Infinity Love

Infinity Love
Babak baru kehidupan Dea


__ADS_3

"Boleh...." Jawab Dea lembut, dan Dika pun tak henti bahagia karena telah mendapatkan wanita yang telah lama ia kagumi.


.


Selang berapa waktu setelah mereka meresmikan hubungan mereka, keduanya terlihat begitu sangat bahagia, dan selalu mendukung kegiatan satu sama lain seperti hal nya ketika Dea menghadapi pertandingan pertamanya, namun Dea gagal untuk meraih prestasi yang diinginkan, Dika pun selalu mendampingi hingga terus membangkitkan semangatnya untuk mencetak prestasi pada event selanjutnya.


beberapa bulan berlalu...


Dika dan Dea terlihat semakin kompak, meskipun tak jarang mereka sering terlibat perdebatan tak berarti yg berujung dengan pertengkaran, namun keduanya mampu mengatasi masalah yang mereka hadapi.


tiba dimana ini pertandingan kedua yang Dea jalani, kali ini Dea tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang telah Ia terima, Dea berlatih sangat keras belajar dari kesalahan sebelumnya dimana Dea menyepelekan lawannya yakni berat badan nya sendiri...


Yaa... kala itu Dea harus kalah karena diskualifikasi, Ia tidak mampu memenuhi standart berat badan yang telah ditentukan..


Namun kini Dea tidak patah semangat terlebih ada Dika yang selalu memberikannya dukungan penuh terhadapnya..


TC Terakhir menuju kejuaraan nasional..


"besok kita sudah menghadapi kejuaraan yang sesungguhnya, kita akan berangkat besok lusa dan berkumpul di kampus pukul 7 pagi, jadi mohon diharapkan untuk kalian semua jaga kondisi agar tetap fit, jangan melakukan aktifitas yang bisa mencederai diri sendiri, bisa dimengerti" Ujar Dika memberikan pengarahan terakhir sebelum akhirnya mereka berangkat bertanding.


"siap, mengerti" Jawab semua peserta secara serentak.


"Baiklah kalau begitu, latihan kita hari ini sudah cukup, sekali lagi persiapkan diri kalian untuk pertandingan besok" Lanjut Dika membubarkan semua peserta dan mereka bergegas merapihkan diri untuk bersiap pulang.


.


Dea yang kala itu sedang merapihkan barang-barang miliknya, Dika menghampirinya..


"Bagaimana perasaan mu menjadi salah satu timnas untuk kejurnas?" Tanya Dika tersenyum bangga.


"Terharu..."


"Semangat kamu pasti bisa melakukannya, jadilah yang terbaik" Support Dika terhadap Dea sambil mengacak-acak rambut Dea, Dea hanya tersenyum.


"Baik cepatlah berkemas, aku antar kamu pulang setelah ini" Dika pun berlalu meninggalkan Dea.


"Siap komandan" Jawab Dea, Dika menoleh nya dan tersenyum, Dea segera melanjutkan kembali berkemas.


.


Keesokan harinya sepulang sekolah...


"Cieeee...... ada yang jadi bertanding besok" Ledek Hana terhadap Dea.


"Oh iya besok ya De, ya ampun semoga kali ini kamu menang ya De, selamat berjuang" Ujar Yasmin yang tidak mau kalah memberikan semangat kepada sahabatnya itu.


"Makasih ya sayang....kalian sahabat-sahabat aku, jangan lupa untuk hadir juga ya" Dea memeluk kedua sahabatnya.


"Oh pasti itu De...aku pastikan akan datang dan memberikan kamu suport paling heboh disana" Tutur Yasmin.


"heheh...asal jangan membuat onar dan memalukan ya kamu" Imbuh Dea, mereka larut dalam canda sebelum pulang sekolah.

__ADS_1


"De...apa keperluan mu untuk disana sudah terpenuhi De?" Tanya Hana.


"Iya nih belum, ada beberapa keperluan yang mesti ku beli hari ini" Jawab Dea.


"hmmm kalau begitu biar ku antar ya De.."


"hmmm tidak perlu Na, Kak Dika akan menjemput ku setelah ini, Dia yang akan mengantarku nanti" Tukas Dea.


"Ukhh...sepertinya kamu lupa ya Na, sahabat kita yang satu ini kan sudah tidak jomblo alias sudah memiliki kekasih, jadi sekarang kemana-mana Kak Dika yang antar" Ledek Yasmin.


"Haaaa kau ini kebanyakan nonton drama, sudah ya aku duluan Kak Dika sudah menungguku di depan, bye....thx ya Na tawaranmu" Dea segera bergegas meninggalkan kedua sahabat nya.


