Ini Adalah Cinta

Ini Adalah Cinta
olimpiade (kenapa dia jurinya?)


__ADS_3

semua siswa-siswi yang menjadi peserta olimpiade sudah berada di tempat masing-masing.


terlihat mereka berasal dari sekolah yang berbeda-beda.sasya juga sudah berada di posisinya sambil melihat-lihat ke seluruh ruangan dia tidak sengaja melihat seorang yang terlihat familiar.


"kayak kenal??" Sasya berfikir sejenak." mana mungkin dia kesini,arghhh....aku gak boleh mikirin yang lain selain pelajaran yang gue pelajarin semalaman" gumam nya dlam hati sambil menggelengkan kepalanya untuk membuang ingatan itu lagi.


Sasya kembali melihat-lihat mencari yang di kira datang ke tempat dia bertanding.namun nihil pria yang dia lihat sudah entah kemana adanya?.


sambil duduk sasya tengah mengingat-ingat di otaknya,hingga tanpa sadar ada orang yang datang dan menepuk pundaknya.


"nak Sasya.!!"sapa kepala sekolah sambil menepuk ringan pundak Sasya.kepala sekolah datang untuk menyemangati Sasya.


"eh...bapak,,,ada apa pak?"tanya Sasya sedikit terkejut.


"kamu harus semangat ya,banggain sekolah kita"


"oke pak"sahut Sasya sambil menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya membentuk nol.


"kalau begitu bapak mau pergi di tempat duduk dulu,kalau udah jeda nanti bapak datang lagi"ucap kepala sekolah dan di angguki oleh Sasya.

__ADS_1


semua orang sudah duduk di tempat yang sudah di siapkan,terutama para juri-juri.ada sekitar empat orang juri dan hanya ada satu wanita yang lainya adalah pria.


meja para peserta memiliki jarak agar tidak memudahkan mereka untuk saling melirik.sasya belum melihat ke arah depannya karena sedang saling menyapa dengan peserta lainya sambil melempar senyum manis,hingga ada siswa laki-laki yang terus melihat kagum ke arah Sasya.


Sasya mulai risih karena di lihat oleh satu siswa laki-laki dan akhirnya dia memalingkan wajah sambil menatap lurus di depan.karena masih kesal Sasya belum menyadari pria yang mengenakan jas abu-abu dengan gaya coolnya sangat terlihat tampan hingga juri wanita yang duduk di sampingnya selalu mencari perhatian dan menatap kagum.


pria itu tak lain adalah Revan dia di undang untuk menjadi juri dalam olimpiade tersebut.revan terus melirik ke arah Sasya namun dengan mimik wajah tanpa expresi,Sasya yang tak sengaja melihat pria yang duduk sebagai juri pun terkejut saat merasakan detakan jantung yang semakin memburu.


deg...(suara dekupan janntung Sasya karena tersentak kaget)


"kenapa dia duduk di kursi juri?....apa jangan-jangan dia juga salah satu juri?.....bodoh yang pasti dia adalah salah satu juri di sini karena dia duduk di kursi juri,,,tapi kenapa dia bisa menjadi juri?" gumam Sasya dalam hati saat matanya saling bertatapan dengan mata Revan dari kejauhan.ya walaupun tidak terlalu jauh.


"apa dia senyum padaku?,dia makin tampan saja.....eh...kenapa aku malah salting begini?..baru kali ini aku melihat senyumnya dia tambah tampan" membatin sambil senyum-senyum sendiri,lalu menyadari dirinya sedang senang sendiri Sasya langsung menggeleng cepat.


waktu sudah tepat jam 10 dan seorang datang untuk membagikan mereka kertas soal karena acara pertama yaitu menjawab di di kertas dan acara ke tiga baru lah tanya jawab antar juri dan peserta.


semua sudah mulai mengisi kertas soal masing-masing,muka serius dan tegang langsung terpampang di wajah para peserta lainnya,kecuali Sasya yang terlihat biasa-biasa saja.waktu yang di berikan pun tidak lah banyak sekitar empat puluh lima itulah waktu yang di terapkan.


berbagai macam Soal mulai dari,matematika,fisika,kimia,sejarah,ekonomi,biologi,geografi,semua tertera dengan jelas di kertas itu.mudah sekali....pasti Sasya akan bilang begitu jika mendapati soal itu.

__ADS_1


*ck...kenapa jadi sesulit ini?


waduh ko soal ini bisa muncul?


bisa kalah nih gue...


yes untung belajar....


gampang banget*....


walau semua terlihat serius ada juga yang setengah berbisik sambil melihat soal dan mengisinya.sasya yang mendengar peserta lain yang tengah bergumam ya meski terdengar samar-samar di telinganya namun itu masih bisa jelas di telinganya.


suara waktu yang tepat sudah berbunyi pertanda para peserta sudah harus selesai.sebenarnya Sasya sudah menyelesaikan soalnya dari tadi namun dia masih sesekali membaca dengan teliti jika ada kesalahan dalam penulisnya.


kertas jawaban mereka sudah di kumpul kembali oleh orang yang membaginya tadi.beberapa peserta lainya ada yang terlihat berat hati saat menyerahkan kertas miliknya,dan ada pula yang memegang kertas jawaban dengan gugup sambil menyerahkan dengan pasrah.


sedangakan Sasya dengan senang hati memberikan kertas jawabanya pada orang tersebut sambil senyum bahagia.


Revan yang melihat Sasya pun ter heran-heran di buatnya,bukanya dia baru terlihat gugup saat iaianya akan di periksa tapi tidak dengan Sasya dia malah menampakan senyum.

__ADS_1


"apa dia sedang ekting bahagia?,padahal jelas sekali para peserta lainnya sangat gugup dan takut sampai-sampai mereka pucat,apa dia tidak peduli dengan hasil usianya nanti?" gumam Revan dalam hati karena heran melihat senyum Sasya seperti terlihat biasa saja.


__ADS_2