
Senin pagi yang cerah, namun Dea masih terlelap akan tidurnya karena ia sangat kelelahan, alarm pun tak dia hiraukan, berdering begitu saja, membuat mama tina bergegas untuk ke kamar nya, dan membangunkan Dea yang kala itu harus segera bangun dan bersiap pergi ke sekolah.
"Dea bangunlah, matahari sudah naik, kau bisa terlambat datang ke sekolah jika tidak segera bangun" Ujar Mama Tina sambil membuka hordeng dan jendela kamar Dea...
"Iya ma.." Imbuh Dea yang baru saja membuka matanya perlahan, seolah enggan untuk beranjak dari tempat tidur nya.
"mah...boleh kah hari ini aku ijin tidak masuk sekolah?" Tanya Dea memelas.
"memang nya kenapa kau minta ijin untuk tidak masuk sekolah?" Jawab Mama Tina yg langsung menghampiri Dea.
"a-aku sedang merasa tidak enak badan saja ma, untuk hari ini saja ma, aku mohon" Rengek Dea berharap mama nya akan memberikan nya ijin.
Mama Tina memegang kening putrinya, yang dirasa memang agak sedikit demam,
"baiklah, kamu istirahat lah, nanti mama akan telefon sekolah mu untuk meminta ijin bahwa hari ini kamu tidak bisa mengikuti pelajaran hari ini" Tegas Mama Tina.
"uchhh...makasih mamaku sayangg" Ujar Dea sambil memeluk mamanya, Mama Tina pun hanya tersenyum, dan bergegas meninggalkan kamar Dea, dan ingin membuatkan sup ayam untuk Dea.
* * *
Dibawah terlihat papa Tio dan kedua adik Dea hendak bersiap untuk sarapan.
"Dea mana mah, apa dia belum bangun, ini sudah siang, kenapa belum turun dia?" Tanya Papa Tio sambil menyantap sarapan pagi nya.
"Dea sedang tidak enak badan pah, dia meminta ijin kepadaku untuk memberitahu kepada pihak sekolah bahwa dia tidak masuk sekolah hari ini, dan setelah ini aku akan buatkan sup ayam untuknya" Jelas Mama Tina.
Tak lama berselang Papa Tio sudah menghabiskan sarapannya.
"Baiklah... lanjutkan sarapan kalian, papa akan melihat keadaan kakak kalian sebentar setelah itu ayo kita berangkat papa antar kalian". dan papa Tio bergegas menuju kamar Dea, kedua adik Dea mengiyakan.
* * *
"Dea sayang..." Imbuh Papa Tio lembut.
"papa.." Dea terbangun dengan kehadiran papanya.
"kata mama mu, kamu sedang tidak enak badan nak?" Tanya Papa Tio cemas.
"Iya pa, mungkin Dea hanya kecapean pa, kemarin sehabis acara pelantikan anggota baru di club bela diri, Dea sangat kelelahan pah".. Ujar Dea.
"kamu yakin?... apa kamu tidak ingin ke dokter?" Imbuh Papa Tio.
"tidak pah, tidak perlu ke dokter, Dea hanya butuh istirahat, nanti akan segera pulih kok pah" Jawab Dea meyakinkan papanya bahwa dirinya akan baik-baik saja.
"yasudah kalau begitu, papa berangkat kerja dulu ya, mama mu sedang membuatkan mu sup ayam, jangan lah lupa kamu makan nanti, dan istirahat lah yang cukup agar segera pulih jagoan papa" Jelas papa Tio sambil tersenyum dan mengusap kepala Dea, lalu bergegas pergi meninggalkan kamar Dea, sementara Dea pun melanjutkan tidur nya lagi setelah dirasa papanya telah keluar kamarnya.
* * *
Sementara disekolah teman - temannya sedang asik membicarakan mengenai kegiatan pelantikan yang berlangsung sabtu dan minggu kemarin.
"aku merasa ada yang tidak beres dengan Dea kemarin" Imbuh Hana kepada Yasmin.
"kenapa memangnya dengan Dea, apa dia kerasukan?" Tanya Yasmin penasaran, karena tiba-tiba Hana membahas mengenai Dea ditengah obrolan mereka.
"hust...sembarangan kamu Yas" Bantah Hana.
"lalu kenapa" Tukas Yasmin.
"kemarin itu Dea terlihat begitu dekat dan sangat akrab dengan kak Dika" Jelas Hana.
"hahaha...kamu yg tidak waras, lalu kenapa memangnya jika Dea deket seorang laki- laki, kak Dika itu laki-laki bukan?" sahut Yasmin dengan santainya, sambil merias wajahnya dengan bedak dan lipstick.
"hey...kamu itu, aku belum selesai bicara..." Ujar Hana dengan mengambil bedak yang berada ditangan Yasmin.
