Ini Adalah Cinta

Ini Adalah Cinta
refleks


__ADS_3

setelah semua peserta mendengar kan poin mereka pada babak pertama,Sasya menjadi peserta yang memiliki poin tertinggi.tak heran jika dia biasa-biasa saja,tapi tidak dengan para juri ada yang merasa bahwa Sasya sudah curang.


sekarang adalah babak tanya jawab antar juri semua peserta kembali gugup dan tegang,sementara Sasya tetap santai-santai saja.


dua pertanyaan setiap juri yang berarti jika di hitung semua total pertanyaannya adalah delapan pertanyaan, dan akan di jawab oleh para peserta yang lebih dulu memencet tombol di atas mejanya.


pertanyaan pertama.......................................??


di jawab oleh siswa laki-laki yang selalu melirik ke arah Sasya tadi....


sebenarnya Sasya ingin menjawab lebih dulu tadi,hanya dia telat saat akan memencet tombol nya,seketika wajah yang ceria langsung berubah cemberut,bagaimana tidak? soal pertama tadi sangat lah mudah.


karena tak mau telat memencet tombol,Sasya siap siaga dengan tangan di atas tombol otomatis dia akan lebih mudah dan lebih cepat.


pertanyaan kedua.....................................??


dengan mudah Sasya langsung menjawabnya.sementara juri yang memberikan pertanyaan itu terheran-heran karena setiap pertanyaan akan ada yang tersulit hingga tapi mengapa dia bisa menjawab tanpa cela kesalahan.


kali ini Revan yang akan memberikan pertanyaan setelah juri yang duduk di ujung sana.


"apa dia bisa menjawab pertanyaanku?,sepertinya dia tidak akan bisa karena ini pertanyaan sangat sulit" gumam Revan dalam hati sambil melihat Sasya yang tengah siap siaga mendengar pertanyaan.


pertanyaan dari Revan..................................??


belum habis pertanyaan yang sedang di baca oleh Revan tapi Sasya sudah lebih dulu menjawab dengan suara lantang nya.semangat empat lima guys....


"gadis pintar!!" gumam Revan sedikit menyunggingkan senyum ke arah sasya.namun Sasya tidak mengetahui itu karena dia ingin tetap fokus.


pertanyaan kedua dari Revan.......................??


lagi-lagi Sasya menjawab dengan cepat dan tepat hingga dia berada di posisi poin paling tinggi.


juri lain saling berbisik sentah apa yang mereka sedang bicarakan namun Revan hanya tetap melihat ke arah Sasya.


sedangkan peserta lainnya langsung berdecak kesal karena selalu telat menjawab.bagaimana tidak? mereka masih berfikir tapi Sasya sudah lebih dulu mengetahuinya.


******


hingga babak kedua selesai dan poin Sasya lah yang paling tinggi,dengan senyum bangga Sasya sudah duduk dengan rapi.


juri mulai berdiskusi menetapkan siapa pemenang nya.


juri wanita yang duduk tepat di tengah samping Revan tidak setuju jika peserta yang bernama Sasya jadi juara pertama karena setelah mendengar semua jawaban Sasya yang tidak ada cela kesalahannya.


"jadi bagaimana ini pak?"tanya juri satu nya.


"sepertinya gadis itu sudah di beri bocoran tentang soal ini"yakin si juri wanita dan menatap Sasya seolah-olah tak percaya.


"tapi kita tidak bisa mengambil kesimpulan seperti itu Bu....karena setau saya Sasya memang sering memenangkan lomba kejuaraan"ucap seorang juri pria lagi dan yakin akan pendapatnya.


Sasya yang mendengarkan itu pun belum memberikan pendapat nya,dan tidak mengeluarkan sepatah-kata pun.

__ADS_1


"Sasya bagaimana kamu bisa menjawab dengan cepat,bahkan belum selesai pertanyaan yang di baca kamu sudah menjawab dengan benar?"tanya si juri wanita penuh selidik.


"karena saya belajar Bu.."jawab Sasya singkat.


"nak Sasya kamu jangan main-main ini adalah lomba kejuaraan nasional jadi kamu harus jujur"ucap si juri wanita lagi.


"sepertinya kamu memang sudah mendapat bocoran"lanjutnya lagi dengan tatapan sinis nya.


"Bu Gebi,mana mungkin peserta bisa mendapat bocoran ini adalah soal yang sangat rahasia"bela si juri yang duduk di samping juri wanita.ya juri wanita itu bernama Gebi.


Revan masih tetap diam namun sekali-kali dia melihat ke arah Gebi yang tetap dengan yakinnya bahwa Sasya sudah curang.


"jadi bagaimana ini?,siapa yang akan di tetapkan sebagai juara pertama?"


"peserta laki-laki yang sana"Gebi langsung menunjuk ke arah siswa laki-laki yang tengah memperhatikan Sasya.


