Ini Adalah Cinta

Ini Adalah Cinta
Bikin salting


__ADS_3

semua orang di ruang tamu tengah asik bercerita,sedangkan Adit tidak mengerti apa yang sebenarnya menjadi topik pembicaraan manusia di hadapannya sekarang.


Sasya turun dengan gaya santainya namun di dalam otak nya itu masih di penuhi dengan pertanyaan"siapa dia?tampan sekali,apa dia emmm?"Sasya masih terus bertanya tanya sambil menyentil nyentil dagunya tanda berfikir.hingga dia sampai ke ruang tamu dan ikut duduk di samping Adit.


"nak perkenalkan ini Revan"ujar Yustin bergantian melihat sasyabdan Revan


"ohhhh...dia siapa Bun?"pertanyaan yang begitu polos berhasil kaluar dari mulut Sasya.


pletakk.....


"beneran dah nih anak,bobrok kali otak elu tuh udah di kasih tau kok nama nya. masih nanyak dia siapa?"ucap Adit lalu mendaratkan sentilan ke jidat Sasya.


"aauu....sakit tau,dasar es doger mangkanya dengar dulu dong penjelasan Sasa,, jangan maen sentil jidat orang seenaknya."celetuk Sasya tak terima jidatnya di sentil.


"Sasa,Adit kalian itu yah... gak malu apa ada tamu terus berantem Mulu kerjaannya"tegas Yustin.


"elo sih"


"ih..kok gue sih jelas jelas Lo yang salah"


"Lo"


"nggak pokoknya ello"


"Lo itu kalo jadi cewek diam aja, gak usah ngelawan"


"harusnya Lo sebagai cowok harusnya ngalah sama cewek"


"idih...emang Lo cewek"


"bukan,,tapi waria.cewek cantik maemonah kayak gue masa bukan cewek sihh...mangkanye buka mata batin Lo biar bisa lihat kecantikan gue"ujar Sasya menyombongkan diri dan sengaja sedikit membusungkan dadanya agar kedua gunung miliknya nampak jelas.sedangkan Yustin tak bisa lagi berkata kata dan hanya bisa menggeleng-geleng kan kepalanya.lain hal nya dengan Revan dan serketaris Dimas,mereka tak habis pikir wanita di hadapan mereka ini adalah manita yang sangat kelewatan tingkahnya.

__ADS_1


"ya ampun inikah calon istri tuan Revan,jika benar pasti kehidupan tuan akan berwarna kembali"gumam Dimas dengan senyum tipisnya.


"emang Lo Kunti musti di lihat pake mata batin"timpal Adit tak mau kalah,Sasya geram dan langsung mencekik sepupunya dari belakang seperti preman.


"apa lo bilang Kunti..coba ualangin.."ucap Sasya yang tak mau melepas cekikan nya.


"uhuk...uhuk.. Goe bisa..uhuk..mati kalo gini... lepasin sa..uhuk uhuk.."jerit Adit memukul mukul tangan Sasya agar mau melepaskan dirinya.


"ehemm...!!"Revan menjadi merasa tersudutkan karena kelakuan Sasya,dan sengaja berdehem.sasya mengalihkan pandangannya pada Revan yang sedang menatap nya.perlahan lahan dia melepaskan cekikan tangan yang sangat kuat itu.


"yaaaaa..ampun Sasya kamu itu anak cewek bukan cowok,kamu masih belum jerah ya bunda kurangin uang jajan nya"ancam Yustin.


"maaf bunda, gak bakalan lagi"ucap Sasya sembari menaikan suer dua jari.


"kalo Lo cowok udah gue ajak smac down luu"ucap Adit masih menngatur nafas yang tersengal sengal.


"tuan anda belum sarapan dari pagi,apa perlu saya memesankan tuan makanan?"tanya Dimas pada revan.karena yang ia tau tua nya itu memiliki riwayat sakit maag jika terlambat makan.


"tidak,saya masih belum lapar"jawab Revan santai.


"tidak apa apa Bun,,saya sudah biasa"jawabnya dengan sedikit senyuman.sasya yang melihat senyuman manis pria tampan yang tengah duduk dengan gaya cool nya,membuat dia menjadi salting sendiri.


"ya udah, kalian tunggu aja di sini biar bunda masakin terus kita makan siang bersama,Adit kamu juga makan di rumah bunda aja yah!"ujar bunda penuh kelembutan dan hanya di angguki oleh para tamunya beserta anak perempuannya itu.


"Sasa ngapain ikut ngangguk-ngangguk sini bantuin bunda"pinta Yustin kembali.


"ahhh..bunda gak asik deh.."ucap Sasya lemas.


"udah sini cepat"


"iya bundaku sayang"

__ADS_1


Sasya berjalan seperti orang tak berenergi Yustin tau kalau anaknya itu paling susah kalo di suruh suruh, tapi karena mengingat ingat anaknya itu sebentar lagi akan menjadi seorang istri dan harus wajib baginya melayani sang suami.


Dimas keluar sebentar menerima panggilan telefon sementara Adit tengah asik mengotak atik HP nya,sedangkan Revan memerhatikan langkah gadis yang sedikit lemah itu.revan tak sengaja melihat ada bercak merah di baju sweater milik Sasya,secara refleks dia berdiri dan membuka jas nya lalu menahan Sasya.


"tunggu..."panggil Revan dan Sasya pun berbalik dan betapa kagetnya dia saat pria yang belum ia kenal itu langsung melingkarkan tangannya ke pinggang ramping milik nya.


"njirr...nih cowok mau gue jantungan kali yahh?"gumam Sasya yang tak berkutik sama sekali.


"emmm...maaf saya cuman bantu kamu"ucap Revan dengan wajah datarnya.


Deg.. deg.. deg..suara jantung Sasya.


"eh...emm..iya iya"Sasya langsung melangkah seribu kaki meninggalkan pria yang masih berdiri memerhatikan kepergiannya.


"setelah sekian lama..baru kali ini saya melihat tuan perhatian pada orang lain,,ya walaupun itu calon istri nya"gumang Dimas yang tak sengaja melihat adegan mesra yang langkah


*Di dapur*


"bunda mereka itu siapa sih"tanya Sasya di sela sela memotong cabai.


"kalo Revan calon suami kamu,kalo yang satunya itu serketaris nya namanya Dimas"jawab bunda Yustin yang tengah memasukan bahan bahan dan mengaduknya.


"apa jadi yang tampan itu suami aku Bun?"tanya nya kembali tak percaya.


"calonn.."ucap mami dengan nada mengejek.


"hehehe...maksudnya gitu Bun"ucap Sasya cengengesan.


#WARNING....


TANDAI TYPO,,minta maaf kalo cara pengetikan katanya banyak yang gaješŸ™

__ADS_1


**jangan lupa vote dan komennya yahh....dahh


muahhhhhhc😘😚**


__ADS_2