
Setelah mengungkapkan rencana jahat Lord Edmund, Olivia dan Alexander kini harus menghadapi ancaman baru yang muncul di kerajaan de Greyson. Keberanian, kebijaksanaan, dan cinta mereka akan diuji sekali lagi saat mereka bersama-sama berjuang melawan kekuatan yang lebih gelap dan jahat.
Olivia, yang merasa terombang-ambing oleh keraguan dan kebingungan, memutuskan untuk menjauh dari Alexander sementara waktu. Ia merasa bahwa untuk melindungi kerajaan dan orang-orang yang ia cintai, ia harus menemukan kebenaran yang tersembunyi dan menghadapi ancaman ini dengan kekuatan sendiri.
Saat itu, Olivia bertemu dengan seorang pria misterius yang dikenal sebagai Sir Sebastian. Sir Sebastian adalah seorang ksatria pemberani yang memiliki reputasi yang gemilang dalam pertempuran. Ia memiliki tekad yang kuat dan pengetahuan tentang ancaman yang menghantui kerajaan de Greyson.
Olivia dan Sir Sebastian membentuk aliansi yang tidak terduga. Mereka saling melengkapi satu sama lain dalam pengetahuan, keberanian, dan ketajaman. Olivia mengandalkan ketangguhan dan kecerdasannya, sementara Sir Sebastian membawa perlindungan dan keahliannya dalam pertempuran.
Keduanya melakukan penyelidikan yang intensif untuk mengungkap kekuatan jahat yang mengancam kerajaan. Mereka menemukan petunjuk-petunjuk yang menuntun mereka pada jejak-jejak rahasia yang tersembunyi di dalam istana. Dalam pencarian mereka, Olivia juga menemukan bahwa Sir Sebastian memiliki luka-luka masa lalu yang belum sembuh, yang menyebabkan keraguan dan kebimbangan dalam hatinya.
Sementara itu, Alexander merasa kehilangan tanpa kehadiran Olivia di sisinya. Ia merenungkan keputusannya dan menyadari bahwa cinta sejati tak bisa diabaikan. Dalam hati yang penuh penyesalan, ia bertekad untuk mencari Olivia dan mendapatkan kembali hatinya.
Dalam pencarian yang sulit, Alexander menemui Ratu Victoria untuk meminta nasihat dan bimbingan. Ratu Victoria, yang mencintai anaknya, memberikan kebijaksanaan dan memberi tahu Alexander tentang ancaman yang menghantui Olivia. Dengan tekad yang bulat, Alexander berjanji untuk melindungi Olivia dan mengungkap kebenaran yang tersembunyi.
Olivia, yang masih dalam perjalanan dengan Sir Sebastian, menemukan petunjuk yang mengarah pada sekelompok pemberontak yang berencana untuk menggulingkan kerajaan de Greyson. Mereka adalah kelompok yang kuat dan berbahaya, dengan tujuan menghancurkan keadilan dan mencapai ambisi mereka sendiri.
Olivia dan Sir Sebastian berjuang melawan pemberontak dan membebaskan kerajaan de Greyson dari cengkeraman mereka. Dalam pertempuran yang sengit dan penuh strategi, mereka mengalahkan musuh-musuh yang mengancam kerajaan.
__ADS_1
Namun, di tengah kemenangan mereka, Sir Sebastian menghadapi musuh yang terlalu tangguh. Ia terluka parah dalam pertarungan yang tak seimbang dan jatuh tak sadarkan diri. Olivia, yang menyaksikan kejadian itu, merasakan kehilangan yang mendalam dalam hatinya.
Sementara itu, Alexander telah melacak jejak Olivia dan tiba di tempat pertempuran. Ia melihat keadaan Sir Sebastian yang terluka dan melihat kepedihan dalam mata Olivia. Dalam hati yang penuh penyesalan, ia menyadari bahwa kehadiran Sir Sebastian telah memperkuat ikatan antara Olivia dan dirinya.
Alexander mendekati Olivia dengan penuh cinta dan keberanian. Ia mengungkapkan penyesalannya dan tekadnya untuk melindungi dan memperjuangkan cinta mereka. Di tengah kebingungan dan keraguan, Olivia melihat kejujuran dan keberanian yang tulus dalam mata Alexander.
Dalam kebersamaan mereka, Olivia dan Alexander memutuskan untuk bersatu dan melawan ancaman yang masih menghantui kerajaan de Greyson. Mereka menyadari bahwa kekuatan mereka terletak pada cinta dan kepercayaan satu sama lain, serta kebijaksanaan dan keberanian yang mereka bagi.
