
Tepat pukul tiga sore, Tsabinna siuman. Ia membuka kelopak mata nya menyesuaikan cahaya.
Lalu ia merasa tangan kanan nya di genggam oleh seseorang, dan benar saja tangan nya sedang di genggam oleh Abizar yang sedang tertidur pulas.
Tsabinna melepaskan pelan pelan tangan kanan nya itu, agar Abizar tidak terganggu tidur nya.
"Eungh, ngantuk." ucap Abizar yang belum sadar jika istrinya sudah siuman.
"Bobo lagi aja." suruh Tsabinna lalu mengelus rambut Abizar.
Abizar mendongak kaget melihat Tsabinna yang sudah siuman itu. "Tsa.." tangis Abizar.
Tsabinna mengerutkan keningnya. "Kenapa hm?" tanya Tsabinna.
"Aku salah maafin." tangis Abizar sambil terus menggenggam tangannya.
"Sutt udah ya." pinta Tsabinna sambil mengelus rambut Abizar.
"Coba tatap mata gue, Zar." suruh Tsabinna.
Abizar menggeleng kepala keras lalu berkata. "Gak mau." jawab Abizar dengan isakan kecilnya.
"Zar, ayo dong jangan nangis aja." suruh Tsabinna.
"Gue udah maafin lo kok." sambung Tsabinna.
"Beneran?" tanya Abizar yang masih dengan isakan kecilnya.
Cup
Abizar sontak kaget merasakan benda kenyal menempel di kening nya. Walaupun hanya sesaat tapi sukses membuat jantung Abizar tidak sehat.
"Ca, cium aku?" ucap Abizar lucu.
Tsabinna terkekeh geli mendengar kata aku-kamu lalu ia berkata. "Gue udah sayang sama lo." tutur Tsabinna.
"Jangan berpikiran gue suka sama Syahdan, karna gue udah mulai suka sama cowok nama nya Abizar Al Ghifari." sambung Tsabinna.
Blush
"Cie tuh pipi kenapa hm?" goda Tsabinna.
"Aaaa maluuuu." cicit Abizar sambil menyembunyikan wajahnya di lengan kanan istrinya.
"Sekarang kita panggilnya aku-kamu jangan gue-lo, plis." pinta Abizar.
"Oke siap." final Tsabinna.
"Kamu ada yang sakit?" panik Abizar.
"Enggak ada sayang." goda Tsabinna.
”Sial jantung gue gak sehat.” batin Abizar.
"Terus udah makan belum nih ganteng nya aku?" tanya Tsabinna sambil mengelus rahang tegas suaminya.
"Aku laper yang." rengek Abizar.
Tsabinna hanya terkekeh. "Makan dulu gih." suruh Tsabinna
"Kamu gak makan?" tanya Abizar.
"Aku masih kenyang hehe." jawab Tsabinna sambil terkekeh kecil.
"Emang kamu udah makan?" polos Abizar.
"Udah tadi pas aku lagi bobo di sini." jawab Tsabinna nyeleneh.
"Ih jawabannya nyeleneh banget." gerutu Abizar.
"Hehe, jangan bilangin tentang penyakit aku ya." pinta Tsabinna menatap mata hitam pekat milik suaminya itu.
Abizar mengangguk lalu berkata. "Kamu kenapa gak mau kasih tau aja soal ini ke Mama sama ke Papa?" tanya Abizar.
Tsabinna hanya menggeleng kepala tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh sang suami.
Abizar mengerti kenapa istrinya tidak mau memberi tau orang tua nya lalu ia berkata. "Kita duet nyanyi yuk!" ajak Abizar.
Tsabinna langsung menatap Abizar dengan antusias lalu berkata. "Ayo tolong bantuin aku dong." titah Tsabinna menenteng kan kedua tangannya.
"Sini cantik." ucap Abizar lalu meraih kedua tangan Tsabinna.
Kini Tsabinna duduk di atas brankar sambil melihat suami nya yang sibuk mengotak ngatik ponselnya karena sedang mencari lagu yang akan di nyanyikan bersama Tsabinna.
Abizar memilih instrumen lagu saja, akan memudahkan untuk bernyanyi dan berduet dengan Tsabinna.
