
Setiap hari diri ku hanya bisa diam dan sedih, bingung entah harus apa sekarang?
Begitu banyak kebohongan yang ditutupi oleh rasa tipu ucapan sayang. Aku hancur dan terluka...
Apa harus aku katakan semuanya sekarang atau mencari waktu yang tepat, di saat aku mulai tak tahan dengan kondisi seperti ini.
Setelah aku berpikir lebih baik aku pendam terlebih dahulu,menguatkan hati aku untuk melepaskan. Begitu berat rasanya tapi aku tak mau bertahan dengan orang yang tidak lagi mencintaiku. Hampir dua bulan dia jarang mengabariku dan jarang jemput aku di sekolah.
Dua bulan kemudian di pagi yang mendung syahdu,aku bertekad ini saatnya aku harus jujur kalau aku sudah mengetahui semua ini. Bertepatan di ulang tahun dia tanggal 26 februari, dari pagi aku dan sahabatku sudah mulai sibuk menyiapkan kejutan kecil untuk dia sepulang sekolah. Tatapan sahabat ku pun begitu ceria dan semangat membantuku membuat ide untuk memberi surprise ke dia.
"Teng....teng..." Bell sekolah pun bunyi akhirnya kita bersiap-siap pulang sekolah.
Kita membeli kue tar dan kami mulai menyusun lilin nya. Disaat hening fokus ke arah lilin,aku mulai menatap ke arah semua sahabatku.
"Apa ini yang di namakan sahabat, menutupi kebohongan-kebohongan yang seharusnya aku tahu" ucap ku dengan sedih.
"Aku sudah tau kebohongan Hendra semuanya..." mata ku berbinar saat ucap itu.
Mereka hanya memeluk ku dan meminta maaf. Tanpa mereka sadari ini sangat menyakitkan bagi aku.
" Gua gak mau lu terluka Rin" ucap Dian yang memeluk ku
Aku hanya menatap dengan tatapan kecewa ke arahnya.
Aku tiba-tiba berdiri dan berucap " I'ts oke, ini mungkin terakhir kalinya aku ketemu Hendra"
__ADS_1
Sahabat ku cuma bisa diam dan menyuruh ku memikirkannya secara matang-matang.
Akhirnya kami berpelukan aku tak bisa bohong air mata ini mengalir dengan sendiri dengan tak terbendung. Dan telp pun berdering, kalau Hendra sudah ada di depan sekolah kami untuk jemput aku.
Sebelum menghadapi dia, aku tarik nafas panjang dengan mengucapkan "bismillahirrahmanirrahim aku pasti bisa ya Allah,kuatkan aku"
Dengan langkah pelan dan tatapan penuh tajam aku menghampiri nya dengan membawa kue tar.
Dia dengan jaket abu-abu dan motor Supra nya,dari kejauhan dia sudah memberikan senyuman termanis yang mungkin itu terakhir kalinya senyuman itu di arahkan ke aku.
"Happy birthday yang semoga sehat bahagia terus" dengan nada ku yang biasa aja dan tatapan tajam ke arah nya.
Sahabat aku pun tidak seceria tadi pagi ,setelah tahu kalau aku mengetahui ini semua.
"Makasih yang" dengan wajah begitu happy darinya.
Setelah itu kami langsung pulang,dan kue tar nya pun di bagi-bagi ke sahabat kami.
Sepanjang jalan aku hanya diam saja, tak ada kata satu pun yang keluar dari mulutku. Aku hanya menahan air mata agar tidak mengalir, betapa sakit rasanya perasaan ini.
Dia hanya panik sampai pas di depan gang, dia tanya kenapa aku. Aku hanya bisa diam karena mulut pun merasa tak ada semangat untuk berbicara. Semua yang aku pikir aku adalah wanita satu-satunya dalam hidup dia, ternyata aku yang menjadi iklan dalam hidup dia.
Bukan prioritas dalam hidup dia, tapi hanya cuma status palsu saja. Chat yang penuh setiap hari hanya mengisi rasa kosong untuknya, yang prioritas hanya untuk wanita itu.
Hanya alasan dari dia yang aku tunggu, kenapa dia bisa sejahat itu ke aku. Bahkan sering memprioritaskan wanita itu daripada aku. Aku saja tak pernah diajak dia untuk nonton berdua.
__ADS_1
Aku jadi ingat kalau di antar aku pulang sekolah jarang sampai depan gang rumahku, malah aku di turunin di celincing karena di Kbn cilincing sering ada rajia. Padahal kalau di pikir rumah cewek itu sama jauhnya dengan ku, dia masih bisa jalan bareng untuknya.
Siang itu aku hanya bisa menangis di dalam kamar, tanpa membuka HP sama sekali. Keadaan ku kacau seperti hidup segan mati tak mau, bahkan untuk makan aku tak mau.
Hei... kalau yang merasa seperti ini, lu harus tahu betapa hancurnya gue atas sikap lu begitu.
Sore tiba aku masih saja di dalam kamar menangis, kebohongan dia sudah terlalu banyak dengan cewek yang sama. Tanpa memperdulikan perasaan aku sama sekali, bahkan semenjak kejadian tahun baruan itu dia sering mengabaikan aku.
Aku harus apa??
Harus bagaimana??
Kecewa hancur...
Kepercayaan yang aku kasih di lenyapkan begitu saja, dengan membohongi ku berkali-kali.
Seandainya lu baca novel ini, lu akan tahu betapa rapuhnya gue saat itu, betapa kacau nya hidup gue saat itu.
Perasaan aku lelah letih karena Kebohongan yang selalu ia buat. Aku sholat ashar minta petunjuk Allah SWT agar di berikan petunjuk langkah apa yang harus aku pilih.
Saat sholat air mata ini tak bisa tertahan, mengalir begitu deras. Sampai aku tak kuasa menahan nya, nafas aku terisak-isak saat menangis untung saja di kamar jadi tak kedengaran dari luar.
Saat sujut terakhir tangisan aku pecah terasa plong menangis beban ini ssperti di bahu ku begitu berat.
Aku tahu aku tak secantik wanita itu, bukan berarti aku layak di perlakuan seperti ini. Sedangkan bersama dia saja aku tak pernah jalan dengan cowok lain.
__ADS_1
Aku menguatkan diri untuk segera mengambil keputusan yang terbaik untuk diriku, tidak mau berlarut tenggelam dalam kebohongan dia. Rasanya letih di permainkan oleh pacar dan sahabat sendiri.
Seandainya sahabat gue nanti baca novel gue ini, kalian harus tahu saat itu gue down banget. Kalian cuma hanya bisa minta maaf.