
Hari yang paling di tunggu-tunggu sasya sudah semakin dekat,perjuangan nya memang tidak sia-sia walaupun malas biasa datang mengganggunya,tapi dia tidak ingin egois mengapa?,mengingat para orang tua dan para guru yang bangga kepadanya.pasti semangat otaknya akan bekerja sangat baik.
mungkin jika siswa-siswi lain yang mengikuti ajang asah otak ini pasti mereka akan merasa gugup dan tidak akan percaya diri.tapi itu tidak ada dalam kamus Sasya, menang atau kalah semua sudah biasa dalam persaingan,yang penting bagi Sasya adalah dapat menyelesaikan soalnya dengan cepat dan tepat.kadang para juri tidak percaya dengan Sasya karena dapat berfikir dengan cepat dan mudah.dan tak terpungkiri baginya Menang atau kalah biasa,tapi memang dia selalu menang dan mendapat berbagai macam mendali tanda penghargaan atas otak cerdasnya.
*di sekolah*
"Sasa nanti kalo Lo menang...kita bikin acara kecil-kecil yuk!!"ajak Tita.
"iya Sa...!!"seru Jesi ikut-ikutan.
"kayaknya ide bagus tuh..gimana kalo nanti di rumah gue aja??"celetuk Sasya menyetujui ajakan temannya.
ketiga sahabat tersebut memang ada di dalam kelas karena malas keluar jadi memutuskan tinggal mumpung jam lagi kosong.
Sasya duduk sambil menyangga kepalanya pada tangan yang dilipat di atas meja,sedangakan kedua sahabatnya duduk di bangku masing-masing yang tak jauh dari meja Sasya.
__ADS_1
sementara Diran yang tak sengaja lewat di depan kelas Sasya dia berniat untuk mengajak sang pujaan hati untuk ke kantin bersama-sama.
"Sasya.....babang Diran datang!!"seru Diran yang baru masuk di dalam kelas dan hanya ada tiga orang yaitu Sasya, Tita,dan Jesi yang langsung menatap sinis dirinya.
"ngapain Lo kemari??"tanya Jesi dengan nada yang mulai tak suka.
"mau ketemu Sasa lah"jawab Diran malas,dan melewati Jesi yang masih menatap dirinya dengan tatapan tak suka."Sasa ke kantin yuk..!!"ajak Diran yang sudah duduk di atas meja Sasya yang tengah malas.
"Diran emang Lo gak liat apa kita lagi males mendih lo keluar gih,ganggu aja"ucap Tita karena dia tau pasti akan di tolak terus oleh sahabatnya yang tengah di ajak itu.
"kasian gak ada yang gubris....wleee"Diran langsung menatap malas ke arah musuhnya yang tak lain adalah Jesi yang tengah menjulurkan lidah tanda mengejek.
"ya udah tapi lain kali mau yah"ucap Diran pasrah dengan raut wajah kecewanya.
"Hem......syuhh..syuhh..."ucap Sasya malas kembali mengusir diran.hingga Diran terpaksa keluar karena tak berhasil mengajak sang pujaan hati.
__ADS_1
*pulang sekolah*
sepulang sekolah Sasya berjalan dengan malas menuju kamar sedangkan Yustin yang melihat putrinya sedikit menyunggingkan senyum.
"huhhhft.....males banget!!"ucap Sasya setelah membuang diri ke atas tempat tidurnya."kok aku kepikiran dia sihh?..arghhhh.....mukanya gak mau hilang di ingatan gue,ngapain juga kepikiran dia,arghhh....bodo"gumam Sasya sambil memukul kepalanya tak percaya.
Tidur adalah hobi Sasya saat banyak pikiran,sungguh hari yang memalaskan kenapa juga dia kepikiran Revan?? Yap Sasya sedari tadi terus memikirkan calon suaminya,entah karena kagum atau entahlah...itu selalu tegiang di otak nya.
skip...
tengah malam bukanya tidur Sasya masih sibuk dengan buku-buku yang begitu banyak,karena mengingat besok adalah hari dimana dia akan berjuang untuk mendapatkan mendali.
hoammm....hanya itu yang selalu keluar dari mulutnya pertanda bahwa dia sekarang sangat lelah,namun dia masih tetap belajar.
hingga tanpa sadar dia tertidur di atas bukunya sendiri.
__ADS_1