
Ini adalah Novel Pertamaku.
Terinspirasi dari pengalaman ku ( Cinta Tak direstui) & merupakan harapan akan kebahagian dimasa depanku.
Setiap Tokoh, Latar & Peristiwa serta perbincangan didalamnya murni fiktif belaka. Hanya untuk menambah dramatisnya cerita 😀
Tokoh dan Latarnya pula saya ambil dari Bollywood, karna memang saya salah seorang Bollywood Lovers 😁
Soo Happy Reading Gaes?!!!
Jangan lupa Like, Koment & Subscribe yaaaaa 😂
************Infinity Love***********
- Cinta Tanpa Batas
Siang itu aku telah menyelesaikan Mata kuliah terakhirku. Hari yg cukup melelahkan, membuatku memutuskan untuk melenggang menuju Cafetaria Kampus.
Ku telusuri lorong Kampus seorang diri. Meski banyak Mahasiswa berlalu lalang bahkan tak hanyal mereka menyapaku. Karna memang aku cukup populer karna prestasiku. Dan pula aku tergolong Mahasiswi yg cukup cantik dan mempunyai tubuh proporsional sebagai seorang model.
Tak jarang pula ada beberapa Mahasiswa yg menaruh hati padaku. Berbagai cara mereka lakukan untuk menaklukan hatiku. Bahkan sampai terjadi cekcok antar mereka. Tapi itu dulu, sebelum hatiku diluluhkan oleh seorang Pria beruntung bernama Arjun Malhotra.
Ya, pria beruntung yg mampu menaklukan hati seorang Alia Arora hanya dengan sedikit perhatian dan rayuannya. Pria ideal penakluk wanita, yg dikenal sbg Playboy Kampus. Entah kenapa aku bisa jatuh hati padanya. Akupun tak tahu.
Sejak menjadi kekasih seorang Arjun, tak ada lagi pria yg berani mendekatiku. Jangankan mendekati, hanya sekedar mengajak bicara saja sudah mendapatkan tatapan tajam dari mata indah milik Arjun. Entah kenapa dia bisa seposesif itu terhadapku. Aku pun tak tahu.
#Cafetaria Kampus
Aku telah sampai diCafetaria Kampus. Ku lihat sosok yg tak asing bagiku. Aku menghampirinya yg sedari tadi tengah asik menikmati sajiannya diatas meja seorang diri.
Kritika Arora nama gadis tsb. Dia adalah sahabat sekaligus Kakak sepupuku. Ya, dia merupakan anak dari pamanku yg merupakan kakak kandung ayahku.
Dia yg selalu menjadi pelindungku di sini dikampus ini dan di kota besar ini. Kami tinggal dalam satu rumah yg tidak begitu besar karna rumah ini merupakan rumah dinas yg sengaja ayah beli untuk singgah setiap kali dia ada dinas kerja di Mumbai. Aku dan Kriti menempatinya selama kita berkuliah disini. Sedangkan Ayah, Paman dan keluargaku yg lainnya tinggal di Pune sekitar 3 jam dari Mumbai. Karna jarak yg tak memungkinkan untuk kita pulang pergi, jadi Ayah dan Paman memutuskan untuk mengirim kami menempati rumah dinasnya.
Aku dan Kriti hanya terpaut usia beberapa bulan saja. Kriti yg lebih awal lahir dariku. Dia pun yg lebih dewasa dariku. Bahkan dia selalu bersikap seolah dia adalah kakaku, dan aku adalah adiknya yg selalu harus ia lindungi.
__ADS_1
Dia satu satunya anak pamanku. Ya satu satunya, hanya dia yg Paman dan Bibi punyai. Sedangkan aku adalah 3 bersaudara. Aku putri sulung dan kedua adikku kembar bernama Harshad Arora dan Harshali Arora. Usia mereka baru menginjak 17 tahun. Sedangkan usiaku hampir menyentuh angka 22 tahun.
Aku dan Kriti berada di semester akhir. Kami berbeda jurusan. Dia mengambil Kedokteran sedangkan aku mengambil Management bisnis. Klasik saja alasan ku mengambil management bisnis karna ingin melanjutkan bisnis ayah dan paman yg sekarang sudah mulai berkembang pesat sekali. Sedangkan Kriti, ya aku tahu dia memang terobsesi untuk menanamkan hidup sehat pada kami semua. Dia yg begitu banyak bicara ketika kami semua berkumpul. Melarang kami untuk memakan makanan yg aneh-aneh menurutnya. Ohh astaga... Kritikaa!!!
