
Kejujuran dalam sebuah hubungan
Hp aku pun penuh panggilan tidak terjawab dari dia, menanyakan kenapa aku?? Padahal harusnya dia yang berpikir kenapa aku bisa jadi seperti ini.
Tak satupun aku mengangkat telp darinya. Hingga pukul 20.00 aku telp balik dia setelah aku menguatkan diriku.
" Halo ndra,ada yang mau aku obrolin" suara aku pun terdengar tak sanggup berbicara kepadanya.
"Kenapa Hendra, kok panggil nama" ucap dia dengan keras.
" Kita harus putus,aku rasa kita tidak bisa bersama lagi ..." Setelah itu aku menutup telponnya
Dengan penuh chat aku tak membalasnya satupun,aku tak mau berdebat dan tidak mau memperpanjang urusannya.
Besoknya aku sampai sekolah ternyata sudah ada dia bersama sahabat ku, dan aku pun mengacuhkan kehadirannya.
__ADS_1
Aku pun langsung naik anak tangga untuk masuk kelas dan para sahabat aku pun langsung menyusul.
Dan Dian ternyata sudah mengatakan yang sebenarnya kalau aku sudah tahu kebohongan dia semua. Sepanjang pelajaran aku tidak fokus dan hanya bisa merenung.
Ketika pulang sekolah ternyata sahabat aku sudah merencanakan kalau Hendra sudah menunggu ku depan gerbang sekolah. Dan aku mengacuhkan lagi langsung naik angkot.
Malamnya pun dia telp, aku mengangkat nya.
" Iya kenapa harus seperti itu? Kenapa harus sama dia? Kenapa harus bohong?" hanya itu ucap ku
Dengan segala macam alasan untuk membela diri dan memohon untuk tidak pisah,tapi aku tidak menghiraukan. Akhirnya keluar lah kata-kata yang membuatku sakit.
Aku hanya bisa diam dan begitu menyakitkan ucapannya. Lah ternyata dia menjalin hubungan denganku tapi dia mengagumi wanita lain. Ternyata karena fisik dia lebih putih dari pada aku sampai dia membohongi aku. Seandainya ada kejujuran dalam hubungan kami mungkin aku tidak terlalu terluka.
Tuhan kenapa rasanya sesakit ini, disaat aku mencintai orang dengan tulus tapi Engkau balik rasa itu menjadi selimut kepedihan. Apa ini karena pembelajaran darimu untuk menguatkan aku dari sebagian kecil ujian Mu.
__ADS_1
Beberapa hari aku lewatin tanpa ada seseorang lagi yang telp dan chat aku setiap hari. Kehilangan ya pasti merasa kehilangan, tapi aku percaya Allah SWT bersama ku. Sahabat pun mulai menghibur, tak ingin aku berlarut dalam kesedihan.
Bel sekolah pun terdengar kencang dan sudah saatnya kita pulang sekolah, aku bersama sahabat ku berjalan arah gerbang sekolah. Tukang jajanan pun sudah berkumpul di depan gerbang. Kami pun siap untuk jajan, pas kami lagi jajan batagor.
Tiba-tiba mata kami teralih sosok yang kami kenal dari kejauhan dengan motor supra dan jaket abu nya dia lewat depan kami. Kami hanya bisa diam dan melihat dengan tatapan syok. Karena kami melihat ada sosok perempuan sweater pink di belakangnya, ya itu Hendra dan Putri.
Sebegitu cepatnya dia dalam hitungan hari setelah putus langsung melewati kami dengan wanita itu. Tri dan Dian pun langsung memeluk aku dengan tatapan sedih "sabar sob... " ucap mereka
Aku paham dan mengerti, aku tak seputih dia. Aku juga tak sebebas dia, tapi aku juga tak selayaknya di perlakukan seperti ini.
Aku pikir patah hati itu hal yang sulit, ternyata sulit untuk kita yang terlalu mencintai dengan tulus ke mereka.
Hubungan kami terbilang singkat, tapi perasaan aku yang terlalu menaruh harapan ke dia. Hingga kalau seperti ini, cuma aku yang sulit dalam melupakan.
Dia tak tampan, tapi dia membuat aku terluka terlalu dalam. Hingga dunia ku berasa mentok dan fokus ke dia saja.
__ADS_1
Selama ini mungkin hanya aku saja yang mencintai dia, karena aku merasa diriku saja yg berjuang dalam rasa sayang ini. Dalam sebuah hubungan kalau salah satu tidak mau bertahan ya sudah lepaskan, karena semakin kita memaksanya bertahan akan semakin sulit buat kita melupakan. Apalagi yang kita perjuangkan ternyata sudah menyukai orang lain, ya sudah lepaskan jangan di tarik untuk bertahan.
Semalaman aku tak bisa tidur dan hanya menangis saja, kerjaan ku dirumah seperti itu. Aku seperti itu berlangsung beberapa hari, setiap mau sekolah semangat ku hilang seketika. Tak ada yang bisa membuat aku kembali ceria lagi.