
Aku terus berjalan kearahnya, berusaha menetralkan emosiku agar sedikit tenang menghadapinya. Kriti mengikutiku dari belakang.
Aku telah sampai dihadapan mereka. Berdiri dengan sedikit tenang meski saat ini aku tahu emosi terus menyeruak meminta ditumpahkan sekarang jg. Namun, aku berusaha keras meredamnya untuk beberapa saat.
" Hai Shreya " sapaku pada wanita itu berusaha bersikap biasa. Diapun membalas sapaanku " Hai juga Alia " dengan menyeringai lebar dan tentu saja dia semakin mengetatkan genggamannya terhadap pria disampingnya itu.
Ya wanita itu adalah Shreya Fatehi. Mantan dari Kekasih ku sekarang. Dan tentu saja Pria yg tengah ia gelayuti lengannya itu adalah Arjun Malhotra yg masih berstatus sebagai kekasih ku.
Aku tahu Shreya mungkin lebih sexy dibandingkan aku. Tapi aku jg tahu kalau Arjun telah memutuskan hubungan dengannya jauh sebelum aku bertemu dengannya. Entah apa yg ada dalam fikiran gadis itu yg selalu saja mengejar-ngejar kekasihku bagaikan seorang Jalang. Padahal dia sendiri tahu hubungan ku dan Arjun seperti apa. Kami menjalin hubungan hampir 2 tahun dan selama itu jg Shreya selalu saja bersikap manis dan manja terhadap Kekasihku yg tak hanyal selalu membuatku kesal bukan main dibuatnya. Hingga tak jarang pula kami sering terlibat pertengakaran setelahnya.
" kau tahu Shreya, Gaun putihmu ini sangat indah " sambungku seraya memperhatikan gaun putih selututnya. Tanpa menghiraukan keberadaan Arjun disana.
" tentu saja " balasnya dengan senyum penuh kemenangan atas pujianku. " bukan kah ini membuatku terlihat lebih sexy Arjun " sambungnya lagi dengan gerakan sensualnya. Aku hanya memandangnya jijik. Ada saja gadis macam dia yg tak tahu malunya bergelayut pada kekasih orang dihadapan kekasihnya sendiri.
" sudahlah Alia lupakan saja " lerai Kriti sedikit menarik pergelangan tangan ku agar beranjak dari hadapan mereka. Sepetinya Kriti sendiri telah muak melihat adegan dihadapannya ini. Namun tentu saja aku menetipisnya dan tampaknya Kriti tak memaksaku.
" Kau tahu Shreya betapa mudah kotornya warna Putih itu ketika tertuang semacama Minuman anggur misalnya " ucapku sambil memainkan gelas yg berisi jus jeruk dalam genggamanku saat ini.
" tentu saja aku tak akan seceroboh itu Alia, kau kira aku orang bodoh yg dengan sengaja membiarkan seseorang menuangkannya kearahku" sanggahnya. Dan hanya kubalas dengam picingan mata kananku.
" Alia.... " Arjun mulai berbicara nampaknya dia mulai tau apa yg akan aku perbuat terhadap mantannya itu. Tentu saja aku langsung memotong perkataannya sehingga dia langsung terdiam
" diamlah Arjun aku tak bicara denganmu " sargahku tanpa menoleh sedikitpun kearahnya
" Dan nampaknya kau takkan bisa mengelak ini Shreya " sambungku dengan cepat kilat melemparkan isi jus jeruk itu kearah gaun Shreya. Membuatnya basah seketika meski hanya dibagian dada yg sedikit terbuka karna model V neck dress yg ia kenakan hingga memperlihatkan lekukan payudaranya.
" Shiittttt " pekiknya. " apa kau sudah gila Alia, kau mengotori gaunku " sambungnya seraya membersihkan noda itu dengan tangannya. Dan Arjun tentu saja membantunya.
" ohooww seharusnya aku yg mengatakannya Shreya " sargahku. " apa kau sudah gila, terus saja bersikap seperti jalang dan merayu kekasih orang? " sambungku
" berfikirlah sebelum berbicara! Kau dengar itu Shreya Fatehi " teriaku dan berlalu pergi meninggalkannya, namun seketika langkahku terhenti karna Arjun.
__ADS_1
" Alia dengarkan aku. Kau salah paham soal ini " ia berusaha mendekatiku.