( Abizar )
👇🏻
Bahagianya diriku
Telah miliki muu
Tak pernah ku meraguu
Tak lagi ku mencari
Cinta selain muu
Takan ku tinggalkan kamuu
Jika ku dapat menata jalan kuu
Ku ingin kau slamanya dengan kuu
Engkau wanita tercantik kuu
Ku ingin kau tauu
Maukah kamu jadi teman cinta kuu
( Tsabinna )
👇🏻
Takan ku mencari
Cinta selain mu
__ADS_1
Takan ku tinggalkan kamu
Jika ku dapat menata jalan kuu
Ku ingin kau slamanya dengan kuu
Engkau lelaki terbaik kuu
Ku ingin kau tau
Ku ingin kau jadi teman cinta kuu
( Abizar and Tsabinna )
👇🏻
Jangan pergi dari hidup kuu
Tetap disini temani kuu
Sungguh ku tak mau
Kamu jauh dari kuu
Jangan tak setia pada ku
Kau hanya untuk kuu
( Abizar )
👇🏻
Engkau wanita tercantik ku
Ku ingin kau tauu
Kau merubah warna hidup kuu
( Tsabinna )
👇🏻
Engkau lelaki terbaik kuu
Ku ingin kau tauu
Kau merubah warna hidup kuu
( Abizar and Tsabinna )
👇🏻
Dan aku jatuh cinta kepada mu
Tanpa batas waktuu
Maukah kamu jadi teman cinta kuu
Setelah berduet kedua sejoli itu saling menatap satu sama lain, dan berakhir karna ponsel Abizar berbunyi.
Drt drt drt
"Kenapa Key."
"Tolongin gue."
"Lo kenapa Key?"
"Gue takut di rumah sendirian."
"Lo telpon anak osis aja."
"Mereka punya urusan masing masing."
"Lo pikir gue gak punya urusan?"
"Plis Zar, sekalian selesain tugas yang tadi dikasih sama pak Andika."
"Lo selesain aja sendiri."
"Zar, gak bisa gitu dong."
"Lho, kenapa harus gak bisa?"
"Lo kan ketos nya, Zar."
"Lo juga sekertaris osis, Key."
"Plis gue mohon."
"Oke gue otw, tapi gue gak bisa lama lama."
"Iya gapapa kok."
Tutt
Abizar memutuskan sambungannya secara sepihak lalu menatap istri kecilnya yang sedang menonton televisi.
"Ca, aku izin boleh?" izin Abizar takut melihat wajah datar Tsabinna.
"Mau ketemu sama si Keyla?" tanya Tsabinna sambil menaikan sebelah alisnya.
"Kesana aja, kasian selingkuhan lo." sambung Tsabinna.
"Gue sama Keyla, gak ada hubungan apa apa kok." jawab Abizar sambil tersenyum.
"Mau ada hubungan mau nggak ada hubungan, gak ada urusannya sama gue." balas Tsabinna.
"Jadi boleh gak?" tanya Abizar.
"Pergi aja gak balik lagi juga gapapa." sahut Tsabinna santai.
"Yaudah, pas aku pulang mau di beliin apa hm?" tanya Abizar.
"Gak usah." ketus Tsabinna.
"Aku berangkat ya, aku janji gak bakal bikin kamu nunggu lama." pekik Abizar.
"Iya." cuek Tsabinna.
__ADS_1
Lalu Abizar memakai hoodie berwarna hitam dan mendekatkan bibirnya ke kening istrinya itu.
Cup
"Aku cuma sebentar kok." ucap nya sambil tersenyum manis.
Tsabinna hanya mengangguk sebagai jawabannya, ia sudah kesal kepada suaminya itu yang benar benar tidak peka jika ia marah kepadanya.
Abizar keluar dari ruang inap tersebut, lalu mulai memasuki mobil sport tersebut.
Di lain tempat Tsabinna lagi lagi merasakan sakit hati karena ulah Abizar, ia tidak menyangka kalau Abizar lebih memilih menemani Keyla, dari pada dirinya yang sedang sakit.
"Gue salah apa sih sama lo, Zar." ucap Tsabinna.
"Apa gue salah udah mulai sayang sama lo?"
"Gue terlalu berharap kali ya jadi nya gini deh."
"Gue gak boleh egois, inget dia juga punya urusan pribadi."
"Dia juga kan ketos gak mungkin kalau dia gak sibuk sehari hehe." sahut Tsabinna sambil tersenyum masam.
****
Abizar sudah sampai di depan rumah Keyla, Abizar mencari keberadaan Keyla, rumah nya begitu sepi seperti rumah kosong.
"Keyla." panggil Abizar.
"Lo di mana?"
"Abi tolongin gue." jawab Keyla parau.
Cklek
"Key, lo ngapain di gudang?" tanya Abizar.
"Sambil di iket pula tangan sama kaki lo." sambung Abizar.
"Tadi ada penjahat." jawab Keyla.
"Yaudah gue bantuin bukain tali nya." balas Abizar lalu membukakan tali tersebut.
Tali pun terlepas, lalu Keyla langsung memeluk Abizar dengan erat, punggungnya bergetar hebat bertanda kalau ia benar benar ketakutan.
