Infinity Love

Infinity Love
Yaaa.... aku menerimanya.


__ADS_3

Dika beralih posisinya mendekati Dea..


"bolehkah aku berbaring dipangkuanmu?" Imbuh nya, Dea hanya terdiam tanpa bisa menolak.


mereka mulai membicarakan tentang dirinya masing-masing dan terlibat obrolan yang lebih intens lagi, karena malam itu hanya tinggal mereka berdua yang masih terjaga..


mereka berbincang dan mulai saling memahami satu sama lain, dan terlihat sangat begitu dekat..


.


Tak terasa pagi pun menyapa dengan kokokan ayam bersahutan..


Mereka berdua masih larut dalam obrolan yang terlihat sangat asik dan dekat sekali..


Mentari pun mulai menunjukkan sinarnya, mereka berdua beralih dengan merapihkan sisa-sisa pesta kecil semalam, dilanjut dengan olahraga kecil mengelilingi komplek rumah Dika.


.


.


Kala itu Ibunda Dika sedang menyiapkan sarapan untuk teman-teman Dika yang bermalam dirumahnya..


Dika dan Dea pun sudah selesai berolahraga, ketika mereka kembali, mereka mendapati teman-teman nya masih terlelap di ruang tamu, sementara Dika dengan ide jailnya ingin membangunkan teman-temannya, Dea langsung menghampiri ibunda Dika di dapur yang tengah membuatkan sarapan untuk mereka..


"Pagi tante...." Sapa Dea manis..


"Pagi...." Ibunda Dika balas menyapanya.


"Kalian sudah kembali, teman-teman kalian sepertinya belum pada bangun tuh" Ujar Ibunda Dika, sambil merajang-rajang sayuran.


"Iya tante, maaf ya tante jadi merepotkan"Jawab Dea agak sungkan.


"Oiia tante bisakah Dea membantu tante?" Lanjutnya.


"Tidak perlu nak, kamu ini tamu tidak baik berada di dapur, biar tante saja yang mengurus semua, kamu tunggu di depan ya." Sahut Ibunda Dika.


"Baiklah kalau seperti itu tante, tapi nanti jika butuh sesuatu panggil saja Dea ya tan..." Imbuh Dea.


"Iya sayang, terima kasih atas tawarannya" Ujar Ibunda Dika.


"Oiia nak.." Dea pun menoleh akan panggilan Ibunda Dika, "tante hampir lupa, tadi tante sudah buatkan ini untuk sarapan kalian tolong bawakan ini saja kedepan ya nak" Ujar ibunda Dika sambil menyodorkan sepiring berisi roti yg sudah berisikan selai, dan sepiring lagi berisikan pisang goreng coklat, Dea pun menerima nya dengan senang hati.


"Hmmmm pasti sangat lezat pisang goreng coklatnya, terima kasih tante" Jawab Dea melemparkan senyum manisnya, ibunda Dika pun tersenyum, Dea segera berjalan kedepan untuk memberikannya kepada teman-teman nya.


"Yuhuuuu.... teman-teman apa ini yang ku bawa, sarapan untuk kalian, cepat bangun dan basuh muka kalian dengan air" Sapa Dea sambil menciumi aroma pisang goreng coklat lalu ia pun tak sabar untuk mencicipi nya, namun ketika ia sedang meniup-niupi pisang yang masih terasa panas tiba-tiba Dika menghampirinya lalu memakan pisang gorengnya, sontak membuat Dea kesal, Dika pun langsung berlari menghindari amarah Dea, mereka berdua terlihat seperti anak kecil tak henti nya ribut lalu baikan lagi begitu terus sehingga membuat teman-teman nya tak heran dengan tingkah laku mereka.


.


Setelah mereka semua telah membersihkan diri dengan mandi secara bergantian, maka mereka semua berpamitan untuk segera pulang.


Dika berinisiatif untuk mengantarkan Dea pulang, Dea pun tidak menolak tawaran Dika.


.


beberapa hari setelah pesta kecil yang mereka adakan, Dika dan Dea pun terlihat semakin dekat, hingga suatu hari sepulang dari latihan Dika pun mengantarkan Dea pulang.


"oke tuan putri sudah sampai".. Ujar Dika.


"Terima kasih kak" Imbuh Dea.


"Baiklah masuk sana".


"Aku ingin melihat Kak Dika pergi dulu, udah sana aku akan masuk" Tukas Dea.


"Baiklah kalau begitu aku pulang dulu ya, mimpi indah" Dika menyalahkan motornya lalu memberikan kode bahwa Ia akan menelponnya saat sudah tiba dirumah, Dea pun hanya tersenyum menanggapinya.

