Infinity Love

Infinity Love
Part 5 Rayuan Arjun


__ADS_3

Setelah kepergian Aditya, akupun melangkah memasuki pagar rumahku dan disambut oleh Arjun yg menghampiriku.


Dia mengambil alih belanjaan dari tanganku.


" dari mana saja kalian? Kenapa lama sekali? " tanyanya kemudian berjalan beriringan denganku. Aku membiarkannya tak berniat menjawab pertanyaanya sedikitpun.


Kenapa dirinya bersikap seolah-olah tak ada masalah?


Padahal sebelumnya kami bertengkar hebat dan itu karna gadis Jalang sialan itu.


Aku membuka pintu rumahku dan Arjun mengikutiku dari belakang. Dia menutup pintunya menggunakan badannya karna kedua tangannya penuh dengan belanjaanku.


" taruh saja disana " perintahku padanya sambil menunjuk meja makan dekat dapur kecil rumah kami. Dia menuruti perintahku tanpa berbicara sepatah katapun.


Namun sedetik kemudian dia menghampiriku yg tengah meraih gelasku untuk ku minum karna aku snagat kehausan saat ini.


" kenapa kau selalu saja diam dan seolah menjauhiku Alia? " sargahnya saat aku berbalik kearahnya, namun aku hanya mengernyitkan kening dan memicingkan mata padanya.


" dengar " diam sebentar sembari meraih bahuku dengan kedua tangannya.


" aku tak suka melihatmu berdekatan dengan Arjun, apalagi sampai pergi berdua seperti tadi. Aku benar-benar tidak suka dan itu membuatku cemburu Alia " sambungnya


Tunggu dulu, dia kira ketika dia berdekatan dengan wanita lain aku suka begitu?


Aku tak cemburu begitu fikirnya?


Kenapa Para Pria itu selalu egois seperti ini. Dia bilang tak suka dan cemburu ketika wanita nya bersama pria lain, tapi dia sendiri bagaimana?


Sulit dipercaya.


Aku tetap diam dengan melipat kedua tanganku didepan dada dan menatapnya tajam.


" aku tahu Alia aku salah " dia menundukan wajahnya dan terlihat bersalah saat ini.


" tapi kau tahu sendirikan kalau aku dan Shre_ "


" kau dan Shreya adalah teman baik sejak kecil, dan bahkan keluarga kalian pun bersahabat sejak lama jauh sebelum kalian terlahir " potongku, karna memang kalimat itulah yg selalu ia ucapkan ketika kami terlibat pertengkaran yg disebabkan oleh gadis itu.


Terntu saja aku menghafal dengan baik kalimat itu, karna memang pertengkaran kami lebih sering disebabkan oleh ulah gadis jalang tak tahu diri itu. Bahkan mantan sahabatnya 'Aditya' sendiripun tau sekali kalimat tersebut. Huuffttt memang Menyebalkan.


" benar begitu? " tanyaku dan berhasil membuatnya menatapku.


" dengar Arjun Malhotra " aku berucap dengan sedikit me_nekan_kan namanya

__ADS_1


" jika kau saja tak sudi melihatku bersama Adi atau pria lainnya, lalu kenapa kau sediri selalu melakukannya dengan wanita lain dibelakangku? Hahh? ... Dan bahkan tidak dibelakangku sajah, didepanku juga kau secara terang-terangan bermesraan dengannya, dengan Shreya. Wanita yg aku benci, aku sama sekali tak menyukainya, dia itu licik. Dia bahkan berusaha untuk mendapatkanmu kembali dengan segala cara murahannya. Apa kau tak menyadari itu hahhh?... Kau pikir aku tak cemburu melihat itu semua, dimana letak hatimu itu? " aku meluapkan semua emosiku saat ini, semua yg aku rasakan. Dan tanpa terasa aku menitihkan air mata itu. Arjun berusaha menghapus air mataku yg telah terlanjur membasahi pipi. Namun aku menepisnya.


" jangan sentuh aku " sargahku dengan suara isak tangis dan berusaha menghapus air mataku sendiri.


" Alia dengarkan aku kau salah paham " dia mencoba menjelaskan sedangkan aku memalingkan wajahku karna muak dengan nya.


" Alia kau tahu sendirikan bagaimana dia. Dia yg selalu menggodaku, aku sama sekali tak menggodanya terlebih dahulu. Aku bahkan sering mengacuhkannya, kau tahu dan sering melihatnya sendiri kan? "


Iya aku jelas tahu itu. Bahkan Aditya pun berkata demikian. Tapi tetap sajakan apa yg kulihat tadi siang itu seperti apa.


" Aku benar-benar telah berubah untukmu, kau juga yg telah merubahku, aku menjadi diriku yg lebih baik karenamu. Dan aku takkan mungkin membuatmu kecewa. Ku kohon Alia jangan seperti ini " terangnya


" lalu aku harus bagaimana hah? Kau selalu menguji kesabaranku dengan semua wanita-wanitamu itu, kau bahkan selalu membuatku menangisi semuanya dan menjadikanku seperti orang bodoh " cercaku. Arjun meraih pergelangan tanganku, membuatku berbalik kearahnya. Kami berhadapan saat ini.


