
Dea, Hana, dan Yasmin sangat menikmati kebersamaan mereka, hingga mereka lupa waktu.
"Dea, Hana...sekarang waktu sudah menunjukan pukul 10 malam" Ujar Yasmin.
"oiiaaa....haduh saking seru nya ya kita sampai tidak sadar kalau sudah larut sekali, Hana ayo cepat kita segera pulang, mama ku pasti sudah bertanduk nih." Seru Dea.
"baiklah..." Jawab Hana tanpa banyak bicara langsung mengajak kedua teman nya pulang, karena diantara mereka bertiga Hana lah yang paling bebas tanpa khawatir pulang dapet sebuah ceramah dari mama nya.
.
Setelah Hana mengantarkan kedua sahabat nya Ia kembali pulang, sesampainya Hana di rumah, Ia mendapati Dika yang telah menunggunya sedari tadi.
"Kak Dika...!!" Ujar Hana.
"Dari mana saja kamu, larut begini baru pulang?" Tanya Dika melipat kedua tangan nya di dada.
"Hellooooo.... Kakak bertanya padaku seperti orang tua yang mengkhawatirkan anak gadisnya yang belum pulang" Seru Hana sedikit agak kesal yang merasa dirinya dihakimi sementara orang tua nya pun saja tidak bertindak seperti itu, kemudian tanpa banyak bicara lagi, Hana berlalu begitu saja meninggalkan Dika, namun Dika dengan cepat menarik tangan Hana.
"Aku sedang bertanya, dari mana kamu jam segini baru pulang??" Ujar Dika dengan tatapan sangat tajam ke arah Hana, Hana pun tak bergeming, lalu Dika melepaskan genggaman tangannya dari Hana.
"Ma-maksud ku kamu pasti pergi dengan Dea juga bukan?" Imbuh Dika sedikit memelas, namun tidak dengan Hana, kini berganti Hana yang menatap Dika penuh ketajaman.
"oke..oke......aku sangat mengkhawatirkannya, karena hari ini dia tidak datang latihan, terlebih pesan dan telfon ku tidak dijawab olehnya" Ujar Dika seolah putus asa.
"Ada apa Kakak mengkhawatirkannya??".. Tanya Hana semakin menekan suaranya, seakan Ia benar-benar dibuat penasaran, hingga Dika sampai datang menemui nya hanya untuk menanyakan Dea.
"A-aku A-aku mencintainya.." Ujar Dika
"Kemarin aku coba menyatakan perasaan ku terhadapnya" Jelas Dika kacau.
"lalu..?? apa jawaban Dea?" Tanya Hana semakin penasaran, sekaligus kaget dengan pernyataan Dika.
"Dia tidak menjawab ku, setelah aku menyatakan perasaan ku, Dea langsung pergi meninggalkan ku dengan menangis" Jawab Dika yang semakin galau, lalu mencurahkan nya kepada Hana.
"Astaga Dea... aku baru paham akan sikap mu selama ini" Gumam Hana dalam hati.
"Jelas Dea menangis, apa kamu sadar Kak Dika apa yang Kakak lakukan?" Ujar Hana mengkoyak-koyakan tubuh Dika, seakan kecewa terhadap Dika.
"Aku sama sekali tidak mengerti Na, kenapa Dea seperti itu Na ?" Tanya Dika dengan suara terendahnya.
"Kak Dika... kamu ini sudah memiliki kekasih yakni Kak Tita, Dia cantik dan pintar, lantas kenapa Kakak mempermainkan hati 2 orang wanita??." Jelas Hana.
"Kakak tau kenapa sampai Dea menangis, karena Dea juga mungkin memiliki perasaan yang sama terhadap Kak Dika, namun Dea tidak mau sampai melukai Kak Tita dan merusak hubungan kalian, Kakak mengerti tidak?" Seru Hana yang semakin mengeraskan suaranya, namun Dika hanya diam tak bergeming.
"Lebih baik Kak Dika pulang sekarang, aku lelah Kak, kalau masih ada yang ingin Kak Dika bicarakan lagi, besok saja kita sambung Kak, mohon maaf sebelumnya.." Ujar Hana sambil mengacungkan tangannya berharap Dika pun segera pergi meninggalkan nya, karena Ia merasakan sesak di dadanya.
...
Dirumah Dea..
__ADS_1
Dea yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya yang penuh keringat, membaringkan tubuhnya diatas tempat tidurnya dan kini Ia menatap langit-langit, tiba-tiba Ia teringat akan satu hal...
ponselnya...
maka dengan segera Dea meraih ponselnya yang berada di dalam tas nya..
Dea melihat beberapa pesan dan panggilan tak terjawab dari Dika, ketika hendak membaca pesan dari Dika, Hana terlebih dahulu membuat ponselnya berdering, Dea segera mengusap layar ponselnya dan dihadapkan kedepan wajahnya..
"hay....Na gimana kamu sudah sampai rumah?" Tanya Dea.
melihat raut wajah Hana yang tak biasanya, membuat Dea bertanya-tanya..
"Na.....are u ok?" Imbuh Dea.
"I'm Ok.."Jawab Hana.
