
Meskipun kerajaan de Greyson berada dalam kebahagiaan yang mendalam berkat kemesraan Olivia dan Alexander, takdir selalu memiliki rencana lain. Suatu pagi, seorang utusan dari kerajaan tetangga datang dengan berita yang tak terduga.
"Saya membawa berita dari Kerajaan Alantia," ucap utusan dengan wajah serius. "Raja Alantia telah menyatakan keinginannya untuk mengambil alih wilayah perbatasan kami."
Alexander menatap utusan dengan kaget. "Tapi kami sudah memiliki kesepakatan damai dengan Kerajaan Alantia. Mengapa Raja Alantia ingin mengganggu perdamaian ini?"
Utusan itu mengangguk, "Raja Alantia mengatakan bahwa wilayah perbatasan itu adalah milik nenek moyang mereka dan ingin mengembalikan wilayah tersebut ke Kerajaan Alantia."
Berita ini mengejutkan seluruh istana. Semua orang bingung dengan niat Raja Alantia untuk melanggar kesepakatan damai yang telah ada selama bertahun-tahun.
Olivia menarik Alexander ke sudut ruangan untuk berbicara secara pribadi. "Kita harus menghadapinya dengan bijaksana," ucapnya dengan tegas. "Kita tidak boleh menyerah begitu saja."
Alexander menatapnya dengan tulus. "Kau benar, Sayang. Kita akan mencari jalan keluar yang terbaik untuk kedua belah pihak."
Mereka berdua membentuk tim diplomatik yang dipimpin oleh Olivia untuk melakukan perundingan dengan utusan dari Kerajaan Alantia. Olivia menggunakan kecerdasannya dan kebijaksanaan untuk mencari solusi yang adil bagi kedua kerajaan.
__ADS_1
Di balairung istana, pertemuan antara kedua tim berlangsung. Olivia menyampaikan argumen dengan tegas namun juga dengan sikap yang menghormati. Dia berusaha membawa kedua belah pihak menuju kesepakatan damai yang memuaskan.
Setelah berjam-jam perundingan, akhirnya mereka mencapai titik tengah yang dapat diterima oleh kedua kerajaan. Raja Alantia bersedia menandatangani kembali kesepakatan damai asal wilayah perbatasan diperluas sedikit untuk memuaskan keinginan mereka.
Malam itu, di taman istana, Olivia dan Alexander duduk bersama di bawah bintang-bintang. Mereka merasa lega bahwa mereka telah berhasil mengatasi masalah tersebut dengan cara yang damai dan bijaksana.
"Aku sangat bangga padamu, Olivia," ucap Alexander sambil menggenggam tangan Olivia erat.
Olivia tersenyum. "Kita berhasil melaluinya bersama-sama, Alexander. Itu adalah tim yang solid dan kerja keras kita bersama yang membuatnya berhasil."
Namun, takdir tidak berhenti memberikan ujian pada mereka. Beberapa minggu kemudian, salah satu wilayah di kerajaan de Greyson mengalami wabah penyakit yang menyebar dengan cepat. Para dokter kerajaan bekerja keras untuk mengatasi wabah tersebut, tetapi jumlah penderita semakin bertambah setiap hari.
Olivia merasa khawatir dan bertanggung jawab untuk membantu para penderita. Dia mengunjungi desa-desa yang terdampak, memberikan bantuan medis, dan memberikan semangat kepada rakyatnya. Alexander juga turut serta dalam upaya ini, membantu koordinasi dan memberikan dukungan moral bagi rakyatnya.
Tak lama kemudian, Ratu Victoria de Greyson jatuh sakit dan membutuhkan perawatan intensif. Semua istana diliputi ketegangan dan kekhawatiran.
__ADS_1
Olivia dan Alexander menghabiskan waktu bersama di ruang perawatan Ratu Victoria. Mereka merawatnya dengan penuh kasih, berdoa agar dia cepat sembuh.
"Kita harus kuat, Sayang," ucap Alexander dengan lembut kepada Olivia. "Kita harus tetap bersatu dan berusaha untuk menjalani tugas kerajaan kita."
Olivia menangis di pundak Alexander. "Aku takut kehilangan Ibu, Alexander. Dia adalah sosok yang sangat berarti dalam hidupku."
Alexander mencium kening Olivia dengan lembut. "Aku juga takut, tetapi kita harus tetap berjuang dan menjalani tanggung jawab kita sebagai pemimpin kerajaan."
Mereka saling menguatkan satu sama lain, menemukan kekuatan dalam cinta dan duk
ungan mereka. Di tengah ujian yang berat ini, cinta mereka menjadi semakin kuat dan menyinari hati mereka seperti cahaya di tengah kegelapan.
Berbulan-bulan berlalu, akhirnya wabah penyakit mulai mereda dan Ratu Victoria sembuh dari penyakitnya. Olivia dan Alexander merasa lega dan bersyukur atas kesembuhan ibu Alexander.
Bab 14 ini menghadirkan masalah yang datang untuk Olivia dan Alexander. Mereka berhasil mengatasi permasalahan perbatasan dengan bijaksana dan damai, namun kemudian dihadapkan pada wabah penyakit yang menyebar dan penyakitnya Ratu Victoria. Tantangan ini menguji kekuatan cinta dan tekad mereka dalam menjalani tugas sebagai pemimpin kerajaan dan tetap bersatu di tengah kesulitan. Cinta mereka menjadi pilar yang menyinari mereka dalam menghadapi setiap rintangan yang datang.
__ADS_1