"Hanaaaa...kembalikan bedakku" Imbuh Yasmin yang kala itu jadi rebutan bedak dengan Hana.
"Iya apa dan kenapa memangnya jika Dea dekat dengan kak Dika, jelaskan yang benar kepadaku, aku kan tidak tahu, kau ini" Tukas Yasmin dan menarik bedak miliknya.
"Yasmin ku sayang, kak Dika itu sudah memiliki kekasih, jadi Dea pun seharusnya menjaga jarak dong dengan kak Dika". Jelas Hana yang seolah tak ingin Dea dan Kak Dika terlihat dekat.
"Hanaaa ku sayang, Dea bukan lagi anak kecil, dia pun tahu mana yang harus dia lakukan dan mana yang tidak boleh dia lakukan." Jawab Yasmin menenangkan fikiran negatif Hana.
"lagian apa kamu sudah coba menanyakan hal ini kepada Dea, kenapa seperti itu?" lanjut Yasmin, dan Hana hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Nah, jadi kamu pun tidak punya alasan untuk menuduhnya yang tidak baik" Ujar Yasmin.
"eh, tapi udah jam segini kenapa Dea belum juga kelihatan batang hidung nya ya, kemana dia" Imbuh Yasmin, yang sedari tadi melihat sekeliling kelas namun belum mendapati sahabatnya datang ke sekolah, Hana pun hanya mengangkat bahunya dan berpindah posisi duduknya dan mengambil buku pelajaran jam pertama hari ini.
"coba kamu hubungi dia Yas, kali aja dia bangun kesiangan jadi telat untuk datang ke sekolah" sambil mengeluarkan alat-alat tulis nya.
"baiklah...akan coba ku telfon dia" Yasmin memutar nomor Dea di ponselnya, dan terdengar berdering menyambungkan kepada Dea...
tut..tut..tut..tut...
"halo, iya yas, ada apa?" terdengar suara Dea yang begitu malas.
"Dea, kamu baru bangun??" tanya Yasmin kepada sahabatnya itu.
"hmmm...." gumam Dea.
"hey, apa kamu tidak masuk sekolah hari ini, kalau kamu tidak segera bergegas bisa terlambat kamu De.." Ujar Yasmin, Hana hanya melirik ke arah Yasmin yang sedang berbicara dengan Dea.
"tidak..." Jawab Dea singkat.
"loh kenapa kamu tidak masuk sekolah Dea?" Yasmin kembali bertanya.
"Aku sedang tidak enak badan hari ini, jadi tidak masuk sekolah Yas, jadi kamu tidak perlu kangen sama aku ya" Jawab Dea meledek sahabatnya itu.
"jangan ge er kamu jadi orang, kenapa kamu sakit" Yasmin terus melontarkan pertanyaan kepada Dea.
"kamu ini seperti dokter saja, tanya-tanya kenapa aku bisa sakit, memang kamu fikir aku robot yang tidak bisa sakit, sudah ah aku mau istirahat mengganggu saja kamu".. tukas Dea dan langsung mematikan telfon dari Yasmin.
"dasar anak ini, kebiasaan sekali dia, mematikan telfon sepihak, aku kan belum selesai bicara dengannya" gerutu Yasmin, dan Hana pun hanya tersenyum lirih melihat tingkah sahabat nya itu.
"yasudah tidak usah cemberut gitu, nanti sepulang sekolah kita lihat keadaannya" bujuk Hana dengan mengusap wajah Yasmin.
* * *
setelah kedatangan sahabat-sahabat nya dan mengantarnya kedepan untuk berpamitan pulang, Dea pun kembali ke kamar nya, dan melihat ponselnya ada pesan masuk, pesan tersebut dari Dika.
bagaimana kabarmu?....
_dika_
*kabar ku baik kak..
_Dea_
yakin kamu sudah membaik?...
_Dika_
iya kak Dika, aku baik-baik saja, bahkan sangat baik..
_Dea_
oh...syukurlah kalau begitu, lusa jangan lupa datang ya untuk berlatih..
_Dika_
baiklah..
_Dea_
kalau begitu istirahatlah, dan mimpi indah, sampai ketemu lusa..
_Dika_
membaca pesan terakhir Dika, membuat hatinya semakin bertanya-tanya, mengapa Dika berkata seperti itu?, terlebih perlakuan Dika kemarin pada saat pelantikan berlangsung, namun ia segera meletakan ponselnya dan memejamkan matanya untuk segera beristirahat.
* * *
beberapa hari kemudian...
Universitas Krisnadwipayana
Dika yang kala itu telah berada di kampus sejak pagi hari, menunggu kehadiran Dea dan teman-teman yang lain untuk berlatih..
