
"permisi pak ada yang bisa saya bantu?"tanya satpam itu.
"bisa tolong buka gerbanganya kembali,saya ingin menemui seseorang karena dia melupakan ini"ucap Revan.
"oh...tuan mau bertemu siapa?, biar saya penggilkan"tanya satpam itu kembali.
"saya lupa namanya,tapi tadi dia yang terakhir masuk"jawab Revan.
"biarkan saya yang membawakan nya"lanjutnya lagi.akhirnya satpam itu langsung membuka kembali gerbang dan mempersilahkan Revan masuk.
"silahkan tuan"ujar satpam mempersilahkan.
"terima kasih"Revan langsung bergegas dan mencari keberadaan Sasya,namun karena bel masuk berbunyi semua siswa juga sudah masuk ke kelas masing-masing.
Revan kembali ke pak satpam tadi untuk bertanya,namun saat dia berjalan dia melihat pak satpam itu sedang bicara dengan seseorang yang tak lain adalah kepala sekolah.
"ini pak Revan Adijaya kan?"tanya kepala sekolah itu sambil memberi jabatan tangan karena tak percaya seorang keluarga Adijaya datang di sekolahnya.
"iya, saya Revan Adijaya"jawab Revan dengan sopan.lau membalas jabatan tangan.
"ada yang bisa saya bantu tuan, kira-kira kenap tuan bisa berada di sekolah kami?"tanya kepala sekolah itu kembali dengan senyum tak bangganya Karen bisa bertemu dengan anak dari Radit Adijaya.
"saya ingin memberikan ini,kepada orang yang saya antar tadi karena dia melupakannya di dalam mobil saya"
"siapa tuan?,biar saya bantu mencari orangnya"
__ADS_1
"itu juga, karena saya lupa namanya"
jahat kamu Rev masa calon istri sendiri gak di ingat namanya🤧🤧(author)
"memangnya apa yang di lupakanya?"
"ini"Revan menunjukkan buku dan kertas soal tersebut dan kepala sekolah itupun melihat ada soal olimpiade,dan dia sudah menebak bahwa itu milik Sasya,karena cuman Sasya yang sering mengikuti olimpiade.
"mari tuan saya antar,dia berada di kelas XII IPA"ajak kepala sekolah.dan mereka pun berjalan menuju kelas Sasya,saat sudahkan sampai di depan pintu Revan berdiri melihat Sasya yang tengah di tanya oleh guru dan dengan cepat Sasya menjawab.
tuk..tuk..tuk"permisi,pak bisa sedikit waktunya?"tanya kepala sekolah setelah mengetuk pintu.
"oh..pak ada yang bisa saya bantu?"tanya guru itu.
"tidak,tuan Revan silahkan memanggil orang yang anda cari"ucap kepala sekolah dan mempersilahkan Revan masuk,saat masuk semua orang terutama para kaum hawa berteriak histeris melihat ketampanan Revan.sedangakan Sasya tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"tunggu aku lupa dengan namanya,..siapa tadi?....oh ya Sasya"gumam Revan tengah berfikir*.
"wahhh....gwanteng banget"ucap para kaum hawa.
"oppa,oppa,oppa mau ya jadi pacar aku"tambah mereka lagi,sedangkan Revan hanya acuh tak acuh.
"anak-anak tenang,ada kepalah sekolah dan tamunya,kalian diam dulu"ucap guru itu menenangkan muridnya yang sedang berteriak-teriak histeris karena mengagumi Revan.
"Sasya,kemari"panggil Revan,sementara itu semua langsung tersim dan menatap Sasya dengan tatapan tak suka karena iri.
__ADS_1
"gue...eh maksudnya saya"ucap Sasya menunjuk wajahnya dan segera di agguki oleh Revan.
"ini ambil bukumu,tadi kamu melupakannya di dalam mobil"ucap Revan dan memberikan barang ke pada si empuhnya.
pukkk...."ya ampun,huhh....untung saja, aku kira aku lupa tadi,hampir saja aku tidak jadi ikut olimpiade"Sasya menepuk jidatnya sebelum mengambil alih buku yang di pegang Revan.
"terima kasih"lanjutnya lagi dengan senyum sumringah nya.
"iya sama-sama,kalau begitu aku pamit"Revan pamit pada Sasya,guru yang ada di kelas tersebut dan pada ke kepala sekolah.
Setelah Revan pergi Sasya masih saja terus tesenyum dan duduk kembali di bangku nya.
"nak Sasya ada hubungan apa sama Revan Adijaya?"tanya kepala sekolah karena masih berada di dalam kelas Sasya.
"APA!!!!!,jadi tadi Revan Adijaya yang terkenal di bidang pengusaha itu?"tanya guru tersebut dengan wajah kagetnya.
"iya...jadi Sasya,Revan itu ada hubungan keluarga dengan kamu"jawab kepala sekolah lalu kembali bertanya pada Sasya.
"wah,bisa mati nih gue, kalo gue bilang Revan itu pacar gue pasti mereka bakal gak percaya,terus kalo gue bilang Revan itu calon suami gue pasti mereka bakal ketawa mana ada Revan yang di kenal dwingin itu mau nikah, kan aku juga masih sekolah"gumam Sasya dalam hati sambil mencari-cari jawaban untuk menjawab pertanyaan yang di berikan padanya.
"jadi...eum..Revan itu...jadi...eumm,gimana ya pak tadi saya lagi jalan kaki menuju sekolah terus dia memberikan saya tumpangan"jawab Sasya berbohong.
"ohh.....eh tapi bukanya Revan itu orangnya cuek"tanyanya kembali tak percaya.
"mana saya tau pak,sapa tau aja dia sedikit terbuka pintu kemanusiaannya buat bantuin saya,apalagi tadi saya sudah hampir telat"kepala sekolah dan guru fisika itu hanya mengangguk mengerti.
__ADS_1
Setelah itu mereka melanjutka pelajaran yang tertunda tadi,di dalam kelas banyak yang melihat tak suka pada Sasya namun Sasya tidak menyadari itu.jesi dan Tita juga ikut kepo mereka penasaran,hanya mereka lebih memilih tempat yang aman untuk bertanya pada sahabatnya.