IMAM UNTUK TSABINNA

IMAM UNTUK TSABINNA
part 25


__ADS_3

Tsabinna sudah selesai melaksanakan sholat subuh nya, ia pun mulai mandi dan menyiapkan sarapan untuk putra nya. Sekarang adalah hari dimana pernikahan Abizar dan Keyla di adakan. Tsabinna dan Abizar belum bercerai. Entah mengapa, Tsabinna sudah menganggap bahwa ia adalah Single Parents.


"Al, bangun yuk." ucap Tsabinna sambil mengelus pipi gembul Aldeon.


"Eungh, bunda aku masih ngantuk." balas Aldeon dengan suara khas bangun tidur.


"Sekarang kan kita mau ke gedung bintang lima." jawab Tsabinna.


"Eh iya, ayo bun." sahut Aldeon antusias.


Aldeon sekarang sudah berumur empat tahun ya. Dan bulan depan ia sudah lima tahun.


"Bunda, kita mau ngapain ke gedung?" tanya Aldeon.


"Ada deh, kamu gak boleh tau." jawab Tsabinna.


Aldeon hanya mengangguk, lalu ia mulai menunggu sang bunda di mobil BMW milik bundanya itu. Tsabinna masih memakai make up.


Air mata Tsabinna turun dengan sendirinya, ia benar benar sakit mengetahui jika Abizar akan menikahi Keyla. Orang tua Tsabinna marah besar, mereka ingin Tsabinna dan Abizar cerai. Kedua orang tua nya pindah ke rumah yang berada di LA.


Mansion orang tua nya kini Tsabinna dan Aldeon tempati, mereka berdua sudah tidak tinggal lagi di rumah yang dulu.


"Kuat harus kuat pokoknya." ucap Tsabinna menatap pantulan muka nya di cermin.


Tsabinna dan Aldeon sudah sampai di gedung bintang lima. Aldeon mengerutkan kening nya bingung, seperti acara pernikahan pikirnya.


Aldeon menatap ayah nya yang sedang tertawa dengan seorang wanita, tapi wanita itu bukan lah bunda nya. Ayah nya sangat tampan menggunakan tuxedo hitam melekat.


"Bun, ayah kok ketawa sama cewek lain?" tanya Aldeon.


Tsabinna menatap Abizar. "Gapapa sayang." sahut Tsabinna.


Acara pun di mulai, Tsabinna menangis mendengar ijab kabul yang Abizar ucapkan begitu lancar. Padahal ia tidak ingin Abizar menikah lagi tapi mau bagaimana pun ini salah Abizar dan Abizar juga harus bertanggung jawab atas perbuatannya.


Kini giliran tamu menyalami pengantin tersebut, Tsabinna menatap Abizar yang sedang tersenyum bahagia bersama istri kedua nya yaitu Keylovie Nasution. Hati nya benar benar sakit tapi bagaimana pun ia harus mengikhlaskan Abizar dengan Keyla.


"Bun, kenapa ayah nikah lagi?" tanya Aldeon.


"Bunda gak tau sayang." balas Tsabinna getir.


Tsabinna menggandeng tangan Aldeon menuju pelaminan. Sesampainya di pelaminan Tsabinna tidak kuasa menahan air mata nya untuk tidak keluar.


"Selamat menempuh hidup baru." ujar Tsabinna.


Abizar menatap Tsabinna sendu. "Makasih, aku bakal luangin waktu buat kalian berdua kok." balas Abizar.


Tsabinna tidak mendengar kan perkataan Abizar yang menurutnya hanya omong kosong!


"Ayah jahat!" sambar Aldeon.


Tsabinna terkejut dengan perkataan Aldeon. "Sayang gak boleh gitu." peringat Tsabinna.


Aldeon hanya menatap kedua mempelai pengantin dengan tajam. Aldeon berjanji akan terus membenci ayah dan wanita di samping ayahnya.


Tsabinna menyalami tangan Keyla. "Selamat, lo berhasil bikin Abizar balik lagi sama lo, inget ya Key, gak ada laki laki baik kalau hasil ngerebut punya orang." tekan Tsabinna.


Keyla hanya mengedikan bahu nya acuh. Ia bahagia karna Abizar bisa kembali padanya.


                               🦋🦋🦋🦋


"Aku benci sama ayah." oceh Aldeon saat sedang berada di mobil bunda nya.

__ADS_1


Tsabinna hanya menatap kosong ke arah depan. "Gak boleh gitu dong." sahut Tsabinna.


"Pokoknya Al benci!" gerutu Aldeon.


Tsabinna hanya mendengarkan ocehan sang anak, ia bingung harus menjawab apa. Aldeon terus saja menggerutu karna ayah nya nikah lagi.


"Bun, kenapa sih ayah nikah lagi?" tanya Aldeon.


Tsabinna hanya mengedikan bahu nya tidak tau. Ia tidak mungkin memberi tau hal yang membuat Abizar harus menikahi masa lalu nya. Tsabinna mencoba ikhlas tapi diri nya tidak bisa mengikhlaskan laki laki yang brengsek.


Sesampainya di mansion, Aldeon berlari menuju pintu utama. "Bunda cepetan bukain pintunya." teriak Aldeon.


Tsabinna segera turun dari mobil, ia pun segera membuka pintu mansion menggunakan kunci.


"Silahkan masuk pangeran." ujar Tsabinna.