__ADS_1
sementara Elang baru saja datang merebahkan tubuhnya pada sebuah kursi panjang karena kelelahan seharian mata kuliahnya sangat padat, karena sebentar lagi Elang akan disibukan oleh skripsinya.
"sudah selesai lang kuliahnya, hari gini masih sibuk kuliah".. Tanya Dika meledek Elang.
"hmmmm .. kamu Dik, seperti tidak pernah kuliah saja, begitulah..." Imbuh Elang
"cape nih Dik apa hari ini ada latihan, sepertinya kamu sedang bersiap untuk berlatih" Tanya Elang kepada Dika dengan tatapan heran.
"Lah memang schedule kita hari ini latihan bukan" Ujar Dika.
"memang iya ya" Elang mengambil ponsel, melihat kalender di ponsel nya, tak lama kemudian dia menepuk jidatnya seraya berkata "oh iya Dik...heheheh, Dik boleh tidak libur gitu sehari ini saja, capek kali aku Dik" Ujar Elang merayu Dika.
"yeee... gimana bisa, bentar lagi anak-anak yang juga akan datang, kasian mereka sudah jauh-jauh datang, semangat untuk berlatih malah disuruh pulang lagi" Tukas Dika.
"hmmmm...." Imbuh Elang yang seolah langsung tidak bersemangat.
***
tak lama berselang Dea, Nat, dan Hana datang..
"Assalamualaikum........" teriak ketiganya bersamaan..
"walaikumsalam..." Jawab Dika, Dika langsung melirik focus kepada Dea, Dea yang tak sengaja melihat Dika yang sedang memperhatikan nya, membuat keduanya saling beradu pandang.
tak lama Elang pun membuyarkan pandangan Dika terhadap Dea dengan mengusap wajah Dika dengan kedua tangannya yang berlumuran oli motor, karena sedari tadi mereka berbincang Elang pun ikut membantu Dika yang sedang memperbaiki motornya..
"Elangggg.....kurang ajar kamu ya, awas ya berani-beraninya" gerutu Dika mencoba akan membalas perbuatan Elang terhadapnya.
Elang hanya menjulurkan lidahnya dan meledek namun ingin meminta maaf pun percuma "heheh sorry Dik aku sengajaa" Ujar Elang sambil berlari menjauh dari Dika, Dika yang kala itu hanya bisa menahan kekesalan nya melihat sahabatnya tertawa lepas seperti itu, bahkan Hana, Nat, dan Dea pun ikut menertawakan Dika yang wajahnya cemong dengan oli.
***
tak lama kemudian Bima, Sofyan, Syahrul, Eka dan yang lainnya datang satu per satu, setelah dirasa sudah semua berkumpul mereka memulai untuk latihan seperti biasa.
setelah beberapa jam kemudian, latihan pun telah usai mereka lakukan.
seperti biasa juga, setelah berlatih mereka tak langsung pulang melainkan berbincang dan bercanda bersama.
kala itu Dea dan Hana melakukan permainan tiup korek api batang, dimana permainannya adalah dia harus dengan cepat meniup korek api tersebut tanpa jeda hingga apinya padam.
mereka berdua sangat asik memainkan permainan itu sampai terbahak-bahak sehingga memancing rasa penasaran ingin tahu yang lain bahwa permainan apa yang sedang Hana dan Dea lakukan.
Dea pun mengajak teman-teman yang lain untuk ikut bermain tiup korek api, dan mereka pun larut dalam tawa lepas atas permainan tersebut.
Namun hanya Dika yang tidak tergabung dalam permainan tersebut, Dika hanya berdiri di depan UKM seorang diri, sambil asik dengan rokoknya, Dea pun menghampiri Dika yang sedang asik sendiri dan mengajaknya bermain tiup korek api, awalnya Dika menolak, namun Dea terus memaksa, hingga akhirnya Dika pun menuruti kemauan Dea untuk bermain, dan mereka pun larut asik tertawa berdua akan permainan tersebut, dan sejenak menyita perhatian yang lain hanya ke arah Dika dan Dea yang tengah asik berduaan bahkan saking asiknya keduanya sampai berlarian berkejar-kejaran seperti anak kecil yang tengah bermain, disaat Dika sedang mengejar Dea, Dea terpeleset dan terjatuh membuat kakinya terkilir, Dika dan yang lain langsung menghampiri Dea untuk membantunya.
Elang yang dengan sigap memapah tubuh Dea membantunya berdiri, sedangkan Dika masih sibuk menertawakan nya, namun seperti nya tawa Dika berubah menjadi kecemasan karena melihat Dea yang benar-benar merasa kesakitan.
Dika pun langsung mengambil alih Dea untuk diobati kakinya oleh Dika.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.