Ini Adalah Cinta

Ini Adalah Cinta
Revan kembali ke Indonesia.


__ADS_3

pagi pagi sekali Revan sudah siap untuk kembali ke Indonesia,Dimas si asisten yang sudah menjadi tangan kanan bagi Revan sudah lebih dulu bersiap siap dan membantu sang majikan nya.


setelah semua barang di masukkan ke dalam bagasi mobil,meraka pun langsung berangkat menuju bandara di mana pesawat pribadi keluarga Adi Jaya di simpan.


Dari tadi Dimas selalu melihat tuanya lewat kaca spion mobil,dan ia mengetahui bahwa sekarang tuanya sedang banyak pikiran.sedangkan Revan hanya melihat ke arah luar jendela mobil yang sedang berjalan melewati kota Paris yang sangat indah itu.Sesekali ia menghembuskan nafasnya berat,sambil mengusap usap pelipisnya pelan menggunakan jari telunjuk dan ibu jarinya.


Dimas berusaha mencairkan suasana yang nampak sunyi,hanya suara mesin mobil yang terdengar ringan di telinga mereka.sebenarnya Revan adalah orang yang mudah akrab dengan orang baru dan kehidupannya sangatlah penuh dengan warna warni.naas semua berubah hanya karena mencintai wanita yang tidak sungguh sungguh dengan dirinya.kini ia telah menjadi pria dengan sifat dingin,pendiam,dan mudah emosi,apalah daya semua sudah di takdirkan dari dari yang maha kuasa.


"tuan,apakah kita tidak akan membelikan oleh oleh untuk ibu anda?"tanya Dimas berusaha mencairkan suasana.


"emmm,,,,,,kita singgah ke tokoh perhiasan tempat ibu mnyuruhku"jawab Revan singkat.dimas pun membelokkan mobil yang mereka tumpangi untuk mengikuti titah sang majikan.hingga berhenti di sebuah tokoh yang sangat besar di negara itu, lalu mereka pergi mencari sebuah kalung yang sangat sulit di dapatkan dan hanya orang orang kaya lah yang bisa membelinya.itulah pesanan ibu Revan agar dia membelikan hadiah pernikahan untuk calon istrinya yang sama sekali belum ia ketahui babat bibit bebotnya.


"selamat datang di tokoh kami tuan,ada yang bisa saya bantu?"(bahasa Prancis)sapa seorang pegawai tokoh tersebut.


"pesanan keluarga Adijaya"(bahasa Prancis)jawab Dimas cepat.


"baik tuan"(bahasa Prancis)tunduk hormat pegawai itu pada Revan yang hanya berdiri sambil memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya,dan membuat karisma ketampanan seorang revan,menjadi sorot mata banyak pengunjung.


sementara itu...


*di sekolah Sasya*


"Lo tau gak kemaren gue lihat tuh, muka si Mak lampir kayak tomat mateng"ucap Jesi dengan tawa jahilnya.


"gue tau,,, horang gue yang Manas manassin dia kek"ucap Sasya ikut tertawa jahil.mereka sedang duduk di bangku masing masing karena jarak bangku mereka tidak jauh untuk saling mengobrol.


"kenapa lo gak mau?,orang orang tau kalo sebenernya Adit itu sepupu lu??"tanya Tita saat memandang Sasya.

__ADS_1


"tanya aja langsung ama Adit"jawab Sasya sambil menaikkan kedua pundaknya tak perduli.sebenarnya Adit yang meminta tolong pada Sasya,karena Adit tidak suka di dekati oleh wanita yang kadang malah menembak dia,justru itu Adit sangat il feel dan tidak suka jika ada yang bersikap berlebihan.


"atau Lo gak di anggep sama adit?"ucap Tita mengejek.


"gue turut prihatin sa"tambah Jesi ikut mengejek Sasya sambil mengusap usap punggung temanya itu.


"enak aja,,,kalau Adit sampe nggak akuin gue sebagai sepupu dia yang paling syantik ini.bakal gue aduin sama papa huhhh..."ucap Sasya dengan wajah yang sudah di tekuk.


"hai....Sasa!!"sapa seorang laki laki dengan tubuh tinggi dan wajah yang gagah,sedang menampakkan senyum indahnya.


