
Dika masih terpaku dengan posisinya setelah melepas kepergian Dea, memandangi gadis mungil itu hingga masuk ke dalam rumahnya, tak lama kemudian Dika melajukan motornya untuk kembali ke rumah, sepanjang perjalanan Dika pun terus bertanya pada hati kecilnya akan sikap Dea terhadapnya, Dika pun meyakini bahwa Dea memiliki perasaan yang sama terhadapnya, namun terhalang oleh hubungannya dengan Tita.
"Jika dia tidak memiliki perasaan apapun terhadapku, rasanya tidak mungkin kalau sampai dia menangis seperti itu" Gumam Dika dalam benaknya.
* * *
keesokan harinya...
"Dea......bangun sudah siang.." Teriak mama Tina membangunkan Dea sembari membuka hordeng dan pintu jendela kamar Dea.
Dea membuka matanya perlahan "mah...apa sudah pagi?" Tanya Dea.
"memangnya kamu masih ingin berdiam diri saja di tempat tidurmu, ini sudah siang, ayo cepat bersiap, kalau tidak kamu akan terlambat nanti" Jawab Mama Tina sambil membereskan tempat tidur Dea yang juga menarik Dea untuk segera bangun dan mandi.
"iya mah iya...Dea akan segera mandi" Jawab Dea dengan suara yang terdengar malas-malasan, Mama Tina hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya.
"segera turun dan sarapan bila sudah selesai, dan jangan berlama-lama nanti kesiangan" Ujar Mama Tina setelah Ia telah merapikan tempat tidur anaknya Mama Tina pun kembali ke dapur.
"iya mah..." Jawab Dea.
.
seusai mandi dan berganti pakaian Dea turun kebawah untuk sarapan, namun Hana sudah terlebih dahulu datang menjemput nya untuk pergi ke sekolah bersama, ternyata Yasmin pun kala itu ikut bersama Hana.
"Hana..." Gumam Dea. "yasudah Dea berangkat dulu ya Mah, Pah" Pamit Dea kepada kedua orang tuanya dan jg adik-adiknya, Dea hanya mengambil selembar roti untuk sarapan.
"kamu tidak ingin sarapan dulu De, atau setidaknya ajak teman mu untuk sarapan bersama" Ujar Mama Tina.
"tidak Mah, mereka juga pasti sudah sarapan" Tutur Dea sambil berlalu meninggalkan meja makan dan segera menghampiri sahabatnya.
lagi-lagi Mama Tina hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak gadis nya.
"biarkan saja Mah, namanya juga ABG ya seperti itu tingkahnya" Sahut Papa Tio tersenyum.
.
Dea membuka pintu depan mobil Hana namun Ia mendapati Yasmin berada disana, "hey..Yas kamu ikut, baiklah aku akan dibelakang" Ujar Dea menutup kembali pintu mobil Hana untuk pindah kebagian belakang mobil, setelah Dea masuk ke dalam mobil Hana segera melajukan mobilnya.
Sepanjang perjalanan Dea terlihat tidak seperti biasanya, fikirannya terbelenggu oleh kejadian semalam, namun tidak dengan Yasmin yang selalu heboh, melihat sahabatnya tidak bersemangat hari itu, Yasmin pun mencoba menghiburnya.
"Langit pagi ini sangat cerah, tapi tidak dengan sahabat ku yg satu ini, kamu kenapa De, ku perhatikan kamu tidak seperti biasanya, apa yang sedang mengganggu fikiran mu De?" Tanya Yasmin kepada Dea.
Dea yang sedari tadi melamun di kagetkan oleh celoteh Yasmin.
"Yasmin.. aku baik-baik saja kok" Imbuh Dea melepaskan senyuman kecil.
"bagaimana dirimu baik-baik saja, dari kemarin kamu memang terlihat sering melamun, ada apa De cerita lah kepada kami" Hana menimpali percakapan kedua sahabatnya, Yasmin mengganggukan kepalanya dan melihat ke arah Dea, rasa ingin tahunya yang besar mengenai apa yang tengah dihadapi sahabatnya.
"tidak perlu menatapku seperti itu Yasmin, aku sudah bilang aku baik-baik saja, mungkin aku hanya kelelahan sehingga kalian melihat ku seperti orang yang sedang dalam masalah" Tukas Dea mencoba menjelaskan, namun kedua sahabatnya tidak percaya begitu saja.
__ADS_1
"oh... Dea ku sayang, aku sangat mengenalmu, katakan lah jangan sungkan terhadap sahabat mu sendiri" Rayu Yasmin seolah Ia tau apa yang sedang Dea rasakan.
namun Dea tetap enggan kali ini untuk berbagi cerita kepada sahabat-sahabat nya, dan melempar senyum manis kepada Yasmin.
"sekali lagi ku katakan aku baik-baik saja, terima kasih sudah peduli terhadap ku" Jawab Dea memberikan pengertian kepada sahabatnya.
"ok baiklah.." Imbuh Yasmin menghargai keputusan sahabatnya dengan tidak terus memaksanya untuk berbagi cerita dengannya.
Hana pun hanya menggelengkan kepala nya seraya terus melajukan mobilnya.
.
sesampainya disekolah, mereka bertiga langsung memasuki ruang kelas mereka, baru saja mereka mendudukan tubuh nya di kursi masing-masing, datang Nat menyapa mereka bertiga.
