
Hati pun ketika itu sangat bingung entah apa yang aku rasakan dan pikirkan saat itu. Perkenalan yang membuat aku harus mengerti dia berhak bahagia.
Setelah berkenalan kami pun masuk ke tempat makan tersebut, aku dan wanita itu duduk berhadapan. Sedangkan Rio saat itu sedang ke toilet, dan tak lama kemudian Rio pun datang ke arah kami. Dalam hati berucap " Apa ka Rio duduk di sebelah gue atau di sebelah dia ya??".
Tiba lah Rio di meja kita, dan ternyata dia memilih di sebelah aku. Hati ku ingin egois karena merasa aku lebih dahulu dekat dengan ka Rio, tapi hati aku pun tak bisa egois kalau Rio berhak bahagia dengan wanita lain.
Rio bercerita kalau wanita ini teman waktu duduk di SMA nya dahulu, dan dekat lagi karena mau ada reuni kelas mereka dulu.
Aku pun dengan sangat santai mendengar nya. Dari tatapan Kiki aku melihat dia menyimpan perasaan ke Rio, sedangkan Rio yang aku lihat hanya menganggap nya hanya teman saja.
Ketika aku sedang menikmati makanan nya, tiba-tiba aku spontan tersegguk mendengar Kiki berbicara.
" Rio besok temenin gue, nyebarin undangan reuni dong kalau kita ketemu langsung kan enak jadinya" ucap Kiki
"Oke boleh lah mumpung gue lagi libur" sahut si Rio dengan menghadap ke aku mukanya.
Dalam hati aku "nih orang ngapain sih segala ngasih undangan reuni langsung, kan bisa di hubungin pakai telp. Rio juga iya iya aja".
Rio dengan sengaja melirik dan menahan senyum ke arahku, tanpa aku tahu maksudnya apa. Aku hanya jadi nyamuk karena yang di bahas tentang reuni saja. Tahu gitu gak usah ajak aku ikut, cowok kenapa gak peka ya???
Makanan pun sudah habis, aku juga sudah ngantuk jadi obat nyamuk dan saatnya pulang yang aku tunggu-tunggu.
Setelah sampai parkir, aku pun bersalaman dengan Kiki.
"Sampai jumpa Ki" ucap aku dengan rasa lega akhirnya pulang juga.
Ketika dengan Rio kenapa Kiki malah cipika-cipiki??!! Ya ampun nih cewek gak mandang apa ya, ada gue di samping Rio. Rio pun hanya tersenyum.
Kita langsung naik motor, di perjalanan aku pun hanya diam. Rio hanya senyum-senyum cengengesan gak jelas. Aku pikir dia pasti begitu karena tadi ketemu Kiki dan di cipika-cipiki lagi. Hufft...
Setelah sampai rumah aku pung langsung melepaskan helm, dan langsung masuk rumah.
Rio hanya tersenyum melihat tingkah aku seperti itu.
Pagi ini terasa tidak semangat sekali untuk berangkat sekolah. Aku menghela kan nafas berharap ada semangat yang kembali muncul di tubuh ini, ternyata tidak.
Ketika di dalam angkot dengan agak malas-malasan. Ternyata di jalan begitu macet, tidak bergerak sama sekali karena ada perbaikan jalan. Aku melihat yang lain jalan kaki, aku pun ikut turun dengan berjalan.
Dalam hati aku "sial banget tadi malam begitu, sekarang pagi-pagi macet harus jalan kaki".
__ADS_1
Hampir 30 menit aku jalan kaki mencari angkot pun tanggung karena jalanan macet semua. Sampai di sekolah mood aku pun berubah jadi malas karena sudah capek di jalan.
Akhirnya yang di tunggu-tunggu pelajaran pun berakhir, aku siap untuk pulang ke rumah rasanya lelah banget.
Baru keluar gerbang, ternyata ada Rio. Aku sudah senang banget dia mau jemput aku, pas banget sudah capek melalui hari ini.
"Rin.. "
" Ya ka" sahutku
"Aku mau minta ijin pergi sama Kiki ya, boleh kan? " ucap Rio
Hati sudah terbang dikirain mau jemput, ternyata malah cuma ijin doang buat jalan sama cewek lain.
"Ohh ya udah" jawab ku dengan wajah asem.
Dia pun langsung senyum dan pergi. Dalam hati kenapa cowok selalu gak peka ya? Apa karena hubungan kami yang tanpa status dia seenaknya aja begitu.
Hari ini full menyebalkan menurutku, aku langsung pulang naik angkot dengan memikirkan apa aku salah ya punya perasaan ke dia.
Pikiran aku bermacam-macam yang bermunculan, hingga membuat aku ruwet sendiri. Sesampai di rumah aku pun langsung tidur.
Hari pun berlalu, tiba lah waktunya reuni kelas Rio di Kelapa Gading. Pukul 16.00 Rio sampailah di rumah ku, aku pikir dia hanya ijin saja mau reuni.
