IMAM UNTUK TSABINNA

IMAM UNTUK TSABINNA
part 12


__ADS_3

Pagi ini Abizar sudah sangat tampan, rapih? Pasti nya dong, ia memakai kaos berwarna hitam dan juga celana selutut, jangan lupakan sepatu Converse yang banyak motifnya. Hari ini tepat di mana hari perpisahan angkatan nya.


Ia menatap Tsabinna yang masih setia memejamkan mata nya, Abizar berjalan ke brankar tersebut.


"Hai cantik, sekarang kita perpisahan lho." lirih Abizar.


Cup


Cup


"Aku pergi dulu ya, kamu sama mama Arafah dulu." pamit Abizar sambil mencium punggung tangan Tsabinna.


Abizar berjalan ke arah Arafah lalu mencium punggung tangan mertua nya lalu berkata. "Abi, titip dia ya ma." pamit Abizar.


"Iya sayang, hati hati ya." sahut Arafah sambil mengelus rambut hitam Abizar.


Abizar hanya tersenyum lalu mengangguk, ia pun mulai keluar dari rumah sakit tersebut.


"Tsa, bangun yuk." ucap Arafah.


"Kasian suami kamu, dia udah nyesel banget."


"Dia juga udah tulus sayang sama kamu nya."


"Mama tunggu kamu sadar sayang."


                                🐝🐝🐝🐝


Abizar melepaskan helm fullface nya lalu ia segera turun dari motor sportnya itu, ia merapihkan rambut nya yang acak acakan.


Ia mulai berjalan memasuki area sekolahan, sampai di koridor sekolah ada yang memanggil namanya.


"Abizar!" teriak Keyla.


Abizar hanya memutar bola matanya malas lalu berkata. "Apa?" tanya nya cuek.


"Kamu ganteng banget!" heboh Keyla.


"thanks." ketus Abizar lalu meninggalkan Keyla sendirian.


Keyla tak tinggal diam, ia dengan cepat berlari mengejar Abizar.


"Abi, pacaran lagi sama aku mau ya!" pekik Keyla.


Abizar menghempaskan tangan Keyla. "Diem lo!" sentak Abizar.


"Abi, kamu kenapa sih?" tanya Keyla.


"Masih nanya gue kenapa hah?" ketus Abizar.


"Emang aku buat salah ya?" tanya Keyla.


"IYA LO BUAT SALAH, SEHARUSNYA WAKTU ITU GUE GAK KERUMAH LO! COBA AJA KALAU GUE GAK KE RUMAH LO, MUNGKIN TSABINNA GAK BAKAL KOMA KAYAK SEKARANG?!" teriak Abizar.


Sontak semua murid kelas dua belas segera melihat koridor sekolah.


"LO GAK USAH TEMUIN GUE LAGI!"  bentak Abizar lalu berjalan begitu saja.


Keyla mulai menangis, apakah ia benar benar egois? Sampe Tsabinna harus koma seperti sekarang.


Lalu datang lah Raya dkk menghampiri Keyla yang sedang menunduk sambil terisak kecil.


"Kasian ya lo, udah gak di anggap lagi sama Abizar." ejek Raya.


"Makanya jangan caper deh!" timpal Viona.


"Muka di bawah standar aja, belagu mau ngajak Abi, pacaran lagi?" tanya Ria sambil menatap Keyla tajam.


Keyla menghapus air mata nya dengan kasar lalu berkata. "Seenggaknya gue udah ngerasa puas karna selama ini, gue bisa jadi pacar nya Abizar." sahut Keyla.


"Haha, bangga lo hah?" sinis Raya.


"Gak usah kepedean deh." gertak Viona.


"Lo itu cuma di jadiin pelarian waktu itu?!" sengit Ria.


"Diem lo, Ria busana?!" bentak Keyla.


"BERANI LO SAMA GUE HAH?!" tanya Ria sambil mengangkat sebelah alisnya.

