
"Kak Dika sudahlah aku malu dengan yang lain, kau memperlakukan ku istimewa nanti mereka akan berfikir macam - macam mengenai aku, cepat turunkan aku".. Pinta Dea.
"Baiklah, tapi kau janji kau akan baik - baik saja".. Ucap Dika merasa cemas.
"Janji "... Imbuh Dea melingkarkan kelingking nya ke jari Dika. Dika tersenyum lirih.
...
"Apa kau mengetahuinya Kak Elang, Ada apa dengan Kak Dika dan Dea?..." Tanya Nat membuyarkan lamunan Elang yang tak henti menatap ke arah Dika dan Dea.
"Entahlah.." Jawab Elang mengangkat bahunya serta menggelengkan kepala nya dan berlalu meninggalkan Nat.
...
Pada malam itu Dika meminta sofyan yang bersama Dea untuk menemaninya lari...
"Kaki mu kenapa Dea, sampe memar seperti itu" Tanya Sofyan heran.
"Hmmm tadi aku sparing dengan Kak Alul lalu kaki ku terbentur kaki Kak Alul.." Jawab Dea.
"Kau yakin ingin melanjutkan ini".. Tanya Sofyan meyakinkan Dea.
"Sudahlah kakiku sudah membaik, percayalah"... Ucap Dea sambil menunjukan kakinya memang sudah sedikit membaik.
Mereka berdua melanjutkan perjalanan jogging mereka sejauh 40km. Namun di tengah perjalan mereka bertemu 2 orang preman yang sedang mabuk, preman - preman itu mencoba untuk mendekati Dea, namun Sofyan melayangkan pukulan ke wajah preman itu.
"Pergi kau jangan berani - berani mengganggu teman ku" Teriak Sofyan, dan preman - preman itu pun pergi.
__ADS_1
"Kau tidak apa Dea" Tanya Sofyan khawatir.
"Iya aku baik - baik saja Sof, terima kasih telah membantu ku" .. Ucap Dea ketakutan, disaat Sofyan sedang menenangkan Dea tiba - tiba kedua preman tadi kembali dan kali ini mereka membawa teman - temannya, lalu sofyan pun panik, dan mengajak Dea untuk berlari karena tak mungkin ia menghadapi para preman itu sendirian, dan preman - preman itu pun mengejarnya ..
.
Kala itu kebetulan sekali Dika dan Bima yang sedang mengawasi peserta lainnya, melihat Dea dan Sofyan berlari dikejar para preman, Dika pun langsung menancapkan gas nya untuk bergegas menghampiri mereka dan menghadang para preman itu, terjadi lah baku hantam diantara mereka, sofyan pun membantu Bima dan Dika, pada akhirnya preman - preman itu pergi meninggalkan Bima, Dika, dan Sofyan.
Melihat Dea yang sangat ketakutan Dika mendekati Dea dan memeluknya dengan penuh kekhawatiran, Dea pun menangis dipelukan Dika..
"Kau ini hobi sekali menangis, dasar cengeng" Ucap Dika melepaskan pelukan dan menjauhkan tubuhnya dari Dea.
"Kak Dikaaa..." Imbuh Dea, meraih kembali tubuh Dika dan memeluknya.
"Hey..." Ucap Dika membalikan tubuhnya ke hadapan Dea, "ok baiklah kau aman sekarang, sudahlah hapus air mata mu".. lanjut Dika mengusap air mata yang jatuh dipipi cabi Dea.
"Hey.. kenapa kau tiba - tiba meminta pulang, perjuangan mu hampir selesai, sekarang lanjut kan perjalanan mu lalu semua ini akan cepat berakhir juga" Jelas Dika sambil memeluk erat Dea, meyakinkan Dea untuk tetap melanjutkan masa orientasi nya sebagai anggota baru.
"Tapi kak aku takut sekali..." Imbuh Dea lirih.
"Apa yang kau takutkan, aku di sini untuk mu, aku akan menemani mu sampai akhir, percayalah tidak akan terjadi apa - apa padamu" .. Ucap Dika sambil memegang wajah Dea dan menatapnya tajam, Dea pun mengiyakan...
Sofyan dan Bima terdiam dan saling memandang melihat Dea dan Dika, sementara dalam hati mereka bertanya - tanya apa yang terjadi diantara Dea dan Dika, mereka terlihat sangat Dekat, sementara Dika telah memiliki kekasih.
Pada akhirnya Dika menemani Dea, sepanjang perjalanan Dika tidak pernah melepaskan genggaman tangannya kepada Dea sampai di garis finish.
Sesampainya mereka kembali, waktu telah menunjukan pukul 06.00 pagi, Dea sampai lebih awal dari teman - temannya karena dia tak hentinya untuk berjalan meskipun tertatih menahan sakit pada kakinya, sementara teman - temannya yang sudah sangat kelelahan, berjalan dengan sangat lambat sehingga Dea selalu mendahului teman - temannya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan bertemu dengan teman - temannya, mereka juga bertanya - tanya pada hati mereka, ada apa dengan Dika dan Dea, bahkan Dika sampai menemani Dea berlari dengan menggandeng tangan Dea begitu erat, tak terkecuali Hana sahabat dekatnya Dea merasa di acuhkan oleh Dea karena tidak diberitahu Dea mengenai dirinya dan Dika, Hana pun merasa sedikit kesal dengan perilaku sahabat nya itu.
...
Sampailah pada sesi terakhir yakni sesi pelantikan, dimana mereka akan resmi dilantik sebagai anggota MP yang baru, sekaligus pengumuman sebagai peserta terbaik selama proses pelantikan berlangsung..
Setelah mereka melaksanakan upacara penutupan, dan peresmian mereka sebagai simbolnya mereka mendapatkan seragam latihan, dan tiba waktu nya diumumkan siapa yang akan menerima gelar peserta terbaik.
Peserta terbaik jatuh pada Dea, dan Dea pun merasa terharu dan tidak percaya bahwa dia mampu menerima gelar tersebut, karena sepanjang proses pelantikan dia lah satu - satunya anggota yang cengeng dan banyak protes, namun penilaian para senior memutuskan Dea lah sebagai peserta terbaik yakni melihat daya juang dan kegigihan Dea menjalani proses pelantikan ia tidak pernah putus asa sampai di garis akhir dan Dea dapat menyelesaikan tugas nya dengan baik.
...
Seluruh rangkaian kegiatan telah berakhir, para peserta pun telah bersiap - siap untuk pulang kerumah masing - masing..
Dea yang terlihat begitu sumringah juga tak sabar ingin segera sampai di rumah dan beristirahat.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1