" tetap disana, jangan mendekat! " sargahku seraya mengacungkan jari telunjukku tanpa membalikkan badanku kearahnya. Dia pun menghentikan langkahnya. Aku benar-benar pergi dari hadapannya. Aku tak peduli jika dia lebih memperdulikan Shreya dari pada aku. Aku muak benar-benar muak.
Ku telusuri koridor kampus dengan masih dikuasai oleh emosiku. Aku merutuki nasibku yg begitu miris. Mencintai seorang pria yg tak pernah punya perasaan. Tak pernah peduli akan keadaanku. Yg slalu seenaknya bersama para wanitanya tanpa menghiraukan keberadaanku disisinya.
Hanya kekecewaan yg selama ini aku terima darinya. Kebahagian? Semuanya semu bagiku. Hanya akan ada kekecewaan, penghianatan dan torehan luka yg slalu aku terima darinya.
Aku terus merutuki diriku sendiri yg bodoh, buta akan cintaku terhadapnya. Ya, meski begitu aku smaa sekali tal bisa melupakannya tal bisa membencinya. Dia slalu saja memenuhi fikiranku. Semakin ku berusaha untuk melupakannya maka semakin aku terus mengingatnya.
" bodoohhh benar-benar bodoh kau Alia " kata itu yg lolos dari mulutku saat ini. Tanpa sadar isak tangisku mulai pecah. Ku duduk dibangku taman kampus dibawah pohon. Kriti datang kemudian untuk menenangkanku. Dia selalu siap siaga akan kondisiku. Dia memelukku erat mencoba menenangkanku. Berbagai ucapan ku luapkan padanya dengan masih dalam pelukannya.
Setelah dirasa cukup tenang Kriti melepaskan pelukannya. Ia menghapus air mataku, mengusap pipiku dengan lembut.
" Are You Oke? " tanyanya dan ku balas dengan anggukan kepala seraya menyeka air mataku sendiri
" Apa kau yakin? " sambungnya lagi, aku mencoba meyakinkannya bahwa aku akan baik baik saja.
" tentu saja aku akan baik-baik saja " ucapku. " pergilah tuan Randhawa mungkin sudah menunggumu " sambungku
" ayo laah Kriti kau tahu aku kan, aku sudah terbiasa. Pergilah?! Aku akan baik-baik saja dan itu pasti " jawabku dengan melengkungkan bibirku membentuk senyuman termanisku.
" Kau tahu, aku sudah memperingatkanmu Alia tapi kau tidak pernah mendengarkanku. Tinggalkan dia, dia hanya akan membuatmu dalam kesusahan " Nasehat nya.
Ya, Orang pertama yg menetang hubungaku dengan Arjun sebelum Ibuku adalah dirinya. Pasalnya dia memang tidak pernah menyukai Arjun. Karna memang Arjun adalah sosok pria yg sangat-sangat PLAYBOY. Gadisnya dikampus begitu banyak, entah itu yg tercatat sebagai kekasihnya ataupun hanya sebatas teman, tentu saja teman dengan kemesraan.
Tetapi yg kulihat sejauh ini setelah menjalin hubungan dengan ku, dia begitu manis memperlakukanku hingga aku benar-benar dibuat nya Jatuh Cinta dan melupakan kanyataan tsb.
Ya, dia memang memutuskan semua hubungan dengan wanitanya dan menjadikanku satu-satunya sebagai kekasihnya. Namun tentu saja kebiasaannya berbaur dengan para wanita itu tidak bisa dihilangkan begitu saja.
Aku tahu itu memang konsekuensinya. Tapi tetap saja kan hati seorang wanita akan terluka ketika melihat wanita lain bergelayut mesra pada kekasihnya.
__ADS_1
" sudahlah Kriti aku tidak apa apa, aku akan baik-baik saja. Kau tenang lah " ucapku meyakinkannya
" baiklah baiklah. Kau memang keras kepala " diapun menyerah dan mulai beranjak dari tempatnya. Namun langkahnya terhenti ketika mendengar seseorang memanggilku.
" Alia " suaranya begitu lembut. Membuat aku dan Kriti menoleh kesumber asalnya.
Dan ternyata sosok iti adalahh......
.
.
.
.
.
.
.
.
#***BERSAMBUNG
Jangan lupa klik jempol dibawah yaahh gaes, biar aku semangat lanjuttin ceritanya 😉***
Aditya Seal As Arjun Malhotra
__ADS_1
Nora Fatehi As Shreya Fatehi