I'M Not Perfect For You

I'M Not Perfect For You
First kiss


__ADS_3

Liburan Rio sebentar lagi selesai, akan kah hubungan ini akan baik baik saja kalau dengan jarak jauh antara kita. Sekolah yang semakin banyak mumet dalam belajar apa lagi untuk mengahadapi ujian sekolah.


Pulang sekolah muka mumet terlihat jelas oleh ku, turun dari tangga ketika menengok ke arah gerbang ternyata ada Rio si mahluk astral yang datang kadang tiba-tiba.


Aku menghampirinya dengan muka tak bersemangat.


"Kak aku lelah pusing... " Dengan nada suara manja gerutu ku


"Sabar dong kan mau lulus, kamu mau les tidak? Jadi kamu bisa gampang dan mudah belajarnya" Ujar dia


"Mau... Tapi mahal nanti sajalah"


Karena aku bukan keluarga mampu, yang dengan gampang nya untuk mendapatkan uang. Sekolah aku pun dari biaya kakak-kakak ku. Karena bapak ku sudah tidak bekerja dan kami hanya punya warung kelontong kecil.


"Ya sudah kakak yang bayarin tapi kamu serius buat belajar ya, jangan buat cari cowok lain" Celetuk Rio.


"Gak usah lah kak" Jawabku


Aku tak mau merepotkan siapa-siapa apa lagi cuma hal seperti ini.


Kendaraan kami pun tidak mengarah ke rumahku, tapi malah ke arah priuk.


" Mau kemana kita kak? Kok ga pulang? " sahutku dengan kaget


"Kita ke ancol biar kamu ga mumet lagi" jawabnya


Sontak aku pun bahagia "asyikkkk... "


Dia menoleh dan tersenyum. Di perjalanan dia selalu melihat aku dari kaca spion, dan setelah sampai. Kami seperti biasa cari tempat duduk di pinggir pantai, dan kebetulan ada yang jual es cream.


"Bang... " teriak kecil dia


Abangnya pun datang dia langsung memilih es cream untuk aku.


" Bang pilih kan coklat yang paling enak buat pacar gue yang manis ini" Ucap dia sambil merangkul aku.


"Bisa aja si ade ini... " jawab abangnya


Lalu kami kembali duduk di pinggir pantai, dia melihat aku tersipu malu.


"Kenapa lihat aku begitu terus sih kak?" tanyaku


"Karena kamu sudah mulai bahagia dan bisa menikmati hidup, aku kenal kamu wajah kamu selalu asem. Kamu sadar gak kalau kamu cantik tau,aku saja kesemsem sama kamu terus" Jawabnya dengan mencubit pipiku.


"naik gondola yuk rin?" ajakan dia


"aku takut ketinggian kak" aku menolak halus.


"kan naiknya sama kaka" jawab dia


Karena aku menghargai dia ya sudah aku menuruti kemauan nya. Saat dia beli tiketnya hati ku berdegup kencang karena takut, dia mengengam tanganku dan berkata " ada kaka rin"


Giliran kami pun datang gondola nya, kami langsung menaiki itu. Awal aku takut sekali, sampai aku bersembunyi diketek dia dan tak mau membuka mata. Dia berusaha menenangkan dengan merayu lhat pemandangan saja jangan lihat bawah, atau aku di suruh lihat wajah dia. Aku sudah mencoba melihat dia saja aku masih takut, apalagi disaat gondola nya sudah berjalan ke tengah.

__ADS_1


Tiba-tiba dia langsung mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan dagu aku pun diangkat pelan olehnya. Lalu di cium lah bibir aku dengan lembut aku langsung diam dan tak bisa berkata-kata. Ketakutan aku pun hilang dengan sendirinya. Hitungan menit akhirnya dia melepaskan bibirnya dari bibir ini.


"gak takut lagi kan?" ucapnya


Aku hanya diam dan memalingkan wajah.


Itu adalah first kiss aku, di mana deg-deg kan nya hati aku dan wajah malu aku jadi satu.


"astaghfirullah kak ini tinggi banget serem" ucapku dengan memegang tangan dia erat sekali


" apa mau kaya tadi lagi Rin biar ga takut, haha..haha..haha... " celoteh dia dengan gaya becanda


Aku hanya pasang muka asem tapi tak lepas dari genggaman tangan nya.


"kamu imut Rin jutek gitu, pengen kaka gigit muka kamu ini" Ujar dia dengan meragakan gemesnya ke aku.


Aku langsung berzikir terus karena takut, dia menenangkan lagi dengan cara aku tidak boleh lihat yang lain dan hanya melihat depan kursi saja. Tetap saja aku tak bisa dan masih takut, dia hanya menertawakan aku.


"Setelah ini kita minum kelapa yuk Rin? Oh iya aku boleh panggil kamu yang? Kita kan sudah resmi pacaran, boleh ga aku panggil kamu sayang?" Ujarnya


"Iya iya terserah kakak aja" Jawab ku dengan masih ketakutan.


"yang setelah ini kita minum kelapa yuk?" tanya dia dengan melihat ku.


Aku cuma bisa mengangguk karena masih takut. Tak lama gondola nya pun berhenti lega rasanya gondola ini berakhir. Kami langsung berjalan mencari yang menjual kelapa muda.


