
Setelah selesai makan bersama-sama,Revan dan Dimas langsung pamit untuk ke perusahaan ayah nya, menggantikan sang ayah untuk meeting.sedangkan Adit juga pamit untuk pulang ke rumahnya.
"bunda Sasa mau ke kamar dulu yaa"izin Sasya setelah mengantar tamunya.
"tunggu,ada yang bunda mau tanya ke kamu"ucap Yustin.
"kenapa Bun??"tanya Sasya.
"kita ngomong ke kamar kamu aja"pinta Yustin pada anak nya,dan mereka pun berjalan bersama-sama menuju kamar Sasya,sesampainya di kamar Sang anak Yustin menyuruh anaknya untuk ikut duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut.
"jadi apa yang mau bunda omongin ke Sasa?"tanya Sasa setelah duduk di samping sang bunda.
"bunda cuman mau nasehatin kamu,dan ini juga bukan hanya dari bunda tapi dari mamanya calon suami kamu juga"tutur Yustin pada anaknya.
"apa Bun?"tanya nya balik penasaran.
"jadi kamu jangan marah sama ayah dan bunda,bukannya kami gak mau minta persetujuan dari kamu tentang perjodohan ini.hanya saja ayahmu dan papanya Revan dulu pernah berjanji akan menjodohkan anak mereka jika sudah dewasa"ucap Yustin penuh kelembutan.
"Sasa gak marah ko Bun,cuman harusnya ayah sama bunda kasih tau aku sebelum mengambil keputusan,kan ini juga demi kebaikan Sasa"tutur Sasya sambil menatap sayang pada bundanya.
"maafin bunda ya nak"pinta Yustin sambil memegang tangan sang anak.
"iya gak papa kok Bun,terus nasehat dari mamanya calon suami aku apa Bun?"tanya Sasya kembali penasaran.
"kata calon mertua kamu,dia hanya ingin kamu sabar menghadapi Revan,karena Revan bukanlah Revan yang dulu"jawab Yustin.
"emang Revan orangnya kenapa?"
"kata mamanya semenjak dia putus dengan kekasihnya,dia menjadi orang yang tidak peduli dengan orang lain.sifat yang mudah beradaptasi dengan orang lain sudah pudar dari dalam dirinya sekarang dia lebih dingin temperamen,dan cuek"jelas Yustin kembali.
"emmm...emangnya dia sama pacarnya kenapa Bun"Sasya kembali penasaran.
"bunda juga gak tau"jawab sang bunda cepat.
"kalau dia tidak peduli dengan orang lain terus tadi itu maksudnya apa coba??"ucap Sasya di dalam hati,saat tepintas di pikirannya waktu Revan mengikatkan jas miliknya kepinggang Sasya.
"kok kamu ngelmun?"ucap Yustin membuyarkan lamunan anaknya.
"ehh...egak kok Bun cuman mikirin nasib Sasa gimana kalo tinggal sama patung kayak dia"ucap Sasya begitu polosnya.
__ADS_1
"hussss....gak boleh gitu,dia kan bentar lagi bakal jadi suami kamu.oops.....maksutnya bunda bukan bentar lagi tapi lusa"ucap bunda di iringi senyum menggodanya.
"ihhh...bunda apaan sih"ucap Sasya malu.
"emang bunda bener kok"ucap Yustin membenarkan perkataanya.
"tapi Bun aku kan belum pernah fitting baju?terus gimana mau kawinnya?"tanya Sasya karena memang dia belum pernah ada persiapan untuk hari pernikahan yang mendadak ini.
"nikah dulu baru kawin dong"bunda tertawa mendengar perkataan anaknya.
"emang apa bedanya coba?"tanya Sasya dengan wajah polosnya.
"kalo nikah ya di pelaminan, sedangakan kawin ya ehem.. ehem.."
"bunda ngomong apa sihh,ehem..ehem itu apa?"
"ya..nganu-nganu"
"nganu-nganu apa sih Bun?jangan bikin penasaran dong"mulai kesal.
"nanti juga kamu bakalan tau,kalo soal baju kamu gak usah pikirin, soalnya bunda sama mamanya Revan udah siapin,semua sudah di atur dan kamu tinggal menjadi mempelai wanitanya"goda Yustin pada anak nya.
"ya udah bunda mau keluar,tungguin ayah kamu pulang"ucap Yustin dan berlalu meninggalkan Sasya di dalam kamar.
namun sebelum keluar bundanya kembali saat ada yang berbeda dari pakaian sang anak.ia baru menyadari bahwa ada jas laki laki yang terikat di pinggang putrinya.
"Sasa itu jas siapa,perasaan tadi kamu gak pake itu deh?"tanya bundanya.
