
Merla sakit hati karena di acuhkan oleh laki laki yang di idam idamkannya itu.kini matanya sudah mulai berkaca kaca mungkin sekali kedip di pastikan air matanya itu akan jatuh.
"Dit sakit!!"Sasa tidak menyia-nyiakan kesempatan emas karena melihat Merla yang sedang kesal Sasa pun memiliki ide untuk membuat musuhnya itu cemburu.Sasa sengaja pura pura kesakitan yah walaupun memang sudah mendingan dari pada sebelumnya.
"sini biar gue gendong"perintah Adit mempunggungi Sasa agar bisa menggendong nya.sasa hanya mengangguk lalu mengikuti perintah Adit.
"uhhhhh,uwuuunya ketos sama primadona sekolah.jadi iri gue"puji salah seorang siswa lainya yang melihat kedekatan Adit dan Sasa.
"kalian pada bawa kipas nggak sih?,gue kepanasan nih sumpah gerah banget"tambah salah seorang siswa lagi.
"gue bakal balas Lo Sasa tunggu aja tanggal mainnya!!"ucap Merla dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya geram.
"Mer mending cabut yuk!!"ucap Kinan menenangkan sambil mengelus pundak temannya.
"iya yuk"tambah dara.
Akhirnya Merla mengikuti pinta kedua temanya,mereka meninggalkan kantin setelah kepergian Sasa yang tengah di gendong Adit.Jesi dan tita mengekor di belakang temannya menuju ruang OSIS namun sebelum itu mereka pergi ke toilet.sesampainya di di ruangan tersebut Adit langsung mendidikan Sasa di sebuah kursi dan memerhatikan tangan Sasa yang terlihat lecet .
pletakkkk
"aauuu!!Abang sakit tau gak sih"Adit menyentil jidat Sasa.
"kenapa lu kagak ngelawan hah?"tanya Adit dengan wajah coolnya.
"malesss,,buat apa coba?"jawabnya lalu memutar bola matanya malas.
"Sa,emang Lo mau di tindas melulu?"tanya nya kembali pada Sasa.
"yaaaa..enggak lah tunggu aja,bakal gua bales tuh si Mak lampir"jawab Sasa santai.
"ya udah mana coba sini gue obatin luka lecet Lo"akhirnya Sasa memberikan tangannya pada Adit agar di obati.
__ADS_1
"abang"panggil Sasa manja dan memeluk Adit secara tiba tiba,Adit yang sedang mengobati tangan Sasa seketika berhenti dan membalas pelukan manja tersebut.sasa sebenarnya sengaja karena melihat Merla yang sedang mengintip di balik pintu.
"Lo kenapa Sa?"tanya Adit heran.
"ihh!!Abang gwanteng banget jadi makin sayang"ucap Sasa saat melepas pelukannya lalu memegang kedua pipi Adit gemas dan sengaja memperbaiki rambut yang menutup kening pria tampan di hadapannya.
"Sa inget ya kita ini sep...."belum sempat Adit menghabiskan perkataannya Sasa malah langsung membekap mulut pria tersebut.
"Abang ajakin aku ke pasar malam besok yah"Sasa bicara dengan penuh penekanan namun tetap manja.
"iya tapi kita minta izin ke bunda dulu yah"ucap Adit sambil mengelus kepala Sasa yang tengah manja.
"awas Lo Sa,bukan gue kalo gak bisa ngehancurin hubungan Lo sama Adit"batin Merla di balik pintu yang melihat keakraban musuh dan idolanya itu.
*di parkiran*
Jam terakhir telah selesai dan sekarang semua bersiap untuk pulang ke rumah masing masing.Adit yang melihat Sasa yang berada di depan gerbang langsung menghampirinya dan mengajaknya agar pulang bersama.
"iya deh kayaknya pak bemo gak akan jemput gue juga"Sasa pun naik di atas motor gede Adit. yang paling di suakai oleh Adit bagi para kaum hawa karena melihat motor yang begitu jantan menurut mereka.sasa memeluk sambil menyandarkan kepalanya di punggung Adit senhingga yang melihat akan mengira kalau mereka sedang berpacaran.
"Jes,Tit gue duluan yahhh!!"pamit Sasa.
"iya hadija,peluk kenceng kenceng biar gak jatoh"teriak Jesi dan tita mengiatkan,sambil melirik ke arah Merla yang baru saja keluar dari gerbang.
