IMAM UNTUK TSABINNA

IMAM UNTUK TSABINNA
part 6


__ADS_3

Tsabinna mengendarai mobil nya dengan ugal-ugalan. dia tidak peduli jika diri nya harus kecelakaan, sebab mood Tsabinna masih sama seperti pagi.


"Huh gila, bisa stress gue kalau nikah sama si ketos sok cool." ucap Tsabinna yang menatap layar ponselnya.


Tsabinna saat ini sedang berada di sisi danau, dia tidak keluar dari mobil nya, alasannya hanya satu yaitu males!


Drt drt drt


"Lo dimana, Tsa."


"Dimana aja yang gak ada lo nya."


"Gue serius ya! Sekarang kan kita di suruh ke butik nya tante gue, buat nanti acara tunangan."


"Males gue, lo nikah sendiri aja."


"Tsa, lo mau jadi batu?"


"Dih sudi najis, ntar muka gue yang cantik mau di taro di mana!"


"Yaudah kalau lo gak mau ke sini sih ya gapapa, gue tinggal nelpon om Leonardo aja kalau anaknya ngebantah"


"Ish nyebelin! iya gue otw."


"Gak boleh kasar sama suami."


Tutt


"Geli anjir nih bocah pake ngomong suami segala ih." ucap Tsabinna.


Lalu Tsabinna menancapkan gas nya untuk ke butik tante Abizar, kata nya sih nama butik nya 'Butik Bu Syifa'


Tsabinna menghabiskan waktu selama dua puluh menit, akhirnya Tsabinna sudah sampai di depan butik itu.


"Abizar." panggil Tsabinna yang baru saja turun dari mobil nya.


Abizar sontak terkejut karena suara Tsabinna yang menurutnya imut. "Eh sayang udah dateng hm." tanya Abizar lembut.


Tsabinna di buat melongo oleh nya sejak kapan nih cowok jadi lebay.


”Lo pikir gue baper.” batin Tsabinna.


"Wah ini calon istri nya nak Abizar, ya?" tanya tante Syifa antusias.


"Iya tan, gimana cantikan?" timpal Abizar yang sedang merangkul Tsabinna dengan posesif.


Tsabinna hanya tersenyum canggung lalu berkata. "Ha..halo tante." gugup Tsabinna.


"Halo juga cantik, nama kamu siapa?" tanya tante Syifa.


"Tsabinna." jawab Tsabinna sambil tersenyum manis.


"Nama nya aja cantik apa lagi orang nya, eh iya yuk masuk." ajak nya lalu masuk ke dalam butik miliknya.


Tsabinna berusaha sekuat tenaga agar terlepas dari rangkulan iblis berbentuk manusia.


"Jangan dilepas sayang." bisik Abizar


Sontak Tsabinna langsung merasa merinding dengan panggilan sialan itu. "Terserah lo!" ketus Tsabinna lalu berlari masuk ke dalam butik.


Abizar hanya terkekeh. "Gemes banget sih calon istri gue." bangga Abizar lalu memasuki butik milik tante nya.


                                  ****


"Coba yang ini nih baju nya sayang." titah tante Syifa.


"Tante, kasih yang warna cerah dong." pinta Abizar ribet sendiri.


"Lho kenapa kamu yang ribet sendiri sih, Zar." tanya tante Syifa.


"Itukan terlalu gelap, Tan." rengek Abizar sambil menggoyangkan lengan tante Syifa.


Tsabinna lagi lagi di buat melongo karna sifat Abizar. ”Abizar manja ternyata.” batin Tsabinna.


"Dih apaan sih kamu, liat tuh calon istri kamu kaget liat kamu ngerengek." ucap tante Syifa lalu berjalan menghampiri Tsabinna yang tengah melamun sambil menatap Abizar.


"Tante tau kalau Abi, itu ganteng gak usah di liatin terus." goda tante Syifa


"Eh nggak kok, siapa juga yang liatin tuh anak boncel." sahut Tsabinna.


"Ih ayang kok manggil aku anak boncel sih." ucap nya sambil mengerucutkan bibir nya.


Menggemaskan!