__ADS_1


Saat Ria ingin menjambak rambut panjang milik Keyla, ia urungkan karna suara pembawa acara menggema di seluruh koridor SMA BAKTI SEMARANG.


"Perhatian perhatian, selamat pagi semua nya! Wah di hari yang bahagia ini, saya Amira Anindiya Pratama sebagai pembawa acara pada acara perpisahan untuk kelas dua belas sekarang, saya akan memanggilkan pak Leonardo Smith Mahardika sebagai yang memiliki sekolahan ini."


"Saya persilahkan kepada pak Leonardo Smith Mahardika, untuk menaiki panggung acara."


Setelah itu Leonardo menaiki panggung acara tersebut lalu berkata. "Selamat pagi anak-anak!"


"Selamat pagi kembali, Pak." sahut mereka serempak.


"Saya mengucapkan Terimakasih kepada kalian semua yang sudah berjuang melewati semua nya di sekolahan milik saya, dan Terimakasih juga untuk kalian yang hadir di acara ini, saya di sini ingin memberitahu jika kalian semua lulus seratus persen, selamat ya!"


Sontak semua murid yang berada di sekolah tersebut bersorak gembira.


"Saya sebagai orang tua dari Tsabinna Arabella Queenza Mahardika, kelas dua belas ipa dua, ingin meminta maaf kepada semua guru karna sikap anak saya yang tidak patut di contoh, maaf yang sebesar besarnya kepada bu Mira selaku guru BK, dan maaf buat kalian yang pernah di sakiti oleh perkataan pedas dari anak saya. Saya mohon doa nya dari kalian semua, semoga Tsabinna bisa sadar dari koma nya. Tsabinna, sudah satu bulan lebih tidak masuk sekolah karna dia sedang berjuang untuk sadar dari koma nya. Saya benar benar mohon kepada kalian semua untuk membantu mendoakan anak saya, Happy Graduation All, sekian yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf bila ada perkataan yang tidak mengenakan, saya ucapkan Terimakasih." sambung Leonardo panjang lebar.


Teman teman sekelas Tsabinna, menangis mengingat Tsabinna yang belum sadar dari koma nya itu.


"Gue gak nyangka." tangis Aurel.


"Sama hm." lirih Balqis.


"Kita jenguk yuk ke rumah sakit." ajak Stevia lalu di angguki oleh semua teman temannya.


"Baik terimakasih kepada pak Leonardo, yang sudah sempat untuk datang ke sekolahan, dan kita doa kan semoga Tsabinna cepat sadar dari koma nya." ucap Amira.


"Saya akan panggilkan Abizar Al Ghifari untuk menyumbangkan lagu spesial di hari spesial ini."


Abizar berjalan menuju panggung acara ia membawa gitar berwarna putih lalu mendaratkan bokongnya di kursi yang di sediakan di atas panggung.


"Abi, aku cinta kamu!"


"Will you marry me, Abi?"


"Pangeran gue ganteng banget aaaa."


"Sayang loveyou!"


"Abi, semangat sayangkuu gantengkuu!"


"Makin ganteng aja kalau pake kaos warna item!"


"Saya di sini akan menyanyikan lagu berjudul My Heart will go on"


Every night in my dreams


I see you, I feel you


That is how I know you go on


Far across the distance


And spaces between us


You have come to show you go on


Near, far, wherever you are


I believe that the heart does go on


Once more you open the door


And you're here in my heart


And my heart will go on and on


Love can touch us one time


And last for a lifetime


And never let  go 'till we're gone


Love was when I loved you


One true time I hold you


In my life we"ll always go on


Near, far, wherever you are

__ADS_1


I believe that the heart does go on


Once more you open the door


And you're here in my heart


And my heart will go on and on


You're here, there's nothing I fear


And I know that my heart will go on


We"ll stay forever this way


You are safe in my heart


And my heart will go on and on


"Lagu yang tadi gue nyanyiin khusus buat cewek yang sekarang lagi berjuang buat sadar dari koma nya, orang itu adalah Tsabinna Arabella cewek yang udah bikin hidup gue berwarna kembali, terimakasih untuk pak Andika yang sudah memilih saya sebagai ketos selama satu tahun di sekolah ini, terimakasih banyak." ucap Abizar lalu turun dari panggung acara tersebut.


