
Krisnadwipayana university..
Sesampainya Dea, Hana, dan Yasmin di kampus, namun mereka tidak mendapatkan satu orang pun berada di sana untuk berlatih..
selang berapa lama mereka menunggu datanglah satu per satu teman-teman yang biasanya berlatih.
Dea, Hana, dan Yasmin segera turun dari mobil dan bergegas dari parkiran untuk masuk kedalam, karena dirasa sudah banyak teman-teman nya berkumpul..
Dika yang tiba-tiba terdiam dan mengalihkan pandangannya kepada Dea yang kala itu baru saja memasuki UKM, sejenak mereka berdua saling beradu pandang.
"Bae-Bae mata tuh copot" Ledek Elang sambil mengusapkan tangannya di wajah Dika, Dika pun salah tingkah dibuatnya.
Dika langsung mendekati Dea dan mengajaknya bicara dengan menarik tangannya untuk menjauh dari yang lain, Dea pun hanya mengikuti Dika tanpa penolakan.
"Dea denger aku, jika perkataan ku salah, dan membuatmu menghindari ku, aku minta maaf, tapi tolong jangan bersikap seperti ini terhadap ku" Imbuh Dika langsung to the point, Dea hanya terdiam tak mengerti harus berbuat apa.
"Dea... Dea jawab aku De" Ujar Dika, Dea menghela nafas panjang dan berusaha menjelaskan tentang semua terhadap Dika.
"Kak Dika... aku tidak marah ataupun menghindar darimu.." Tukas Dea.
"kemarin aku seharian asik jalan dengan kedua sahabatku, dan aku baru membuka ponselku malam hari ketika aku sudah pulang" Jelas Dea.
"Lalu kenapa kamu tidak membalas pesan ku" Tanya Dika.
Dea pun hanya terdiam, dengan tatapan tajam Dika terhadapnya, lalu Elang membuyarkan pembicaraan keduanya.
"Dika...ayolah kapan kau akan memulai latihannya ini malah hampir larut malam dik" Tanya Elang yang menghampiri keduanya, namun Dika tak menghiraukan pertanyaan Elang, dan pergi meninggalkan Dea dan Elang dengan begitu kesal..
Dea yang masih terpaku, membuat Elang sungguh bingung dibuatnya, sebenernya apa yang terjadi diantara keduanya.
"Dea.." Elang mengusap bahu Dea dengan lembut, dan mengagetkan Dea seketika.
"hm...Kak Elang" Imbuh Dea.
"Ada apa dengan kalian berdua, apa kamu baik-baik saja De" Tanya Elang, menatap dalam Dea, melihat Dea yang sangat kebingungan.
"hmm. .a-aku aku baik-baik saja Kak, maaf aku permisi ya Kak.." Jawab Dea tak banyak bicara dan meninggalkan Elang dengan begitu banyak pertanyaan, Elang hanya menggelengkan kepalanya juga mengangkat bahunya akan sikap keduanya..
.
.
Sore itu tidak ada latihan, mereka hanya melakukan sesuatu yang gabut, dan tidak ada keseruan seperti biasanya, pada akhirnya membuat beberapa peserta latihan untuk pualng lebih awal, tersisa Dika, Dea, Hana, Yasmin, Nat, Elang, Syahrul dimana mereka memutuskan untuk melanjutkan acara yang sudah mereka rencanakan di rumah Dika.
.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Dika, membuat Dea tak asing berada di tempat yang belum pernah Ia datangi sebelumnya, seperti dejavu..
setelah dirasa persiapan untuk memberikan kejutan ulang tahun untuk Dea sudah selesai, Hana dan yang lain memulai acaranya, Dea yang kala itu sedang asik ngobrol dengan Elang diruang Depan dikagetkan oleh Hana dan yang lain dengan kue ulang tahun ditangan Hana sambil menyanyikan lagu untuk Dea ..
.
.
Happy birthday Dea... Happy birthday Dea... Happy birthday... Happy birthday... Happy birthday Dea.....
.
.
Dea sangat terkejut dan merasa terharu karena ia merasa begitu diperhatikan oleh sahabat-sahabat nya, namun Ia sendiri bahkan lupa bahwa dirinya hari ini sedang berulang tahun..
