkah ini, aku tidak mau menyakiti atau tersakiti"
Tiba-tiba hujan dengan deras dan kami meneduh di warung jagung bakar. Kami memesan jagung bakar dua, dan sebuah teh tawar hangat dua. Kami memakan jagung bakar dengan menikmati pemandangan puncak saat itu. Hujan berhenti kita langsung melanjutkan perjalanan. Dua jam kami tempuh perjalanan, hingga akhirnya tiba di rumah ku dengan selamat.
Dia istirahat dulu di rumah dengan mengobrol dengan bapak ku, aku langsung mandi dan tak lama menemui dia lagi yang di teras.
Suasana hati tiba-tiba berubah merasa ada yang tak senyaman kemarin.
" Dia bilang terima kasih sudah nemenin libur aku " ucap dia
" ya sama sama" jawaban ku
Setelah itu magrib pun tiba, aku sholat di rumah dan dia sholat di masjid. Selesai sholat dia liat di HP kalau ada film yang bagus, langsung lah dia ijin ke orang tua ku kalau mau nonton hari itu juga. Aku berpikir ini orang tidak ada capek nya sama sekali. Orang tua aku pun metujui nya, dan kami langsung gass ke mall kelapa gading.
Kami nonton film yang pukul 19.30,sampai di sana pas sekali sebentar lagi mulai. Dengan buru-buru dia tetap menggandeng tangan ku dengan mencari tempat duduk.
Film nya tentang percintaan romantis komedi, kadang kita tertawa. Kadang terbawa suasana, so sweet nya. Aku pun menyender di bahu dia, tiba-tiba wajah di menengok ke arah ku. Dan dengan tanpa sengaja atau tidak dia langsung mencium kening ku. Aku dengan reflek kaget, dan langsung menjauhi wajah ku dengan salah tingkah. Dia terlihat panik karena takut aku marah, film yang aku tonton pun jadi tidak terfokus karena kejadian tadi.
"Rin maaf ya tadi aku.... " ucap dia dengan rasa bersalahnya.
" ya gak apa apa kok ka" aku hanya bisa menjawab seperti itu.
Sampai di rumah dia langsung ijin pamit karena sudah seharian dengan ku. Tangan dia pun langsung mengenggam tangan ku.
"Jangan pernah tinggalkan aku ya" sahut dia dengan muka serius
Aku hanya mengangguk tanpa harus menjawab.
Perasaan aku belum seutuhnya ke dia, sebenarnya aku juga sendiri masih bingung dengan perasaan aku sendiri.
HP bergetas ketika aku lihat.
" Rin maaf ya tadi aku lancang cium kening kamu, sampai wajah kamu begitu ke aku. Aku takut perasaan aku ternyata bertepuk sebelah tangan, karena kamu sepertinya tidak merasa sebahahia yang aku rasa Rin. Mudah-mudahan hanya perasaan kaka saja"
Kalau tanya itu, aku sendiri saja masih bingung dengan perasaan sendiri bagaimana aku bisa meyakinkan orang lain kalau aku merasakan hal yang sama.
__ADS_1
Waktu tadi kami sedang di Mall kelapa gading, aku sebenarnya melihat Hendra dengan Putri. Hati aku masih belum menerima kenyataan itu, sedangkan dia sudah beranjak beberapa tahun hubungan mereka. Tapi aku masih sulit mengobati luka ini.
Sudah aku coba, tapi rasanya seperti hambar.
Aku hanya saja takut kehilangan kehadiran Rio, apa aku egois???
Aku juga akan belajar menerima cinta nya dan berusaha mencintai nya sedikit demi sedikit.
Telp pun berbunyi ternyata Rio.
"iya ka ada apa? " ucapku
" aku akan nunggu kamu sampai kamu cinta sama aku, itu pun kalau kamu masih bertahan dengan aku gimana? " tanya Rio
Aku pun mendengar hal itu ada rasa iba di hati.
" iya ka aku akan berusaha ya" jawabku dengan nada lembut
"besok aku jemput ya??? kita sarapan bubur bareng? " ujar Rio dengan bersemangat.
"oke aku tunggu ka"
Kami bicara di telp hanya seperlunya saja, karena dia tahu aku orang nya cuek dan kalau di telp lebih ke kaku.
Tidur aku pun terbangun oleh cerewetnya mamah ku, yang membangunkan untuk sholat subuh. Aku langsung pergi untuk wudhu dan melaksanakan sholat. Setelah sholat aku berdoa ke Allah SWT agar di berikan jalan yang terbaik tanpa harus saling menyakiti. Waktu sudah mendekati pukul 06.00 aku harus bergegas mandi untuk berangkat sekolah.
Terdengar suara assalamu'alaikum, tapi siapa pagi-pagi bertamu pikirku. Aku melanjutkan mandi, karena pasti bapak atau mamah sudah membukakan pintu. Mamah pun menggedor pintu kamar mandi ku.
"Rin.... Rio udh siap jemput mau antar kamu!" sahut mamah.
"iya mah suruh tunggu..." ucapku
Waduhhh pagi banget dia jemput aku, orang sebaik dia masa masih harus aku sakiti sih.
Aku segera bersiap dengan memakai seragam dan langsung menghampiri Rio.
"ayoo ka" ucapku dengan nada semangat
"pagi banget rin" kata mama
"mau sarapan bubur dulu tan dekat sekolahan" kata Rio
Ya sudah aku langsung pamit ke bapak dan mamahku. Kami langsung menaiki motor dan berangkat.
__ADS_1
Diperjalanan aku belajar menghargai dia, aku mulai peluk dia dari belakang. Dia langsung menoleh ku dan tersenyum.
Tibalah kami di tempat bubur itu, langsung memesan bubur. Dia selalu menggenggam tanganku, dan tak pernah di lepasnya. Makan bubur selesai, kita langsung ke sekolahku. Di depan gerbang dia selalu memberi aku senyum yang terlihat betapa bahagianya dia bersama ku.