"Oke terimakasih banyak untuk Abizar yang di cap sebagai goodboy nya SMA BAKTI SEMARANG, lagu yang di nyanyiin sama Abizar nyentuh kena hati gak sih guys?"


"Nyentuh banget!" teriak kaum hawa.


"Oke oke, sekarang kita panggilkan bu Layla sebagai kepala sekolah di SMA BAKTI SEMARANG."


"Selamat pagi anak anak yang ibu cintai dan ibu sayangi."


"Selamat pagi kembali bu!" jawab mereka serempak.


"Ibu di sini akan mengumumkan siswa terbaik, oke kita sebutkan nama nama siswa tersebut ya, Abizar Al Ghifari sebagai mantan ketos terbaik di SMA BAKTI SEMARANG, Aurelia Delivia Fernanda sebagai juara satu karate, Balqis Natalie Putri juara satu taekwondo, Tsabinna Arabella Queenza Mahardika juara umum dari kelas sepuluh, Aero Brawijaya juara satu bulu tangkis tingkat provinsi, Amira Anindiya Pratama juara dua lomba pembawa acara tingkat kecamatan, Raya Imelda Rinjani juara satu lomba menari tingkat provinsi, Ria Aleta Alexandra juara satu lomba Volly antar sekolah, sekian yang bisa ibu sampaikan, sisa nya ada di mading kalian bisa lihat sendiri, terimakasih." ucap bu Layla panjang lebar.


"Terimakasih kepada bu Layla, yang tadi namanya di sebutkan silahkan maju ke depan untuk menerima piala nya."


Setelah Amira berbicara seperti itu sontak semua orang yang juara langsung ke depan untuk menerima piala tersebut.


Acara sudah selesai lima menit yang lalu, Abizar langsung berjalan menuju parkiran. Ia membawa dua piala dan dua medali.


Abizar segera menancapkan gas mobil support nya itu untuk menuju rumah sakit.


                                  🐝🐝🐝🐝


Sedangkan di tempat lain yaitu di kamar inap Tsabinna. Arafah sedang tertidur pulas di sofa panjang yang berada di kamar inap tersebut.


Jari mungil Tsabinna bergerak lalu memanggil nama Abizar secara terbata bata.


"Abi..zar."


"Abi..zar." ucap Tsabinna terbata bata dan masih memejamkan matanya.


Arafah sontak terkejut lalu ia berjalan menghampiri putrinya.


"Sayang, kamu udah sadar hm?" tanya Arafah.


"Abi..zar." ucap nya lagi.


"Iya sayang, Abizar bentar lagi sampe kok." sahut Arafah sambil mengelus rambut Tsabinna.


Tsabinna melepaskan jari nya yang bertautan dengan Arafah, lalu mulutnya mengeluarkan darah yang cukup banyak.


"Sayang tenang ya." peringat Arafah lalu berlari keluar kamar inap.


"Dok, tolongin anak saya." teriak Arafah.


Lalu dokter Ranti dan juga dua suster langsung berlari menuju kamar inap Tsabinna.


"Astaghfirullah nak." kaget dokter Ranti yang melihat darah yang keluar dari mulut Tsabinna.


"Sus bawa Tsabinna keruang UGD." suruh dokter Ranti.


"Baik dok." jawab kedua suster tersebut lalu mendorong brankar tersebut.


"Dok, anak saya mau di bawa kemana?" panik Arafah.


"Bu tenang ya, Tsabinna saya bawa ke ruang UGD."


Arafah mengangguk lalu menelpon suami dan menantu nya itu.


Arafah menangis, ia duduk dengan lemas di lantai rumah sakit, saat mendengar dokter Ranti yang berbicara bahwa Tsabinna akan di bawa ke ruang UGD.

__ADS_1


__ADS_2