"Nih sayang cobain gih." titah tante Syifa.


"Iya tante." ucap Tsabinna lalu berjalan ketempat ganti.


Setelah lima menit menunggu, akhirnya Abizar bisa melihat pemandangan bidadari surga nya ini.


”Subhanallah banget calon istri gue, jadi pengen peluk yang lama.” batin Abizar.

__ADS_1


Tsabinna telah berdiri di depan tante Syifa dan juga Abizar, bagaimana Abizar bisa melihat ke sana kemari jika di depan nya ini sungguh memanjakan mata.


Tsabinna menggunakan baju kebaya dengan model terbaru, baju nya berwarna abu abu dengan lengan panjang, jangan lupakan kulit yang benar benar glowing. Menambah pesona seorang Tsabinna Arabella.


Grep


Abizar memeluk nya dengan sangat erat, sontak Tsabinna kaget tingkat akut. Lalu dia mencubit lengan Abizar.


"Awsh sakit ih." lirih Abizar.


"Belum muhrim, Zar." peringat tante Syifa sambil terkekeh.


"Buat malem nya mau pake baju kebaya songket atau dress aja?" tanya tante Syifa menatap dua sejoli di depannya.


"Dress aja, Tante." sahut Abizar.


"Tsabinna setuju kan?" tanya tante Syifa.


"Setuju kok, Tante." final Tsabinna.


"Yaudah, ayo sekarang kamu cobain tuxedo warna abu abu nya, Zar." suruh tante Syifa.


"Oke deh." ucap nya antusias lalu berlari memasuki kamar ganti.


Dua menit kemudian Abizar telah menggunakan tuxedo berwarna abu abu. Tsabinna yang melihatnya hanya menganga kagum tak di sangka calon suami nya ini benar benar tampan!


”Beruntung banget gue punya suami kayak dia, ganteng banget anjir.” batin Tsabinna


"Gimana aku ganteng gak?" goda Abizar menatap Tsabinna.


Lalu Tsabinna mengangguk antusias lalu berkata. "Ganteng banget." ucap nya tidak sadar dengan ucapannya.


"Aku emang ganteng." balas Abizar tersenyum bangga.


"Apaan sih lo, narsis banget." sinis Tsabinna.


Tante Syifa hanya menggeleng melihat dua sejoli ini lalu berkata. "Udah gausah ribut, gih pulang bentar lagi magrib." lerai tante Syifa.


Lalu kedua nya hanya mengangguk, setelah itu mereka berdua berpamitan kepada tante Syifa.


Sesampainya di parkiran Abizar melirik Tsabinna dari samping.


”Cantik.” batin Abizar


"Kenapa lo liatin gue nya gitu banget?!" ketus Tsabinna.


"Lo cantik kalau..-" gantung Abizar


Blus


"Ternyata gue bisa luluhin hati cewek yang paling galak di sekolah." bangga Abizar sambil tersenyum miring.


"Apaan sih gaje lo." sinis Tsabinna lalu memasuki mobilnya.


"Pipi lo merah, gue suka." teriak Abizar lalu menyusul Tsabinna yang sudah berada di mobil miliknya.


"Lo ngapain sih ikutin gue?!" tanya Tsabinna ngegas.


"Gue mau ikut, gak bawa motor." ucap nya sambil cengengesan.


"Ih ya naik taxi aja ribet banget sih!" gerutu Tsabinna.


Bukannya Tsabinna tega meninggalkan calon suami nya ini sendirian, tapi jantung nya tidak sehat jika terus berada di dekat Abizar.


"Gak bawa uang." ucap Abizar di sedih sedih kan sambil menekuk wajah nya.


"Yaudah buruan masuk." pasrah Tsabinna.


Selama perjalanan atmosfer di dalam mobil Tsabinna sungguh menegangkan, canggung itu lah yang mereka berdua rasakan. Pasalnya pertama kali nya mereka satu mobil berdua, jadi wajar saja jika merasa canggung.


"Rumah lo dimana, Zar?" tanya Tsabinna memecahkan keheningan.


