
Setelah sampai di rumah nya, Tsabinna langsung pergi ke kamar nya, ia mulai menurunkan Aldeon dari gendongannya. Bayi mungil itu menatap Tsabinna
"Hai jagoannya, Bunda." sapa Tsabinna sambil menghapus air mata nya.
"Bunda gapapa kok." ucap Tsabinna sambil tersenyum getir.
Setelah itu Aldeon tertidur pulas. Tsabinna yang melihat itu hanya terkekeh gemas, melihat anak nya yang begitu gampang untuk tidur seperti Abizar.
Mata Tsabinna memanas kala mengingat kejadian beberapa menit yang lalu, hati nya benar benar sakit, ia merasa di tarik ulur oleh Abizar. Kemarin Tsabinna benar benar di perlakukan layak nya ratu oleh Abizar.
"Gue benci air mata." ucap Tsabinna sambil menghapus kasar air mata nya.
Tsabinna memutuskan untuk mandi, karna sekarang sudah pukul setengah empat sore. Ia pun mulai mengerjakan tugas kuliahnya. Tsabinna akui kuliah dan menjaga anak tidak lah mudah, hal itu membuat Tsabinna sering kali mengeluh.
Oek oek oek
Tangisan bayi mungil itu terdengar di kamar mereka, Tsabinna langsung menggendong Aldeon dan menepuk pantat nya. Aldeon masih saja menangis, Tsabinna berinisiatif untuk membuatkan susu formula untuk sang putra.
"Sabar ya sayang, ini lagi di buatin susu." ucap Tsabinna sambil menggoyangkan tubuh Aldeon.
Setelah selesai membuatkan susu untuk putra nya, Tsabinna langsung memangku laptop nya dan mulai mengerjakan tugas kuliahnya. Beruntung sekali baby Aldeon langsung berhenti menangis kala meminum susu formula itu. Tsabinna tersenyum manis, ia menatap Aldeon dengan tatapan kagum.
Anaknya yang berusia satu tahun itu sangat tampan, bahkan ia menyukai anaknya. Ah gila sekali!
Tsabinna berjalan ke tempat tidur Aldeon, ia menatap putra nya yang menghisap dot bayi di botol susunya. Tsabinna terkekeh geli menatap putra nya yang sibuk menghisap dot bayi padahal susu nya sudah habis tandas.
Lalu Tsabinna mulai menggendong Aldeon, ia mulai memandikan putra nya itu, setelah selesai Tsabinna menggendong Aldeon ke arah taman untuk bermain.
Sesampainya di taman, Aldeon tertawa melihat banyak anak anak yang sedang bermain di taman tersebut, Tsabinna bahagia jika anak nya pun bahagia.
Dirasa sudah cukup bermain, Tsabinna pulang dengan membawa Aldeon yang sedang tertidur pulas.
"Bobo yang nyenyak anak Bunda." ucap Tsabinna.
Cup!
Tsabinna duduk di kursi belajar nya, ia menatap langit sore yang begitu indah. Dirinya masih memikirkan perilaku Abizar saat berada di kantor siang itu.
"Dunia kejam banget ya, sampe gak izinin gue buat bahagia." ujar Tsabinna sambil tersenyum getir.
Tok tok tok
Tsabinna berlari membukakan pintu utama rumah nya, ia menatap tamu tersebut dengan tatapan kaget.
"Tsa, kangennnn." ucap Aurel memeluk tubuh mungil Tsabinna.
Tsabinna membalas pelukan itu. "Kalian kemana aja?" tanya Tsabinna menatap ketiga nya.
__ADS_1
"Emang gak di tawarin masuk dulu?" sindir Balqis.
Tsabinna menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. "Eh iya, ayo masuk." ajak Tsabinna.
Mereka bertiga pun langsung masuk ke dalam rumah mewah milik Tsabinna dan juga Abizar.
"Kalian mau minum apa?" tanya Tsabinna.
"Udah gak usah." tolak Aurel.
"Iya, kita bisa kok ambil sendiri." timpal Stevia
Tsabinna hanya mengangguk, lalu ia mulai mendaratkan bokongnya di sofa panjang tersebut.
"Jadi kalian selama ini kemana aja?" tanya Tsabinna heran.
"Kalau gue sih ngurus pendaftaran kuliah di Australia." jawab Aurel
"Gue mah lagi sibuk sibuk nya ngerjain tugas, soalnya gue masuk Universitas Indonesia". timpal Balqis.
"Kalau aku sih, lagi sibuk bantuin mama di Amsterdam" sahut Stevia.
Tsabinna hanya ber oh ria saja. "Kenapa gak masuk univ sini aja sih?" tanya Tsabinna.
Mereka bertiga hanya cengengesan gak jelas. Maklum lah teman teman Tsabinna memang gila semua, otak nya pada sableng.