Abizar sontak terkejut karena pelukan Keyla secara tiba tiba, tapi ia buru buru menetralkan wajah kaget nya dan ia pun mulai membalas pelukan Keyla.
Mereka tidak melihat jika ada orang di balik pintu gudang itu, lalu memotret kedua-nya yang sedang berpelukan.
"Gue gak bakal bikin lo tenang Abizar." ucap seseorang lalu pergi dari balik pintu tersebut.
"Lo tenang ya, yuk kita keluar." ajak Abizar.
Keyla hanya menggeleng ia benar benar tidak mau melepaskan pelukan hangat itu.
Abizar menghela nafas panjang ia terpaksa harus menggendong Keyla ala koala.
Tsabinna sampai di alamat yang di beri tau oleh nomor tidak ia kenal itu, ia sekarang sedang berada di teras rumah Keyla.
Tsabinna menangis melihat Abizar menggendong Keyla, tidak sampai di situ Abizar memutuskan untuk duduk di sofa panjang dan Keyla tetap di pangkuan Abizar.
Tindakan itu semua tidak luput dari mata Tsabinna, ia tidak menyangka jika kejadiannya akan seperti ini, ia mulai menyayangi Abizar tapi malah Abizar melakukan ini semua.
"Key, lo duduk ya sumpah deh pegel banget gue."
Keyla menggeleng lalu berkata. "Abi, kamu masih sayang gak sama aku?" tanya Keyla parau.
Abizar berpikir sejenak, ia memang mengaku masih menyayangi dan mencintai gadis ini, gadis yang ia temui di Bandung dulu. Ia benar benar bahagia bisa dipertemukan kembali dengan gadis yang dulu sempat menjadi pacarnya itu.
Abizar mengangguk lalu berkata. "Iya perasaan gue masih sama kayak dulu ke lo." jawab Abizar jujur.
"Abi, gak sayang sama Tsabinna?" tanya Keyla berhati hati.
"Gue sama Tsabinna cuma di jodohin, gue gak ada rasa sama dia." balas Abizar enteng.
"Kok kamu mau sih nikah sama orang yang enggak kamu cinta?" sahut Keyla.
"Ya mau gimana lagi." pekik Abizar.
”Zar, sumpah gue nyesek denger semua perkataan lo tadi, seharusnya gue gak langsung sayang sama orang baru. Ini semua salah gue, gue yang bener bener bodoh! Jika bersama Keyla, lo bahagia pergi aja. Gue gapapa kok Zar.” batin Tsabinna
"Udah ya gue harus balik nih." ucap Abizar.
"Yaudah makasih ya, Zar." balas Keyla tersenyum manis.
Abizar mengelus rambut Keyla gemas lalu berkata. "Gemesin banget sih lo." ucap Abizar.
"Hehe udah sana balik." titah Keyla.
"Yaudah gue balik ya, kalau ada apa apa jangan sungkan buat telpon gue oke, La." sahut Abizar.
"Iya, Al." balas Keyla.
"Masih inget aja lo panggilan kita waktu masih pacaran." pekik Abizar sambil terkekeh.
"Ya masih lah." jawab Keyla.
"Yaudah gue balik, dah." pamit Abizar.
"Dah juga."
Abizar berjalan keluar rumah Keyla, sampai di teras ia di kejutkan oleh seseorang yang sekarang telah resmi jadi istri sah nya.
”Tsabinna, apa jangan jangan dia liat gue dari tadi?” batin Abizar.
Prok prok prok
Tsabinna bertepuk tangan lalu tersenyum miris. "Gue udah liat semua nya kok, Zar." ucap Tsabinna.
"Ca, gue bisa jelasin." balas Abizar sambil memegang lengan Tsabinna.
Tsabinna menghempaskan kasar tangan Abizar. "Lo masih sayang sama masa lalu lo, haha gue salah ya? Gue salah, gue mencintai orang yang belum selesai dengan masa lalu nya." sahut Tsabinna sambil tersenyum miris.
"Haha ini semua salah gue bukan salah lo kok, gue yang terlalu berharap kalau lo bakal mencintai balik ke gue, gapapa kok Zar, kalau lo masih sayang and masih cinta sama si Keyla. Gue kasih kebebasan kok buat lo Come back. Baik ya gue haha." sambung Tsabinna sambil tertawa hambar.
"Ca, nggak gitu kok." elak Abizar.
Tapi terlambat Tsabinna sudah berlari menjauhi Abizar, ia benar benar baru pertama kalinya merasakan sakit hati karna cinta!
Perempuan memang jago untuk memaafkan seseorang, tapi perempuan juga tidak akan melupakan kejadian yang membuat hati nya sakit
__ADS_1
~Tsabinna Arabella Queenza Mahardika~