
Pagi yang cerah dan sejuk membuat Sasya malas untuk segera bangkit dari tempat tidurnya,yah itulah Sasya malas tepat waktu jika di tanya mengapa terlambat lagi pasti jawaban yang sama akan kuluar dari bibir mungil yang sangat menawan itu.pasti Sasya akan bilang"maaf pak semalam saya sibuk belajar untuk olimpiade Minggu depan,jadi tidurnya cuman tiga jam doank.kan itu semua saya lakukan untuk membanggakan sekolah kita''.kata kata itu selalu menjadi senjatanya agar terbebas dari pak Jaka yang biasa di juluki sebagai perjaka tua yang galak.
tak heran pula Sasya selalu berhasil dengan bujukan manisnya itu,yah para guru sebenarnya juga mengerti dengan Sasya jadi mereka akan percaya walau semuanya cuman bohong.
*DI SEKOLAH*
TING..TING.. TING....(Suara bel pertanda jam pertama segera dimualai pun telah berbunyi).
"TITA.....,tungguin gue woiii!!!!".teriak Sasya yang sedang berlari tergopoh gopoh untuk mengejar sahabatnya yaitu Tita.
"apa sih luu,,sakit nih pundak gue lu tarik"kesal tita saat merasakan cengkraman tangan di pundaknya,yang tidak lain adalah Sasya yang sudah berhasil mengejar tita.
"gue bilang tungguin gue kampret,,tuh kuping apa deker sih?"timpalnya balik.
"ya udah buruan nanti si guru shantik marah marah lagi"yang di maksut tita adalah Bu anggre ibu guru yang paling alay bin lebay,dan juga masih muda sekitar 31 tahun dan masih hidup sendiri or single.
"what?,hari ini belajar bahasa Inggris yaa...?"tanya Sasya.
"iya,,emang ngapa?ohhhhh... gue tau Lo pasti lupa lagi kan?"tebak Tita.
"hehe..kok Lo bisa tau,jadi sayang deh emmmp"ucap Sasya sembari memeluk sahabatnya.
"ihhhh...lepesin noh guru shantik udah datang"Sasya langsung melepas pelukannya lalu melihat ke arah pintu.
"huhhh,,gulali basi maen nongol aja"kesal Sasya lalu duduk di bangku tepat di samping Tita.
"oke anak anak sekarang ibu ingin kalian kumpul tugas yang ibu berikan seminggu lalu!!"perintah anggre sambil mengibas poni yang menutupi matanya.
"Bu,saya lupa bawa tugas tdi ketinggalan di meja makan rumah saya"alasan beberapa murid laki laki yang memang tidak pernah mengerjakan tugas.
"gak ada alesan alesan.yang gak punya tugas silahkan keluar"perintahnya kembali sambil menunjuk ke arah pintu.
"yes akhirnya bisa keluar"ucap slah satu yang terkena hukuman keluar.
"tapi ingat kalian yang keluar gak dapat nilai"ucap anggre sambil melihat sekilas ke arah murid muridnya.
__ADS_1
"cup cup cup,,si chantik marah marah guys"ucap salah seorang murid yang telah keluar dengan berbisik bisik pada teman teman lainya.
"paling paling di puji dikit luluh juga"balasnya hingga mereka tertawa cekikikan di balik pintu.
*jam istirahat*
"kantin yuk!!!"ajak Tita pada Jesi dan sasya.jesi adalah sahabat Tita dan Sasya sejak masih SD mereka selalu saling menyayangi layaknya seorang keluarga.
"iya yuk Sasa keburu baksonya mamang abis!!"celetuk Jesi sembari menggoyangkan tangan Sasya yang sedang malas bergerak.yap nama panggilan Sasya dari kedua sahabatnya adalah Sasa.
"nggak ahhh,,kalean aja gue masih betah bobo syantik di sini"tolak Sasa sambil meregangkan tubuhnya lalu kembali bertumpukan kepalanya pada tangan di atas meja.
"gue traktir dehhh"bujuk Tita.
"emmmm.....woke traktir yah,awas aja bentar abis makan terus Lo gak tanggung jawab"ucap Sasa sambil memperlihatkan wajah cantik yang tengah serius.
"iya iya bawel,giliran traktir aja"jawab judes Tita.
"ih,kalo kalean mau berantem Mulu mending gue pegi ndiri aja deh"kesal Jesi melihat kedua sahabatnya yang suka adu mulut.
"diem lu!!"jawab Sasa dan Tita bersamaan.
