
jam 06:00 Sasya sudah bersiap-siap,tidak seperti hari biasanya.oh itu sudah tentu karena hari ini adalah hari dimana Sasya akan mengikuti olimpiade.
dengan semangat empat lima Sasya turun melewati satu persatu anak tangga dengan ceria.sesampainya di meja makan senyum terus terpancar di wajahnya,Sasya segera mengolesi roti dan memakanya dengan lahap.
"semoga berhasil ya sayang!!!"ucap Yustin menyemangati putrinya.
"pasti dong Bun"ucap Sasya sambil tersenyum semangat.
"ayah nanti bakal kasih hadiah,kalau kamu dapat juara pertama"ucap ayah Sasya dengan bangga.sasya langsung tambah semangat,ayahnya memang selalu memberi dia hadiah saat mendapat juara pertama.
"yeee..!!!,dapat hadiah dari ayah...eumm....Bun,yah nanti Sasa mau Adain acara kecil-kecilan di rumah sama temen,boleh yaaa?"Sasya meminta izin pada kedua orang tuanya.
"boleh nanti bunda yang atur"Yustin mengijinkan.
"hore...!!"seru Sasya girang seperti bocah.
"nanti bunda undang mama sama papa nya Revan sekalian nak Revan nya juga"ucap ayah Sasya.
"ouhhh...jelas pasti mereka bakal bangga sama calon menantunya"sahut Yustin sambil melirik putrinya yang sudah memerah wajahnya karena malu.
__ADS_1
Ting..tong...(suara bell rumah berbunyi pertanda ada tamu)
"sebentar yah,bunda buka pintu dulu, kayaknya ada tamu?"Yustin berdiri dari duduknya dan segera ingin berjalan pergi untuk membuka pintu.namun Sasya langsung menahan karena dia tau siapa yang datang.
"gak usah Bun,itu pasti jemputanya sasya"cegah Sasya dan langsung berdiri.
setelah pamit kepada kedua orang tuanya Sasya langsung membuka pintu dan menyapa orang tersebut.
"sorry gue tadi lagi sarapan,Abang aterin Sasa ke gedung tempat olimpiade yah,soalnya tadi Sasya udah di chat sama kepala sekolah biar langsung kesana"jelas Sasya runtut.
"iya..iya..bawel,,,tapi se enggak nya Lo tawarin gue roti kek,masa tamu baru datang di ajak pergi"sahut Adit dengan mimik wajah memelas yang di buat-buat.
"lah emang iya,semua juga gara-gara Lo kepagian minta di jemputnya jadi gak sempat deh gua sarapan"ucap Adit tak terima.
"huhhh....!!jadi gak ikhlas ni jemput gue"mulai kesal.
"udah ahh....percuma bicara ama orang gak peka kayak lo,mending gue makan di kantin aja entar...ayoo!!"sungut Adit karena malas berdebat dengan sasya,seharusnya dia yang kesal tapi malah sebaliknya.huhhhh...untung adik kalo bukan udah gue tinggalin dari tadi(membatin).
Adit menarik tangan Sasya yang masih kesal sedangkan Sasya hanya mengikuti sepupunya itu,hingga mereka sampai ke motor milik Adit.
__ADS_1
"nih pake"ujar Adit menyodorkan helm ke Sasya.
tretek..tretak....(suara pengait helm yang susah terpasang).
"bantuin kek..!!"ucap Sasya sambil melirik ke arah adit.ck..adit hanya mendengus lalu membantu Sasya memasang helm nya.
Adit menaiki motornya di ikuti Sasya yang berboncengan di belakang lalu memeluk perut adit.motor besar itupun melesat dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi.
sementara di sebuah jalanan seorang duduk di dalam mobil hitam yang mewah tengah memperhatikan mereka yang sudah menghilang karena motor yang semakin menjauh.
"kenapa mereka terlihat dekat sekali?" tanya nya dalam hati.
"tuan apa kita langsung singgah ke rumah calon mertua Anda?"tanya si supir yang tak lain adalah sekretaris Revan yaitu Dimas.
"tidak usah, kita langsung saja.karena waktu nya sudah semakin dekat"ucap Revan lalu melihat ke arah sekretaris nya.
"baik tuan"sahut Dimas.
mobil mereka pun melesat dengan kecepatan sedang melewati rumah Sasya.
__ADS_1
sebenarnya Revan di suruh oleh mamanya agar menjemput Sasya dan mengantar sampai tujuan,namun belum juga sampai di halaman calon istrinya dia sudah melihat Sasya yang tengah di pakaikan helm oleh laki-laki.