Dalam kesatuan yang baru, Olivia dan Alexander bersiap untuk menghadapi ancaman yang masih menghantui kerajaan de Greyson. Mereka menyadari bahwa hanya dengan bekerja sama, mereka dapat melawan kekuatan jahat yang ingin menghancurkan keadilan dan merampas takhta.
Sementara itu, Olivia terus merawat Sir Sebastian yang masih dalam kondisi lemah akibat luka-lukanya. Ia berusaha memberikan perawatan terbaik dan meyakinkan Sir Sebastian bahwa ia akan pulih sepenuhnya. Di tengah perawatan tersebut, Olivia menyadari bahwa ada ikatan khusus yang terjalin di antara mereka, tetapi hatinya masih tertuju pada Alexander.
Di balik layar, Lord Edmund masih berusaha memperoleh kekuasaan yang ia idamkan. Ia menyusun rencana baru untuk memanipulasi situasi dan memperoleh dukungan dari kalangan bangsawan yang korup. Ia mengincar kelemahan kerajaan de Greyson dan berusaha menciptakan keretakan di antara mereka.
Olivia dan Alexander, yang telah menemukan kekuatan cinta dan kepercayaan kembali, merasakan ancaman yang semakin dekat. Mereka harus tetap waspada terhadap tipu muslihat dan intrik yang disusun oleh Lord Edmund. Olivia menyadari bahwa tak hanya kerajaan yang terancam, tetapi juga nyawa orang-orang yang mereka cintai.
Pada hari pertempuran yang tak terhindarkan, pasukan de Greyson bersiap menghadapi pemberontak. Olivia berdiri di samping Alexander, menguatkan semangat dan memberikan dukungan penuh. Mereka berdua berjanji untuk melindungi kerajaan dan mencapai kemenangan yang tak ternilai.
__ADS_1
Pertempuran dimulai dengan keganasan yang tak terkendali. Suara tombak dan pedang bersautan, langit dipenuhi dengan suara sorak dan teriakan perang. Olivia, dengan keterampilan bela diri dan kecerdasannya, melindungi pasukan dengan penuh keberanian.
Sementara itu, Alexander memimpin pasukan dengan keberanian dan kepemimpinan yang tangguh. Ia melindungi para prajuritnya, memberikan inspirasi dan motivasi dalam setiap gerakan mereka. Kerajaan de Greyson, bersama-sama, berjuang demi kebebasan dan keadilan.
Di tengah kekacauan pertempuran, Olivia melihat Sir Sebastian bangkit dari tempat perawatannya. Meskipun luka-lukanya belum sepenuhnya sembuh, ia merasa kewajibannya untuk berdiri di samping Olivia dan memperjuangkan kerajaan de Greyson. Dalam keterampilan bertempur yang tak terkalahkan, Sir Sebastian menunjukkan keberanian dan dedikasinya yang luar biasa.
Perang berlangsung sengit dan penuh tekanan. Namun, pasukan de Greyson yang bersatu berhasil mengatasi pemberontak yang kuat. Dalam kegigihan dan kekuatan mereka, mereka mencapai kemenangan yang gemilang.
Ketika debu pertempuran mulai mereda, Olivia, Alexander, dan Sir Sebastian berdiri di tengah medan perang yang hancur. Mereka melihat kerajaan de Greyson yang telah terbebas dari ancaman, dan kerajaan itu kini mampu memulihkan diri.
Di tengah kelelahan dan kebahagiaan setelah pertempuran, Olivia, Alexander, dan Sir Sebastian saling memandang. Mereka menyadari bahwa mereka telah melalui perjalanan yang penuh cobaan dan kesulitan bersama-sama. Ikatan di antara mereka semakin kuat, tetapi hati Olivia masih tertuju pada Alexander.
Dalam momen ketenangan setelah pertempuran, Olivia mengambil keputusan yang sulit. Ia mengungkapkan perasaannya kepada Alexander, namun juga memberi penghormatan dan terima kasih kepada Sir Sebastian atas keberanian dan bantuan yang ia berikan.
Alexander, yang masih mencintai Olivia dengan sepenuh hati, merasakan kejujuran dan keberanian dalam kata-kata Olivia. Ia memahami perasaannya dan bersedia menerima keputusan Olivia.
Dalam kebersamaan mereka, Olivia, Alexander, dan Sir Sebastian merayakan kemenangan mereka. Mereka bersumpah untuk terus melindungi kerajaan de Greyson dan membangun masa depan yang lebih baik bersama-sama.
__ADS_1