__ADS_1


.


Sesampainya Dika dirumah Ia pun langsung berkabar dengan Dea, seolah tak sabar Ia ingin mendengar suara Dea.


tut......


tut.....


tut.....


terdengar lama sekali Dea menjawab panggilan Dika.


Dika mencoba untuk kedua kali menghubungi Dea..


tut...


tut...


tut....


namun sayang Dea tak lagi menjawab panggilan Dika, Dika melempar ponselnya ke sembarang arah dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil memejamkan matanya, tak lama berselang Ia bergegas ingin mandi karena merasa dirinya lengket sekali.


setelah mandi, Dika yang kala itu tengah mencari pakaian ganti, tiba-tiba ponselnya berdering...


"Dea" Gumam Dika, Dika pun langsung menjawabnya.


"Hey lama sekali kamu menjawab telfon ku" Gerutu Dika.


"Iya maaf Kak, tadi aku sedang membantu adikku mengerjakan tugas sekolahnya" Jawab Dea.


"Dea"


"hmmm"


"Hey kenapa kau diam"


"hmmm iya"


"Iya apanya?"


"Kakak bicara apa tadi?" Jawab Dea seolah mencoba mengalihkan pertanyaan Dika, namun Dika tak gentar ingin mendapatkan jawaban darinya dan Dika mengulangi pertanyaan nya dengan suara terendahnya.


"Dea....bersedia lah kamu menjadi kekasih ku"


Dea kembali terdiam..


"Dea"


"Kenapa kamu hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan ku, apa begitu sulit mulutmu untuk bicara mengatakan iya atau tidak" Ujar Dika gemas akan sikap Dea yang enggan untuk menjawab.


Dea masih terpaku akan lamunannya..


"Dea....."


"Dea....apa kau mendengarku???"...


" hmmmm .. iya Kak Dika, aku tidak tuli, aku mendengar apa yang kamu katakan" Imbuh Dea.


"Lalu apa jawabanmu, kenapa jawab seperti itu saja susah sekali" Gerutu Dika.


"Galak sekali dia, menyatakan perasaannya pada seorang wanita namun memaksa seperti itu" Gumam Dea dalam hati.


"Maaf Kak...apa aku tidak salah mendengar??, kamu menginginkan aku jadi kekasihmu?, apa kau sudah gila, bagaimana dengan Kak Tita??" Dea melontarkan banyak pertanyaan kepada Dika.


"Bisakah aku jawab satu per satu pertanyaanmu..."

__ADS_1


"Baiklah...aku dengarkan"


"Yang pertama kamu tidak salah mendengar aku memang menyatakan perasaanku sama kamu, karena aku sayang sama kamu, aku sudah pernah mengatakan ini sebelumnya, kau ingat??? kamu hanya pergi meninggalkan aku tanpa kata sedikit pun, jadi wajar dong aku menanyakan hal ini lagi kepadamu, jadi bagaimana apa kamu menerima aku sebagai kekasihmu..." Imbuh Dika.


"lalu bagaimana dengan Kak Tita?" Tukas Dea.


"Dea...aku sama Tita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, hubungan kita sudah berakhir.." Jawab Dika.


"Benarkah itu?" Tanya Dea meyakinkan hatinya, yang sebenarnya Ia pun menyimpan perasaan yang sama terhadap Dika.


"Iya..."


"hmmmm...."


"jadi jawaban mu hanya hmmm saja" Tanya Dika mendesak.


"kamu ini....maksa sekali sih" Ujar Dea.


"Dea plisss..."


"baiklah...aku mau jadi kekasihmu..."


"apa???" tanya Dika memastikan.


"apa pendengaranmu sudah tidak berfungsi dengan baik, sehingga aku harus mengulangi ucapanku?" Jawab Dea kesal.


"tidakk...tidakk aku hanya ingin memastikan bahwa kamu memang benar-benar menerima ku sebagai kekasihmu".


"iya aku mau jadi pacar Kak Dika" Jawab Dea tersipu..


"jadi mulai saat ini kita jadian?" Tegas Dika.


"hmmmm... iya" Jawab Dea malu.


"makasih ya sayang kamu sudah mempercayaiku sebagai orang yang akan menjaga kamu" Ujar Dika kegirangan.


"sayang sayang" Imbuh Dea, yang kala itu juga merasakan bahagia, meskipun mereka meresmikan status mereka melalui ponsel.


"memang tidak boleh" Tukas Dika.


"Boleh...." Jawab Dea lembut, dan Dika pun tak henti bahagia karena telah mendapatkan wanita yang telah lama ia kagumi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2