
Kembalinya Olivia dan Alexander dari perjalanan romantis mereka disambut dengan suka cita oleh seluruh kerajaan de Greyson. Semua orang bahagia melihat kedua pasangan ini semakin dekat dan bahagia bersama. Namun, di balik senyum dan kebahagiaan, ada seseorang yang merasa cemburu dan iri melihat hubungan bahagia mereka.
Lady Jasmine, seorang wanita cantik dan anggun yang tinggal di istana, telah menyimpan perasaan khusus terhadap Alexander sejak lama. Dia pernah berharap bahwa Alexander akan mencintainya, namun kenyataannya adalah Alexander telah jatuh cinta pada Olivia. Rasa cemburu yang mendalam mendorongnya untuk melakukan hal-hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.
Ketika Olivia menyadari sikap aneh dan cemburu dari Lady Jasmine, dia tetap tenang dan elegan dalam menghadapinya. Dia tidak menunjukkan emosi yang berlebihan, tetapi dalam setiap kalimat yang dia ucapkan, terdapat sentilan tajam yang menyiratkan ketidaksenangan.
Di salah satu pertemuan kerajaan, Lady Jasmine mencoba untuk mencuri perhatian Alexander dengan memberikan komentar manis tentang pakaian barunya. Namun, Olivia dengan cepat membalas, "Terima kasih atas komentarmu, Lady Jasmine. Namun, aku yakin kesederhanaan pakaian bukanlah hal yang kurang menarik daripada keindahan pakaian mewah."
Alexander melihat reaksi dingin dari Olivia dan merasa sedikit bingung. Dia merasa ada sesuatu yang tidak beres, namun dia tidak tahu apa itu.
Selama beberapa minggu berikutnya, sikap aneh dari Lady Jasmine semakin memburuk. Dia mencoba untuk merayu Alexander dengan pesona dan senyum manisnya, namun Alexander hanya merasa semakin tertarik pada Olivia dan kebijaksanaannya.
__ADS_1
Di suatu malam, dalam sebuah acara istana, Lady Jasmine mencoba untuk mencuri perhatian Alexander dengan bermain musik yang indah di atas panggung. Namun, Olivia dengan tenang mengambil alih panggung setelahnya dan memainkan musik yang jauh lebih indah dan mengguncangkan hati para tamu istana.
Malam itu, ketika mereka berdua berbicara di ruang pribadi mereka, Alexander mengungkapkan perasaan bingungnya kepada Olivia. "Ada sesuatu yang tidak beres dengan Lady Jasmine, tapi aku tidak tahu apa itu. Dia berbeda akhir-akhir ini."
Olivia tersenyum lembut dan mencium pipi Alexander. "Kamu benar, Alexander. Tapi kamu tidak perlu khawatir. Mungkin dia hanya menghadapi masalah pribadi yang membuatnya berperilaku seperti itu."
Namun, di balik senyuman itu, Olivia merasa sedikit cemburu melihat bagaimana Lady Jasmine berusaha merebut perhatian Alexander. Meskipun dia mencoba untuk tetap tenang dan elegan, rasa cemburunya itu tak terbendung.
Dengan penuh keanggunan, dia berkata, "Lady Jasmine, jika Anda ingin berbicara dengan suami saya, harap gunakan kata-kata yang jujur dan tulus. Kita semua tahu bahwa percakapan yang manis tidak selalu mencerminkan isi hati seseorang."
Para tamu yang hadir terdiam mendengar kata-kata Olivia yang tajam. Lady Jasmine terlihat terkejut dan terpana, namun dia tidak dapat menanggapi dengan kata-kata apa pun.
__ADS_1
Keesokan harinya, rumor tentang insiden itu menyebar dengan cepat di kerajaan de Greyson. Banyak yang memberikan pujian pada Olivia atas keberaniannya dalam menghadapi Lady Jasmine. Meskipun banyak yang tahu tentang rasa cemburu Lady Jasmine terhadap Olivia dan Alexander, tak seorang pun berani berbicara terus terang tentang hal itu.
Namun, rasa cemburu Lady Jasmine semakin menjadi-jadi. Dia merasa terancam oleh kehadiran Olivia dan merasa bahwa Olivia mencuri perhatian yang semestinya menjadi miliknya.
Olivia tetap tenang dan teguh dalam menghadapi situasi tersebut. Dia berbicara dengan bijaksana dan penuh kasih, tidak menunjukkan emosi yang berlebihan. Namun, ketegasan dan kecerdasannya tetap menjadi senjata yang kuat dalam menghadapi setiap insiden yang terjadi.
Perlahan namun pasti, sikap Lady Jasmine mulai mereda. Dia menyadari bahwa dia tidak bisa memaksakan perasaannya kepada Alexander, dan bahwa Olivia adalah cinta sejatinya. Meskipun rasa cemburunya masih ada, dia belajar untuk menerima kenyataan dan berdamai dengan dirinya sendiri.
Sementara itu, Olivia dan Alexander semakin kuat dan dekat sebagai pasangan. Mereka telah menghadapi berbagai tantangan bersama-sama, dan cinta mereka semakin mendalam.
Malam-malam mereka dipenuhi dengan kehangatan dan keintiman, dan hari-hari mereka dihabiskan dalam kebersamaan yang penuh kasih. Olivia tetap menjadi sosok yang tegas dan bijaksana, namun tetap dingin dan elegan dalam segala hal.
__ADS_1
Perjalanan baru mereka sebagai pasangan terus berlanjut, dengan segala kebahagiaan dan tantangan yang menghantarkan mereka pada masa depan yang penuh harapan. Dalam cinta, kepercayaan, dan kebersamaan, Olivia dan Alexander siap menghadapi setiap momen indah dan menegangkan yang menanti mereka.