Intrik Cinta Di Takhta De Greyson

Intrik Cinta Di Takhta De Greyson
Bab 28: Bentrokan Emosi


__ADS_3

Meskipun Lady Jasmine telah meredakan rasa cemburunya terhadap Olivia, namun perasaan tidak suka terhadapnya tidak hilang begitu saja. Lady Jasmine merasa kesal melihat betapa dekatnya Olivia dan Alexander, dan dia merasa terusik oleh kehadiran Olivia di istana.


Lady Jasmine mulai berbuat berbagai hal untuk membuat Olivia semakin tidak suka, namun Olivia tetap tenang dan elegan dalam menghadapinya. Setiap kali Lady Jasmine mencoba menyudutkan Olivia atau menyulitkannya, Olivia hanya menyindirnya dengan bijaksana dan tegas.


Dalam sebuah acara istana, Lady Jasmine mencoba untuk merayu Alexander dengan senyuman manisnya. Dia berbicara dengan penuh pesona dan mencoba untuk menarik perhatian Alexander.


Namun, Olivia dengan tajam berkata, "Tentu saja, Lady Jasmine, pesonamu memang sangat mengagumkan. Sayangnya, pesona tidak selalu cukup untuk memenangkan hati seseorang."


Para tamu terdiam mendengar sindiran halus dari Olivia. Lady Jasmine merasa tersinggung, namun dia tidak dapat berbuat apa-apa selain tersenyum dengan terpaksa.


Sementara itu, Olivia terus menjalani kewajibannya sebagai Ratu dengan bijaksana dan cinta. Dia bekerja keras untuk mendukung Alexander dalam mengambil keputusan yang tepat untuk kerajaan, dan dia juga terlibat dalam berbagai proyek amal dan sosial yang bermanfaat bagi rakyatnya.


Lady Jasmine, di sisi lain, mulai merasa semakin frustrasi dengan ketegaran dan kebijaksanaan Olivia. Dia merasa bahwa Olivia adalah penghalang antara dirinya dan Alexander, dan dia ingin menghilangkan Olivia dari kehidupan mereka.


Namun, Olivia terus menghadapi Lady Jasmine dengan keanggunan dan tegas. Dia tidak terpengaruh oleh upaya Lady Jasmine untuk mencelanya, dan tetap fokus pada tugas dan tanggung jawabnya sebagai Ratu.


Suatu malam, ketika kerajaan mengadakan pesta besar, Lady Jasmine mencoba untuk memalukan Olivia di depan para tamu. Dia membuat komentar yang menyinggung tentang keputusan yang diambil oleh Olivia dalam pemerintahan kerajaan.


Olivia dengan dingin menjawab, "Saya yakin bahwa setiap keputusan yang saya ambil adalah yang terbaik untuk kerajaan dan rakyatnya. Jika ada yang meragukan keputusan saya, maka dia bebas untuk memberikan saran yang konstruktif."


Tamu-tamu yang hadir terdiam mendengar pertukaran kata-kata antara Lady Jasmine dan Olivia. Beberapa dari mereka merasa bahwa Lady Jasmine telah melangkah terlalu jauh, namun mereka tidak berani mengatakan apa pun.

__ADS_1


Alexander, yang berdiri di samping Olivia, merasa bangga pada keberanian dan kebijaksanaan istrinya. Dia tahu bahwa Olivia tidak akan membiarkan dirinya dihina atau diintimidasi oleh siapa pun.


Setelah insiden itu, Lady Jasmine mulai merasa lebih frustasi dan terisolasi. Dia menyadari bahwa upayanya untuk menciptakan ketidaknyamanan bagi Olivia tidak berhasil, dan dia semakin tersinggung oleh sikap tenang dan dingin Olivia.


Ketika Lady Jasmine mencoba untuk mencari dukungan dari anggota kerajaan lainnya, dia menyadari bahwa mayoritas dari mereka mengagumi Olivia sebagai Ratu yang bijaksana dan penyayang. Dia merasa semakin terpinggirkan dan kesal melihat betapa dihormatinya Olivia oleh orang lain.


Namun, Lady Jasmine tidak menyerah begitu saja. Dia memutuskan untuk mencoba pendekatan lain dalam mencapai tujuannya. Dia mulai menjalin hubungan dengan beberapa pihak yang tidak menyukai Olivia dan Alexander, berharap bahwa mereka akan membantu dalam menggulingkan kedua pasangan tersebut.


Sementara itu, Olivia tetap fokus pada tugasnya sebagai Ratu dan istri yang bijaksana. Dia tidak terganggu oleh perangai Lady Jasmine, namun dia tetap waspada terhadap kemungkinan ancaman yang dapat datang dari luar.


Kedekatan dan kepercayaan antara Olivia dan Alexander semakin kuat dari hari ke hari. Mereka saling mendukung dan mencintai satu sama lain, dan tidak ada yang bisa menggoyahkan hubungan mereka.