"Dea....kamu tahu??... siapa yang datang dan menungguku pulang di rumahku.." Sambung Hana. Dea hanya menggelengkan kepalanya dengan raut wajah yang seolah bertanya siapa memangnya.
"Kak Dika"...Imbuh Hana.
seketika Dea melototkan matanya, terkejut dengan pernyataan sahabatnya itu.
"Yang benar saja, untuk apa dia kerumah mu Na, apa dia memarahimu karena hari ini kita tidak datang latihan?" Tanya Dea, Hana hanya menggelengkan kepalanya.
"lalu untuk apa?... tadi juga dia beberapa kali menghubungi ku dan mengirimkan beberapa pesan untukku Na.." Jelas Dea.
"aku tidak tahu, karena aku belum membacanya" Tukas Dea.
"hey....lalu untuk apa dia kerumahmu Na selarut ini?"...Sambungnya..
Hana yang seolah enggan memberitahu alasan Dika datang kerumah nya hanya untuk menanyakan tentangnya, Ia memberikan keterangan yang berbeda.
"hmmm ada deh...." Ledek Hana.
"Hanaaaaaa......menyebalkan ! " Teriak Dea mengerucutkan bibirnya.
"besok saja ya ceritanya, hmmm mama ku memanggilku, maaf ya De kita sambung besok ya De...bye..." Jawab Hana yang langsung memutus sambungan video call terhadap Dea.
"Huft...untung saja aku berhasil mengelak darinya, aku jawab apa, dan harus menjelaskannya bagaimana kepadanya, dari mana aku harus memulai berbicara padanya, aku takut Dea malah jadi tersinggung dengan pertanyaan-pertanyaan ku nanti" Gumam Hana setelah memutuskan sambungan video callnya, dan Hana bergegas untuk membersihkan tubuhnya untuk mandi.
.
"Dasar Hana, kebiasaan sekali dia bersikap seperti itu, pasti dia sengaja mematikan telfonnya untuk menghindari pertanyaan ku, awas saja dia besok" Umpatnya setelah ditinggal begitu saja oleh Hana..
lalu Dea membuka pesan yang dikirimkan Dika olehnya yang baru sempat Ia buka.
*Dea mengapa kamu tidak menjawab telfon dari ku, apa kamu marah terhadapku, atas tindakan ku kemarin? || Dika..
lalu kenapa kamu juga tidak datang untuk latihan, apakah kamu sedang menghindariku?? || Dika..
__ADS_1
Dea ku mohon jawab aku, jangan membuatku semakin kacau akan perasaanku, aku sungguh menghawatirkan mu... || Dika*..
"Kak Dika ..." Gumam Dea.
""Apa dia bersungguh-sungguh atas pernyataannya kemarin, lalu bagaimana dengan Kak Tita.." Gumam Dea.
"Aku tidak ingin merusak hubungannya dengan Kak Dika, Kak tita terlalu baik untukku, tapi aku juga tidak tahu mengapa perasaan ku seperti ini terhadap Kak Dika.... Arrgghhhhh.... tidak-tidak berfikir apa aku, sudahlah lebih baik aku tidur..." Gumam Dea. lalu Ia merebahkan tubuhnya dengan sempurna dan menarik selimutnya...
.
.
.
Keesokan harinya..
Disekolah..
Hana dan Yasmin yang telah lebih dulu datang kesekolah, Hana langsung membahas apa yang terjadi kemarin malam dirumahnya dengan Yasmin, namun ditengah cerita tiba-tiba Dea datang dengan muka yang ditekuk lesu seolah tak bersemangat, Yasmin pun langsung memberikan kode kepada Hana untuk tidak melanjutkan ceritanya.
"kamu semalam habis bergadang kah De?" Tanya Yasmin.
"Tidak..." Jawab Dea tidak bersemangat, namun tiba-tiba Ia teringat akan pembicaraan nya dengan Hana semalam, lalu Ia langsung melontarkan begitu banyak pertanyaan kepada Hana.
"wait..wait...sabar bu.... satu-satu ya aku jelasin" Tukas Hana, namun tiba-tiba terdengar bel sekolah berbunyi, Hana langsung menghela napas panjang, karena dia masih bingung menyusun kata-kata untuk menjawab sekaligus akan bertanya kepada Dea, Dea kala itu hanya mengarahkan tangannya menunjuk matanya lalu diarahkan ke Hana, kode seolah urusannya belum selesai sampai di situ dengannya..
...
Sepulang sekolah setelah Hana menceritakan kejadian semalam kepada Dea dan Yasmin, Hana menawarkan untuk menjemput Dea dan Yasmin ke acara nanti malam, lalu keduanya mengiyakan ajakan Hana.
tak lama berselang Nat datang menghampiri ketiganya diruang kelasnya..
"woii... pada kemana kalian kemarin tidak latihan, tidak juga ada kabar?, Kak Dika nanyain kamu De.." Imbuh Nat.
Dea dan Hana seketika saling beradu pandang mendengar penyataan Nat..
"heheh iya lupa..." Jawab Dea sambil cengengesan.
"yasudah nanti jangan lupa kita latihan pukul 5 sore ya" Ujar Nat seraya berlalu meninggalkan mereka bertiga yang masih terpaku.
.
.
.
.
.
__ADS_1