
Malam ini tepat pukul tujuh malam, pesta pernikahan Tsabinna dan juga Abizar sudah di mulai. Tsabinna sudah mengganti baju kebaya nya dengan menggunakan dress selutut.
Tsabinna saat ini sedang duduk di sofa yang di khusus kan untuk pengantin perempuan maupun laki laki.
"Kapan selesainya sih, cape gue." gerutu Tsabinna yang sudah tidak tahan lagi menggunakan dress selutut itu.
"Sabar sayang." bisik Abizar sambil tersenyum manis.
Tsabinna menatap Abizar jengah, pasalnya dari tadi cowok tersebut hanya membalas dengan kata 'Sabar'.
Tak lama dari itu Tsabinna melihat dua orang yang berjalan ke arahnya, dan orang itu tidak asing bagi nya.
Orang itu adalah, Oma Anletta dan juga Om Varren Libereto. Tak lama dari itu Oma berserta om Varren sampai di depan hadapannya.
"Omaaaaa, aku kangen." tangis Tsabinna lalu berhamburan memeluk oma Anletta.
"Ya ampun cucu Oma, udah besar ya." jawab oma Anletta sambil mengelus rambut panjang cucunya itu.
"Maafin aku gak bisa jengukin Oma sama om Varren." ucap Tsabinna sambil terisak kecil.
"Please lah gak usah panggil gue om, lo itu anak dari abang gue!" ketus om Varren.
"Maaf aku khilaf." jawab Tsabinna cengengesan.
"Selamat menempuh hidup baru ya sayang." ucap oma Anletta.
Lalu di balas anggukan oleh sang empu sambil terus terisak. Terakhir dia menjenguk sang Oma saat dia masih menginjak kelas satu SMP. Lama bukan? Jadi wajar saja jika Tsabinna masih terus terusan terisak.
"Oma titip dia ya nak, Abizar." ucap oma Anletta.
"Iya aku jagain kok, Oma." balas Abizar sambil tersenyum manis.
"Udah gak usah cengeng lo!" sinis om Varren.
"Apaan sih Om, mana tante Kirana?" tanya Tsabinna.
"Gak ikut, jagain Arkan soalnya dia rewel terus." jawab om Varren.
"Kangen sama baby Arkan." ucap Tsabinna lalu menangis kembali.
"Gila lo cengeng banget, gak malu udah punya suami lo!" sindir om Varren.
Tsabinna seolah tuli oleh sindiran yang di berikan oleh Varren, dia hanya fokus pada satu kegiatan yaitu menangis!
"Gue titip cewek nakal itu ya!" seru Varren
"Iya gue jagain kok, Om." sahut Abizar lalu di balas anggukan oleh Varren.
Abizar mendongak ke arah samping menatap istrinya yang sedang memandangi ponselnya itu, Abizar sih bodo amat dengan urusan istrinya itu.
Hari mulai malam dan pesta pun telah selesai beberapa menit yang lalu, kini kedua pengantin baru sedang berada di hotel bintang lima yang sudah di booking oleh Rorenzo papa Abizar.
__ADS_1
"Lo mandi sana." titah Abizar yang baru saja mendaratkan bokongnya di sofa empuk tersebut.
"Iya gue mandi!" ketus Tsabinna lalu berjalan menuju kamar mandi.
Sesampainya di kamar mandi, Tsabinna komat kamit sendiri pasalnya dress yang ia gunakan terdapat dua kancing kecil di belakang dress tersebut.
"****** gimana gue buka nya susah banget!" gerutu Tsabinna
"Ribet tau gak sih pake dress segala!"
"Terus gue harus gimana, yakali minta tolong sama Abizar!" gumam Tsabinna
"Udah lah minta tolong aja, buat sekarang gengsi nya ilangin dulu!" ucap Tsabinna lalu berjalan keluar dari kamar mandi.
Pemandangan pertama yang ia lihat adalah Abizar yang sedang memejamkan mata nya.
”Ganteng banget.” batin Tsabinna.
Lalu Tsabinna menggeleng keras, setelah itu Abizar membuka mata nya.
"Kenapa belum mandi hm?" tanya Abizar.
"Gu..gue gak bisa buka kancing dress belakangnya." gugup Tsabinna sambil mengigit bagian bawah bibirnya.
Abizar hanya terkekeh gemas melihat istrinya yang begitu menggemaskan lalu dia berkata. "Sini gue bantu bukain, gak usah di gigit bibir nya ntar berdarah." oceh Abizar.
Tsabinna hanya mengangguk lalu berjalan mendekati Abizar. "Jangan modus lo!" ketus Tsabinna.