Namun, Olivia menyadari bahwa masalah dengan Lady Jasmine belum sepenuhnya terselesaikan. Dia tahu bahwa dia harus tetap waspada dan bijaksana dalam menghadapi setiap situasi yang datang. Dalam cinta, kepercayaan, dan kebijaksanaan, Olivia siap menghadapi setiap tantangan yang ada di hadapannya.


Suatu malam, ketika Olivia sedang berbicara dengan beberapa anggota kerajaan lainnya, Lady Jasmine mencoba untuk mencuri perhatian Alexander dengan memberikan senyum manis dan berbicara dengan lembut.


Melihat tingkah Lady Jasmine, Alexander tidak bisa menahan senyumnya. Dia merasa bahwa istrinya sangat berbeda dari Lady Jasmine, yang mencoba terlalu keras untuk menarik perhatiannya.


Saat malam itu berjalan, Olivia menyadari bahwa Alexander terlihat sangat senang. Dia bertanya dengan penasaran, "Kenapa kamu terlihat sangat bahagia, Alexander?"


Alexander tersenyum dan berkata dengan tulus, "Kamu tahu, sayang, kamu sangat berbeda dengan Lady Jasmine. Kamu tegas, bijaksana, dan tidak takut menyindir dengan elegan. Aku suka melihat bagaimana kamu menghadapinya dengan sikap dingin yang tetap menyisakan pesona yang mengagumkan."

__ADS_1


Olivia tersenyum lembut mendengar kata-kata suaminya. Dia merasa senang bahwa Alexander menyukai cara dia berbicara dan berperilaku, bahkan ketika dia harus menghadapi sikap cemburu dari orang lain.


Setiap kali Lady Jasmine mencoba untuk merayu atau mencuri perhatian Alexander, Olivia selalu menghadapinya dengan sikap dingin dan tegas. Namun, di balik sikapnya yang tenang, dia juga merasa cemburu dan perlu untuk menunjukkan kepada Alexander bahwa dia adalah satu-satunya wanita yang ada di hatinya.


Melihat Olivia mencoba menyembunyikan rasa cemburunya, Alexander tertawa dan berkata dengan penuh kasih, "Kamu tahu, Olivia, aku mencintaimu apa adanya. Kamu adalah Ratu yang bijaksana dan cantik, dan aku sangat bersyukur bisa memiliki kamu sebagai istriku."


Olivia tersenyum dan mencium pipi Alexander. "Dan kamu adalah Raja yang baik hati dan penuh kasih. Aku sangat mencintaimu, Alexander, dan tidak ada yang bisa menggoyahkan perasaanku padamu."


Kemesraan dan keintiman antara Olivia dan Alexander semakin tumbuh, dan mereka selalu saling mendukung dan menyayangi satu sama lain. Meskipun Lady Jasmine mencoba untuk menciptakan ketidaknyamanan di antara mereka, mereka tetap teguh dalam cinta dan kepercayaan mereka.


Suatu malam, ketika mereka berdua duduk di ruang kerajaan, Alexander berkata dengan penuh keceriaan, "Olivia, kamu tahu apa yang akan sangat lucu? Jika kamu juga mencoba untuk merayu aku seperti yang dilakukan Lady Jasmine!"


Olivia terkejut mendengar saran lucu suaminya. Dia tertawa dan berkata, "Oh, benarkah? Jadi, kamu ingin aku merayu kamu dengan senyuman manis dan kata-kata lembut?"


Alexander tersenyum nakal. "Ya, itulah cara Lady Jasmine mencoba untuk mendekati aku. Tapi, tentu saja, kamu harus melakukannya dengan gayamu sendiri yang tegas dan elegan!"


Keduanya tertawa bersama-sama, merasa begitu bahagia dalam kebersamaan mereka. Olivia menyadari bahwa cemburu adalah hal yang wajar dalam cinta, dan dia belajar untuk lebih terbuka tentang perasaannya kepada Alexander.


Seiring berjalannya waktu, Olivia dan Alexander semakin dekat dan semakin mencintai satu sama lain. Mereka tahu bahwa cinta sejati tidak selalu mudah, tapi mereka siap menghadapi setiap tantangan bersama-sama.


Di tengah-tengah kemesraan dan kebahagiaan mereka, Olivia juga menyadari bahwa cemburu tidak selalu buruk jika dihadapi dengan bijaksana. Itu adalah tanda bahwa cinta mereka saling mempengaruhi dan menguatkan, dan mereka berdua bersedia untuk bertumbuh bersama melalui segala liku kehidupan mereka.

__ADS_1


Dengan sikap tegas dan elegannya, Olivia tidak hanya menghadapi Lady Jasmine, tetapi juga menghadapi perasaannya sendiri. Dia belajar untuk lebih terbuka dan jujur tentang perasaannya kepada Alexander, dan mereka bersama-sama menjalin ikatan yang semakin kuat dan kokoh.


Dalam cinta, kepercayaan, dan dukungan satu sama lain, Olivia dan Alexander siap menghadapi masa depan yang tak terduga dan penuh petualangan. Mereka tahu bahwa setiap tantangan yang mereka hadapi akan semakin menguatkan cinta mereka, dan mereka siap untuk menjalani hidup bersama dalam suka dan duka.


__ADS_2