Revan yang diam mulai merasa kesal mendengar perdebatan antar juri itu.entah mengapa dirinya tak suka bila ada yang menganggap Sasya sudah curang.


"mengapa anda bisa beranggapan bahwa peserta yang bernama Sasya itu sudah curang?...dan mengapa anda juga menetapkan juara pertama tanpa meminta pendapat juri lainya?"ucap Revan angkat suara.


" tapi pak Revan,mungkin saja!!!! sekarang apa yang tidak bisa di lakukan untuk mendapatkan kemenangan di jaman ini"yakin Gebi.


"apa anda memiliki bukti?....kita saja baru melihat soal ini,dan kenapa anda sudah yakin bahwa Sasya sudah curang"tanya Revan dengan suara penuh penekanan.


"tap......"ucapanya langsung terpotong.


"Bu Gebi,saya sendiri yakin bahwa Sasya tidak mungkin curang"bela si juri yang duduk di samping Gebi.


"benar itu Bu..."


Gebi langsung diam seribu bahasa karena memang dia tidak memiliki bukti apa-apa,hingga mereka kemabali berdiskusi untuk menetapkan juara satu.


"silahkan pak Revan memberikan mendali dan piala pada juara pertama kita, juara kedua akan di berikan pada Bu Gebi,dan juara ketiga silahkan untuk bapak Deni"ucap si pembawa acara.


juri yang di sebutkan namanya langsung berdiri dan menuju ke depan di mana peserta sudah berdiri dengan rapi,menunggu siapa yang akan di pasangkan mendali oleh para juri.


dan peserta perempuan merasa gugup saat Revan berjalan mendekat ke arah mereka.sunggung membuat mata kaum hawa terkagum-kagum akan ketampanan yang Revan miliki.


"selamat untuk juara ketiga kita......tepuk tangan semua"


prok prok prokk........... (suara riuh tepuk tangan)


"selamat untuk juara ke dua kita...... tepuk tanganya"


prok prok prok....... ( kembali bertepuk tangan dengan riuh)


"dan inilah juara pertama kita di menangkan oleh........."ucap si pembawa acara sambil menunggu Revan memberi dan memasangka mendali ke siapa.


Revan berjalan melewati peserta lainnya,dan sudah berdiri tepat di hadapan sasya.dengan gaya coolnya Revan langsung mendekat hingga dadannya menyentuh kepala Sasya.


deggg.......

__ADS_1


degg.......


sasya langsung gugup saat merasakan hembusan nafas Revan yang tengah mengalungkan mendali ke lehernya.


"JUARA PERTAMA DI MENANGKAN OLEH SASYA,,DAN BIBERIKAN OLEH REVAN ADIJAYA"


dan.....


prok prok prok.........


kepala sekolah Sasya langsung berdiri dengan bangganya,dan tepuk tangan meriah menyambut kemenangan Sasya.


Revan tak lupa memberikan piala atas kemenangan Sasya dan Sasya menerimanya dengan gugup namun tetap senyum.


"selamat atas kemenanganmu"ucap Revan dengan senyum.


"di..dia senyum lagi???wahhh gue bisa jangtungan kalo benini jadinya" gumam Sasya dalam hati sambil membalas senyum Revan.


"i...iya terima kasih"sahut Sasya gugup.


entah malaikat mana yang menghampiri Revan hingga dia refleks memeluk sasya.sementara semua orang langsung diam seribu bahasa melihat adegan itu.


"tu..tu..tuan kita di lihat orang"ucap Sasya kaget dan makin gugup.


"maaf....tadi sya cuman refleks"Revan langsung melepas pelukannya dan ikut merasakan gugup.


"tuan Revan memeluk gadis itu"


"wah....beruntungnya dia"


"aku juga mau di peluk"


"ya ampun jadi pengen"


"bukannya pak Revan terkenal cuek"


"baru kali ini aku melihat tuan muda memeluk seseorang,bahkan selama ini dia tidak pernah memeluk siapa pun bahkan orang tuanya sendiri". gumam Dimas yang memang sedari tadi menunggu tuannya.


semua orang menjadi heboh karena Revan memeluk Sasya,dan mereka tidak ingin menyia-nyiakan adegan tersebut ada yang mengambil foto dan mengabadikan nya ke sosila media.


******


Sasya pulang dengan senyum merekahnya dan mengingat dia akan di beri hadiah oleh orang-orang yang sudah janji akan memberikan hadiah atas kemenangannya kepadanya.


***Hay....Hay 😁😁


jangan lupa like dan komen nya,


maaf jika banyak typo bertebaran,silahkan membenarkan jika ada kesalahan dalam penulisan novel ini .


buat readersku yang buaik jangan lupa tip nya juga yah😌

__ADS_1


terima kasih😚***


__ADS_2