"iya iya jangan ngambek ngapa"ucap Sasa melepas pelukannya bersamaan dengan Tita seketika merekapun tertawa bahagia bersama.
Sesampainya mereka langsung mengambil tempat yang khusus untuk tiga orang saja,banyak mata yang melihat ke arah mereka terutama para kaum Adam yang mengagumi kecantikan Sasya dan kedua sahabatnya.tidak hanya itu selain ada yang mengagumi mereka pasti ada pula yang iri yaitu geng Merla.Merla adalah musuh Sasya sejak SMP.yah Merla merasa iri pada Sasya karena setiap ia menyukai seorang lelaki pasti dia akan di tolak menta mentah karena lebih memilih Sasya.
"eh ada pelakor muka dua nih"ucap Merla sinis.
"iya nih lagi cari muka dia kan ada ketos di sini"yang di maksut dara salah satu member di geng Merla adalah Adit ketos yang menjadi idola sekolah karena ketampanannya bak orang Korea.
"siapa sih pelakor muka dua?"tambah Kinan teman Merla sambil menatap sinis ke arah Sasa.
"gak usah di hirauin Sa iri dia"balas Jesi sengaja memperbesar suaranya agar di dengar oleh Merla.
"bi aja tuh"jawab Sasa membalas tatapan sinis Merla.
__ADS_1
Merla yang kesal karena di lawan pun datang ke meja yang di tempati ke tiga sahabatnya.
"Brakkk..."Merla menggebrak meja yang ditempati Sasa tepat di depannya.namun Sasa tidak perduli ia hanya melanjutkan makannya dan hanya menatap sekilas ke arah Merla sinis sambil tersenyum mengejek.Merla geram langsung merebut mangkuk bakso Sasa lalu membantingnya kasar.
"loo udah berani yahh.."geram Merla.
"emang Lo siapa harus di takutin segala?.ular,singa,gajah atau ****?"balas Sasa dengan nada santai.
"heh mulut elu belum pernah di sumpal pake batu yaaa...?"kemarahan Merla sudah di ubun ubun akhirnya ia mendorong Sasa hingga terpental
bersama kursi yang Sasa duduki.karena mendengar keributan semua orang yang ada di kantin datang untuk menyaksikan pertengakaran mereka.
"auuu!!"Sasa meringis kesakitan karena terjatuh.
"heh kalo Lo nggak suka di katain,jangan undang masalah duluan"bentak Tita sambil membantu Sasa untuk berdiri.
"udah Ta gak usah di ladenin, anggap angin lewat aja"pinta Sasa karena malas berurusan dengan Merla. jika memang Merla melewati batasan maka Sasa akan lebih kejam.
"dasar udah gak berani sok ngelawan"celetuk Kinan memanas manaskan keadaan.
"apa lo bilang coba ulangin!!"balas Jesi yang sudah ingin menghajar orang yang berada di samping Merla.
"udah Jes,,tahan!"pinta Sasa kembali agar Jesi menghentikan tangannya yang sedari tadi sudah mengepal ingin mononjok Kinan.
"lawan..lawan..lawan"itulah suara siswa siswa lainnya yang membuat Jesi hilang kendali dan menampar Kinan hingga mundur ke belakang.tak terima temannya di tampar Merla maju ingin membalas namun karena terdengar suara yang menghentikan niatnya.
"berhenti...!!"Adit yang melihat banyak orang berkumpul merasa heran namun setelah cukup dekat dia melihat Sasa yang sedang meringis kesakitan.
"Adit"Merla kaget karena kedatangan Adit yang mukanya sudah bisa di pastikan bahwa sekarang ia sedang marah.
"kenapa kalian berkumpul di sini?,cepat bubar!!"teriak Adit tegas.semua akhirnya bubar dan hanya tersisa Merla,Sasa,Jesi,Tita,Kinan,dan dara.mereka masih diam kecuali Sasa yang masih meringis sambil memegang tangannya.
"Adit i-ini salah d-dia"Merla menunjuk Sasa dan menuduh bahwa Sasa yang sudah memulai pertengakaran.
"Sasa kamu gak papakan?"tanya Adit yang menghampiri sambil membolak balik kan tubuh Sasa agar memastikan tidak ada yang terluka.tampak jelas di muka Adit bahwa dia sedang khuwatir.
__ADS_1
"aduhh,gerah yah hari ini"ucap Tita sambil mengipas ingipas wajahnya,sebenarnya Tita tau bahwa Merla yang melihat Adit menghuwatirkan Sasa sedang merasa cemburu.
"Adit"panggil Merla namun tidak di respon oleh Adit.