"hai...trio macan ternyata sudah tiba lebih dulu dari ku" Sapa Nat bersemangat.
"hey... sepertinya kamu sangat bahagia hari ini Nat?" Tanya Hana memperhatikan Nat.
"iya dong...." Jawab Nat melebarkan senyumnya.
"wedeeee ada apa rupanya kamu Nat?" Tanya Hana kembali.
"kamu tahu...besok lusa kita diundang party dirumah Kak Dika" Jawab Nat.
"Haaaaa...Party?" Sahut Dea.
"iya Kak Dika ingin mengadakan party malam minggu nanti" Jawab Nat.
"entahlah... tapi kata Kak Elang dia ingin mengadakan syukuran gitu, yasudah ya aku hanya ingin memberi tahu itu, jangan lupa jadir ya" Jawab Nat yg berlalu meninggalkan ruang kelas karena seperti biasa setiba kesekolah Nat selalu mencari sarapan pagi.
Hana yang mengetahui itu hanya diam, karena memang mengadakan party dirumah Dika adalah rencananya dan Dika, untuk memberikan kejutan di hari ulang tahun Dea, 2 hari lagi tepat nya sabtu nanti.
Dea yang mulai memikirkan kembali kejadian semalam, terus Ia juga penasaran apa yang sedang Dika rencanakan, tapi pasti dia benaknya Dea tidak ingin sekali rasanya untuk menghadiri party tersebut.
Hana dan Yasmin saling melirik ke arah Dea dan membuyarkan lamunan Dea.
"Dea..... mulai kan kamu melamun lagi.. aku jadi penasaran apa yang sedang kamu fikirkan, atau jangan-jangan lamunan mu itu mengenai Kak Dika yaaaaa" Ujar Yasmin Kepo, dan Hana tertawa lirih.
Dea melirik dan menatap tajam kedua sahabatnya. "kamu ini, sok tahu sekali, seperti kamu bisa membaca fikiran ku saja" Tukas Dea.
"hahahah tapi iyaa kan, jujur saja" Ujar Yasmin meledek Dea. "eh tapi kira-kira aku boleh ikut tidak ya" Imbuh Yasmin.
"huuft kau ini" Gumam Dea.
"tentu dong Yas kamu harus ikut, karna kamu bagian dari kita" Jawab Hana.
"aku kan bukan anggota MP" Imbuh Yasmin memelas.
"ini bukan acara MP, tenang saja, jadi siapa pun berhak ikut, termasuk kamu" Jelas Hana memberikan pengertian kepada Yasmin, dan Yasmin pun tersenyum mengiyakan.
__ADS_1
tak berapa lama bel sekolah pun berbunyi, dan mereka memulai aktifitas belajarnya.
.
seusai pulang sekolah dan Hana mengantarkan Dea pulang, Hana dan Yasmin lanjut bertemu dengan Dika untuk merencanakan kejutan ulang tahun untuk Dea.
* * *
keesokan harinya sepulang sekolah harusnya hari itu ada jadwal latihan, namun Dea enggan untuk pergi berlatih, sepertinya Ia sedang menghindari Dika, semenjak kejadian malam itu Dea tidak seperti biasanya yang selalu bersemangat untuk berlatih.
"Dea, kamu mau ikut aku pulang dulu, atau aku antar kamu pulang lalu aku jemput lagi De?" Tanya Hana, namun tidak mendapatkan jawaban dari Dea.
"Dea....kamu kenapa, ini bukan pertama kalinya De, aku perhatikan beberapa hari terakhir kamu terlihat sangat murung" Imbuh Hana sambil memegangi tangan Dea dan menatapnya lembut.
"Hanaaa...." Imbuh Dea menarik tangan Hana dan memeluknya, melihat pemandangan seperti itu Yasmin langsung mendekati kedua sahabatnya itu.
"coba ceritakan pelan-pelan kepada kami, ada apa denganmu" Imbuh Hana, Yasmin pun mengiyakan menunjukan empatinya.
"aku ingin sekali bisa berbagi cerita, namun entah kenapa rasanya aku tidak bisa untuk menceritakannya" Gumam Dea dalam hati, sambil menatap kedua sahabatnya bergantian.
"Dea....." Imbuh Hana.
"ehemmm... gimana kalau hari ini kita hangout, kita makan, nonton, beli baju, gimana ??? udah lama sekali rasanya kita tidak jalan bareng, quality time bertiga." Ujar Dea.
Hana dan Yasmin mencerna perkataan Dea, dan mengiyakan untuk pergi bersama, dan ide bagus bermunculan dikedua benaknya Yasmin dan Hana, untuk membeli baju couple an bertiga untuk party nanti.
dan mereka pergi bersama untuk hangout.
.
waktu tak terasa sudah petang, Hana dan Dea pun tidak mengabari Dika dan teman-teman MP nya bahwa mereka tidak berlatih hari ini.
Dika yang enggan menanyakannya kepada yang lain bergumam dalam benaknya "apa Dea sedang menghindariku ya, sementara itu dia juga tidak membalas pesan ku dan menjawab telfon ku".
sementara Dea, Hana, dan Yasmin sedang asik menikmati kebersamaan mereka yang sudah lama sekali mereka tidak berkumpul bertiga selama Hana dan Dea memutuskan untuk ikut MP.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.