Sesudah membukakan kancing dress Tsabinna, akhirnya ia dapat membersihkan tubuhnya. padahal ia mengantuk karena menunggu Tsabinna yang mandinya nauzubillah LAMA!
Bruk
Abizar menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk tersebut, sontak ia mendapatkan pukulan kecil dari Tsabinna.
"Kenapa sih, Tsa?" tanya Abizar polos.
"Lo bilang kenapa hah?" ucap Tsabinna menatap Abizar dengan tatapan membunuh.
"Kan gue gak buat salah kali." balas Abizar membela diri nya sendiri.
"RAMBUT LO BASAH!” murka Tsabinna.
"Allahuakbar, telinga gue pengang nih." adu Abizar sambil mengelus telinga nya.
"SANA KERINGIN DULU RAMBUT LO, ZAR?!" suruh Tsabinna ngegas.
"Gak usah ngegas santai aja bisa 'kan Sayang?" tanya Abizar sambil menaikan sebelah alis nya.
Tsabinna bungkam mendengar jawaban yang di lontarkan oleh Abizar, salting? Pasti lah.
Gimana gak salting sih, Tsabinna belum pernah pacaran sama sekali eh malah langsung nikah. Gimana gak salah tingkah nya coba.
__ADS_1
"Keringin rambut gue dong, Ca." titah Abizar membuyarkan lamunan Tsabinna.
Tsabinna menatap sinis sang empu lalu mengambil handuk kecil yang ia taruh di nakas lalu berkata. "Guna nya punya tangan apa sih?" sinis Tsabinna.
Abizar hanya menggeleng lalu menikmati pijatan dari istrinya itu. "Gue ngantuk sumpah, Ca". ucap Abizar dengan mata yang terpejam.
"Kalau ngantuk ya tinggal tidur, Marpuah!" sahut Tsabinna.
Karna kesal tidak ada jawaban yang di lontarkan oleh Abizar, akhirnya Tsabinna berinisiatif untuk melihat Abizar.
"Lah tidur nih bocah." ucap Tsabinna.
"Bodo amat ah, gue gak bisa naikin dia ke kasur."
Setelah itu Tsabinna langsung menaiki kasur empuknya itu, ia tidak peduli dengan posisi tidur Abizar.
Tsabinna mulai memasuki alam mimpinya dengan tidur sangat nyaman berkat kasur empuk itu.
Sedangkan posisi tidur Abizar hanya menggunakan lesehan karpet berbulu yang berwarna putih.
Matahari sudah menampakan dirinya, sedangkan dua pengantin baru tersebut masih bergelut dengan mimpinya.
Tak lama dari itu Abizar terbangun merasakan badan nya yang luar biasa sakit!
Lalu Abizar menengok ke kanan dan ke kiri, bukankah diri nya sedang bermalam di hotel? pikir Abizar
"Buset dah gue tidur di lesehan karpet doang?". ucap Abizar lalu berdiri dari duduknya mata nya mengarah ke arah istrinya.
Dimana Tsabinna tidur sangat nyenyak bagaimana tidak nyenyak dia tidur di kasur super duper empuk sedangkan Abizar hanya tidur di lesehan karpet berbulu.
"Enak banget ya lo tidur nya!" ucap Abizar lalu diri nya mempunyai ide untuk menjahili Tsabinna.
"TSABINNA, AYO SEKOLAH!" teriak melengking Abizar sukses membuah kan hasil.
Sontak Tsabinna langsung terduduk dan membuka mata nya sempurna. "Gue dimana ini?" gumam Tsabinna.
"Heh enak ya lo tidur!" ketus Abizar.
"Kok ada lo sih, jujur lo abis apain gue hah?!" panik Tsabinna.
"Dih dasar gila!" ucap Abizar lalu jalan menuju kamar mandi.
Tsabinna menepuk jidatnya lalu berkata. "Gue baru inget kalau kemaren kan gue udah resmi jadi istrinya Abizar." ucap Tsabinna.
Lalu Tsabinna membereskan kasur empuk tersebut. Selang beberapa menit keluarlah Abizar dengan anduk yang melilit di pinggang cowok berprawakan tinggi tersebut.
Tsabinna meneguk salivanya susah payah, melihat intens tubuh kotak kotak Abizar, Membuatnya langsung menggelengkan kepala.
"Kenapa hm, mau sentuh roti sobek nih." tawar Abizar sambil mendekati Tsabinna.
"Abizar sinting!" teriak Tsabinna sambil berlari menuju kamar mandi itu.
__ADS_1
Abizar tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku Tsabinna, menurut nya Tsabinna tidak terlalu buruk untuk jadi teman hidup nya bukan.