"ohh,ini...emm..punyanya Revan Bun"jawab Sasya sedikit gugup.
"kok bisa ada di kamu?"tanya nya kembali penasaran,pantas saja tadi dia melihat calon menantunya cuman memakai kemeja berwarna abu-abu waktu di meja makan.
"ehh...tadi aku gak tau kalo lagi halangan Bun,terus waktu mau nyusulin bunda ke dapur dia nahan aku karena dia lihat aku udah tembus"jawab Sasya sedikit cengengesan.
"cie...cie...kayaknya gak salah deh bunda pilih Revan"ucap Yustin yang masih berdiri di luar pintu dengan senyum merekahnya.
"ih bunda apaan sih...kan dia niatnya cuman mau bantuin Sasa"
"ya udah deh terserah kamu,bunda mau turunn ke bawah dahhh.."pamit Yustin pada anaknya.
__ADS_1
"tapi kok aku jadi salting sih kalo dia deketin aku"merebahnkan tubuhnya sambil membayangkan kejadian tadi.
"aggghhh.....otakku kenapa jadi mikirin dia sihh"menggeleng-geleng."tapi apa salah nya..kan dia juga calon suami aku"tuturnya kembali.
Setelah puas melamun akhirnya Sasya memutuskan untuk tidur sejenak menunggu untuk makan malam bersama sang ayah.di dalam mimpi nya dia mendapati Revan yang sedang menunggangi kuda putih dengan gagahnya,namun saat dia melihat Revan turun dan menggandeng wanita lain membuat hatinya sakit.saat itu Sasya menjadi gelisah dia menangis dalam mimpi yang menyakiti hatinya.
*mimpi Sasya*
"Revan kamu jahat"itulah perkataan Sasya saat datang menghampiri Revan yang sedang menggandeng wanita lain.wanita itu menggunakan gaun bak prinses berwarna biru terang dan Revan menggunakan baju tuksedo berwarna putih cerah,sedangkan Sasya menggunakan gaun yang sama dengan warna baju Revan dan tak kalah cantik dengan perempuan yang sedang di gandeng mesra oleh calon suaminya itu.
"sayang dia siapa?"tanya wanita itu sambil melihat Revan untuk menjawab nya.
"dia cuman wanita yang di jodohkan bersamaku"jawab Revan yang menatap tak suka pada Sasya, lalu menarik tangan wanita yang ia pegangi dan menciumminya.
Deggggggg....
Sasya langsung lemas melihat Revan dengan wanita lain dan betapa sakit hatinya seaakan ingin berhenti untuk berdetak.
"hei..kau jangan berani mencoba untuk mencintai kekasihku"ucap wanita itu dengan tatapan cueknya.
"dan sayang kamu jangan pernah mau mencintai wanita lain"tambahnya lagi.
"tenang saja,aku hanya mencintaimu sayang"ucap Revan mesra.
"baguslah kalau begitu,dan kau apa kau mendengar itu,jadi tidak usah berharap akan cinta kekasihku"ucapnya sambil menunjuk ke arah wajah Sasya.sasya hanya diam karena sakit hati dan sekarang air matanya telah menghambur di pipi putih miliknya.
"kalau memang kalian senang melihat aku sakit hati,maka bahagialah"ucap Sasya dengan air mata yang sudah jatuh membasahi pipinya.dan akhirnya dia pergi meninggalkan dua seloji yang telah menyakiti hatinya.
"hiks...hiks..hiks...kamu jahat Revan kamu jahat"ucap Sasya dalam tidurnya.
"eh..eh...jadi tadi itu cuman mimpi,kok aku sampe nangis gini sih?hiks...bodoh kamu Sa buat apa coba kamu tangisi bunga tidur"tambahnya setelah sadar dari tidurnya,dia melihat jam di HP nya dan menunjukkan sekarang sudah waktunya untuk makan malam.selesai mencuci mukanya yang terlihat sembab dia langsung menuju kebawah dan di sana ayah,bunda sudah menunggu kedatangannya.
Karena putri mereka telah datang,mereka pun melanjutkan untuk makan malam,hanya suara gesekan sendok dan piring yang terdengar semua sedang fokus pada makanya.setelah selesai makan Sasya bergegas ke kamar miliknya,lalu mengambil sebuah buku harian beserta pulpen untuk kembali curhat pada sebuah buku kecil.
**WARNING
*hai guys Jang lupa buat singgah di karya author yang satunya ya,judulnya"meski culun dia tetap suamiku"
jangan lupa like dan komennya ya guys biar author makin semangat buat lanjutinya.
__ADS_1
selamat membaca😁🤗***