Intrik Cinta Di Takhta De Greyson

Intrik Cinta Di Takhta De Greyson
Bab 10: Kemesraan yang Menggemaskan


__ADS_3

Kemesraan di antara Olivia dan Alexander semakin menghangat, seperti bara api yang tak pernah padam. Setelah petualangan mereka di taman dan momen kekonyolan yang menggemaskan, kini mereka menikmati saat-saat indah bersama, tanpa beban dan kekhawatiran.


Di sebuah sore yang cerah, Olivia dan Alexander memutuskan untuk pergi berkuda bersama. Mereka mengendarai kuda dengan penuh semangat, berlomba-lomba seolah mereka berada di jalur pacuan. Meskipun tidak ada hadiah yang harus dimenangkan, mereka berdua saling melemparkan pandangan lucu dan tertawa menggema.


"Kau tidak akan menangkapku begitu saja!" seru Olivia sambil memandang Alexander dengan penuh semangat.


Alexander mengangkat alisnya dan menimpali dengan nada menantang, "Oh, bukankah begitu? Kau akan terkejut dengan kecepatan kuda kesayanganku!"


Mereka berdua berlomba, saling menggoda satu sama lain dengan senyuman nakal di wajah mereka. Meskipun ini hanya permainan, momen ini memberi mereka kesempatan untuk saling menunjukkan keceriaan dan kekonyolan dalam hubungan mereka.


Setelah berlari-lari dengan riang, mereka berdua berhenti di puncak bukit yang menghadap ke taman kerajaan. Pemandangan di sana begitu indah, dan udara sejuk menyegarkan setelah perjalanan panjang mereka.


Sambil beristirahat, Olivia menarik Alexander untuk duduk di bawah pohon yang rindang. Mereka duduk berdua, berbicara tentang mimpi dan aspirasi mereka yang tak terbatas.


"Sekarang, coba bayangkan kita, di masa depan," ucap Olivia dengan penuh harap. "Kita akan duduk di atas takhta kerajaan ini, bersama-sama memimpin dan menciptakan perubahan positif bagi rakyat kita."

__ADS_1


Alexander tersenyum dan menambahkan, "Tapi jangan lupa, di tengah semua tanggung jawab kerajaan, kita juga akan menemukan waktu untuk bersenang-senang dan tertawa bersama-sama, seperti hari ini."


Olivia mengangguk setuju, "Tentu saja! Tidak ada yang bisa menghalangi kita dari mengisi hidup kita dengan cinta, kebahagiaan, dan kekonyolan kita sendiri."


Mereka saling melemparkan senyum lembut satu sama lain, merasakan kedekatan yang begitu akrab dalam hubungan mereka. Percakapan-percakapan lucu dan hangat membawa mereka lebih dekat satu sama lain, mengisi hari-hari mereka dengan kebahagiaan dan keceriaan.


Di malam hari, mereka menghabiskan waktu bersama di perpustakaan kerajaan. Mereka membaca cerita-cerita lama, tertawa pada kalimat-kalimat kuno yang kocak, dan menemukan buku-buku yang mereka sukai dan bagikan satu sama lain.


"Kau tahu, aku selalu membayangkan kalau ada pustakawan tua yang sedang mengawasi kita dari sudut ruangan ini," ucap Alexander dengan senyum lembut.


"Kukira dia akan melihat kita dengan pandangan campuran, dari senyum hingga mengernyitkan kening," jawab Alexander sambil berpura-pura menjadi pustakawan tua dengan wajah serius.


"Mungkin dia akan berkata, 'Ah, lihatlah dua kekasih ini, selalu mengganggu ketenangan perpustakaan dengan cinta mereka yang menggemaskan,'" ujar Olivia dengan suara penuh semangat.


Mereka berdua tertawa terbahak-bahak, merasa betapa menyenangkan dan santai momen ini. Percakapan lucu dan konyol mereka membuat perpustakaan menjadi tempat yang penuh dengan tawa dan kebahagiaan.

__ADS_1


Kemudian, mereka kembali ke kamar mereka untuk beristirahat. Namun, sebelum tidur, Alexander menemukan kotak kecil yang indah di bawah bantal tempat tidurnya. Dengan tatapan kagum, ia memperhatikan Olivia yang berdiri di sampingnya dengan senyum misterius.


"Apa ini, Olivia?" tanya Alexander dengan rasa ingin tahu.


Olivia menyunggingkan senyum lembut. "Buka saja kotak itu, Alexander."


Alexander membuka kotak dengan hati-hati dan terkejut melihat sepasang anting-anting berlian yang indah di dalamnya. Ia menatap Olivia dengan mata penuh kagum dan bahagia.


"Ini... ini begitu indah," ucap Alexander dengan suara tergagap. "Tapi apa alasan di balik hadiah ini?"


Olivia berjalan mendekati Alexander, menatapnya dengan tatapan penuh cinta. "Ini adalah simbol cinta dan rasa syukurku padamu, Alexander. Kau telah membuat hidupku begitu berarti dan berwarna. Aku ingin kau tahu betapa berharganya dirimu bagiku."


Alexander tersenyum, mencengkram tangan Olivia dengan lembut. "Terima kasih, Olivia. Aku akan selalu berusaha menjadi pria yang pantas memiliki cintamu."


Mereka berdua saling berpelukan, merasakan kehangatan cinta yang mengalir di antara mereka. Momen romantis ini memberi mereka keyakinan bahwa cinta mereka semakin kokoh dan tak tergoyahkan.

__ADS_1


__ADS_2