"Telimakasih putli cantik." balas Aldeon lalu memasuki mansion tersebut.


Tsabinna hanya terkekeh gemas, tidak terasa satu bulan lagi anaknya sudah memasuki usia lima tahun, yang artinya Aldeon akan masuk sekolah TK. Ia benar benar bersyukur kepada tuhan, karna telah di pertemukan dengan Aldeon.


Tsabinna merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang terletak di ruang keluarga. Ia menatap Aldeon yang sedang bermain mobil mobilan-nya.


Drt drt drt


"Hallo Tsa, gue maen ke rumah lo boleh gak?"


"Boleh aja."


"Oke gue sekarang otw."


Tutt


Tsabinna berjalan menuju Aldeon. "Al, ada yang mau maen ke sini." ucap Tsabinna.


"Nanti juga kamu tau, bunda ke atas dulu ya." pamit Tsabinna.


"Iya bunda." jawab Aldeon.


Tok tok tok


Maid membukakan pintu utama Mansion tersebut.


"Maaf, nyari siapa ya mas?" tanya Maid tersebut.


"Tsabinna nya ada?" tanya Bara.


Maid tersebut mengangguk. "Mari masuk dulu mas." ajak nya.


Bara hanya mengangguk, lalu ia mulai mendaratkan bokong nya di sofa yang berada di ruang tamu.


"Saya ambilkan minum dulu bentar ya." ucap Maid.


"Oh iya." sahut Bara.


Teriakan melengking itu terdengar ke telinga Bara, ia sudah tau pasti itu suara Aldeon.


"Wah ada ayah Bala." ucap Aldeon sambil berlari menuju ruang tamu.


Aldeon langsung memeluk tubuh tegap milik Bara, ia senang jika bertemu dengan Bara. Bara terus menciumi setiap inci wajah tampan Aldeon.


"Ayah, apa kabal?" tanya Aldeon.

__ADS_1


"Baik, kalau Al gimana?" tanya Bara.


"Al, juga baik kok Ayah." jawab Aldeon.


Bara hanya tersenyum menanggapi. "Bunda, mana?" tanya Bara.


"Bunda di kamal, nanti juga tulun ke bawah." cicit Aldeon.


Bara hanya mengangguk saja. "Al tadi lagi ngapain hm?" tanya Bara.


"Ini lagi main mobil mobilan tapi gak ada temen nya." sahut Aldeon.


"Bang Bara temenin mau?" pekik Bara.


Aldeon mengangguk antusias. "Bukan bang tapi ayah Bala." koreksi Aldeon.


Bara terkekeh gemas melihat anak yang begitu lucu. "Oke, ayo kita main." ajak Bara.


"Mas, ini minumannya." ucap Maid.


"Bawa lagi aja ke dapur ya." titah Bara.


Maid tersebut hanya mengangguk lalu mulai berjalan menuju dapur. Bara dan Aldeon hampir mirip dengan ayah dan anak.


Bara mengajak Aldeon yang antusias main mobil mobilannya. Ia mengelus rambut Aldeon dengan lembut.


Cup


Cup


"Gemes banget sih." ucap Bara.


"Iya dong Al kan anaknya bunda Tsabinna." jawab Aldeon.


"Tadi bunda angis, pas di gedung liat ayah Abizal nikah lagi sama cewek lain." adu Aldeon.


Bara menatap Aldeon kaget. "Serius, kamu gak boong kan?" tanya Bara khawatir.


"Benel kok, ayah." balas Aldeon.


Bara menghela nafas panjang. "Kamu harus jagain bunda dari ayah Abizar oke, setuju gak?" tanya Bara.


"Setuju dong Yah." pekik Aldeon.


Tsabinna menuruni anak tangga. Ia tadi ketiduran di kamar, hingga tidak bisa untuk menemani Aldeon. Pandangan pertama yang Tsabinna lihat adalah, Bara yang tertidur dengan posisi memeluk tubuh mungil Aldeon, dan Aldeon tidur dengan menyender ke dada bidang Bara.


Tsabinna pun berinisiatif untuk membuatkan es krim dari buah naga. Selang beberapa menit akhirnya es krim buah naga sudah selesai.


Tsabinna segera mandi dan sholat ashar, ia sudah selesai dengan pakaian santainya. Ia pergi ke ruang keluarga untuk membangunkan Aldeon dan juga Bara yang sedang tertidur pulas.


"Bar, bangun." ucap Tsabinna.


Bara langsung membuka mata nya. ia menatap Tsabinna yang begitu cantik, ia pangling dengan penampilan Tsabinna.


"Bunda, mau kemana?" tanya Aldeon dengan suara serak khas bangun tidur.


"Nggak kemana mana, bunda udah buatin es krim buat kalian berdua mau gak?" tanya Tsabinna.


Kedua nya mengangguk antusias. Tsabinna terkekeh gemas, ia pun mulai membawa es krim buatannya itu. Mereka memakan es krim itu dengan lahap apa lagi Aldeon.


"Enak banget." ucap Aldeon sambil mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


"Enak banget, Tsa." timpal Bara antusias.


Tsabinna yang melihat itu hanya tersenyum senang, ia akan berusaha melupakan Abizar. Ia akan mengurus surat perceraiannya dengan Abizar besok. Tsabinna hanya ingin hidup dengan Aldeon sampai maut memisahkan mereka berdua.


__ADS_2