Intrik Cinta Di Takhta De Greyson

Intrik Cinta Di Takhta De Greyson
Bab 2: Intrik di Balik Takhta


__ADS_3

Tak ada waktu untuk merenungkan pertemuan mereka yang tak terduga. Olivia dan Alexander harus segera menghadapi intrik dan konspirasi yang membelenggu kerajaan de Greyson. Alexander menggenggam tangan Olivia dengan erat, memberikan rasa kenyamanan dan kepercayaan pada dirinya.


"Mari kita pergi ke istana, Olivia. Aku akan melindungimu," ujar Alexander dengan penuh tekad.


Mereka berdua melintasi jalan-jalan yang ramai dan memasuki gerbang istana yang megah. Di dalam, mereka disambut oleh ibu Alexander, Ratu Victoria de Greyson, seorang wanita berkekuatan dan kecerdasan yang luar biasa.


Ratu Victoria melihat kehadiran Olivia dengan pandangan tajam. "Siapa gadis ini, Alexander?" tanyanya dengan suara yang dingin.


Alexander memperkenalkan Olivia sebagai tamu tak terduga yang terjebak di kerajaan. Ia menekankan keberanian dan kecerdasan Olivia yang telah menarik perhatiannya.

__ADS_1


Ratu Victoria menyelipkan senyum tipis di bibirnya. "Well, keberanian dan kecerdasan adalah sifat yang berharga di dunia kita. Tetapi, harus ada bukti yang mendukung kata-katamu, Alexander."


Olivia mengambil napas dalam-dalam dan menghadap Ratu Victoria dengan penuh keyakinan. "Maaf Ratu, saya tidak memiliki bukti fisik yang bisa saya berikan. Tapi, saya berjanji untuk membuktikan bahwa saya dapat memberikan kontribusi positif bagi kerajaan ini."


Ratu Victoria merenung sejenak sebelum akhirnya mengangguk. "Baiklah, kita akan melihat apakah kamu mampu membuktikannya."


Sementara itu, Alexander mendiskusikan situasi kerajaan dengan ayahnya, Raja Henry de Greyson. Mereka membahas ancaman dari pihak luar dan ancaman dari dalam kerajaan itu sendiri. Raja Henry, pria yang bijaksana dan kuat, menyadari kecerdasan dan potensi yang dimiliki Olivia. Ia memberikan kesempatan pada Olivia untuk membuktikan dirinya dengan memberikan tugas penting dalam pengambilan keputusan kerajaan.


Olivia merasa tertantang dan bersemangat dengan kesempatan tersebut. Ia bersama Alexander dan penasihat kerajaan bekerja keras untuk mengatasi konflik politik dan membangun keadilan. Dalam setiap rapat dan diskusi, Olivia memberikan pandangan yang cerdas dan pemikiran yang inovatif.

__ADS_1


Waktu berlalu, Olivia semakin dekat dengan Alexander. Mereka berbagi beban dan candaan di tengah tekanan dan tanggung jawab kerajaan. Namun, kehadiran mereka juga menimbulkan kecemburuan di kalangan bangsawan lainnya. Beberapa di antara mereka melihat Olivia sebagai ancaman terhadap status quo dan kekuasaan mereka sendiri.


Dibalik layar, intrik semakin berkembang. Ratu Victoria memainkan peran yang rumit, menggunakan kecerdikan dan manipulasi untuk menjaga kepentingan keluarganya. Dia mengamati hubungan Olivia dan Alexander dengan ketat, tak ingin melihat takhta de Greyson terancam oleh ikatan mereka.


Ketika Olivia mengetahui rencana jahat yang sedang dirancang di belakang layar, ia merasa terpanggil untuk mengungkap kebenaran. Dengan keberanian dan ketajaman yang dimilikinya, Olivia mulai mengungkap intrik dan menyelidiki siapa yang berada di balik pengkhianatan ini.


Sementara itu, Alexander semakin jatuh cinta pada Olivia. Namun, ia merasakan ancaman yang semakin dekat, dan tekadnya untuk melindungi Olivia semakin kuat. Mereka berdua menyadari bahwa cinta mereka harus diuji dengan pengorbanan dan perjuangan yang besar.


Dalam babak kedua ini, Olivia dan Alexander harus menghadapi intrik dan konspirasi yang semakin rumit di kerajaan de Greyson. Mereka berdua tumbuh dalam kecerdasan, keberanian, dan cinta yang saling menguatkan. Tantangan demi tantangan menanti mereka, dan Olivia bersumpah untuk mengungkap kebenaran dan menjaga cinta mereka tetap abadi di tengah bayang-bayang masa lalu yang menghantuinya.

__ADS_1


__ADS_2