" Rin temani aku reuni" sahut dia
Aku pikir dia reuni tidak mau mengajak aku,ternyata salah pikiran aku.
"oke" jawab ku
Aku langsung bersiap dan kita langsung ke tempat reuni tersebut. Ketika sampai di sana, teman-temannya sudah pada datang. Mereka langsung meledek itu Rio.
" Rio itu cewek yang lu sedang perjuangkan dari dulu, cieee.... " sahut temannya
Aku mendengar itu pun langsung terdiam dan hanya memberikan senyuman. Tidak lama Kiki dagang dengan temannya. Kiki dengan muka acuh tidak menyapa ku saat itu, aku berpikir ah bodo amat lah.
Selama reuni tersebut di kursi Rio selalu memegang erat tanganku,dan aku menyadari aku merasa nyaman dengannya. Kiki melihat kami dengan muka sinis, aku pun tidak tahu penyebabnya. Salah satu temannya celetuk "kita nonton aja yuk"
Ternyata yang lain setuju, aku hanya bisa diam karena bukan acara ku. Sepanjang perjalanan ke bioskop Rio selalu memegang erat tanganku malah sesekali dia merangkul ku, dan dia hanya bisa menatap wajah aku dengan muka sok gantengnya.
__ADS_1
Di bioskop pun aku masih bertanya-tanya, apa tingkah Rio seperti ini hanya memanasi Kiki.
Film pun mulai tiba-tiba dengan reflek Rio memberikan jaket nya buat aku, agar tidak kedinginan. Dari arah kejauhan Kiki memantau gerak-gerik kita saja, tapi tak aku hiraukan.
Selesai menonton kami langsung pulang, aku melihat Rio tidak nyaman dengan sikap Kiki. Diperjalanan Rio pun cerita tentang Kiki yang mengutarakan perasaanya ke dia, aku mendengar kan dengan berisiknya jalanan.
Sampai di rumah, Rio pun duduk dulu sebentar di rumah ku. Aku masuk ke dalam dan dia berbicara dengan orang tua ku.
Aku merasa apa perasaan ini benar atau salah yang kami lakukan, apa tidak menyakiti kedepannya.
Rio sangat akrab dengan bapa ku, aku lihat dari kejauhan mereka sangat menikmati obrolannya. Tidak lama Rio pun ijin untuk pamit pulang karena sudah malam.
Aku menghampiri Rio.
" rin nanti cek HP ya" ucap Rio
Aku hanya mengangguk mengiyakan ucapannya.
Setelah itu dia pun langsung pergi pulang. Aku di rumah pun bingung kenapa harus cek HP, memang dia mau bicara apa tumben sekali dia seperti itu.
Malam itu begitu terasa indah setelah aku terpuruk dengan kisah lama ku, kini muncul kisah baru yang begitu unik. Tapi apa ini hubungan tanpa status??? Yang dimana kita tak bisa menuntut apa apa dari seseorang ini, karena tak ada kejelasan.
Hampir 30 menit aku pun menunggu SMS dari dia, nunggu kabar yang tak tahu tentang apa. Tapi hati ini begitu senang dengan perlakuan dia di reuni tadi.
"drett... dreeett... " bunyi getar HP ku
Langsung aku buka SMS itu,
"Rin aku sudah merasa nyaman dengan hubungan kita, tapi aku mau kita perjelas hubungan kita aku tahu kamu juga punya perasaan yang sama ke aku. Kita coba jalanin hubungan yang baru yuk??? Walaupun aku nanti akan jauh dari kamu lagi, tapi setidaknya kita sudah mencoba. Entah takdir akan tetap membuat kita bertahan apa berpisah, setidaknya kita tak menyesal sudah mencobanya. kamu mau jadi pacar aku?? aku tak akan memaksa kamu kalau kamu belum siap, aku juga tak akan memaksa kamu untuk segera memulihkan luka kamu dahulu ".
Aku merasa tidak adil kalau aku tidak mencobanya dahulu, karena kebersamaan kami juga sudah hampir dua tahun. Dan hanya dia yang bisa menyembuhkan luka itu selama ini.
" iya aku mau jadi pacar kak Rio, aku mau mencobanya kak" balasan dari aku.
Dia pun langsung menelpon, dan kita grogi berdua saat telp dengan nada cengengesan.
Saat mengakhiri telp nya, aku pun langsung senang dan kegirangan. Malam itu begitu indah setelah sekian lama aku di selimuti rasa takut untuk memulai suatu hubungan dengan seseorang, akhirnya aku memberanikan diri untuk itu semua. Aku pun ingat kata dari teman ku, jangan di gantung terus hubungan kalian. Apa lagi Rio tetap menunggu dan tetap sayang ke aku.
Kalau niat kita baik coba saja jalankan, tidak salahnya mencoba kan???
__ADS_1