"hmmmm begitu tuh punya pacar kita dilupakan" Ketus Hana mengerucutkan bibirnya.


"Hey sudahlah, biar dia menikmati kebahagiaan nya bersama Kak Dika, apa kamu tidak bahagia melihat nya bahagia seperti itu." Ujar Yasmin.


"Aku bahagia, tapi sedikit merasa kehilangan juga sih, sosok Dea yang menyebalkan itu, dulu kemana-mana selalu memaksa untuk minta diantar, sekarang ----"


"Sudah..Sudah mau sampai kapan kita dikelas apa kamu tidak mau pulang, lebih baik antar aku pulang saja" Ajak Yasmin menarik tangan Hana yang belum menyelesaikan pembicaraan nya tersebut, dan mereka meninggalkan ruang kelas.


.


Kala itu Dika yang sudah menunggu Dea di depan gerbang sekolah..


"Kak Dika ..." Sapa Nat.


"Hey Nat..."


"Mau jemput Dea?"


"Hai Kak.. menunggu lama ya, maaf ya" Tiba-tiba Dea menghampiri.


"Nah ini dia yang dicari-cari, kalau begitu aku duluan ya Kak Dika, Dea sukses ya buat pertandingan mu besok" Tutur Nat sambil berlalu meninggalkan Dea dan Dika.


"Iya terima kasih ya Nat.." Dea melambaikan tangan kepada Nat, lalu beralih ke arah Dika yang sudah menunggunya.


"Sudah lama menunggu?" Tanya Dea.


"Tidak, pakailah ini" Dika memasangkan Dea helm.


"ehheemmm... duh romantisnya" Ledek Hana, Dea pun menoleh ke arah kedua sahabatnya, dan melepaskan tangan Dika yang sedang memasangkan helm untuknya.


"kamu ini apaan sih Na" Imbuh Dea tersipu.


"Halahh tidak perlu sungkan sama pacar sendiri" Sindir Hana membuat Dea salah tingkah.


"Sudah sudah kalian ini, kasian tuh Dea pipinya hampir seperti udang rebus" Timpal Dika meledek kekasihnya itu.


"Kak Dikaaaa......."


"Oke oke...tuan putriku sudah mulai cemberut, sebelum itu terjadi lebih baik ku ajak dia pergi sekarang, okeh gaes kita duluan ya" Seru Dika, dan menyuruh Dea untuk segera naik keatas motornya lalu keduanya pergi.

__ADS_1


"Hati-hati ya Kak jaga Dea ku baik-baik" Teriak Hana, Dika hanya mengacungkan jempolnya saja.


"Mereka itu serasi sekali ya, Kak Dika dewasa sekali, sedangkan Dea terlalu kekanak-kanakan, tapi mereka sangat lucu, jika ada penghargaan disekolah kita mungkin mereka akan mendapatkan gelar sebagai pasangan ter romantis tis" Imbuh Yasmin sambil melihat Dea dan Dika di kejauhan senyum-senyum bahagia, lalu Hana mengusap wajah Yasmin dan menarik tangannya untuk pulang.


.


Diperjalanan Dika dan dea..


"Aku berasa seperti tukang ojek mu saja" Suara Dika memecah keheningan diantara keduanya.


"Kenapa memangnya"


"Peluk gitu" Dika menarik tangan Dea sehingga membuat Dea mendekat kepadanya.


"Kak Dikaaaa...."


"Ok baiklah, apa kamu tidak mau pegangan"


"Tidak...." Jawab Dea ketus, lalu Dika menancap gas kencang, membuat Dea memeluk Dika tanpa Ia sadari, Dika tersenyum lirih.


"Kak Dikaaa...."


"Kamu ini...senang sekali berteriak, membuat telingaku sakit" Dika mengusap-usap telinganya.


"Kamu yang menyebalkan" Dea mengerucutkan bibirnya dan mengeratkan pelukan nya kepada Dika.


"hmmmmm... menyebalkan tapi kamu suka kaannn" Dika tersenyum lirih.


"lebih baik kamu fokus dalam berkendara jangan meledek aku terus nanti bisa-bisa nabrak kita"


"hmmmm kamu belum jawab, tidak perlu mengalihkan pembicaraan kita ya"


"Apanya?"


"Yaaa...aku menyebalkan tapi kamu sangat menyukai cowok menyebalkan seperti aku bukan?" Ledek Dika.


"Kak Dikaaaaaa....."


"Aku cintaaaa kamu..." Imbuh Dika terus meledek kekasihnya itu, namun Dea enggan untuk menimpalinya lagi dan semakin mengeratkan pelukannya kepada Dika, membuat Dika selalu merasa bahagia disamping Dea.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2