" marahi aku dan pukul aku jika kau mau " dia membawa tangan kananku, menggerakkannya beberapa kali utk memukul rahangnya sedangkan tangan kiriku mencoba membuat jarak pada tubuh kami.


Aku tak bisa berkutik. Kenapa setiap dia bersikap seperti itu aku selalu saja termakan dan luluh oleh setiap perkataan dan perlakuaanya?


Jantungku seolah berdetak lebih cepat. Aku tak lagi mampu meluapkan amarahku, seolah semua telah redam oleh sentuhannya.


Aku membalikan tubuhku kembali berusaha menjauhinya. Karna aku tak mau dia tau aku telah luluh olehnya. Enak saja secepat itu, pikirku.


Tapi nyatanya dia malah bergerak lebih. Menahan langkahku dan berusaha merengkuhku dari belakang.


Aku diam mematung saat dia melakukan itu. Aku benar-benar tak bisa mengendalikan diriku saat ini. Hembusan nafasnya yg menerpa leher jenjangku, membuatku semakin menggila. Terlebih lagi saat dia mulai melancarkan aksinya dengan bibirnya yg selalu lihai bermain disekitar leherku. Mengecupnya dan sesekali menggigitku dengan menggoda. Yg selalu membuatku melenguh dan mendamba.


Yaa tuhan, aku benar-benar telah luluh dibawah sentuhannya.


" Aku juga tak suka melihat Shreya terus bergelayut dilenganmu ini " ucapku dengan suara yg hampir tak terdengar.


" baiklah, baiklah aku takkan lagi membiarkan dia melakukannya lain kali, kau puas? " janjinya. Aku menyeringai lebar saat ini.


Entah kenapa aku sendiri bingung dengan kondisiku saat ini yg begitu mudahnya memaafkannya. Tapi ya sudahlah, mungkin lebih baik seperti.


" baiklah aku mema'afkan mu lagi utk kali ini, tapi tidak lagi untuk berikutnya " sekarang aku meraih tangannya berusaha melepaskannya dari tubuhku.


" ooohhh ayolahh Alia, apakah aku begitu sering melakukan kesalahan padamu, sehingga kau berkata seperti itu " sekarang dia belaga merajuk dengan wajah dibuat-buat.


" iyaahh memang begitu kan " aku puas sekarang telah membuatnya kesal.


Aku kemudian melangkah meninggalkannya yg masih mematung ditempatnya. Sedangkan diriku kembali kedapur untuk membuatkannya minuman. Setelah cukup lama kami berdebat.


" Arjun kau mau minum apa? " tanyaku kemudian

__ADS_1


" apa sajah yg kau berikan akan aku minum. Meskipun racun sekalipun, setidaknya aku mati karna cintaku kan " candanya dengan seringai di bibirnya, kemudian melangkah menuju sofa diruang tv dan duduk disana.


Aku memutuskan membuatkannya Jus Lemon karna dia begitu menyukainya. Aku berjalan menghampiri nya yg sudah berada di sofa tv dengan membawa 2 jus Lemon dan camilan utk kami berdua.


" terima kasih sayang " ucapnya saat aku sudah meletakkan jus dan camilan diatas meja. Aku tersenyum tulus padanya tanpa ras abenci sedikitpun. Dia membalas senyumanku dengan lebih tulus.


" minumlah kau pasti kehausan karna pertengkaran kita tadi " perintahku padanya.


" tentu saja, kau selalu menyiksaku ketika kau sedang berada dalam mode marah " ucapnya dengan wajah memberengut.


" sialan kau Arjun, kau sendiri yg memulainya kan? " aku mengumpatnya


" oke oke baiklah, itu hanya bercanda sayang. Jangan marah lagi, kita baru saja berdamaikan " lerainya dengan mengusap pipi tirusku sayang. Lalu meraih gelasnya.


Dia meneguknya dengan tidak sabar. Rupanya aku benar-benar menyiksa dirinya. Itu terlihat ketika dia meneguk dan menandaskan isi Jus didalam gelas yg ia pegang saat ini. Luar biasa.


kami berbincang ringan dan sesekali tertawa lepas saat dia mulai membuat lelucon ala dirinya.


Aku nyaman saat dia bersikap manis seperti ini padaku. Tapi aku juga membencinya ketika tiba-tiba dia mengnampakkan kemesraanya dengan wanita-wanitanya itu. Aku hanya ingin memiliki dia sepenuhnya. Aku tak ingin membagi apa yg aku miliki dengan orang lain. Sekalipun itu adalah teman kecilnya. Aku tak rela jika miliki disentuh oleh wanita lain.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


#####BERSAMBUNG


__ADS_2