
malam yang gelap hanya lampu rumah yang menerangi ruangan,Sasya masih setia di atas kasur empuknya hingga jam 08:30,Sasya masih saja belum ada tanda-tanda ingin bangun.yustin yang tak melihat keberadaan putrinya,dia langsung berniat untuk membangunkan si hibernasi karena Yustin tau bahwa Sasya tidak akan bangun kalau tidak di bangunkan.
tok..tok..tok..... (suara ketokan pintu kamar Sasya)
"Sasa,bangun nak waktunya makan malam"teriak Yustin membangunkan anaknya.
ceklekk...... (pintu terbuka,ternyata Sasya tidak mengunci pintu kamarnya).
"eh gak di kunci"ucap Yustin setelah membuka pintu.
Yustin melihat putrinya yang tidur di atas kasur dengan posisi merayap.sasya tertidur saat belajar, ya dia belajaruntuk kelangsungan olimpiade nya,Sasya memang malas tapi kemalasannya itu kadang sirnah karena tak ingin mengecewakan orang-orang yang membanggainya.
"nak bangun"ucap Yustin sambil menggoyang kan tubuh Sasya.
"emmm.....hoamm...!!"kesadaran Sasya belum kembali sepenuhnya dia berniat untuk tidur kembali,namun karena perutnya tidak bisa di ajak kompromi,dia memutuskan untuk makan malam.
"makan malam dulu gih.."perintah bunda Sasya.
"Hem..nanti Sasa nyusul Bun"ucap Sasa dengan suara serak orang khas baru bangun tidur.
"ya udah bunda ke bawa dulu ya"Yustin berlalu pergi duluan mengingat sang suami masih setia menunggu di bawah.
Sasya pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya setelah itu dia langsung ikut turun melewati anak tangga.sesampainya di meja makan Sasya masih diam karena sedang tidak mood,dia mengambil nasi dan lauk pauk untuk di taruh ke piringnya.
ayah Sasya, yang melihat anak saya wayangnya itu merasa salut dan bangga,karena meski Sasya seorang wanita dia masih bisa tegar dan tangguh.
__ADS_1
"Sasa ko kayak gak semangat gitu?"tanya ayah Sasya yang melihat putrinya seperti kurang sehat.
"gak papa kok yah,Sasa cuman capek doang"jawabnya dengan senyum di sela-sela memasukan makanan ke dalam mulutnya.
"Aya gimana sih,kalo Sasa gak semangat,mana ada lauk ampe penuh gitu di piringnya"canda Yustin.
"inikan semangat empat lima Bun"ucap Sasya yang sudah mulai semangat kembali.
"ayah udah selesai, kalau bunda sama Sasa udah selesai nyusul ke ruang keluarga ya,ada yang mau ayah omongin"ucap ayah Sasya yang sudah selesai,sedangkan anak dan istrinya hanya mengangguk.
sekarang mereka sudah duduk bersama di ruang keluarga,Sasya mengambil setoples penuh keripik kentang yang sudah di bumbui sambil menunggu sang ayah yang tengah menelfon seseorang.
"jadi apa yang ayah mau omongin?"tanya Sasya sambil mengunyah keripik kentang setelah melihat ayahnya selesai menelfon.
"jadi begini,pernikahan kamu dan Revan akan di tunda dulu"ucapnya to the point.
"ini sudah menjadi keputusan Revan karena di..."belum sempat ayah menghabiskan omonganya dengan cepat sang istri memotong pembicaraannya.
"apa nak Revan mau membatalkan perjodohan ini?,tapi kenapa?, bukanya semua sudah dia atur?, atau dia memutuskannya secara sepihak?"tanya Yustin yang sudah mulai salah paham.
"emang gue jauh apa dari tipe-tipe yang dia idamkan?,kalo bener dia memutuskan perjodohan secara sepihak berarti yang malu di sini gue dong" gumam Sasya tak terima.
"bunda kalo bertanya satu-satu dong,ayah jadi pusing mau jawab yang mana dulu"ucap ayah sambil geleng-geleng.
"jadi benar kalau Revan memutuskan perjodohan ini secara sepihak, sia-sia semua rencana bunda"tebak bunda kecewa.
__ADS_1
"kan ayah belum jawab,udah main tebak aja"ucap ayah.
"jadi Revan udah ngomong sama keluarganya, agar mau menunda pernikahan dia dan Sasa.karena Sasa akan mengikuti olimpiade" jelas ayah.
"oh...kirain"ucap Yustin lega.
"Sasa,kata mertua kamu,kamu itu harus semangat biar dapat juara pertama"ucap ayah bangga.
"pasti ayah"jawab Sasya sambil menaikkan satu tangannya tanda semangat.
"ciee...perhatian ya si Revan sama anak bunda,eh tapi kenapa Revan tau kalo kamu bakal ikut olimpiade?"tanya Yustin setelah merayu anaknya.
"ih bunda,jadi waktu dia antar Sasa ke sekolah Sasa sempet lupa kertas soal buat ikut olimpiade di dalam mobilnya,nah mungkin dia lihat tuh"jelas Sasya dengan malu-malu.
"jadi.........."Yustin mengedip-ngedipkan matanya tanda sedang menggoda putrinya.
"ya...dia masuk sekolah buat bawain barang aku yang ketinggalan"
"oh......,gimana banyak yang lihat-lihat calon suami kamu?"goda Yustin.
"iya Bun,Sasa kesel banget banyak yang liat Revan kayak baru liat orang gitu"celetuk Sasya keceplosan,karena merasa kalau sudah ceplos pada bundanya Sasya segera menutup mulutnya,dan berlari menuju kamar karena malu.
"cie..cie....anak bunda cemburu"teriak Yustin melihat anaknya malu,sedangkan sang suami yang menyaksikan anak dan istrinya hanya tersenyum.
Sesampainya di kamar nya,Sasya langsung membuang diri ke kasur empuk miliknya dan berguling-guling,sambil mengacak-acak rambut panjangnya karena tak percaya kalau dirinya sedang cemburu.setelah puas berguling-guling Sasya berhenti dan melirik ke arah buku harian kesayangannya lalu menulis curhatan hatinya pada buku mini itu.
__ADS_1
sampai-sampai Sasya tertidur dengan posisi seperti orang kedinginan dan masih memeluk buku yang baru ia tulisi sesuatu ke dalamnya.