
Setibanya Sasya di rumahnya langsung melanjutkan langkah kakinya ke arah pintu masuk dan membukanya,sedangkan Adit memarkirkan motor nya di halaman rumah sepupunya itu.namun Adit di buat heran oleh Sasya,karena melihat tingkah Sasya yang sedang mengintip di balik pintu berwarna coklat tua itu.
"siapa????"bisik Adit ikut mengintip karena penasaran.
"aaahhh....Abang kok bisa ada di sini sihh"Adit yang melihat sepupunya terjatuh karna kaget itu bukannya membantu malah menertawainya.karena mendengar suara tawa dari luar,Yustin dan tamunya pergi ke arah suara itu dan melihat Sasya yang masih setia duduk di atas lantai sambil memarah marahi Adit.
"loh..loh..nak kamu ngapain duduk di lantai, kan banyak tempat nyaman buat duduk"ujar Yustin mendapati anak nya yang tengah mengeluarkan uneg-uneg untuk memarahi Adit yang justru makin pecah tawanya,karena mendengar omongan sang Tante.
"bwahahahaa....bunda,Sasya lagi gantiin pel"ucap Adit dengan tawa jahilnya.sementara tamu Yustin hanya ingin melihat wajah orang yang tengah duduk di lantai itu,Sasya masih ngambek dan tidak ingin berdiri.
"Abang......., bantuin gak atau mau aku angadu sama bunda nih"ancam Sasya cemberut sehingga orang yang berdiri di belakang nya itu makin penasaran mendengar suara wanita manja dan sedang ngambek.
"iya iya bawel"tawa Adit langsung terhenti mendengar ancaman,Sasya di bantu oleh sepupunya untuk berdiri.yustin yang melihat itu merasa bahagia terukir senyum di bibirnya.setelah sekian lama baru kali ini lagi melihat Adit dan Sasya bertengakar seperti anak kecil.
"udah udah,gak baik bertengkar ada tamu emangnya kalian gak malu"ucap Yustin dengan senyum bahagianya.
" nih salahin Abang,dasar jelangkung datang tak di undang pulang tak di antar"celetuk Sasya sebal sambil membersihkan rok SMA pendeknya.
__ADS_1
"kok gue sih,kan tadi Lo yang ngint...p"Sasya langsung membekap mulut sepupunya dan menatap minta mohon agar tidak bicara lagi.
"Abang gak inget ancaman yang baru Sasa bilang ya"timpal Sasya dengan nada yang penuh penekananadit, langsung menggeleng.
"nak Revan, maaf yah emang Sasya sama Adit itu, gak kenal tempat dan waktu kalo mau berantem"ucap Yustin karena melihat tamunya yang hanya diam tanpa bersuara sedikitpun.tamu yang datang ke rumah Sasya tak lain adalah calon suaminya Revan bersama asisten dimas.revan di minta sang papa dan mama Devi untuk pergi menemui calon besan mereka.
"gak apa apa kok Bun"ucap Revan supan dengan wajah datar tanpa ekpresi.
"Bun,,emang dia sapa?"Sasya yang mendengar orang di belakanganya itu mengatakan kata Bun,seketika menghentikan kegiatannya yang membekap mulut Adit dan berbalik ke pemilik suara yang terdengar sangat pria dewasa.
"emptt..hemp... Abang sesek nihh"akhirnya Adit menurunkan tangan nya dari wajah Sasya.
"mangkanya jangan ngilerr juga, malu maluin tauu.."ucap Adit mengejek.
"sapa yang ingilerr"timpal Sasya lalu mengelap sudut bibirnya,membuat asisten Revan yang sedari tadi diam malah berusaha menahan tawanya hingga akhirnya pecah karena perilaku lucu Sasya.
"hmppt..hmp...hahahaha"seketika Dimas tertawa pecah dan membuat Adit dan Yustin ikut ikutan terbahak bahak.sedangkan Revan hanya diam di antara orang orang yang tengah tertawa lalu matanya menangkap sosok yang sangat cantik dan sangat polos.sasya malu dan memilih untuk diam dan hanya cengar cengir kuda yang membuat dia makin menggemaskan.
__ADS_1
"di antara yang lain cuman dia doang yang gak ketawa,dia itu manusia atau patung?.terus ngapain dia ngeliatin gue kaya orang lagi menilai gitu"batin Sasya karena tak sengaja ekor matanya menangkap sosok pria tampan yang tengah memperhatikannya.
"apa dia orang yang di jodohkan untuk ku,kalau memang dia emmm..?"batin Revan yang menatap lekat dari bawah sampai atas Sasya.
"pasti dia,dari sifat polosnya itu saja sudah ketahuan.cantik tapi otak nya bobrok"ujar Revan kembali membatin.
"udah ayo kita duduk lagi,Sasya kamu gantian dulu terus dateng ada yang bunda omongin"ujar Yustin dan hanya di angguki oleh para tamunya,dan Sasya lagsung pergi melewati Revan.lengan mereka sempat bersambar karena saat itu Revan juga hendak berbalik ingin kembali ke arah sofa namun tak tak terhiraukan oleh keduanya dan saling melanjutkan jalan.
Sasya masuk kekamar dan mengganti pakianya dan menggunakan sweater panjang berwarna putih yang menutupi setengah paha mulus miliknya,dan mengenakan celana pendek sepaha berwarna hitam.perpaduan baju santai yang sangat cocok di tambah gaya rambut hitam panjang milikya yang di kuncir asal menambah kesan Sasya seperti wanita Korea.
*WARNING
tandai typo,sebelummya author minta maaf kalau ada kesalahan/kekurangan dalam pengetikan atau tanda baca ya๐
jangan lupa like dan komen yang banyak,biar author makin semangat dan bisa up tiap harinya๐๐๐
dan maaf jika ada episode yang cerintanya pendek,nanti kalo like dan komennya udah mencapai target pasti bakal tak kasih phajang biar makin seru๐๐ค
__ADS_1