"ihhhhhhh,apaan si lu cunguk"kesal jeni tak suka dengan kedatangan Diran.


"Laen yang di sapa Laen yang nyahut"celetuk Diran mengejek.diran adalah ketua kelas, anak Xll IPA.yap ketua di dalam kelas Sasya.sejak kelas X Diran sudah suka pada Sasya,hanya saja dia belum berani mengungkapkan perasaanya, lagipula melihat Sasya seperti menghindar saat dirinya berusaha mendekat untuk lebih akrab lagi seperti sangat sulit.


"emangnya kenapa?"tanya Sasya yang melihat Diran senyam senyum tidak jelas.


"nggk kok,,,cuman kamu makin cantik aja"gombal Diran pada Sasya.


"eh...cunguk kalo mau baca undang undang,lebih baik ke tempat Laen aja deh gak bakal mempan tuu kata kata loo"usir Jesi sambil mengibas ngibas kan tangannya ke arah Diran.


"udah kalian gak usah ribut males gue dengernya"Sasya mulai jengah dengan orang orang yang tengah berdebat tentang masalah sepele.


"tuh kan Sasa aja gak protes"ucap Diran bangga bela oleh sang pujaan hati.


"diem luu...,gua sumpel juga tu mulut pake baskom, baru tau rasa"timpal Jesi dengan nada kesal.jesi sangat tidak suka pada Diran karena dulu pernah di baperin terus di tinggalin gitu aja,sebenernya dulu dia pernah mulai menyukai pria yang kini menjadi musuhnya itu.namun setelah mengetahui bahwa dia di dekati hanya untuk di jadikan sebagai tameng untuk merebut Sasya.akhirnya dia mengurungkan niat nya untuk jatuh cinta pada Diran.


"Lo itu kenapa benci banget sih sama gua,emang salah gua ke Lo apa?"Diran mulai heran dengan sikap Jesi yang semakin lama semakin berubah menjadi cuek.

__ADS_1


"udah gue bilang gak usah ribut...."belum sempat menghabiskan kata katanya.


"Ting Ting Ting........."suara bell pulang telah berbunyi, akhirnya Sasya langsung mengambil tas nya lalu berjalan meninggal kan teman temannya acuh tanpa pamit.


"Sasa mau gue anter gak??"bujuk Diran berjalan setengah berlari mengikuti langkah Sasya.


"gak usah gue udah ada Adit buat nebeng"jawabnya acuh.


"Saaa......!!"teriak Tita dan Jesi berlari mengejar Nasya yang sudah sedikit jauh,Sasya langsung berbalik.


"paan"tanya Sasya memberhentikan langkahnya di ikuti Diran yang masih setia di samping Sasya.


"gue ikut nebeng ke motor lu yaaaa"pinta Jesi dengan muka menggemaskannya.


"iya sya,,,soalnya gue bakalan pulang ama doi gue.jadi tolong titip nih anak yaa"ucap Tita menjelaskan sementara Jesi melirik temannya jengkel karena mendengar di titip,emang nya dia itu anak kucing apa.


"paan sihh..."Jesi menghempaskan tangan Tita yang sengaja mengelus elus kepalanya.


"tapi..gue gak bawa motor,soalnya lagi di bengekel minta di perbarui"jawab Sasya.


"yahhh....gimana dong?.kan kasian nih bocah jalan kaki,nanti besok datang udah pake kursi roda lagi"Ucap tita melirik temanya.


"mau gimana lagi,emmm......atau lu nebeng aja sama Diran,iya kan Diran??"pikir Sasya.


"gak mau"celetuk Diran dan Jesi bersamaan.


"Lo kenapa ikut gue ngomong"ucap Diran dan Jesi kembali bersamaan.

__ADS_1


"cie..cie...cieee, barengan jangan jangan jodoh lagi"ejek Tita dengan lirikan mata yang sulit di tebak.


Karena berhasil membujuk kedua orang yang sulit akur itu dengan ancaman yang bisa di pastikan tak akan mudah di tolak.akhirnya Diran pulang bersama Jesi sedangkan Sasya ikut bersama sepupu tampan nya dan Tita berpelukkan mesra di atas motor kekasihnya.


__ADS_2