I'M Not Perfect For You

I'M Not Perfect For You
Suasana baru


__ADS_3

Suasana baru


Hidupku yang sudah mulai tak ada semangat, kini berwarna lagi semenjak hadir kak Adam. Dia yang selalu mengisi hari-hari ku dengan karakter baru yang aku kenal. Kami pun semakin dekat dan akrab sehingga orang di sekeliling kami pun, mengira kami mempunyai hubungan khusus.


Tapi sayangnya perasaan aku tidak lebih dari seorang adik kakak atau saudara saja. Aku pun tidak mau dia mengira hubungan ini lebih dari itu. Setiap kali kami berbicara aku selalu berbicara " Cari pacar lah kak, ganteng juga. Ga bosen telp dan jalan sama aku terus".


"Aku ingin kamu bahagia dulu dapetin sosok pengganti dia dulu baru aku akan cari pacar" Ujarnya sambil mengelus rambutku.


Ternyata dia tau aku lagi susah move on dari seseorang, dia mengetahui karena dari obrolan kita yang menunjukkan aku tidak bisa dekat dengan orang lain dan susah membuka hati lagi. Pada waktu itu tiba-tiba dia telp kalau mau jemput sekolah dan mengenalkan aku ke seseorang, aku pun sontak kaget.


Bel bunyi tanda kami bubar sekolah, disaat kami mau turun tangga. Tri dan Yati sahabat ku teriak " Siapa tuh yang di bawa Adam,kece cool gitu".


Aku pun dengan sangat santai berjalan ke arah mereka. Kami pun menghampiri kak Adam dan temannya.


"Rin ini teman gue namanya Rio, sekolah sini dekat sekolah lu tuh" Adam sambil menunjuk tangan ke arah sekolah Hendra.


Aku pun terdiam sesaat, dan sahabat ku pun langsung bertatapan. Setelah kami mau pulang, Adam mengajak kami untuk nongkrong dan makan diluar. Setelah kami cari tempat makan terdekat di sana, kita langsung cus kesana.


Ketika lagi ngobrol tiba-tiba Tri bicara " Berarti lu satu sekolahan sama mantan arini dong, dia adik kelas lu" Aku tau Tri polos diantara kami jadi aku juga tidak bisa marah karena dia polos kalau bicara.

__ADS_1


Semua obrolan hening, tiba-tiba Rio menanyakan " Siapa emang namanya? IPA apa IPS??? "


"Ips namanya Hendra" teriak Tri.


Aku pun langsung menoleh ke arah Tri.


"Oh yang item gitu ya tinggi kurus, ga salah rin" Kata Rio.


Hmm....aku cuma mengangguk saja, Rio pun pasang muka heran saat itu. Adam pun langsung mendekati ku sambil berucap "Cowok itu yang buat lu kaya gini? Lu ga salah?buka mata lu rin, lu cakep lu gak pantas seperti ini sedih berlarut".


Aku seperti tertampar oleh omongan Adam saat itu dan sahabat ku pun cuma bisa diam.


Dan Rio pun mencairkan suasana agar tidak kaku, Rio langsung menarik tangan aku dan berucap "kita jalan buat lu tau dunia bukan hanya dia aja".


Aku pun diajak ke arah priuk dan kami berhenti di perjalanan kami, tiba-tiba dia membeli helm buat aku karena takut ada rajia helm katanya. Aku tanpa memperdulikan mau kemana tapi aku merasa nyaman dengan dia yang langsung actionnya.


Perjalanan kami pun mengarah masuk ke Ancol, tiba-tiba kami berhenti di parkiran. Dan berjalan ke arah pantai dan kami duduk di pinggir pantai.


Dia hanya menunjuk air pantai itu, dan terucap "pantai ini begitu indah, udah saatnya lu harus indah juga buat hidup lu,gue gak tau kisah lu seperti apa sama dia. Tapi lu ga pantas sedih seperti ini, lu cantik kenapa bisa gagal move on seperti cowok seperti itu"

__ADS_1


Aku hanya bisa tersenyum dan menoleh ke arah pantai.


" yang lu butuhkan pantai seperti ini buat ketenangan hati lu" ucapnya.


Lagi-lagi aku pun cuma bisa tersenyum membalas ucapannya.


"senyum kaya gini yang dibutuhkan orang sekeliling lu" sahutnya dia sambil melihat wajahku.


" gue gak ada maksud untuk lu move on ke gue, gue gak akan maksa itu.Walaupun pas pertama kali gue lihat lu gue sudah suka. Kalaupun gue gak bisa mengantikan dia di hati lu, tapi gue bisa ganti sedih lu jadi ceria" ucapnya dengan harapan gue bisa move on tidak berlarut kesedihan.


Kami pun mengelilingi pantai berdua dengan obrolan santai, waktu pun sudah larut sore. Kami harus segera pulang, setelah sampai di parkiran. Dia langsung mengambil helm dan memasangkan ke aku. Pala aku pun di arahkan ke kaca spion.


" masa gadis cantik gini move on nya susah sih" ucapnya.


Aku pun tersenyum " Terima kasih ya".


Kita pun langsung naik motor dan pulang. Saat itu aku bersyukur banyak orang lain yang peduli dan ingin aku happy seperti yang lain. Di perjalanan kami tetap berbicara santai sehingga aku mulai ada rasa kenyamanan. Ya Allah terimakasih engkau kirim orang seperti dia untuk menghibur ku. Setelah sampai depan rumah, aku pun turun dari motor dan dia langsung pamit pulang.


Perasaan aku pun lega saat itu, walaupun tidak bisa aku pungkiri kalau aku merasa masih ada kesedihan di lubuk hati yang paling dalam.

__ADS_1


Tiba-tiba HP bergetar dari no yang tak aku simpan. Setelah aku buka ternyata "Selalu happy ya, senyum lu manis" dari Rio.


Aku pun reflek langsung tersenyum dan membalas " makasih hari ini ".


__ADS_2