"Nanti di depan ada perumahan namanya jalan anggrek nomor lima." sahut Abizar yang masih fokus ke layar ponselnya.


Tsabinna hanya ber-oh ria saja, sambil menyanyi mengikuti lirik lagu yang dia putar di mobilnya.


Restu nya tak berpihak pada kita


Mungkin kah aku meminta


Kisah kita selama nya


Tak terlintas dalam benak ku


Bila hari ku tanpa muu


Segala cara tlah ku cobaa


Pertahanan cinta kita


Selalu ku titipkan dalam doa ku

__ADS_1


Tapi ku tak mampu


Melawan restuuuu


"Suara lo merdu banget gila." kagum Abizar.


"Ah bisa aja lo." balas Tsabinna.


"Ca liat sini deh." titah Abizar.


"Nama gue Tsabinna bukan Ca." sahut Tsabinna.


"Gapapa gue panggil jadi Tsabinna aja ya." pinta Abizar.


"Iya deh serah lo aja." pasrah Tsabinna.


"Ca, liat sini ih." pinta Abizar sambil mengarahkan ponsel nya yang berlogo apel di gigit.


Abizar sedang membuat video yang sedang viral saat ini.


Mau liat cantiknya aku gak?


Kebetulan saat itu Tsabinna menengok ke arah Abizar dengan senyuman manis nya.


And you!


"Abi, ih jail ya lo." ketus Tsabinna.


"Cantik banget sih." gemas Abizar sambil menguyel nguyel pipi gembulnya Tsabinna.


"Dasar bucin!" sindir Tsabinna.


Abizar hanya terkekeh pelan menatap layar ponselnya yang menampilkan wajah cantik calon istrinya itu.


Setelah menghabiskan waktu lima belas menit, akhirnya sekarang Tsabinna sudah sampai di depan rumah Abizar.


"Ayo ke rumah dulu." pinta Abizar.


"Lho, mau ngapain?" tanya Tsabinna bingung


"Gak tau tadi Mama ngasih tau, kalau lo di suruh mampir dulu." pinta Abizar.


"Yaudah ayo." pasrah Tsabinna.


Kini Abizar dan juga Tsabinna sedang berada di ruang keluarga bermarga Ghifari.


"Wah mantu Mama." ucap Mawar antusias.


"Hai tante." sapa Tsabinna.


"Udah mau jadi mantu masa manggilnya tante terus sih, panggil Mama aja." titah Mawar.


"Iya tan eh iya Ma." sahut Tsabinna.


"Ayo duduk dulu nak." suruh Mawar.


"Eh mantu Papa, dateng juga." sapa Rorenzo.


"Apa kabar, Pa?" sahut Tsabinna.


"Baik dong, oh iya tadi orang tua kamu udah ke sini." ucap Rorenzo.


"Mau apa orang tua aku kesini, Pa?" tanya Tsabinna.


"Jadi gini, acara pertunangan kalian di batalin." jawab Rorenzo.


Sontak Abizar melototkan mata nya. "Papa, gak bisa gitu dong." rengek Abizar.


"Diem dulu. Papa, belum selesai bicara nya." sambung nya.


"Yaudah lanjutin Pa." pinta Abizar.


"Kalian tidak perlu tunangan segala, besok kalian langsung nikah aja." jawab Rorenzo.


"Apa?!" kaget Tsabinna dan juga Abizar bersamaan.


"Asik nikah." pekik Abizar tersenyum senang.


"Tapi gimana sama orang tua aku, Pa?" tanya Tsabinna.


"Mereka udah setuju kok." timpal Mawar.


"Mau kan sayang?" tanya Mawar menatap calon mantu nya.


"Iya aku mau, Ma." cicit Tsabinna.


"Bagus deh, yaudah Abi kamu anterin gih." suruh Rorenzo.


"Oke pa." sahut nya lalu menarik pergelangan tangan Tsabinna.


Setelah itu Tsabinna pulang di antarkan oleh calon suami nya itu.

__ADS_1


Lucu ya liat mereka, tadi nya kayak tom and jerry eh sekarang malah di satuin dalam ikatan suami istri.


__ADS_2