"Kak itu dia kelapa nya" Sahutku


"Iya cantik" Jawab dia


"Aku pengen kamu fokus sekolah yang kalau aku tak disini. Kamu nanti less ya biar kamu ada kegiatan jadi tidak ada kata galau lagi. Nanti kakak yang bayarin semua"


"ga usah kak ga apa apa, kalau kaka yang bayarin less aku mendingan gak mau ketemu kaka lagi". Ucapku


" Ya sudah terserah kamu aja, lakukan yang terbaik ya demi diri sendiri" sahut dia


"beressss siap bos" dengan memperagakan hormat ku ke dia


"hahaha... "


Hari mulai sore waktunya kita pulang, di perjalanan aku memeluknya. Ya Allah aku mencoba membuka hati ku kembali untuk orang ini tolong berikan yang terbaik untuk kami tanpa harus saling menyakiti.


Dan sampai di rumah kebetulan ada kakak ku, Rio pun buru-buru pamit. Aku menceritakan niatku untuk less akuntansi persiapan ujian nanti. Akhirnya di bolehkan oleh kakak ku dan dia yang akan membayarnya.


Aku pun mengabari kak Rio kalau kakak ku menyetujui aku less akuntansi. Dia sangat happy apapun itu yang berhubungan dengan ku.


"kapan less nya???" tanya Rio


"lusa kaya nya kak " jawabku


"lusa aku pulang ke Surabaya yangberangkat pagi, nanti aku telp kamu setiap hari. Kalau libur lagi kita wajib ketemu" ucap Rio


"oke kak" jawabku

__ADS_1


" besok temani aku ke Perpustakaan Matraman ya yang?! "


"oke nanti aku kabarin aku pulang jam berapa".


" ga apa apa aku nunggu lebih awal saja, biar aku bisa merhatiin kamu jalan ke arah aku" ucapnya


Rio dengan gaya cool, brengseknya, tampan nya, tapi dia lembut banget dan anak rumahan. Dia selalu menuruti apa kata orang tuanya. Sebenernya sudah termasuk cowok idaman sih. Apalagi dia juga dari keluarga berkecukupan.


Bunyi ayam berkokok sudah terdengar tandanya aku harus siap sholat subuh dan bersiap untuk sekolah. Lagi dan lagi Rio datang lebih awal, dengan alasan yang sama ingin sarapan bubur. Aku saja rada bosen makan bubur, firasat aku itu hanya sebuah alasan agar bisa bertemu ku lebih lama.


Di perjalanan dia bawa aku muter-muter.


"ka kok muter jauh sih? buburnya kelewat ka" gerutu ku


"biarin, emang ga bosen makan bubur terus. Aku alasan saja ke orang tua kamu supaya aku bisa antar kamu lebih pagi jadi ketemunya kan lama" ucap nya


"ihh.... bener filing aku ternyata, nyebelin banget deh" ujar ku dengan mencubit perut dia.


Setelah sampai sekolah.


" jangan lupa nanti temani kakak ke perpustakaan Matraman ya"


Aku mengangguk iya, aku langsung masuk ke sekolah. Sesampai di kelas sahabat aku langsung "cieeee sudah jadian kayanya nih makin intens"


Aku hanya mengangguk dan tersipu malu.


Dalam pelajaran aku gelisah ingin cepat pulang, tak sabar ketemu kak Rio. Haduh apa aku sudah mulai sayang ke dia beneran ya? Apa aku hanya mengisi kekosongan aku saja, aku harap tidak kalau ini.


Bell sekolah akhirnya bunyi juga, aku tanpa basa-basi langsung keluar kelas teriak" gue duluan ya sob"


Setelah sampai bawah ternyata dia sudah jajan saja di luar gerbang.


Sahabat aku juga tiba di gerbang " pantas saja buru-buru sampe lari ternyata sudah ada yang nungguin"


Tanpa lama menunggu aku langsung memakai helm, mengisyaratkan kalau aku sudah siap jalan. Dia langsung menyalahkan motornya, kita langsung jalan.


Sampai lah kita di perpustakaan tersebut, sepanjang kita melihat buku tanganku tak pernah di lepas olehnya. Dia mencari buku yang tentang pelayaran, dan mesin-mesin gitu. Karena aku tak mengerti jadi aku sendiri iseng mencari buku novel tipis yang ringan dibaca.


Mata aku tertuju novel tentang percintaan, saat mau ambil itu aku tak sengaja berpapasan dengan seorang laki-laki. Kita saling menatap dengan seketika, dia melihat mataku, aku pun melihat matanya dan membuat aku grogi saat itu. Dia begitu wangi, berbadan bidang, bersih, badan berisi tinggi.


Ketika aku sedang membaca novel, datang kak Rio mengajak pergi karena sudah dapat yang dia cari. Kami berjalan ke arah parkiran, tapi otak ku memikirkan cowok tadi. Ya ampun jahat banget sih aku.


Saat aku pakai helm, tiba-tiba wangi tadi yang aku hafal sepertinya disekitar situ. Aku menoleh ke arah kanan ternyata bener itu dia di sampingku, dia mau mengeluarkan motor yang terparkir disebelah Rio. Cowok itu melihatku dengan tajam sampai Rio curiga aku mengenal cowok itu.


Dijalan tiba-tiba Rio bertanya "tadi siapa??? kamu kenal??? "


"gak kak cuma tadi kita sempat berhadapan gitu" jawabku


"kok kalian kaya saling kenal tatapannya" celetuknya


"gak kok" ucapku.


Pikiran aku pun terfokus ke cowok tadi, hati aku berdegup kencang saat ingat dia. Aku belum pernah merasa happy ini kalau melihat cowok.

__ADS_1


Ketika lampu merah di cempaka putih, aku lagi nengok kanan kiri. Ya Tuhan ini ujian atau apa, dia di sebelah ku lagi dengan motor satria nya.


__ADS_2