Dea berdiri mensejajarkan posisinya kepada Hana yang kala itu memegang kue ulang tahun untuknya..
Sebelum Dea meniup lilin terlebih dahulu Ia make a wish, dan membuka mata lalu meniupnya..
Semua larut dalam kebahagiaan, dan tertawa lepas serta memberikan ucapan selamat kepada Dea..
Setelah itu Dea memotong kue dan memberikan potongan pertamanya untuk Dika, sontak membuat semua orang terkejut, kenapa bisa potongan kue pertamanya diberikan kepada Dika..
Dea langsung menghampiri Dika dan menyuapi kue tersebut, membuat Hana merasa cemburu karena Ia merasa sebagai sahabatnya Dea tidak dianggap begitu special terlebih Hana yang memegangi kuenya dari tadi berharap Dialah orang pertama yang akan menerima suapan pertama dari Dea.
Dika yang kala itu tengah disuapi kue oleh Dea tak henti menatap Dea dengan begitu dalam membuat Dea salah tingkah dibuatnya..
"Duh kenapa jantung ku tiba-tiba berdegup sangat cepat" Gumam Dea dalam hati.
"Ukhh..tidak..tidak...tidak bisa seperti ini" Dea langsung mengalihkan sikapnya dengan mengambil potongan kue selanjutnya, yang Ia berikan untuk kedua sahabatnya, lalu potongan berikutnya untuk teman-teman yang lain seperti Elang, Nat, Syahrul, dan Bima.
.
.
mereka pun larut dalam pesta kecil yang dibuat oleh Dika, Hana dan Yasmin.
hingga malam semakin larut, membuat Yasmin merengek dan mengajak kedua sahabat nya untuk segera pulang.
namun hal itu dibantah oleh Dika yang menginginkan mereka untuk tetap dirumahnya, bahkan Dika menyuruh mereka untuk bermalam dirumahnya.
"Maaf Kak Dika, Yasmin tidak bisa ikut nginep, karena mama ku bisa marah jika aku tidak pulang" Tolak Yasmin.
"Baiklah akan ku antar kamu pulang Yas" Sahut Hana.
__ADS_1
"Tidak perlu kamu Na, biar Yasmin diantar oleh Bima" Seru Dika.
"Iya kebetulan sekali aku juga ingin pamit ya Dik, Karena ibuku sedang sakit jadi aku juga tidak bisa nginep bersama kalian" Jelas Bima.
"Kalau begitu mari ku antar kau pulang Yasmin" Ajak Bima dan Yasmin pun mengiyakan, mereka pun berpamitan kepada yang lain untuk pulang lebih awal.
.
.
.
Setelah Bima dan Yasmin pulang, mereka melanjutkan acaranya dengan melakukan berbagai permainan hingga semua begitu larut akan kebahagiaan..
tak terasa waktu menunjukan pukul 12 malam, Nat dan Hana sudah dirundung oleh rasa kantuk yang tak tertahan terlebih mereka sangat kelelahan akibat bermain tadi.
.
begitu pun dengan syarul yg minta ijin untuk pulang karena ibunya sendirian dirumah tak ada yang menemani, Dika terpaksa mengiyakan sahabatnya pulang.
.
kini tersisa Dika, Dea dan Elang yang masih terjaga, mereka bertiga larut dalam obrolan seru yang membuat mereka begitu menikmati malam itu.
waktu semakin tak terasa menunjukan pukul 2 pagi dini hari, Elang pun tak kuasa menahan rasa kantuk, dan akhirnya ia tertidur diatas sofa..
Dea dan Dika, mereka berdua masih larut pada obrolan nya, sehingga membuat suasana makin mendekatkan keduanya.
.
Dika beralih posisinya mendekati Dea..
"bolehkah aku berbaring dipangkuanmu?" Imbuh nya, Dea hanya terdiam tanpa bisa menolak.
mereka mulai membicarakan tentang dirinya masing-masing dan terlibat obrolan yang lebih intens lagi, karena malam itu hanya tinggal mereka berdua yang masih terjaga..
mereka berbincang dan mulai saling memahami satu sama lain, dan terlihat sangat begitu dekat..
.
.
.
.
__ADS_1
.
.