Aku duduk didepan Kriti yg saat ini tengah melahap Salad Sayurannya. Sebelumnya akupun telah memesan satu mangkok Salah buah dan jg Jus jeruk kesukaanku.
" apa kuliahmu telah selesai Al? " tanyanya ketika menyadari kehadiranku. Akupun mengangguk.
" Terima Kasih Almaida " ucapku pada seorang yg baru saja membawakan pesananku
" sama-sama Alia ku sayang " jawabnya. " makanlah aku selalu membuatkan ini dengan spesial khusus untukmu " sambungnya lagi dengan membelai pucuk kepalaku. Aku hanya tersenyum membalasnya. Diapun pergi meninggalkan kami.
" kau tahu Alia dia bahkan selalu bersikap manis seperti itu terhadapmu " kriti dengan senyum mengukir wajah cantiknya
" Ya dia memang selalu manis, bahkan pada semua mahasiswa kan " balasku seraya menyuapkan Salad buah kedalam mulut mungilku dan Kriti mengangguk pelan
" oh iya Al, kurasa persediaan makanan kita hampir habis " sambungnya
" iya aku tahu, kita akan membelinya setelah ini " jawabku. Kriti hanya menggerakkan kepalanya tanda menyetujui usulanku.
" Kriti 20 menit lagi kau harus menemui Tuan Randhawa " ucap Mahasiswi tsb pada Kriti. Kriti mengangguk dan Mahasiswi itu pergi.
" siapa itu tuan Randhawa? " tanyaku yg masih menjepit sendok menggunakan bibir mungilku.
" Asisten Dosen Pak Irani yg membimbingku dalam materi Psikologi " jawabnya
" hahhh? " aku melongo sambil menarik sendokku. " sejak kapan kau jg mempelajari Psikologi Kriti? " sambungku
" sudah 2 bulan ini " jawabnya
" kenapa mendadak kau memepelajarinya? Dan kau bahkan tidak meminta persetujuanku untuk itu. Ada apa denganmu Kriti? " cercaku dan dibalas senyuman olehnya.
" tidak apa, aku hanya ingin tahu sedikit. Kau tahu, aku berusaha memberi tahumu tapi 2 bulan lalu kau terlihat sangat sibuk oleh tugasmu bersama Aditya. Jadi ku rasa tidak perlu memberitahumu pun tidak akan masalah kan? " jawabnya masih dengan senyuman yg sama. Dia benar, aku terlalu sibuk dengan semua tugas kuliahku akhir-akhir ini. Tapi tidak masalah karna beberapa bulan lagipun akan segera berakhir. Hahaha
Kami kembali menyantap sajian kami dengan sesekali berbincang. Cukup lama kami berbincang hingga kemudian perbincangan kami terhenti ketika Kriti mengedarkan pandangannya tepat ke arah belakangku. Akupun menoleh mengikuti pandangannya. Sungguh tak dapat dipercaya ketika dua bola mataku menangkap sesosok wanita yg tengah bergelayut mesra dilengan seorang pria yg tak asing bagiku. Seketika mataku memanas, wajahku memerah siap meluapkan amarahku saat ini jg. Namun kemudian Kriti menggenggam erat jemariku. Pandangan kami bertemu, seakan mengatakan padaku ' jangan sekarang '.
__ADS_1
Aku tak mengabaikannya. Aku bangkit dari dudukku berusaha meraih segelas Jus Jerukku yg masih tersisa setengah dari gelas panjang tsb. Aku berjalan menuju kearah dua sosok pria dan wanita yg tengah bermesraan tsb.
Mereka memandang kearahku. Ku yakin mereka tahu langkahku menuju pada mereka. Sesaat pandanganku tertuju pada pria itu yg terlihat seperti Pencuri yg telah tertangkap basah. Wajahnya terlihat begitu cemas ketika melihat sosokku yg terus saja berjalan kearahnya.
Sedangkan wanita itu, wanita itu malah semakin mempererat genggamannya meski telah ditepis berkali-kali oleh pria itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
#BERSAMBUNG
*****Gimana Part Pertamanga Gaes??
Kritik dan saran silahkan saya terima dengan lapang dada kok gaes 😆😆
Jangan lupa Like nya yaahh gaes, biar aku tambah semangat buat namatin ceritanyaaahhh 😄😘😘*****
Alia Bhatt As Alia Arora/Me
__ADS_1
Kriti Sanon As Kritika Arora