Ini Adalah Cinta

Ini Adalah Cinta
iri bilang boss


__ADS_3

*di kantin*


"Sasa,tadi cowok yang ganteng itu lo dapat di mana?"tanya Tita antusias.


"iya Sa,tumben Lo mau di antar cowok"tambah Jesi ikut-ikutan kepo.


"duh...kalian ini gimana sih?,kan tadi aku udah bilang waktu di kelas"Sasya menjadi jengkel jika di tanya-tanya terus perihal kedatangan Revan.


"cihh.....sejak kapan Lo bicara, pake aku kamu segala?"ucap Jesi dengan nada mengejeknya.


"agrhh....!!, kok gue jadi serba salah sih,tapi bener juga kata nih bocah,entah sejak kapan...?gue bicara pake aku kamu segala kan formal banget kedengaran nya"gumam Sasya dalam hati yang sedang memasang mimik wajah yang sulit di tebak.


"woii...di tanya malah bengong"ucap Jesi membuyarkan lamunan sahabatnya.


"mangkanya,kalo mau nanya itung-itung juga kale"ucap Sasya memasang wajah cemberutnya.


"ya kalo gak mau jawab ya udah, tinggal ngomong doang,gitu aja susah"ucap Tita ikut cemberut.


"udah ahh..,mending kita makan aja,tuh mamang udah nyiapin bakso buat kita"ucap Jesi menyudahi temannya yang sedang cemberut.


"permisi,ini pesanan perinces-perinces mamang yang cuantik"ucap mamang membawakan pesanan untuk ketiga pelangganya.


"makasih mang..."ucap ketiganya bersamaan.

__ADS_1


"sama-sama,silahkan menikmati"ucapnya lagi dan berlalu meninggalkan pelangganya yang sudah mulai makan dengan lahapnya.


saat sedang menikmati makanannya,Sasya tidak sengaja mendengar siswa-siswi yang tengah mencibirnya,yah walaupun suara mereka terdengar samar-samar tapi itu masih jelas di telinga Sasya.


"eh..eh,kalian tau gak si Sasya suka goda pengusaha kaya loh"ucap seorang siswi yang tengah menggosip kan Sasya.


"yang bener lu,mana mungkin Sasya mau goda pengusaha-pengusaha kaya,di goda aja gak mau"ucap lagi yang ikut nimbrung dan tidak percaya dengan gosip temannya.


"ihhh...ini beneran"bela si pembawa gosip palsu.


"masa my baby honay Bani, goda orang selain babang"ucap anak laki-laki itu dengan percaya dirinya yang tak lain adalah fens Sasya.


"astogeh...ngaca dulu baru percaya diri,udah badan kurus kerempeng,muka lecek gitu,mana mau Sasya sama Lo"ucap teman perempuannya.


"pasti itu"


"he emm,gue yakin"


"ya ampun murahan banget sih"


"gue sakit hati sama Sasya"


"padahal kalo di lihat Sasya itu lagi Deket Ama Adit,pasti Adit bakal kecewa sama Sasya"ucap satunya lagi dengan nada kasihan tapi bukan pada Sasya melainkan kasihan pada Adit

__ADS_1


Sasya mulai kesal mendengar gunjingan orang-orang yang ada di sekitarnya,dia langsung berhenti dari kegiatan makan nya.


darahnya seperti mendidih mendengar dirinya di sebut sebagai penggoda om-om pengusaha.


Brakkk....... (suara gebrakan meja)


"kalo kalian iri bilang aja,gak usah gosipin orang,ga ada akhlak"ucap Sasya yang sudah berdiri menghadap pada orang-orang yang tengah mencibirnya,tangan Sasya sudah mengepal hebat.


"Sasa Lo kenapa, marah-marah?"tanya Tita dan Jesi melihat sahabatnya yang tengah emosi,karena sibuk dengan makanan mereka, jadi mereka tidak mendengar orang yang mencibir temannya.


"masa mereka bilang gue penggoda om-om"ucap Sasya tak terima,karena emosi yang sudah meluap-luap.


"ngaku aja deh,kita juga udah tau kok"ucap si penggosip dengan nada menantangnya.


"apa lo bilang?,perasaan semalam gue lihat Lo lagi jalan sama om-om deh,gue lihat Lo keluar dari bar sama-sama,dan parahnya lagi Lo Ama tu om-om lagi mabuk"balas Jesi,dan si pembawa gosip tadi langsung terdiam malu.


"huuuu.....gosipin orang gak tau diri sendiri"sindir Tita dan menatap sinis orang tersebut.


"makannya kalau,IRI BILANGA BOSS!"ucap Sasya dengan suara lantang nya.


Sementara orang-orang yang berada di kantin tak membiarkan begitu saja adegan seru itu sampai kelewatan.mereka meneriaki si pembawa penggosip tadi.


hingga pulang sekolah Sasya di antar Adit,setelah sampai Sasya masuk ke rumahnya dan langsung masuk di kamar kesayangannya,dan mengambil buku tempat dia sering berbagi cerita.hingga dia tertidur dengan posisi masih memegang pulpennya.

__ADS_1


__ADS_2