"gue benci Lo Sa"kesal Merla yang hanya bisa mengadu pada dirinya sendiri.
*Di rumah*
"bunda Sasya pulang!!"teriak Sasa setelah membuka pintu namun tak ada yang menyahut akhirnya ia melangkahkan kakinya lebih lanjut menuju kamarnya.
"ehhhh,Sasya kapan nyampenya nak"tanya Yustin yang melihat putrinya sudah berjalan tanpa melihat ke kanan dan ke kiri.
__ADS_1
"eh bunda,,itu sapa Bun?"tanya Sasa sambil melirik ke arah tempat orang yang sudah kelihatan tua seumuran ayahnya.
"nanti juga kamu bakalan tau kok,ya udah mending kamu ganti baju dulu terus makan tadi bunda udah masak nasi goreng kesukaan kamu"perintah Yustin dan langsung di angguki oleh Sasa.
Sasa pun sudah ada di dalam kamar miliknya,kamar yang luas rapih bersih yang selalu membuat Sasa nyaman.sasa memang orang yang hidup berkecukupan dan hanya anak satu satunya dari keluarga Winata.
nama ayah Sasa adalah Racman Fahrun Winata, sedangakan bundanya bernama Yustin winata.walaupun sifat Sasa yang menyebalkan tapi dia adalah kebanggaan bagi orang tuanya karena piagam piagam banya terpajang di rumah mereka itu semua hasil kepintaran anak bar bar yang sangat manja.
Setelah selesai mengganti pakaian, Sasa bergegas menuju ruang makan dan segera memakan semua nasi goreng buatan bundanya tanpa sisa.selesai makan ia langsung membawa bekas piringanya dan lalu mencuci piring dan menyimpannya.
"Bun om tadi mana?"tanya Sasa saat sampai di ruang keluarga yang melihat orang tuanya yang sedang sibuk berbincang secara bisik bisik.
"oh pak Radit maksut kamu,tadi udah balik soalnya katanya ada meeting"jelas Yustin.
"oh"Sasa hanya meng'oh'kan penjelasan dari sang bunda.
"kok cuman oh doang,kamu nggak mau tau dia itu sapa"tambah Racman dengan senyuman terukir di bibirnya.
"emang om tadi sapa?"tanya Sasa penasaran
"ayah akan menjodoh...."ucapan Racman lansung terpotong.
"APA....jadi ayah emang mau menjodohkan Sasa?, dan tadi dia itu..."Sasa langsung menutup mulutnya tidak percaya,jika benar ayahnya akan menjodohkannya dengan om om tadi maka dia akan bunuh diri.
"iya"jawabnya kembali enteng,sementara Sasa hampir mati berdiri mendengar pernyataan ayahnya itu.
"ayah jahat,Sasa nggak mau bicara lagi sama ayah!! hiks..hiks..hiks"seketika Sasa sudah menangis sambil berlari menaiki anak tangga dan meninggal kan orang tuanya yang masih heran.
"mas kok kamu kasih tau cepat sih,kan kasihan Sasa nya.kita itu udah mengambil keputusan tanpa memberitahu dia"ucap Yustin yang belum yakin apakah putrinya itu akan bahagia dengan perjodohan yang mereka lakukan dengan anak sulung dari Radit Adi Jaya yang bernama Revan Adi Jaya.
Revan Adi Jaya adalah seorang CEO muda yang sangat muda dan tampan,sebenarnya dia juga tidak terima dengan keinginan papanya, namun demi sang nenek yang tengah sakit dan ingin segera memiliki cicit sebelum kepergiannya meninggalkan dunia. terpaksa ia menyetujuinya bahkan Revan tidak tau siapa wanita yang beruntung menjadi istrinya,karena sekarang Revan masih berada di Paris mengembangkan perusahaan yang ia lanjutkan setelah papanya.
__ADS_1
Pernikahan mereka akan dia adakan tiga hari lagi,semua sudah si siapkan oleh mama Devi dan bunda yustin.tinggal menunggu hari dimana mempelai pria dan wanita akan melanjutkannya di sebuah pesta kecil namun mewah.bunda Yustin memberi tahu pada keluarga Adi Jaya agar pernikahan anaknya tidak di tebar luaskan,mengingat Sasa yang masih sekolah dan sebentar lagi akan ujian.Radit dan Devi mengerti dengan keadaan calon menantu mereka dan menyetujui permintaan Yustin.