Tsabinna mengerutkan kening nya bingung. "Tau dimana kalau gue udah punya anak?" tanya Tsabinna.
"Kan lo suka posting foto anak lo!" sambar Aurel.
Tsabinna cengengesan. "Iya juga ya, anak gue lagi bobo." jawab Tsabinna.
"Oh iya deh, btw Abizar kemana?" tanya Balqis.
"NGEPET!" balas Tsabinna ngegas.
Balqis terkekeh. "Biasa aja mbak!" sahut Balqis.
Mereka berbincang bincang banyak, sampai mereka tidak menyadari jika hari sudah semakin gelap. Mereka bertiga menunaikan sholat magrib di kamar Tsabinna.
Setelah melaksanakan sholat berjamaah, mereka pamit untuk pulang karna besok mereka harus berangkat kuliah. Tsabinna membereskan ruang tamu nya yang tampak seperti kapal pecah, jangan tanyakan ulah siapa, yang pasti ulah nya sahabat gila nya Tsabinna.
****
Abizar sudah pulang, ia duduk di sofa panjang yang terletak di ruang keluarga. Abizar celingak-celinguk mencari keberadaan istri dan juga anaknya.
Abizar merasa bersalah karna sudah membentak Tsabinna, tidak seharusnya ia lepas kendali saat di kantor. Pasti istrinya marah karna Abizar bentak saat siang tadi.
__ADS_1
Abizar sudah selesai dengan ritual mandinya, ia mulai menaiki kasur king size nya. Ia memeluk tubuh istri kecilnya yang sudah tertidur pulas.
"Maafin aku, tadi gak sengaja." bisik Abizar
"Good sleep and happy sweet dreams my little wife."
Cup!
Pagi ini Tsabinna baru terbangun dari tidur nya, ia menatap jam dinding di kamar tersebut.
Tsabinna membulatkan mata nya kaget. "Astaghfirullah jam setengah tujuh?!" kaget Tsabinna.
"Aku gak sholat subuh, maafin aku ya allah". ucap Tsabinna sambil menetes kan air mata nya.
Abizar keluar dari kamar mandi, ia melongo menatap Tsabinna yang seperti sedang berdoa sampai keluar air mata segala.
"Kamu lagi ngapain?" tanya Abizar.
Tsabinna mendongak. "Bukan urusan lo." jawab Tsabinna datar.
Lalu Tsabinna langsung berjalan ke kamar mandi, untuk melaksanakan ritual mandinya. Ia tidak masuk kuliah hari ini karna Tsabinna merasakan tidak enak badan.
Tsabinna sudah selesai dengan ritual mandi nya. Ia sedang bercermin pagi ini, jujur saja Tsabinna merasa tidak enak badan dari semalam tubuh nya seperti di lempar lempar.
Ia pun mulai menuju ruang makan, ia menatap Abizar yang makan dengan lahap. Tsabinna merindukan Abizar tapi sayang rasa kecewa nya lebih besar dari pada rasa sayang nya.
Abizar menatap Tsabinna sambil tersenyum manis. "Sini sarapan bareng." ajak Abizar.
"Bukannya sekarang kuliah pagi ya?" sambung Abizar.
Tsabinna sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Abizar, ia menatap Abizar dengan tatapan kebencian. Biar lah jika ia harus mendapatkan dosa karna begitu judes kepada suaminya. Tapi salahkan suaminya yang membuat Tsabinna seperti ini.
"Masih marah ya?" tanya Abizar sambil mengelus rambut Tsabinna.
Tsabinna menghempaskan tangan Abizar dengan kasar. "Gak usah sentuh rambut gue!" sarkas Tsabinna.
Abizar menghela nafas panjang. "Maafin aku karna udah bentak kamu." lirih Abizar.
Plak
"GUE GAK PERMASALAHIN BENTAKAN LO, GUE KECEWA SAMA LO YANG MASIH NYIMPEN PERASAAN LO SAMA SI KEYLA!". murka Tsabinna.
Abizar hanya menunduk, dirinya tidak bisa mengelak karna semua yang Tsabinna ucapkan benar.
"Maafin aku." ucap Abizar sambil menunduk.
"Kalau masih sayang sama masa lalu lo, kejar dan dapatkan dia kembali!" sindir Tsabinna lalu menaiki tangga menuju kamar mereka.
__ADS_1
Abizar menatap Tsabinna dengan sendu. Ia benar benar tidak sengaja untuk membela Keyla. Tapi entah mengapa ada gejolak yang tidak beres di hati Abizar saat bertemu dengan Keylovie Nasution atau yang sering di sebut Keyla. Gadis masa lalu nya, ia juga bingung dengan perasaan nya kepada Tsabinna dan juga Keyla.